Minggu, 28 April 2013

SI KUDA LIAR

SAMBUNGAN BARU - 12 MEI - (Tamat)


SAIFUL – SI KUDA LIAR


SAIFUL berasal dari keluarga yang tidak beruntung dari segi ekonomi. Karena kurang biaya, dia tepaksa berhenti sekolah di kelas 2 STM.
Pada awalnya, Saiful membantu ayahnya mencari sarang-tawon dan lebah-raksasa yang hidup di hutan untuk diambil madunya, atau memerah susu kuda-liar dan menjualnya di pasar.

Di kemudian hari, kebiasaan mengkonsumsi MADU dari lebah hutan dan minum SUSU KUDA LIAR sejak remaja, terbukti meningkatkan pertumbuhan ukuran organ kelamin Saiful, dan melonjakkan vitalitas, stamina dan kejantanannya secara drastis.

Di waktu senggang, Saiful rajin berlatih seni beladiri PENCAK SILAT di kampungnya.  Tapi kemudian dia pindah bekerja di bengkel untuk membantu keuangan orang tua dan adik-adiknya. Di bengkel itulah dia mendapatkan keahlian menyetir mobil dan motor.


 Sebagaimana kebiasaan para pemuda di kampungnya yang MENIKAH di usia muda, Saiful pada umur 21 tahun mengawini gadis pilihannya, dan sekarang sudah punya 1 anak keturunan yang masih kecil.

Karena kebutuhan ekonomi, akhirnya Saiful meninggalkan keluarganya di desa dan berangkat ke Jakarta untuk mencoba peruntungan. Dengan bekal keahlian pijat-urut yang didapat dari seni pencak silat, akhirnya dia diterima bekerja sebagai terapis pijat di sebuah tempat MASSAGE untuk tamu campuran, pria dan wanita.

  *********** 

PANTI PIJAT PLUS-PLUS

Tanpa disadari sebelumnya oleh Saiful, ternyata ada beberapa pelanggan panti pijat itu yang menuntut ‘lebih’ dari sekedar pijat biasa, sehingga tak terelakan diapun memberikan layanan PLIS-PLUS, tentu dengan imbalan uang tip yang berlebih.

Saiful tidak pernah kesulitan memenuhi hasrat pelanggan wanita dan tante-tante ‘GATAL’. Hanya terhadapan pelanggan pria, awalnya dia merasa risih.  Tapi sebagai orang yang dari desa yang berpikiran lugu, lama-lama dia terpaksa nekat dan harus siap meladeni hasrat pria homo juga.


 Sebagai pemijat baru yang masih fresh, apalagi ditunjang oleh sosoknya yang gagah dan macho, disitu Saiful digandrungi oleh para penyuka sesama dan akhirnya, pada usia 23 tahun dia jadi GIGOLO dan makin terjerumus kedalam dunia seks sejenis.

Tapi, Saiful BUKAN gay..!!, BUKAN biseks juga..!, entah apa sebutannya. Dia lelaki normal yang bernafsu pada lawan jenis, tapi BISA juga ngeseks dengan sesama lelaki.  

Di panti pijat itulah Saiful kemudian kenal dengan WIRYAWAN, seorang pelanggan ‘GADUN’ setengah baya yang sudah malang melintang sebagai homo tulen sejak lama dan menyukai ‘brondonk’ straight.
  

WIRYAWAN amat terkesan oleh pijatan yang ahli dan terutama oleh layanan plus-plus yang diberikan Saiful. Ditambah lagi Saiful yang masih BERDARAH MUDA, penuh vitalitas dan ganteng, sehingga Wiryawan makin TERGILA GILA pada kejantanan Saiful dan menawari Saiful untuk tinggal serumah.

Saiful dibuatkan SIM karena pada siang hari dia bertugas menyopiri mobil Wiryawan, dan memanggil majikannya dengan sebutan ‘OM WIRYA’ karena umurnya sudah 50-an tahun.
Tapi sejatinya Saiful adalah ‘Sopir Plus’ karena di malam hari Saiful punya kewajiban mulia sebagai ‘SUAMI’ dari Wiryawan, walaupun umur Wiryawan lebih cocok jadi ayahnya.  

Kewajiban bersetubuh dengan sesama lelaki tidak terlalu dipermasalahkan oleh Saiful.
---Laki laki tidak ada bedanya dengan perempuan. Sama sama punya lubang pikirnya. Malah aku yang enak karena bisa “NGASAH” kontol dan “MUNTAH” enak secara rutin, dan dapat bayaran pula!.

Tentu tidak ada cinta atau kasih sayang disitu. Hubungan mereka murni ‘BISNIS SPERMA’. Wiryawan memberi uang dan mencukupi kebutuhan materi Saiful.  Dan sebagai imbalannya, Saiful menyerahkan tubuh dan kontolnya untuk kepuasan Wiryawan.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Saiful sempat terlena hidup sebagai ‘peliharaan’ sesama lelaki karena hidupnya enak dan gampang.  Tapi Wiryawan sebagai pria homo yang nakal, masih gatal dan tetap berhubungan juga dengan lelaki lainnya sehingga Saiful KECEWA!.   Dia merasa telah mengorbankan harga dirinya sebagai lelaki normal untuk jadi pasangan-homo Wiryawan, tapi ternyata masih juga dikhianati.

Bos sih bos, tajir sih tajir, tapi tingkat kehomoan Wiryawan tinggi.  Hobbynya berbuat mesum dan suka ngisepin kontol cowok dan nyedot pejuh.  Orangnya cabul banget, tukang selingkuh, cuma doyan dientotin pantatnya oleh brondonk.

Akhirnya, tanpa berpamitan, Saiful KABUR dan MENINGGALKAN Wiryawan.

Setelah berpisah dengan Wiryawan, Saiful kehilangan sumber penghasilan sehingga dia mulai berkeliling Jakarta untuk mencoba MELAMAR PEKERJAAN di berbagai perusahaan.

   *********** 

BAYU – DUREN (Duda Keren)


Di usia 30-an tahun BAYU adalah seorang manajer yang cemerlang di sebuah perusahaan dan punya seorang ISTRI yang cantik.  Seharusnya Bayu berbahagia, tapi hidupnya ternyata galau. Bahtera rumah tangganya genting.  Istrinya rewel, suka menghambur hamburkan uang dan kurang menghormati suami, sehingga pada akhirnya Bayu BERCERAI dengan istrinya!.

Sebagai DUDA kaya dan ganteng , banyak wanita menyukainya, tapi Bayu jadi agak paranoid mencari istri pengganti untuk dinikahi, malah kekecewaan itu dia lampiaskan dengan mendatangi club dan kafe tempat kaum lelaki mencari kenikmatan sesaat dengan kaum perempuan nakal.

Secara TAK SENGAJA, Bayu mengunjungi sebuah SPA dengan tujuan ingin dipijat untuk menghilangkan pegal pegal karena penat bekerja. Siapa sangka, terapis pria yang bertugas memijat ternyata memberikan layanan PLUS-PLUS. 


Awalnya Bayu tidak mengerti kenapa hal ini terjadi. Bukankah para pemijat itu sama sama lelaki seperti dirinya?.  Tapi sekarang, untuk pertama kalinya Bayu merasakan kegairahan SENSASI yang ANEH karena jamahan tangan sesama lelaki ternyata mampu menggiring hasratnya.

Bayu adalah anak sulung yang selalu dituruti kemauannya. Di kantornya juga dia dipatuhi oleh para karyawan, dan disegani oleh rekan kerja serta relasinya.  Karena terbiasa memegang kendali didalam hidupnya, makanya di tempat pijat dia juga merasa dalam posisi ‘IN-CHARGE’ dan berkuasa membuat sesama lelaki TUNDUK mematuhi kehendaknya. Bayu paling suka mengontrol, memimpin dan memaksa laki-laki sampai tak berdaya dan takluk kepadanya.

Sejak itulah, secara diam-diam Bayu memulai sebuah PETUALANGAN BARU di dunia sejenis dan semakin rajin mendatangi tempat pijat khusus pria.  Dan
Tapi, Bayu juga BUKAN gay..!!, dia lelaki normal. Entah apa istilahnya. Dia hanya suka MENJADIKAN sesama lelaki sebagai OBYEK hasrat seksualnya.

Teman teman dan rekan kerjanya TIDAK TAHU Bayu sudah ‘berbelok’ karena dia menyembunyikan rahasia itu dengan rapat.   Sopir pribadi yang sering mengantar Bayu juga TIDAK pernah mengerti apa yang terjadi di dalam tempat tempat pijat khusus itu.  

Sayangnya, suatu hari sopirnya yang setia itu berhenti bekerja, sehingga dengan bantuan bagian PERSONALIA di kantornya, Bayu mewawancara beberapa CALON SOPIR PENGGANTI, dan disitulah dia pertama bertemu dan berkenalan dengan Saiful.

  *********** 

WAWANCARA CALON SOPIR

Jumat sore itu, Bayu sedang di dalam kantornya ketika pintunya terbuka.
“Ini calon sopir yang akan interview pak”  kata sekertarisnya, lalu menutup pintu dan langsung keluar ruangan. 

Saiful masih berdiri, menunggu dengan sikap sopan di dekat pintu. Dia memandang ke dalam kantor si bapak yang agak luas dan pengaturannya lumayan berselera. Beberapa photo dipajang di dinding. 

“Masuk...” terdengar suara Bayu.

“Eh…. Makasih pak” Saiful tersenyum. 
Agak salah tingkah Saiful berdiri di dalam ruang kantor calon majikan yang belum menyebutkan namanya tersebut.

“Duduk...” kata Bayu singkat, tapi dia langsung TERPERANGAH saat mengangkat kepalanya dan memandang calon sopir muda yang kini duduk dihadapannya. 
Wajah calon sopir itu menarik, tidak terlalu tampan, tapi ganteng-alami yang tanpa polesan dan gerak-geriknya memancarkan AURA KELELAKIAN yang begitu kuat.

Bayu dapat melihat dengan jelas setiap kontur dada dia yang kokoh dan nampak bayangan otot perut yang kotak-kotak. Bulu-bulu hitam yang halus menyebar di sekujur tangan dan lengan yang mestinya tersambung sampai ke dada bidangnya yang aduhai dengan putingnya yang besar kecoklatan.  --Ohhhhhh...!.

  *********** 

“Nama lengkap kamu….?, dan umurmu?” tanya Bayu.

“Saiful Supriadi, umur 24 tahun, hampir 25 pak”

“Belum rencana kawin?”

“Saya sudah menikah pak”

“Oooww..??. Kamu sudah berkeluarga…?” Bayu kaget

“Iya pak…  hampir 3 tahun…”

“Punya anak…?”

“Ada satu pak…, dan istri saya baru hamil lagi, 4 bulan”

“Wah. Produktif juga. Sering HAMILIN istri ya?”

“Saya pulang kampung sebulan sekali.  Itu juga kalau dapat uang cukup.  Ongkos perjalanan lumayan mahal pak.  Kalau tidak cukup uangnya, saya kirim lewat teman sekampung….” Ujar Saiful.

“Tapi kamu masih muda. Apa disini punya pacar CEWEK juga?” Bayu iseng bertanya. Dia penasaran.

“Iya pak. Maklum jauh dari istri..” jawab Saiful tersipu.

“Wah?, jadi kamu suka SELINGKUH dengan cewek lain juga?” Pertanyaan Bayu agak melenceng.

"Hehehe..  Bapak ngerti lah, namanya juga COWOK pak..  Cowok mana sih yang gak suka sama cewek?. Hehehe... " Wajah Saiful tampak memerah.

Bayu buru2 mengalihkan topik pembicaraan: “Oh ya, pernah bekerja jadi di perusahaan mana?””

“Bukan perusahaan pak, tapi sopir di rumah” Jawab Saiful. Dia TIDAK ingin memberi tahu pengalaman kerja sebelumnya sebagai terapis di panti pijat.

“Ooh?, siapa majikan kamu dulu?”

“Namanya pak Wiryawan”

“Sopir keluarga?” tanya Bayu

“Sopir pribadi pak. Beliau hidup sendiri”  jawab Saiful yang tiba tiba terkenang pada kehidupannya bersama ‘om Wirya’.

“Berapa lama bekerja dengan majikan kamu?, err, siapa tadi namanya?, Wiryawan?”

“Hampir 2 tahun pak”

“Wah, lama juga ya…?.  Kebanyakan sopir pribadi biasanya tidak bisa tahan lebih dari 3 bulan….”

“Ah, bapak belum ketemu yang cocok barangkali pak….” Kata Saiful sambil tersenyum renyah.

--Aduuuh... senyum itu membuat Bayu hampir tak dapat mengontrol emosinya.
“Hehehe… Yang cocok bagaimana ya….?. Apa ada cocok-cocokan juga di kalangan para sopir…?” tanya Bayu

“Majikan saya dulu orangnya baik pak, dia ganteng juga seperti bapak, tapi beliau lebih tua”

  *********** 

“Waktu itu kamu tinggal dimana?”

“Saya tinggal serumah dengan pak Wiryawan”

Mendengar jawaban itu, muncul pikiran NAKAL Bayu.
 “SEKAMAR sama majikan, maksudmu…?” Bayu memancing

Saiful langsung gelagapan, dan tanpa disengaja dia keceplosan bicara.
“Iya pak, kadang kadang beliau menyuruh saya MENEMANI TIDUR...”
Saiful terperangah sendiri, dia merasa TERJEBAK.

“HAAAHHHH....?! Menemani tidur??” Bayu kaget.
Jawaban pemuda itu membuat dada Bayu berdegup kencang membayangkan laki-laki muda gagah di hadapannya yang bekerja sebagai sopir pribadi seorang pria bujangan tua dan tinggal serumah?, bahkan sekamar?.

--Sopir muda ini memang COWOK BANGET, pikir Bayu. Dia mungkin calon sopir yang HOT!.  Pantesan kalau dia doyan cewek, dan cowok juga.
Bayu merasa calon sopirnya adalah tipe LAKI-LAKI PEKERJA yang SEXY dan bisa jadi BAHAN FANTASI nya..!.  Tidak terlalu tampan, tapi ini masalah selera. 


Tanpa sadar, mata Bayu melirik ke arah celana Saiful yang membungkus sebongkah GUNDUKAN BESAR yang menggunung.
Bayu terhanyut melamunkan isi di balik celana yang menonjolkan KEKUATAN MAGIS.  Pasti sangat keras, hitam, legam dan berurat. 
--Ooh... Sangat menggairahkan..!.

Saiful jadi sangat-sangat serba salah.  Dia merasa kalau Bayu memandang selangkangannya dengan tatapan yang TIDAK PANTAS.

  *********** 

Sebetulnya Bayu masih penasaran, tapi akhirnya BERHENTI bertanya tanya. Dia takut Saiful curiga karena terlalu kelihatan sok-ingin-tahu.

Tapi paling tidak, kini Bayu menduga bahwa Saiful mungkin LEBIH DARI SEKEDAR sopir pribadi Wiryawan karena dia bukan hanya tinggal di rumah tersebut, bahkan tadi mengaku suka tidur sekamar menemani majikannya.

“Mau minum…?. tanya Bayu sambil berdiri lalu mendekati dispenser Aqua.

“Boleh pak … “
--Wah, ganteng juga calon bos ini, Saiful bicara didalam hatinya.
Wajahnya tampan, umurnya mungkin 30-32an tahun, 6-7 tahun lebih tua dari dirinya.  Tapi dia gagah sekali. Dan itu..., PANTATNYA terlihat padat dan kokoh.

“Mau yang dingin...” tanya Bayu yang masih membelakangi Saiful untuk mengisi gelas Aqua.

“Eh… iya pak…”
Saiful sekali lagi menatap PANTAT SEKEL Bayu yang menggiurkan di depannya. 

 “Saiful... Oke, kamu diterima bekerja sebagai sopir pribadi saya…“ kata Bayu sambil meletakan gelas di meja.

“Terima kasih pak… bapak baik sekali….”

“Hehehe, biasaaa…  Yang baik itu ADA MAUNYA….” Kata Bayu sambil memandangi sosok gagah yang nampak rikuh di depannya.

--Bayangan nakal berkelibat dikepalanya:.  ‘Enak juga kalau punya sopir GAGAH yang bisa ‘plus-plus’ pikirnya.
Dan Bayu telah menentukan pilihannya. Lebih tepatnya adalah: HASRAT Bayu telah menentukan pilihannya pada calon sopirnya ini.

“Jadi kamu mau kerja sama saya….?” kata Bayu sambil tersenyum manis.

--Ooh, senyuman Bayu membuat aqua dingin yang ditenggak Saiful hampir tersedak.
“Ya mau banget pak...”

“OK....  Kamu nanti mengantar saya pulang.  Sekalian saya bisa test cara kamu nyetir mobil ke rumah saya…. Kamu bisa?”

“Siap pak…..” kata Saiful sumringah. 
Tak berani otaknya mikir macem-macem.  Walau dalam hati ada harap-harap cemas juga melihat sosok majikan ganteng begini yang mau menerima bekerja hari ini juga dan langsung mengajak pulang ke rumahnya.

“Sekarang kamu tunggu saja di ruang kantin…. Masih ada waktu 2 jam lagi….”
Bayu beranjak dari kursinya dan melepas dasi yang melilit kencang di lehernya.

Saiful melirik ke arah majikan barunya. Walau tak berani menatap dengan frontal, tapi jelas, konsentrasi penglihatan matanya tertuju pada lekuk badan padat Bayu dan dada gempal yang bidang dibalik balutan kemeja yang lumayan ketat. 
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

  *********** 


Agak grogi juga Saiful nyetir mobil majikan barunya sore hari itu. 

Sementara Bayu menyandarkan badannya di kursi mobil dengan rileks, dia memilih duduk di kursi depan, disamping sopir.  Matanya terpejam, Bayu sengaja membuka 3 kancing kemejanya agar udara dingin AC lebih terasa .  Nafasnya terdengar teratur.  Rileks sekali. 

Saiful berusaha menyetir dengan tenang dan hati-hati,  agar jangan sampai jalannya mobil berantakan.  Jangan juga sampai ketahuan yang punya wajah ganteng itu kalau Saiful sesekali melirik ke arah majikan barunya, soalnya Saiful suka sekali melihat dada gempal itu bergerak naik turun.

Tadi Bayu sudah memberitahukan alamat  yang akan dituju.  Satu kompleks perumahan kelas menengah.  Sekarang Saiful sudah masuk Tol dalam kota.  Sebentar lagi sampai.  Paling 30 menit lagi.

Saiful menghidupkan radio mobil dengan suara pelan saja.  Takut mengganggu ketenangan Bayu yang sudah menerima dia bekerja sebagai sopir pribadi ini.

“Selamat sore pendengar setia. Kami sudah menyiapkan beberapa tembang istimewa yang akan menemani anda.  Tetap hati-hati saat berkendara, jalanan macet jangan sampai membuat stress, rileks lah bersama kami. Berikut satu lagu sendu yang sempat melejit lagi lewat sentuhan vocalis dari Adele – “Someone like you …..”

Lalu lagu itupun mengalun lembut dari speaker mobil. 

Saiful tercekat.  Sering kali dia mendengar lagu barat ini dengan ‘om WIRYA’ (panggilan Saiful pada Wiryawan) dulu semasa masih bersama.  Iramanya yang sangat senduh dan magis membuat hayalan Saiful kembali ke MASA LALU.  Masa masa yang serupa seperti saat ini, waktu Wiryawan mengajak Saiful untuk menjadi sopir pribadinya.

  *********** 

TERINGAT WIRYAWAN – MAJIKAN DULU

Saiful yang kala itu sudah bekerja sebagai sopir-pribadi om Wirya dan tinggal serumah.  Persis kejadiannya.  Saat itu, Saiful nyetir mobil saat berdua dengan ‘om WIRYA’.

Kali ini juga, Saiful nyetir mobil dengan konsentrasi tercabik dalam kondisi seperti itu. 
BAYU juga sekarang tengah berbaring sambil tiduran di sebelah Saiful yang nyetir mobil dengan gugup.  Bedanya, Wiryawan LEBIH BERANI, terbuka dan agresif.  --Karena mungkin sudah tau sama tau ya…., saat mereka bergumul di dalam ruangan tempat pijat.  

Waktu itu, Wiryawan meremas-remas paha kekar Saiful beberapa kali.

Saiful hanya tersenyum sambil keringat dingin.  Hingga akhirnya Wiryawan tertidur di samping kursi Saiful.
Persis seperti Bayu sekarang.
......Dan lagu yang sama. “Someone like you”

Masih terbayang oleh Saiful bagaimana baiknya ‘om Wirya’  yang dulu membelikan beberapa helai pakaian baru yang lebih pantas buat dirinya.  Teringat juga obrolan mereka yang romantis di sebuah Restoran.

Sementara para tamu lain berceloteh ramai dan berpesta bersama teman dan keluarganya, Wiryawan memilih berduaan bersama terapis pijat yang mencuri perhatiannya dan waktu itu sudah setuju jadi sopir pribadinya.

Selesai makan, mereka berdua pindah ke taman diluar dan merokok di meja pojok yang sepi. Memandang langit tak berawan yang dihiasi bulan dan bintang bintang.

“Saya suka sama kamu ….”  kata Wiryawan.

“Om baik sekali….” Kata Saiful sambil menyulut sebatang rokok.

“Kamu laki laki yang baik, layak diperlakukan dengan baik” Wiryawan tersenyum.

“Om gak merokok ya….?”

“ROKOK SAYA INI…!.” Wiryawan menyentuh dan meraba celana Saiful dengan nakal.

“Ah, om bisa saja…” jawab Saiful dengan tersipu.

“Jangan panggil saya ‘OM’.  Panggil nama saja, atau ‘Yayang’….” Kata Wiryawan manja.

“Ah.. Gak enak didengar orang om…..” kilah Saiful

“Ya jangan kedengaran orang dong….”

“Susah om…. Nanti kesannya ngelunjak….”

“Jangan om…. Saya tidak layak buat om….”

“Kenapa….?”

“Saya hanya sopir…  Om pejabat yang mulia….”

“Ah. Rasa suka itu tidak memandang jabatan”
Wiryawan duduk semakin dekat di sebelah Saiful.  Tangannya kini sudah merangkul pinggang Saiful. Wiryawan tak menghiraukan orang orang yang mungkin melihat mereka.

Walau suasana sepi, Saiful kikuk.  “Ehh……”

Dari kejauhan orang mungkin mengira mereka seperti seorang ayah yang merangkul anaknya.  Udara disitu cukup dingin.  Pelukan tangan Wiryawan tidak berhasil menghalau dingin yang semakin menusuk ke tulang.

“Sudah lama kerja di tempat pijat …?”

“Kira-kira 4 bulan….”

“Bagaimana…?. Enak dong banyak pelanggan….?”

“Eeh, biasa saja kok om…. Saya butuh pekerjaan. Mereka butuh saya. Tapi om beda kok..”

“Hmmmm….”  Wiryawan mengelus ngelus PAHA GEMPAL Saiful dan tangannya memegang jendolan yang semakin membesar dibalik celana Saiful.
Dia dapat merasakan bongkah daging Saiful yang meronta-ronta minta keluar dari dalam celananya. 

“Wah, udah NGACENG nih... Wiryawan berbisik renyah, meremas kelelakian Saiful.

Itulah bisikan yang membuat hasrat Saiful tergugah. Saiful menatap Wiryawan.  Dan jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa centimeter.
Saiful tersenyum. 

Wiryawan mendekat dan menyentuhkan kecupan ke bibir Saiful. Tapi Saiful dingin, malah dia agak memalingkan wajahnya.

Wiryawan langsung mengerti, Saiful memang TIDAK SUKA berciuman di mulut.

Akhirnya Wiryawan menghentikan usahanya karena khawatir terlihat orang orang.
“Kita pulang ke rumah sekarang yuk…..” ajak Wiryawan.

“Baik…. om….”

“Jangan panggil ‘OM’…..” ulang Wiryawan

“Jadi panggil apa….?”

“Panggil ‘Yank’ donk…..”

“Ah, gak bisa ‘Yank’…..”

“Hahahaha…. Tuh, bisa kan….”

“Eh, iya… Bisa ya….. Iya, Saiful sayang om Wirya….”

“Lha, kok ‘OM’ lagi…….”

Sesampainya di rumah, Wiryawan menuntun Saiful masuk ke dalam kamar. Pintu dibiarkan tertutup walau tidak terkunci.  Dia rupanya tak sabaran ingin BERGUMUL.  
Wiryawan langsung memeluk erat brondonk-nya dengan bergairah.

Lagi lagi Saiful menghindari berciuman di mulut, sehingga kecupan Wiryawan hanya terbatas pada pipi Saiful lalu mulai berpindah dengan jilatan ke sekujur leher Saiful.  Leher bersih berwarna coklat terlihat begitu kokoh..  Menggiurkan.

Lalu permainan pun dimulai…

Wiryawan menelanjangi Saiful.  Berpelukan lagi, menjilati.  Lama dia membangkitkan gairah Saiful, berusaha agar sopir ini melupakan status-sopirnya. 

Saiful akhirnya berubah menjadi  KUDA LIAR.  Kuda liar orang desa yang membuat Wiryawan menggelinjang tak terkendali.

“Saya tidak tahan, sayang…..” kata Wiryawan disela sela rintihan manjanya yang tak kuat menahan serangan Saiful.

Lalu seperti biasa, Saiful MENGAMBIL-ALIH KENDALI sebagai laki-laki yang bertindak lebih dominan, seperti seorang suami. 
Sepanjang malam itu Saiful menggiring ‘Gadun’ nya menjelajahi samudra percintaan yang panas dan liar sampai tubuh Wiryawan terkejat kejat dalam gempuran kejantanan sopirnya.

Dan lepaslah sudah.....
Saiful menyemburkan saripati SPERMA laki laki kedalam tubuh Wiryawan.  Menaburkan benih-benihnya, bagai menghamili rahim wanita.

“Kamu laki laki hebat……”  puji Wiryawan.

“Saya juga puas om……..” Saiful membiarkan batang kelelakiannya tetap tertancap.

  *********** 

DI RUMAH BAYU

Saiful menghela nafasnya.  Ingatan pada om Wirya membuat dadanya tak karuan. 

Tak terasa mereka sudah memasuki kompleks perumahan. Saiful membangunkan Bayu.
“Sudah dekat pak… Ke arah mana ya….?”

Bayu masih berusah untuk sadar.
“Blok ke 3 .  Belok kanan, nanti ada post Satpam, belok kanan lagi….”

“Baik pak…..”

“Saya tertidur ya…..?”

“Iya pak, mungkin bapak kecapean….”

“Yah…. Itu yang pagar putih …..” Bayu menunjuk rumahnya yang sederhana tapi indah.

Saiful memberhentikan mobil.  Membuka pintu.  Berlari kecil ke arah pintu kiri, bermaksud membukakan pintu mobil untuk Bayu. 
Tapi pintu sudah terbuka, dibuka sendiri oleh Bayu. “Gak usah sampai begitu Saiful….“

Saiful mengangkatkan tas kerja Bayu.  Lalu meletakkan tas itu di teras rumah. Dan berdiri disitu. 

Bayu menyadari. “Ayo…. Kamu ikut masuk saja….”

“Gak usah pak, saya di depan saja….”

“Halah, gak usah sungkan…. Emang mau semalaman kamu diluar?”

“Gak papa pak…. Saya disini saja…….”

“Lho, kamu kan akan tinggal dengan saya di rumah ini. Ayo masuk...!”

Saiful diam.  Hatinya campur aduk, teringat bayangan waktu dulu serumah dengan om Wirya.  Dia kini memandang majikan barunya yang ganteng itu cukup lama. 

“Kenapa….?” Bayu heran melihat pandangan Bayu.

“Eh, gak pak…. Teringat sesuatu….” Kata Saiful  dan akhirnya dia masuk dengan membungkuk.

Mereka berjalan masuk sampai ke bagian belakang rumah.
Di halaman belakang terlihat ada banyak peralatan binaraga, dan beberapa poster laki-laki bertubuh sangat bagus ada disitu.
“Ini kamar kamu” kata Bayu kepada Saiful sambil menunjuk ke kamar Sopir.

Kemudian mereka kembali ke ruang tamu.   

“Saya mandi dulu ya…” kata Bayu. 
Entah sengaja atau tidak, dia MELEPAS CELANA dihadapan Saiful, lalu melenggang ke kamar mandi dengan bertelanjang dada, hanya bercelana dalam.
--Saiful menelan ludah sebentar melihat sosok badan telanjang-dada yang sexy itu.

Saiful ditinggalkan dan sekarang duduk menunggu di ruang tamu.  Bingung mau ngapain.  Hanya memperhatikan isi ruang tamu itu.  Melihat-lihat banyak foto yang dipajang dengan indah. 

Beberapa foto sama persis dengan yang ada di kantornya.  Beberapa foto kelihatan Bayu berangkulan bahu dengan teman prianya.  Entah siapa.  Saiful menatap lebih lama foto-foto pria-pria itu.  Tak ada foto bersama wanita.
“Masa majikanku belum berkeluarga….?” Pikir Saiful dalam hati.

Bayu datang. Selesai mandi.

“Itu foto dengan teman waktu di Makassar ….”

“Oh…. Foto keluarganya mana pak…?”

“Saya bercerai …”

“Oh…. Tidak menikah lagi pak…?” Saiful mulai berani.

“Jodoh, mati dan hidup itu ditangan Tuhan …. Berat jodoh saya…. Hahahahaha”

“Ah, bisa saja bapak…”

“Sudah, sekarang kamu istirahat saja. Kamar kamu di belakang. Saya juga ingin tidur lebih cepat hari ini”

“Baik pak. Terima kasih sekali lagi”

Malam itu Bayu istirahat di kamar. Dia tidak ingin memanggil atau mengganggu Saiful. Bayu tidak ingin terlalu menunjukan keakraban yang berlebihan terhadap sopir barunya itu.  Dia harus menyembunyikan hasratnya pada pemuda yang tampak lugu itu.

  *********** 

Esok harinya, Sabtu, Bayu bangun tidur agak siang karena libur. Dia melihat sopir barunya sedang mencuci mobil.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Setelah sarapan yang agak telat, siang hari itu Bayu memeriksa dokumen yang dibawanya dari kantor dan membalas beberapa email yang belum sempat dijawabnya.
Lewat tengah hari, barulah Bayu memanggil sopirnya:
“Saifuuuulll...” teriaknya dari ruang tamu.

“Iya pak…” Saiful yang baru selesai di kamar sopir langsung bergegas memakai kaus dan celana jeans.
Dia TIDAK SEMPAT pakai celana-dalam.  Tidak apa-apa yang penting tidak telanjang.

“Bisa tolong bikin kopi …?” perintah Bayu.
Dilihatnya Saiful yang memakai T-shirt dan celana jeans,  membuat dia tampak lebih ‘boyish’, seperti brondong.

“Boleh pak…. Tapi saya takut tidak sesuai selera bapak….”

“Coba bikin yang paling enak menurut kamu.  Semuanya ada di dapur…”

--Wah…. Kayanya aku mau dites jadi ‘ibu rumah tangga’ juga ini…. Pikir Saiful nakal.
“Baik pak….”

Saiful mengambil panci kecil dan menampung air di situ.  Lalu meletakkannya di atas kompor gas yang sedang menyala liar, dan akhirnya kopi sudah siap untuk dinikmati.

"Saiful,  ayo duduk sini saya mau ngobrol denganmu,"  suara Bayu penuh penekanan dengan nada memerintah.

Saiful tampak agak ragu, merasa tidak layak duduk bersama majikannya, tapi dia menuruti perintah Bayu.

Bayu yang hanya bercelana boxer pendek duduk dihadapan Saiful.  Kedua kakinya terlihat sangat menggiurkan sekarang.  Putih, besar, bersih, berbulu halus kehitaman yang menjulur naik sampai ke selangkangan. 

Saiful menahan nafas melihat ke sela-sela paha yang terbuka di celana boxer majikannya. Tapi dia tak berani menatap lama-lama.  Dia takut hasratnya tergugah, lalu dia yang nubruk duluan.  Takut KUDA LIAR DESA nya ngamuk.

Bayu menyalakan sebatang rokok.  Mulai menghisapnya.
“Wah…. Enak…..” kata Bayu setelah menyeruput kopi yang masih sangat panas itu.

Saiful tersenyum. 

  *********** 

“Oh ya, ceritakan apa pekerjaan rutin kamu dulu dengan majikan lama ….?” Tanya Bayu memulai obrolan.

“Eh, anu….. biasa pak. Nyetir mobil, ngantar beliau ke kantor.  Saya kadang nunggu, kadang pulang ke rumah dulu, sorenya baru jemput beliau lagi”

“Jadi, kalau majikan kamu kerja di kantor kerja, rumah yang ngurus kamu…?” tanya Bayu lagi.

 “Benar pak…. Saya dibuatkan kamar di halaman samping…” jawab Saiful berbohong.

“Oh gitu... Selain nyetir dan ngurus rumah, kamu kerja apa lagi ….?”

“Ya terserah beliau pak, mau disuruh apa saja.  Kadang ngurus ini-itu, beli ini-itu….”

“Kemarin, kamu bilang pernah disuruh TIDUR MENEMANI majikan kamu…..?”

--Wah, pertanyaan pak Bayu kok mulai menjurus, pikir Saiful.
“Sesekali pak…… Beliau sibuk, jarang sekali pulang cepat…., tapi saya pernah diminta ‘BANTUAN LAIN’ oleh beliau…?”

“...’Bantuan lain’...?. Apa itu ya ….?”

“Yah… biasalah pak, laki-laki setengah tua, sering kelelahan.  Mungkin masuk angin disuruh PIJAT yang pegel-pegel…. Soalnya beliau gak suka dikerok. Katanya gak tahan sakitnya.  Jadi dipijet saja….

“Kamu emang bisa PIJAT juga….?”

“Bisa pak. Saya belajar pijat-urut dari seni PENCAK SILAT di kampung”  jawab Saiful.

“Oh ya?. Gimana….?. Jadi pengen juga. Ayo coba pijet pundak saya saja….”

  *********** 

Maka Saiful pun berdiri, mengambil posisi di belakang kursi.  Dengan agak gemetaran menyentuh pundak Bayu…
“Maaf pak….” Katanya sebelum memulai.

“Enak pijetanmu Pul ….” Bayu menghela nafas merasakan remasan penuh perasaan dari Saiful di belakangnya.

“Biasa saja pak… Pijet asal-asalan….” Jawab Saiful merendah. Dia TIDAK bilang pengalamannya di panti pijat dulu.

“Betul kok….  Pijatan kamu istimewa  Saya sampai merinding merasakan enerji dan perasaan yang terpancar dari pijatan tangan kamu…”

Saiful mengehentikan pijatannya. 
Agar sukar untuk tidak mencerna makna tersirat dari apa yang dikatakan Bayu.

“Kok berhenti….?”

“Eh, maaf pak… “ Saiful salah tingkah.

“Nah… begitu lebih baik.  Bagian sini pak… iya, agak ke lengan.  Itu ototnya lumayan kaku…” Bayu menggerak-gerakkan pundaknya.

“Iya pak….” Saiful lebih berkeringat lagi kali ini.

  *********** 

 “DI KAMAR SAJA YUK…..!” Tiba-tiba Bayu melepaskan cengkraman tangan Saiful dari bahunya.

“Hhhhh…. “ Saiful serba salah. 
--Wah, alamat jadi tukang pijat beneran ini…, pikirnya

Bayu beranjak ke kamarnya.

Saiful mengikuti.
“Pak…  punya minyak gosok….?”

“Tidak… pakai ini saja….” Bayu menyerahkan sebotol baby oil ke Saiful. 

Saiful menelan ludah… Buset.., sebotol segede gini kapan habisnya…..
“Bapak punya bawang…?”

“Buat apa …?”

“Dipotong potong halus buat campuran krim ini….”

“Ah, gak usah Pul, ntar saya malah jadi bau sate…. Hehehehehe”

“Hahahaha, yah terserah bapak saja…..”

  *********** 


PIJAT DI KAMAR

Maka sudah selayaknya orang yang akan dipijat, Bayu pun MEMBUKA semua pakaiannya kecuali sepotong celana dalam warna hitam, yang membuat kontras badannya yang putih. 

Saiful berusaha untuk sewajar mungkin.  Laki-laki telanjang di depan laki-laki lain pun bukan hal yang luar biasa kan?.  Di kampung, kebanyakan laki-laki bertelanjang dada, malah mandi bareng telanjang di sungai.  Hal biasa saja. 
--Ini hanya melihat majikanku buka baju?.  Bukan hal yang luar biasa kok…

Dan Bayu sudah tengkurap di atas tempat tidur.
Dia pura pura cuek dan berusaha masa bodoh dia membiarkan badannya rebah santai...  Dia masih ingin menyembunyikan kalau sebetulnya berhasrat pada sosok sopirnya yang macho itu.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Saiful memulai pijatan pada jari-jari kaki Bayu.  Satu persatu. 
Yang kanan dulu.  Dari jempol kaki, diurut sedemikian rupa sehingga Bayu nyengir-nyengir antara sakit dan enak.  Lalu berganti ke jari-jari yang lain.  Begitu terus dilakukan secara berulang ulang.  Sebelum berganti ke kaki kiri.

Setelah proses urut kaki selesai, Saiful mulai melancarkan serangan betotannya ke betis Bayu. Betis kokoh yang berbulu lebat kini ditelusuri oleh pijatan jari-jemari tangan Saiful yang kuat. 

Memijati majikan ganteng yang berbadan bagus ini, memang agak MENGGODA Saiful.
Tapi didalam hati Saiful menggelengkan kepalanya dengan keras.

--Aku harus menahan diri karena BELUM TENTU juga pak Bayu punya rasa ketertarikan pada laki laki.  Aku harus bersabar. Kalau memang nantinya terjadi, siapa tahu pak Bayu juga akan jadi majikan dan sekaligus kekasihku, seperti om Wirya dulu. Hehehe..

  *********** 
                                                    
“Lho, kok berhenti Pul….?” Erang Bayu manja. 

Benar, bagi Saiful sekarang setiap suara yang keluar dari mulut Bayu terasa bagai erangan mengajak BERSENGGAMA.
“Eh, maaf pak……”

“Kamu teringat majikan kamu dulu ya….?”

“Sedikit pak….” Saiful melanjutkan pijetannya lagi dengan tekun. 

Arah pijetan sudah sampai ke PANTAT. 
Saiful menikmati setiap pijatannya ke otot otot pantat amat montok milik Bayu.  Saiful juga yakin di balik tubuh majikan yang sedang tengkurap ini, pastinya sudah BERDIRI batangan kelelakiannya.  Saiful meyakini semuanya.

Dengan kesadarannya itu Saiful tetap fokus pada apa yang akan dilakukan tangannya.  Kesadaran pula yang membuat dia bisa bertahan sekarang ini.   Dia tidak berusaha menghindar dari birahi yang sekarang membakar gairahnya.  Tapi dengan kesadarannya juga, dia mengingatkan setiap gerak-geriknya agar tidak lepas kontrol.

Itu seperti meditasi yang dilakukan Saiful kini.
Setiap kali tubuh Bayu menggeliat, maka didalam hati Saiful akan berkata, “Ah…. Hanya segini godaanmu hei nafsu….”

  *********** 

Selesai sudah bagian belakang tubuh Bayu habis diremas dan dipijat oleh Saiful.

Saiful kini membalik tubuh Bayu untuk mulai di bagian depan. 
Sangat sulit untuk tidak menatap ke mata Bayu yang terpejam dan kadang terbuka, indah.
Mata yang alisnya lebat dan hitam menggoda.  Menusuk ke sanubari Saiful untuk segera memeluknya.

Dan Saiful memeluknya….
“Maaf pak…… Bapak rapatkan tangan begini” Saiful menuntun tangan Bayu untuk melipat. 

--‘Ooh, kini dia memelukku..  apakah dia akan memulai..?’, bisik hati Bayu.
Jantungnya seketika berdegup keras, nafasnya semakin menderu.... Hatinya diliputi rasa penasaran tak terhingga menunggu apa yang akan dilakukan oleh Saiful.

Dan Saiful melakukannya.  Bayu DIPELUKNYA..!.

Dirasakan kepasrahan dari sinyal tubuh Bayu.  Helaan nafas yang tak lagi teratur.  Saiful menyadari semuanya. 
Dia menikmati setiap sentuhan kulitnya yang gelap dengan kulit Bayu yang putih. Merasakan keringatnya bercampur dengan keringat Bayu.

Saiful mendekap pelukan tangannya sampai terdengar bunyi  ‘KRAKK…..’ menandakan otot-otot kaku Bayu yang ingin direnggangkan sudah renggang.

“Sekarang terlentang pak….”


Bayu patuh menuruti membalik badan.
Saat membuka mata, dia memergoki Saiful tengah MENATAP juga. Mereka saling berpandangan mata tanpa kata-kata.

Bayu sering bertemu dengan para pria yang sering menatapi dirinya seperti itu.  Dan dengan nalurinya, dia merasa bahwa pandangan mereka adalah sinyal-sinyal SEKSUAL.
Bayu juga merasakan itu dari tatapan Saiful..!. 

Diam diam Bayu memang sudah mengamati sopirnya dua hari ini. 
Seperti di mobil kemarin waktu Saiful melirik ke dada Bayu saat membuka kancing kemeja.

Juga di rumah, waktu Bayu sengaja melepas baju dan celananya sebelum mandi. Diam diam Bayu melihat bagaimana Saiful MENCURI-CURI pandang ke arah badannya dan menatap bongkah pantatnya.   

Begitulah pada awalnya, Bayu sengaja memasang jerat-jerat yang rapi untuk melihat reaksi sopirnya. 
Setidaknya kini Bayu mengambil kesimpulan, bahwa laki-laki lugu yang tergolong biasa saja ini adalah seorang Gay, atau setidaknya Biseks. Tapi sepertinya dia masih sangat TERTUTUP.

Kini, dilihatnya Saiful dengan keringat yang mengocor deras di wajah dan lehernya.
 “Gerah ya?. Kamu buka baju saja..… daripada nanti kotor…” perintahnya pada Saiful.

Saiful tersenyum dipaksakan.  Dia menatap mata Bayu, takut dijebak oleh pancingan Bayu. 
--Ngapain aku harus ikut buka baju?.  Apakah ini hanya sandiwara untuk memastikan bahwa aku bisa diajak main homo?. 

Pikiran Saiful berkecamuk.  Disuruh telanjang berduaan dengan majikannya yang gagah, antara ‘mau-banget‘ dan ‘segan-banget’.  Kalau menolak atau segan, malah justru dikira ada apa-apa.

“Eh…. Iya pak….” Jawab Saiful menurut.
Dengan patuh, dia melepas kausnya. Dan dari badannya menyeruak BAU KERINGAT laki laki yang tercium di udara kamar.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

“Wah, badan kamu bagus ya” kata Bayu. Sebetulnya tidak biasa laki-laki memuji keindahan tubuh pria lain, tapi  Bayu tak dapat menahan ucapannya.
--Wow..., pemuda bertelanjang dada dengan celana jeans emang terlihat sexy....Pasti enak dipeluk lelaki berotot seperti dia, desis Bayu didalam hati.

Mata Bayu terpaku pada jendolan di celana jeans Saiful yang memancarkan DAYA TARIK SEKSUALITAS laki laki yang mempersona.  Keringat dingin mulai mengucur saat membayangkan BETAPA LIARNYA bercinta dengan lelaki macho seperti ini. 

“Ah, biasa saja pak” Saiful berusaha kalem menanggapi pujian Bayu.

Karena ketenangan yang diperlihatkan Saiful begitu mempesona, Bayu makin semangat untuk mengorek lebih jauh.
“Oh ya, selain disuruh mijat, majikan lama kamu suka nyuruh apa lagi ….?” Tanyanya sambil menatap dada bidang Saiful yang menggemaskan.

“Eh, anu….. Iya pak... Apa yang disuruh, ya saya turuti pak….”

Bayu memandang yang ditanya dengan pandangan menusuk.
“Semua dituruti?. Disuruh apa saja …?” tanya Bayu makin menjurus.

“Iya pak, saya NURUT saja”
Saiful merasa terjebak.  Dia memandang lantai lagi.
--Hatinya berdegup kencang:  “Kok majikanku ini memancing ‘sesuatu’ mengenai masa laluku?”

“Memangnya kamu dengan Wiryawan LEBIH dari hubungan sopir-majikan ….?”.

Kali ini, yang ditanya, Saiful hanya menundukkan kepala.  Kaget sebentar tapi lantas lebih ke gugup. Diam tak menjawab. Dia serba salah menghadapi pertanyaan yang meng intimidasi ini, takut dijebak oleh pertanyaan yang terlalu menjurus.

Mata Bayu menikam tepat di ulu hati Saiful. 
“Tenang saja, tidak perlu malu …. Sudah biasa hal begitu di kota besar seperti ini ….” Bujuk si penanya.

“Saya hanya sopir pak” jawab Saiful. Dia membarikade diri untuk berjaga jaga, takut terjebak pertanyaan pancingan.

“Termasuk NYUPIR di RANJANG…? tanya Bayu.

Bayu yang berpendidikan dan memiliki intelektual yang cukup tinggi sehingga dengan mudahnya dia mendominasi percakapan dengan Saiful. Segala sesuatunya telah Bayu pikirkan dengan matang . Status sosial serta posisi Bayu sebagai majikan membuat Saiful sangat segan hingga dengan mudah terintimidasi oleh Bayu.

“Majikan kamu HOMO ya...?” tanya Bayu menekan Saiful.

Saiful tercekat diam.
--Apakah ini pancingan lagi…? Atau mungkin jebakan…?.

“Kamu enak jadi ‘ISTRI’ dia…?” Bayu bertanya lagi.

“Saya laki laki pak” Saiful keceplosan menjawab.
Saiful betul-betul gugup sehingga dia tak sadar terpancing oleh pertanyaan Bayu.

“Oow..?. kamu ‘SUAMI’ dia ya..?”

“Eh, anu…. Saya kurang paham pak.  Majikan memang baik ke saya.  Saya orang susah pak.  Keluarga di kampung.  Hanya cari makan, ikut beliau….” Saiful membela diri.

Diam lagi. 
Saiful tak berani memandang Bayu.  Dalam hatinya berkecamuk.  Otaknya membisikkan bahwa dia harus sabar.  Sementara pikirannya mendesak bahwa ini sudah di luar konteks obrolan antara majikan dengan sopirnya. 
--Dia berusaha menjebak kamu, hati-hati, jangan emosi…!

“Kenapa kamu meninggalkan majikan?. Kamu CEMBURU dia punya cowok lain…?”

“Tidak pak!” Saiful menjawab tegas.
Kali ini menatap mata si penanya.  Namun hanya sebentar karena takut rahasianya dengan om Wirya akan terbongkar.

“Jawab dengan jujur..!. Kamu terus terang saja...” suara Bayu balik membentak dengan beringas.

Saiful diam. Terus memijat.

“Kamu suka kan dibentak-bentak begini…?”

“Tidak pak…!” Saiful sudah merasa gelisah.

“Bukannya kamu SUKA dengan KEKASARAN laki-laki..!”

“Tidak pak…!”

“Oh… kamu suka yang ROMANTIS ya…?”

“Tidak pak….!”

Kemudian berulang kali Bayu melontarkan pertanyaan untuk MENJEBAK sopirnya itu, bahkan kadang dengan pura-pura membentak.   Berbagai taktik dilakukan Bayu.  Dengan intimidasi, memerangkap dengan pertanyaan JEBAKAN.  Membujuk, iming-iming..., dsb… dsb…

Intinya, Bayu berharap akan dapat membuktikan dugaannya kalau sopir barunya ini bisa DIAJAK BERGUMUL.  Dan bila hal itu terjadi, akan sungguh ajaib sekali. 

Beberapa kali Bayu mengira pancingannya kena. Menduga bahwa si Kumbang sudah terjerat masuk perangkapnya,
Tapi Saiful tetap KUKUH tidak mengakui ada hubungan khusus dengan Wiryawan, dia juga tetap TIDAK bilang kalau pernah bekerja di panti pijat khusus.

Saiful tetap konsentrasi dengan pijatannya.
Dia setenang air melakukan tugasnya.  Benar-benar setenang air.  Air yang setitik saja debu akan membuatnya beriak.  Air yang kena sedikit saja angin akan membuatnya mengombak.  Begitulah ketenangan Saiful.

Tak jarang Bayu mengerang.  Persis rintihan orang ML, entah keenakan atau kesakitan.  Soalnya erangannya tertahan, tidak lepas.

Dan setiap erangan Bayu adalah doa bagi Saiful.  Doa agar dia dikuatkan oleh godaan ini. Saiful tidak ingin lepas kendali untuk menuruti hawa nafsu.  Dia bisa, dan masih menggunakan logika.  
--Benar aku tergiur.  Itu kusadari.  Tapi ada hal-hal nikmat yang layak dikorbankan, untuk sesuatu yang lebih baik, kata hati Saiful.
 

Ya, Saiful bukanlah anak kemaren sore!.  Dari pengalamannya di panti pijat, dia sudah bisa membaca GELAGAT Bayu. Walau dia pura pura menutupinya, tapi pancingan pancingan yang menjurus terus terlontar dari sikap Bayu sejak kemarin.

Jika saja saat ini Saiful mau menanggapi SINYAL-SINYAL birahi yang dihembuskan Bayu, akan terbukalah semua mengenai dirinya.  Dia akan tahu semuanya. 

  *********** 

Sampai sekarang pijatan di bagian dada….

Saiful mengamati puting susu di dada sangat bidang milik Bayu.  Dada dari besi sembrani yang akan membuat siapapun lelaki penyuka sesama akan berdecak kagum ingin menjilat.
--Coba kusentuh…

Saiful MENJAWIL puting susu itu perlahan, membuat Bayu merem melek keenakan. 

Saiful juga menatap ke bawah, melihat bagian menggunung di selangkangan Bayu.  Dia menyaksikan berulang kali tangan Bayu membetulkan posisi PISANG TANDUK nya yang morat-marit dihajar gelombang nafsu.

Saiful melanjutkan meremas remas dada Bayu.  Dada putih berbulu rapi itu begitu indah.  Dimatanya lebih indah dari payudara wanita sekalipun.
Saiful beberapa kali menelan ludah dengan hati-hati, takut ketahuan kalau dia tergiur. 
--Semoga ULAR-NAGA punyaku tidak ngamuk.. Didalam hatinya Saiful terus berdoa…

Sebetulnya ada keinginan untuk mencicipi puting susu Bayu. Hal itu mestinya akan jadi bensin bahan bakar mesin mesin nafsu di seluruh organ tubuh Saiful.
Tapi Saiful tidak sedikitpun berusaha memejamkan mata.  Justru Saiful sengaja menikmatinya pemandangan hanya dengan mata dan tangannya saja. 

Dan sang nafsu kalah lagi...

  *********** 

Saiful ini si penantang nafsu. 

Sekarang dia meremas remas belahan paha dan selangkangan Bayu, bahkan tanpa sengaja sesekali telapak tangannya pura-pura MENYENTUH ujung kepala kontol Bayu yang sudah menyembul sedikit dari celah-cela celana dalam yang sangat sesak. Bayu diam saja.

Saiful kembali menantang nafsunya lagi.
Perlahan lahan dia MEMPELOROTKAN celana dalam hitam Bayu. 

Bayu hanya pasrah. 
Dia bingung. Sebagai majikan yang punya kuasa sebetulnya Bayu BERHAK mengambil inisiatif dan menyuruh nyuruh bawahannya, tapi dia belum berani bertindak lebih jauh. Statusnya sebagai orang yang punya derajat lebih tinggi menghalangi keberaniannya untuk memulai.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Saiful yang tadinya hanya menyentuh ujung kepala penis Bayu, kini dia lakukan dengan sengaja. Memegang agak lama pada batang yang keras itu.  MENGGENGGAM, tidak mau melepaskan.
Ternyata tidak ada reaksi penolakan, bahkan Bayu membiarkan itu terjadi.

Tentu saja Bayu hampir tak kuat menahan birahinya.  Kontolnya sudah ngaceng sampai hampir mau meledak.  Bayu juga merasakan sentuhan jemari Saiful yang semakin lama terasa semakin sensual. 

Akibatnya Bayu mulai tak peduli, entah erangan keenakan atau kesakitan yang keluar dari mulutnya.  Dia juga sudah LUPA bahwa dia seorang majikan.  Yang diinginkannya adalah segera bersetubuh dengan Saiful, sopir muda yang  dimatanya terlihat amat sexy.
--Gila...!. Baru kali ini ada laki laki yang membuatku lupa-diri sedemikian hebatnya, dan dia hanya seorang sopir, kata hati Bayu 

Bayu terus merintih dengan menahan heran.  Mulutnya hanya bisa ber-'ah - uh' saja merasakan itu semua.

Tapi Saiful berusaha tidak ikut tergoda setiap kali didengarnya rintihan Bayu yang menahan kenikmatan.  Saiful mengendalikan logikanya.

--Ah, hanya sebegini saja rasanya….  Begitu berulang kali Saiful berbisik dihatinya. 
Ini meditasi paling aneh yang pernah dilakoninya.  Saiful bangga dan merasa menang karena mampu menahan nafsunya. 

Dalam diam Saiful menggenggam batang kelelakian majikannya dan sesekali memainkan jarinya.  Lalu dia MEMBETOT dan membelai. Gerakannya seperti air. Air bah yang menenggelamkan Bayu sampai hampir tak bisa bergerak. 

Dan Saiful terus mempermainkan hasrat Bayu dengan melakukan PIJAT AURAT.

Bayu merintih dan terus merintih.  Nikmat itu makin mengental.  Makin nikmat. Tambah nikmat.  Tubuhnya mengejang, menggeliat, menggelepar tak karuan.  Tangannya mencengkeram ujung sprei, dan mulutnya mendesis-desis.

Bayu tak berdaya.  Nafsunya menggelora, seperti ombak yang menjerat.  Namun dia terkurung.  Belum berani memulai atau berbuat apa-apa. Ada semacam PEMBATAS yang menghalangi dirinya agar tidak lebih dulu menjamah Supri.

  *********** 

Tiba tiba semuanya berakhir begitu saja..!.

“Sudah selesai pak….” Kata Saiful menghentikan jamahan tangannya sambil merapikan baby oil, dengan sangat tenang.
Saiful bangkit dari duduknya yang bersimpuh.

Bayu masih telentang.  KECEWA...!.

Dia sangat kecewa karena Saiful telah MEMPERMAINKAN hasratnya, menggoda nafsunya, tapi sengaja dibiarkan menggantung.
Tidak sampai ejakulasi.  Tidak ada orgasme. 

Ini seperti permainan petak-umpet yang melelahkan. Masing masing berusaha mengendalikan emosi dan menahan diri, SOK JAIM dan sok jaga wibawa – padahal sama sama kepengen, sama sama bernafsu.

Bayu GERAM..!.   
Kali ini dia tidak mau tinggal diam melihat kesenangan Saiful yang berhasil mempermainkan gairahnya. 

Dalam posisinya sebagai majikan, seharusnya akan mudah bagi Bayu untuk memanipulasi pria lugu sekelas sopirnya untuk mematuhi kehendaknya.
Bayu mulai menyusun langkah baru, strategi baru….. Untuk mengalahkan Saiful, sopir pribadi yang MUNAFIK, sok suci dan tak tahu diri…

“GANTIAN KAMU YANG SAYA PIJAT …..” tiba-tiba Bayu memegang pundak telanjang Saiful.

Saiful tercekat sebentar... Mana ada majikan yang mau memijati sopirnya...?.
“Jangan pak…. Saya tidak layak buat bapak….”

“Kenapa….?”

“Saya hanya sopir…  Bapak majikan saya yang mulia….” Kata Saiful.

  *********** 

“Tidak apa apa” Bayu setengah memaksa.
Pria jangkung berbadan atletis itu sudah tak dapat mengendalikan keinginannya untuk mencobai sopir sederhana berjiwa kuat itu. 

Terpaksa Saiful berbaring tengkurap di atas kasur.
Saiful mengira gantian dirinya yang akan dipijat.  Ternyata Bayu membalik badannya untuk TERLENTANG. 
--Ahh, ternyata bakal terjadi juga. Pikir Saiful.

Bayu duduk diatas kedua paha Saiful dan langsung menyerang beringas!. Tangannya mulai melakukan pijatan asal-asalan ke bahu kekar Saiful yang hitam legam.

Tak ada hal lain yang dipikirkan Saiful kecuali pasrah. 

Otak Saiful berkonsentrasi keras, meresapi sentuhan tangan laki-laki dewasa lain. Menerimanya secara wajar. Dia membiarkan apa saja yang dirasakan dari sentuhan tangan agak majikan dia.

Dia menikmati semua sensasi yang membangkitkan birahi itu.  Dan diresapinya juga sentuhan jemari Bayu yang MEREMAS kedua puting susunya yang semakin melenting. 

Tapi sekali lagi, Saiful bukan laki-laki biasa. 
Dia adalah sosok sederhana yang sangat tahu diri.  Setiap sentuhan Bayu yang menjamah badannya yang telanjang memang semakin berani diresapinya. 

Dirasakannya juga, tangan tangan kekar majikannya yang mulai menjulur ke wilayah wilayah TERLARANG di selangkangannya dan meremas celananya.

Cara Bayu memijat, jelas bukan model pijatan yang wajar!.
Mana ada pijatan dilakukan dengan cara meraba, meremas dan mengurut pada bagian sensitif tubuhnya?. Nuansa HOMO nya sangat kental...

Jelas, Bayu sudah kalah.
Menggerayangi tubuh telanjang sopirnya membuat nafasnya ngos-ngosan karena dibakar nafsunya sendiri.

Posisinya sekarang terbalik.  Dari awal Bayu yang seharusnya menjebak Saiful untuk membuka kedok kedekatannya dengan Wiryawan majikannya dulu.  Sekarang berbalik, justru KENYATAAN dirinya yang homo secara vulgar diketahui Saiful.

  *********** 



Mendadak Bayu MENGHENTIKAN pijatan dan belaian-belaian birahinya. Dia tetap duduk diatas paha Saiful dengan tangannya terletak di dada bidang sopirnya.
“Saiful …..”

Saiful membuka mata sambil tetap berbaring terlentang.  Tidak bersuara sedikitpun.  Nafasnya sangat teratur dan lembut.  Dia menahan diri sejenak.  Menunggu.

“Maaf…. Saya tidak sanggup Pul…”
Bayu menyerah.  Dia mengaku kalah.

“Apa pak…?.”

Perlahan Bayu mendekati wajah Saiful. Dan mendadak dia mendaratkan KECUPAN!.

Sejenak Saiful gelagapan!. 
Dia tidak tahu apakah harus menolak atau menerima. 
Tubuhnya bergetar. Bibirnya terasa gemetar..  Detakan jantungnya berdegup semakin kencang. Dan nafasnya memburu.

Saiful sungguh tidak mengira majikannya itu akan menciumnya, namun mendapat ciuman dari majikannya bagaikan anugerah yang tak ternilai harganya.

Maka Saiful tidak mengelak. 
Walau sebelumnya dia tidak pernah mau berciuman mulut dengan sesama lelaki, tapi kini Saiful membuka bibirnya dan menerima bibir Bayu yang MELUMAT mulutnya.

Dan sesaat kemudian, semuanya berjalan mulus….!!. 

Mereka berciuman dan saling MEMAGUT sambil menjulurkan lidahnya dengan liar.
Saiful melingkarkan tangan di pundak Bayu yang sedang memeluki tubuhnya dan membiarkan Bayu melumat lumat mulutnya dengan ciuman yang semakin panas. 

Kini TIDAK ADA lagi yang perlu DISEMBUNYIKAN.

Kepala Bayu kini turun ke dada Saiful.  Wajahnya bersandar di dada Saiful yang bidang dan dia nikmati gesekan pipinya pada bebuluan halus disana.  Bau keringat yang pekat tercium dari arah KETIAK Saiful yang penuh rambut itu.
Bahkan Bayu kini menyusupkan wajahnya ke dalam lipatan ketiak Saiful

Saiful dia membiarkan saja Bayu yang membenamkan wajah kedalam ketiaknya dan menjilati keringat berbau laki laki di ketiaknya. 
Dengan keras Saiful berusaha menahan senyum bahagianya sambil MEMBELAI rambut Bayu dengan sayang ..

Dan Bayu menjalarkan lidahnya menjilati ketiak Saiful dengan ganasnya dan mereguk tetesan keringatnya dengan kehausan.  Dengan nafsu yang tak terkendali Bayu terus terusan mencumbui apa saja yang bisa dicumbui dari tubuh sexy sopirnya, lehernya, dadanya, ketiaknya, perutnya, dan terus turun......

  *********** 

Ketika bibir Bayu sampai di jendolan celana Saiful yang menggunung, JAKUNNYA bergerak menelan ludah.

“Boleh dibuka Pul..?.” Bayu berbisik serak.

Itu reaksi yang Saiful nantikan!.
Sebagai mantan pemijat yang sudah makan ASAM-GARAM menghadapi sifat pria homo, Saiful amat mengerti bahasa ISYARAT dari bisikan Bayu.

Sambil tetap berbaring, dengan berani Saiful meraih dan memegang tangan Bayu, lalu MENUNTUN ke arah celananya, MENYURUH Bayu untuk meraba selangkangannya yang menggunung.
“YA PAK, BUKA SAJA...”  bisik Saiful memberi persetujuan.


Merasa mendapat ijin, Bayu dengan bersusah payah berusaha melepas ikat pinggang yang melilit di celana jeans Saiful.  LETUPAN LETUPAN BIRAHI yang membakar hawa nafsu membuatnya melupakan perbedaan STATUS dan umur dengan sopir mudanya itu.

Membuka ikat pinggang…..

Melepas ikat pinggang……

Menarik ritsleting celana……

Begitulah yang terjadi...
Mencopot celana jeans Saiful... , ternyata tidak memakai celana dalam..!.

Karena Saiful tidak memakai celana dalam, seketika batang kemaluannya yang ngaceng MENCUAT keluar. Besar dan padat. Di sekitarnya terlihat bulu-bulu yang dibiarkan tumbuh liar, bahkan sampai di lipatan selangkangannya

Mata Bayu langsung terbelak..!.   Alat kelamin Saiful membuatnya terkejut.
Luar biasa besarnya!
--Tidak mungkin ada penis sebesar itu!. Terlalu besar!. Ini pasti REKAYASA!. Bayu membatin.  

Kontol Saiful sedemikian dahsyatnya.  Apa yang dimiliki sopirnya itu seakan – akan mengingkari hukum alam. Begitu besar dan panjaaang… Ini melebihi semua IMAJINASI TERLIAR Bayu.

Batang kemaluan hitam besar itu berdenyut dalam genggaman tangan Bayu dan terasa urat-uratnya bertonjolan di batang yang terisi oleh desakan darah yang siap meledak.
“Ya, ampuuunnn..!” desis Bayu.

Mendengar itu, Saiful merasakan KESENANGAN dan kepuasan tiada tara. 
Ini tak terucapkan.  Susah untuk menjelaskannya.  Semacam kemenangan psikologis yang membanggakan sekali yang membuat apapun menjadi indah.  Diatas indah.

  ********** 

 “Keras sekali...” Bayu bergumam pada dirinya sendiri.

Saiful menyadari PUJIAN majikannya itu. 
Tentu saja kontol Saiful ngaceng..!. Bahkan cairan PRE-CUM menetes dari ujung tanduk kontol-kuda nya.  Nafsunya sudah bangkit sedari tadi. Digerayangi dan dicumbu oleh orang yang disukai tentu membuat nafsunya timbul.  Nafsu yang berasal dari keinginan. 

Saiful pengen sekali dan butuh pelampiasan sebenarnya.  Ya, dia ‘kepengen’, dan ‘tidak-pengen’.  Apalagi, cukup lama Saiful tidak menemukan tempat penyaluran kebutuhan biologis.  Hampir 1 bulan dia tidak pulang kampung, dan sudah 2 bulan dia berpisah dengan Wiryawan. 

Sekali lagi, dengan berani, Saiful menarik tangan Bayu, membawanya ke arah pusat kelelakian dirinya.  
“PEGANG PAK...” katanya menyuruh Bayu untuk memegang selonjoran batang kontolnya.

Dirinya memang hanya seorang sopir.  Tinggal masalah siapa yang mampu MENGENDALIKAN, dialah yang akan MENDOMINASI..!. 
--Apa boleh buat, kini aku harus segera memegang kendali 'permainan' ini, pikir Saiful. 

Saiful menggenggam dan mengacung-acungkan perangkat kelelakiannya, lalu MENGGESEK-GESEKKAN ujungnya ke wajah dan bibir  Bayu.
Dia tahu banyak pria yang merindukan organ kelamin di bagian tubuhnya itu.

“Besar sekali Pul..., keras sekali...” lagi lagi Bayu bergumam

“BAPAK MAU ‘INI’...?”. tanya Saiful sambil MERAIH kepala Bayu agar bergeser mendekat ke antara kedua pangkal pahanya yang rimbun oleh bulu.
Bau yang beraroma khas lelaki sejati tercium pekat memenuhi hidung.

“ISEP SAJA PAK...”

Seketika Bayu menelungkupkan diri, dan INSTINK KEHEWANANNYA langsung melahap ular naga yang berdiri tegak itu kedalam mulutnya.  Bayu mencium, menjilat dan menghisapi batang ZAKAR Saiful dengan bernafsu. Dia mengulum kepala kontol itu seakan sedang menikmati santapan terlezat.

Saiful-pun seketika mengerang merasakan kenikmatan jasmani tersebut.  Dia membuka pangkal pahanya semakin lebar agar Bayu lebih leluasa bergerak memuaskan keingintahuannya.
“Ugh… ugh….” Saiful terus mengerang merasakan keganasan birahi majikannya.

Bau lelaki semakin terasa intensitasnya.  Mulut Bayu tak mampu menelan keseluruhan panjang batang kontol itu. Ketebalan batang yang setara dengan TERONG BELANDA itu terasa sangat sesak berada di dalam rongga mulut Bayu.

  *********** 

Saiful kini telah ereksi penuh dengan perkasanya.  Buah zakarnya pun semakin mengencang. Kedua tangannya meraih dan memberikan navigasi bernafsu dibelakang kepala Bayu.

Saiful menang....
Laki-laki ndeso ini luar biasa tangguh!

Daya magis kejantanan terpancar kuat dari batang kontol laki laki yang tertancap di didalam tenggorokan Bayu sedemikian hebatnya MENGHIPNOTIS dirinya.

“Saiful …..” bisik Bayu MANJA sambil menatap dengan mata sayu.

“Iya Pak….?”  Saiful balik memandang Bayu.

Saiful hafal TATAPAN MATA BIRAHI seperti itu.
Itu pandangan seorang laki laki yang mendambakan kejantanan laki-laki dan merindukan kepuasan ragawi. Majikan yang diseganinya, kini akhirnya berpasrah pada nafsu syahwatnya sendiri.

--Hmmm.... Manusia-manusia modern ini…. Pikir Saiful.  
Mereka berpikir bahwa jabatan dan kekayaan mereka bisa menguasai semuanya.  Mereka menganggap semua orang sama.  Mereka mengira bahwa nafsu adalah kenormalan yang bisa dikendalikan.  Hmm.., dugaan yang menyedihkan.

Kedua mata Saiful memandang telanjang dada dihadapannya dengan tatapan penuh nafsu terpendam dan hasrat untuk MENGUASAI.  Terlihat pandangan khas seorang laki-laki yang memandang mangsa dihadapannya sebagai obyek seksual untuk pelampiasan nafsunya.

Ini nafsu saja, hanya nafsu..!.
Yang ada di dalam pikiran Saiful hanya satu.., tujuannya adalah memuaskan hasrat yang kian menggebu. 

"BAPAK MENGINGINKAN SAYA?" kata Saiful pelan namun penuh penekanan.  Dia yakin Bayu tidak akan sanggup menolak dirinya.

Bayu memang tidak menjawab.  Sekarang giliran dia yang menunggu... Kali ini posisinya justru inferior dan hanya menunggu sopir mudanya itu untuk mengambil inisiatif.

Jantung mereka berdua berdegup semakin kencang.
Keduanya terdiam beberapa saat lamanya, saling memandang dan mendalami perasaan masing–masing,.

Saiful paham....
Dia menggulingkan badan Bayu agar rebah terlentang diatas ranjang, lalu perlahan dia menarik celana boxer Bayu, mencopotnya sampai lepas lalu menindih dari atas.

Kini Bayu berbaring pasrah. Seperti anak perawan yang sudah menyerah…..
Saiful menatapnya takjub….. tangannya mulai merayap ke celah selangkangan diantara paha Bayu.
Jari tangannya menyentuh celah sempit di lubang anal milik Bayu. Mengorek dan sedikit demi sedikit menusuk dengan JARI TENGAH yang telah diolesi baby oil yang licin….

Dan sampai ke titik itu..!.
Bayu menahan rintihannya: “Oohh, Saiful....”

"Kenapa pak? Suka ya?" tanya Saiful nakal sambil nyengir.

"Eenghh..," Bayu mendengus merasakan liang pantatnya dicolok jari tangan..

"Enak pak?" tanyanya lagi.

“Ooooh... Saifuuuulll....”  Bayu merintih.

“MAU LAGI PAK ….?” Saiful menindih Bayu.
Sepasang pahanya yang kokoh menggeser kedua kaki Bayu sampai selangkangannya terbuka.  Dia akan membuat si ganteng ini menikmati seks yang indah bersamanya.

  *********** 

Tak terelakkan ULAR NAGA Saiful semakin mengamuk!!.

Dan manakala nafsu birahi seorang laki-laki sudah terpancing, tak ada yang dapat memadamkan kobaran apinya.... Saiful pun tidak dapat mengendalikan gairahnya.
                          
Saiful nekad, sudah kepalang basah, dia tidak akan mundur lagi.
Tidak masalah kalau dia dipecat sebagai sopir karena toh salah majikannya sendiri yang memulai.  Siapa yang menabur angin, akan menuai badai!.

Saiful MENELENTANGKAN tubuh majikannya di atas kasur.  Dia menciumi leher dan pundak Bayu. Tangannya mempermainkan kedua puting Bayu dan melumatnya dengan ganas.   Kembali dia mempermainkan jari-jemarinya di kedalaman lubang anal Bayu.

Saiful berlutut diantara paha Bayu sambil menggenggam batang ular naga yang kerasnya.

Bayu terbata–bata melihat kontol Saiful.
--Terlalu besar.... Tidak akan muat!, desisnya perlahan. Benda itu tidak akan masuk kedalam lubangku!. Benda itu akan merobek usus perutku!.

Nafas Bayu kembang kempis. Matanya terbelalak lebar karena tahu PENIS HITAM milik sang sopir sudah siap menerjang ke dalam liang analnya.
“Pakai KONDOM Pul....” pinta Bayu dengan memelas. Dia takut juga terkena penyakit.

“TIDAK USAH pak....  Supaya lebih enak” kata Saiful sambil menatap mangsanya dengan buas penuh nafsu dan senyum penuh kemenangan. Dia sangat menyukai saat–saat seperti ini. Saat dimana laki laki yang hendak dia sebadani menatap dengan ketakutan.

Lalu dengan sangat perlahan Saiful menekan hati hati agar tidak terlalu menyakiti majikannya.

Mendorong....

“KONDOMNYA Pul....?” ratap Bayu yang masih mengemis agar Saiful memakai pelindung kondom.

“Aaahh, kepalang tanggung pak..” Dan Saiful terus menusuk....

Bayu menahan sakit. Air matanya menetes.

Saiful menekan lagi, masuk semakin dalam….

BLESSSS......!!!!.
Akhirnya Saiful berhasil masuk secara sempurna dan kontolnya ambles sampai pangkalnya. 

“Aaaarggghhhh....” Bayu meraung.....
Tubuhnya menggeliat dan mengerang kesakitan dibawah tindihan tubuh sopir mudanya yang bertubuh pejal.

Bayu mencoba berontak. Namun posisi tubuhnya sudah terkunci dibawah tindihan Saiful yang menggunakan sepasang pahanya yang kekar untuk menahan selangkangan sang majikan agar terbuka lebar, sedangkan kedua tangannya tersekap didalam dekapan Saiful

Selangkangan Bayu tertahan oleh kedua paha Saiful yang sangat kuat. Bayu meronta-ronta.
“Sakiiittt....!” rintihnya.

“Kenapa pak.....?. TIDAK USAH MALU..” kata Saiful dengan beraninya dan dengan senyum menyeringai penuh kemenangan.

“Terlalu besar......!”

“Apa bedanya?. Bukankah ini yang bapak inginkan....?” kata Saiful.
Kini, Saiful, pemuda sederhana yang lugu dan bekerja hanya seorang sopir, berubah menjadi begitu bagai BADAK DESA yang agresif  ketika berperan sebagai laki laki pejantan.

“Aaaarrgghhhh.....” Bayu merintih lagi.
Sejenak dia merasa sangat rendah seperti PELACUR.  Ini sangat MEMALUKAN.
Namun disisi lain, Bayu juga tak dapat menyangkal hasrat birahi homoseksualnya terhadap Saiful.  Dia memang menghendaki sopirnya itu menancapkan kontol gedenya nya kedalam anusnya! .

  *********** 

Apa yang selanjutnya dilakukan oleh Saiful sebetulnya KEKURANG AJARAN yang amat keterlaluan.   Tangannya mencengkeram kuat buah pantat Bayu lalu dengan penuh percaya diri sopir muda itu mulai menyetubuhi sang majikan.

Pantat Saiful yang kokoh digerakan dengan cepat bagai batang pompa air. Bibirnya MENJARAH mulut, leher dan dada sang majikan sambil terus melakukan gerakan persenggamaan.

“Ahhhh…. Ahh… ahhhhh… enaknya…,” kata Saiful.

“Oohhhh…  Ampuuunnn  Saiful... oohhhhh …,” Bayu meronta-ronta.
Rasa sakit terasa sampai ke ubun-ubun Bayu. Dia meronta-ronta tak karuan. Air matanya menetes deras karena tak kuat menahan sakit akibat pergesekan dengan batang kontol laki laki yang MENGGELEMBUNG di dalam pantatnya.

Saiful hanya MENYERINGAI mendengar Bayu yang me-rintih2 dengan tubuh yang menggeliat-geliat.

Dan kini, tikaman ujung kontolnya terus terusan diarahkan ke daerah G-SPOT di dalam saluran anus Bayu, dan sengaja dia gerakkan berputar-putar tepat pada pusat kelenjar prostat yang sangat sensitif terhadap rangsangan.

Bayu tetap berusaha mengingatkan Saiful: “Lepas dulu Pul... Pasang KONDOM....” rintihnya tak berdaya

“Saya mau pakai kondom…. Tapi….. tapi……”

“Tapi apa……” ratap Bayu

“Tapi BEGINI LEBIH ENAK paaakkk…….. ahhhhhh….. “

“Ooooh…. Jangan Saifuuuull....”

“Ahhhh…..  Biarin pak, SUPAYA SAYA LEBIH PUAS, sayang……”

Akhirnya Bayu hanya mampu menahan napas sambil menikmati semua tindak tanduk Saiful yang BEJAT.

Sungguh kasihan Bayu.
Walau umurnya lebih dewasa, tapi soal permainan seks, tentu dia TIDAK SEBANDING dengan kemampuan Saiful yang berdarah muda.
Saiful LEBIH BERPENGALAMAN. Dia sudah belajar dari pekerjaannya di panti pijat bagaimana caranya MENCIPTAKAN kenikmatan pada pasangan bottom.. 

Lama lama terbukti, Bayu tidak mampu menyembunyikan REAKSI TUBUHNYA dan kenikmatan yang mulai dia rasakan akibat tusukkan kontol Saiful.  
“Nggghhh.. Ngggggggh…. Oooogghhhh!!”

Walau Bayu merintih rintih dan tubuhnya meronta-ronta, tapi pantatnya malah bergoyang seolah olah dia memang menikmati gerakan bengis Saiful.  Tubuhnya gemetaran hebat menahan kenikmatan sampai air mata dan air liurnya menetes keluar

Semua itu menandakan Bayu sudah sangat birahi yang membuatnya tergila-gila seperti ini.

  *********** 

Saiful bagai KUDA LIAR MUDA yang gagah perkasa.
Tenaganya besar.
Nafsunya membara.

Bahkan, nama ‘SAIFUL’ berarti “PEDANG” –dan kontolnya memang keras, bagai pedang.
Tiada lawan yang mampu menghadang.  Musuh ditendang, palang diterjang.

Dan sepanjang malam itu, Saiful makin beringas sambil terus menghentakkan pantatnya dan menghujamkan kelelakiannya dengan kuat.  Gerakan pesenggamaan mereka dibarengi dengan ciuman ciuman sangat rakus diantara mereka berdua.

“Enaaaakkk...  Enak banget paaaakkkk”  desah Saiful

”Iiihhh.. ahhhh… Saifuuulll...ohhhhh….,” Bayu pun meracau sambil melingkarkan kedua kakinya ke pinggang Saiful.   

Bayu telah ditaklukkan… 
Dia telah menyerah kepada sopirnya…

Sopirnya yang berbadan gempal dan berkulit gelap itu sangat NAKAL, sangat… TERLARANG. Dia benar–benar tahu bagaimana caranya menggiring birahi Bayu menuju klimaks!.

Dan akhirnya Bayu mengerang keras dan tubuhnya berkelojotan bagai sekaligus dilanda penderitaan kesakitan dan kenikmatan yang tak terhingga.

CROOTT... CROOOTTT... CROOOTTT....
“Ohhhh saya keluarhhh ohhhhh… ohhhhhhhh…..,”  Bayu megap megap

Pada saat yang bersamaan Saiful merasakan otot otot pantat Bayu berdenyut keras, seperti MENGEMPOT-EMPOT dan menyedot dengan kuat. 

“Aaahhh.... Enaaaakk  ak…… “ erang Saiful sambil mengigiti dada dan leher majikannya dengan gemas. Perbuatan yang menandakan dia mendapatkan kenikmatan seksual yang eksplisit.   Bayu tak berdaya saat sedotan mulut dan gigitan sopirnya meninggalkan BERCAK CUPANG merah di lehernya.

Akhirnya Saiful pun tak sanggup menahan lagi. Sperma dia pun menyembur deras tak terbendung seperti AIR TERJUN yang tumpah ruah menyirami lorong lobang pantat Bayu sampai banjir.
JROOOOTTT.... JROOOOTTT.... JROOOOTTT....

“Ohhhhhh…… ohhhhhhhhhh………. Ohhhhhhhhhhhh………,”
Saiful mendengus-dengus. Pantatnya menekan kuat menancapkan kontolnya dalam-dalam ke lobang Bayu untuk memastikan BENIH-BENIH spermanya tertanam di dalam tubuh majikannya seolah ingin MEMBUAHI RAHIM Bayu dengan bibit keturunannya.

Selanjutnya tubuh kekar Saiful ambruk menimpa tubuh Bayu yang sudah lemas lunglai. 
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Kaki Bayu tak sanggup lagi menjepit pinggang Saiful. Kini kedua kakinya mengangkang lebar menekuk diantara paha kekar Saiful. Tubuhnya terkulai loyo tak berdaya dan kehilangan tenaga seakan-akan seluruh TULANGNYA COPOT BERANTAKAN, otot-ototnya serasa lepas dari persendian dan lubang pantatnya bengkak DIGILAS kontol hitam besar yang tadi menghantamnya.

Keduanya terdiam dengan nafas tersengal-sengal. Tapi Saiful tetap memeluk erat tubuh  Bayu dengan erat. Dia sungguh BANGGA telah berhasil menggauli majikannya dan mereguk kenikmatan yang amat memuaskan syahwatnya.

  *********** 

Keduanya terdiam beberapa saat.

Dengan telah terlampiaskan libido secara tuntas, otomatis logika kembali menyadarkan Saiful.  Timbul PENYESALAN telah berbuat LANCANG pada majikan yang harusnya dia hormati.
“Maafkan pak, saya lepas kendali ….”

Bayu tak kuasa menahan air mata yang tiba tiba menetes, entah air mata kepuasan, bahagia atau penyesalan…..

Saiful melirik takut-takut pada Bayu yang berbaring disampingnya.
--Apakah pak Bayu menyesal?. pikirnya

“BANG...” terdengar pelan bisikan Bayu

“Ada apa pak..?.” Saiful tidak yakin pada pendengarannya saat Bayu memanggil dengan kata “BANG”.

“Terima kasih ya....” Bisik Bayu.

Saiful tersenyum menang.

“Kamu hebat Bang ….” ujar Bayu yang kembali merubah sebutan pada Saiful jadi ‘BANG’.

Saiful kikuk dipanggil ‘Bang’ oleh majikannya. Padahal dari kemarin dia hanya disebut nama ‘Saiful’, atau ‘kamu’
--“Tapi dipanggil ‘BANG’ bagus  juga….” pikirnya

“Ah, bapak bisa aja ….” Jawab Saiful.

“Pantas Abang disayang sama Wiryawan…..”

“Duh pak..., soal disayang saya tidak tahu pak.  Tapi pak Wirya memang baik sebagai majikan….” Sambung Saiful diplomatis.

“Saya sayang sama Bang Saiful….” Bisik Bayu….

Saiful WASPADA.
--Ya elah, baru sekali dientot sudah pakai ‘sayang-sayangan’ segala

Saiful tidak mau menanggapi, hanya mengecup bibir Bayu dengan lembut.
 “Masih sakit pak….?” Tanya Saiful, sengaja mengalihkan ucapan Bayu.

“Iya…. Punyamu besar sekali Bang…. Mungkin robek….”

“Maaf ya pak….” Ujar Saiful sambil menyembunyikan perasaan bangganya.

“Aah…. Saya MALU Bang…. Sekarang Abang sudah mengetahui siapa saya“ Bayu menatap sayu.

“Justru saya yang lepas kendali…. Sebaliknya pak, Bapak sudah terbuka… Maafkan saya pak”.  Saiful menelan ludahnya.

“JANGAN BILANG siapa siapa mengenai semua ini ya Bang....”

“Tentu pak, saya akan MERAHASIAKAN ini…. Bapak jangan takut” 

  ************ 

Akhirnya Saiful terlelap tidur.....

Sementara Bayu masih terjaga dengan pikiran kalut. 
Dipandangnya Saiful yang tertidur. Mungkin kelelahan.
Bayu menunggui sejenak, menatap WAJAH TAMPAN sopirnya dengan tatapan penuh arti.  Keindahan pemandangan seorang pemuda yang polos dan tanpa ekspresi, yang kelihatan tak berdosa.
--Wajah tampan yang jantan, demikian bathin Bayu.

Bayu menelan ludah menatap GUNDUKAN yang tertutup selimut sebatas perut Saiful. 
Bagaimanapun tonjolan yang menggunung dibalik selimut itu memang harus diakui bakal susah untuk dicari TANDINGANNYA.  Sebongkah alat kelamin berukuran FENOMENAL yang perkasa.

Entah kenapa, walau baru SATU KALI disetubuhi oleh sopirnya, tapi keperkasaan Saiful langsung membuat Bayu takluk sampai bertekuk lutut, apalagi mengingat apa yang sudah dia lakukan terhadap dirinya.
--BUKAN MAIN sopir pribadi ini.  Jelas dia bukan laki laki biasa... Inikah yang dulu membuat Wiryawan sangat tergila gila kepadanya…?. Pikiran Bayu mengkhayal.

Bayu menyeka butiran keringat di dahi Saiful.  Tentu saja dilakukan dengan perlahan, penuh kelembutan.  Seakan takut membangunkan wajah indah LELAKI MUDA yang tertidur pulas dihadapannya. Dikecupnya perlahan pipi kiri Saiful. 

Otomatis Saiful terbangun, gelagapan. “Eh, maaf pak. Saya balik ke kamar ya….”

Tapi Bayu menahan: “JANGAN BANG...  Mulai sekarang, Abang tinggal DIKAMAR SAYA ya….?” Pintanya manja.

“Baik pak…”

“Bang Saiful mau menemani saya terus sayang……?”

Saiful tercekat. “Iya pak….. Sampai bapak bosan…..” jawabnya berbasa basi.

“Saya TIDAK AKAN BOSAN denganmu Bang…. Saya sayang Abang…..” bisik Bayu sambil rebah di dada bidang sopirnya.

“Terima kasih pak...” ucap Saiful sekedarnya. Lalu dia mendekat dan membelai wajah Bayu. Bibirnya meraih bibir Bayu….

Lalu dia tarik kepala Bayu dan merangkul wajahnya agar menyusup di dalam lipatan ketiaknya.  Dia biarkan Bayu mereguk bau keringat yang basah di ketiaknya

--Wah... Gue bakal punya ‘BINIi’ baru lagi nih. Asik, kalau gini caranya, gue bisa NGENTOT GRATAISAN lagi tiap malem.  Diam diam Saiful tersenyum.

  *********** 


SAMBUNGAN BARU - 7 MEI 2013




Bayu yang tadinya merasa gersang-getir kehidupannya yang kelam, baru kali ini dia merasa telah menemukan apa yang dia dambakan sebagai PEGANGAN HIDUP bersama sopir mudanya.  

Padahal mereka adalah dua sosok anak manusia, cucu-cucu Adam dan Hawa yang BERBEDA STATUS, beda latar belakang, beda umur, dan berlainan sifat.

PERSAMAANNYA, adalah mereka makhluk yang sesama jenis, badan sama sama kekar, sama-sama saling membutuhkan, saling bisa memuaskan hasrat jasmani, seakan akan mereka adalah PASANGAN BERJODOH yang dipertemukan takdir. Takdir yang membuat mereka saling mengisi dan menerima.

Kini mereka sudah menetap SERUMAH, bahkan tinggal sekamar, sehingga mereka semakin BEBAS saling mereguk kepuasan ragawi.   

Mau tidak mau hawa nafsu semakin menggelora oleh godaan yang tersaji GRATIS. 
Seperti tertantang.  Hawa nafsu Saiful yang berdarah muda seperti makin dipanas-panasi.  Nafsunya semakin menjadi-jadi….

  *********** 

Hanya dalam beberapa minggu sejak kumpul-kebo, Bayu baru tahu bahwa sopirnya yang berdarah muda ternyata GEDE NAFSU dan punya kebutuhan sex yang besar…, sangat-sangat besar…
Hampir setiap malam Saiful mengajak berhubungan seks, kadang bisa 2-3 kali dia menuntut dilayani oleh Bayu

Saiful sangat senang, akhirnya dia menemukan pria yang mampu MENGIMBANGI keliaran nafsu birahinya.
 “Bapak masih kuat?”

“Astaga?. Mau lagi?” ujar Bayu putus asa karena harus siap melayani gairah sopir mudanya.

Ya, Saiful kini berbeda sekali.  Dia mulai mengendalikan permainan.
Dibalik sikap pemalunya itu, tersembunyi jiwa yang ‘beringas’ dan naluri KUDA-LIAR pejantan yang buas.   Kini dialah yang proaktif dan lebih agresif menuntut dipuaskan oleh majikannya. Bahkan terkadang dia memerintah dan memaksa.

  *********** 

Bayu dan Saiful hanya terpisahkan 2-3 hari setiap bulan, saat sopirnya PULANG KAMPUNG untuk menemui istri dan keluarganya.

Bayu memang cemburu. Tapi dia berusaha merelakan saat Saiful harus berbagi kejantanan dengan istrinya.
--Ahh, hanya sebulan sekali. Aku kan lebih sering melayani kegairahan Saiful dibanding istrinya sendiri. Demikian pikir Bayu.

Entah kenapa, walau ditinggal Saiful hanya beberapa hari, tapi selalu membuat Bayu gelagapan oleh perasaan CEMBURU, dan terutama kangen karena tak sabar menunggu giliran diberi ‘jatah’ oleh sopirnya.
--“Padahal baru kemarin saja, tapi aku sudah kangen kamu Bang....” bisik hati Bayu..

“Kok lama di kampung?” tanya Bayu suatu ketika

“Bapak KANGEN?”

“Abang kok sering pulang kampung...?”

“Kenapa pak..?. Bapak Cemburu?”

“Sedikit...  Saya pasti tidak sering ditinggal seandainya Abang jadi ‘SUAMI’ saya...”
Pikiran Bayu melayang membayangkan dia dan Saiful naik ke atas ranjang pelaminan sebagai sepasang PENGANTIN HOMO.

Saiful kaget.
"Ah, Bapak ngelantur... Bapak mengigau ya...?"

Tapi tentu saja tidak ngelantur, karena didalam hatinya Bayu SERIUS. Sesungguhnya dia tidak ingin Saiful berbagi hati dan tubuhnya dengan yang lain, bahkan istrinya, apalagi lelaki lain.

"Kalau laki-laki, ya suaminya harus perempuan. MEMANGNYA BAPAK INI PEREMPUAN??" kata Saiful.

--Homo itu menyalahi kodrat ….!. Bentak hati Saiful.
Manusia dan semua mahluk hidup diciptakan berpasang-pasangan….  Laki-laki dan perempuan….!.    Tapi kaum homo itu seperti mahluk hermaprodit yang punya dua alat kelamin….

Saiful terus membatin.
Ya, aku juga berhubungan seks dengan dia. Itu memang bejat…!, tapi cowok tidak ‘menikah’ dengan cowok..., apalagi meneruskan keturunan.

  *********** 

Dan waktupun berlalu tanpa terasa.  Hari demi hari, minggu berganti, dan kini hujan semakin jarang turun. Hari jadi semakin panas.

Musim kemarau yang gersang terasa di sebagian besar kepulauan Indonesia.  Begitu pula di sebuah rumah kelas menengah di pinggiran kota Jakarta yang selalu dipenuhi deru hawa panas percintaan dan KEGILAAN SEKSUAL yang terjadi hampir setiap malam di rumah mungil itu.

Seperti daun-daun yang berguguran, begitu juga mereka SALING MELUCUTI pakaian satu persatu sampai saling telanjang.
Saiful semangat bergerak, sesekali memagut dan menggigiti kedua puting lenting di dada Bayu.  Sakit...., tapi agak nikmat nikmat juga.


Bayu hanya menahan nafas tak berdaya… 
Tak bisa dipungkiri, dia sebetulnya ketakutan, karena disebadani oleh sopirnya memang nikmat, tapi juga dia dia harus menderita rasa sakit yang amat sangat, bahkan esok paginya sampai tak dapat bekerja karena rasanya kontol Saiful masih tertinggal dalam pantatnya.

Tapi Bayu tidak berani menolak, mengingat begitu sayangnya dia kepada sopirnya. Bayu TAKUT DITINGGAL oleh Saiful.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Saiful juga tak pernah bisa menghindari.  Kejantanannya bergerak menegang sendiri karena gairah yang naik sampai ke ubun-ubun.  Dia memeluk Bayu dengan lebih erat.  Memiting badan itu dan MEMBANTINGNYA perlahan dengan bernafsu. 

Bayu pasrah.  Dia merasa BAHAGIA sekali sopirnya menginginkan dirinya.
Kini dia menyerahkan tubuhnya untuk ‘DIPAKAI’ oleh sesama lelaki.  Dia ingin Saiful memperkosa dirinya untuk memuaskan hasrat homoseksualnya.
--Mungkin aku terlahir untuk dipakai oleh sopirku sendiri, pikirnya.

Badan Bayu meliuk-liuk seperti orang kejang berusaha mengimbangi untuk menyenangkan Saiful.

"Oohh.. Aahh.. Hhoohh.. Oohh.. Hhoosshh.." dengus nafas Saiful menderu-deru seperti KUDA NGAMUK.  Mulutnya melahap leher Bayu dan mengigitinya bagai vampir sampai timbul BERCAK CUPANG merah

Setiap erangan mereka adalah kenikmatan.  Setiap butir keringat adalah air di padang pasir.   Keduanya terengah-engah….. Mendaki puncak kepuasan bersama….

ENAK...?. TENTU SAJA ……!!.

“Saya mau keluar………”
Serempak berbarengan mereka mengucapkan itu…. Sodokan tak menurun ritmenya.

Lalu keduanya berteriak berbarengan, berkelejotan…..

SRUUUTTTT...  SRUUUTTTT....  SRUUUTTTT...!
Pejuh Bayu tercecer banyak ke perut, dada dan kasur. Sementara Saiful menanamkan benih benih spermanya yang kental dan panas kedalam rahim Bayu. 
 
 
Sampai keduanya sama sama meraih orgasme paling liar…..
Mereka saling dekap. Saling cium... saling lumat….

SALING CINTA..?. MUNGKIN….

  *********** 

Suatu kali, Bayu penasaran dan bertanya pada Saiful.
“Abang pernah ‘ditembak’ oleh laki laki?” tanyanya.

“Tidak pak... Belum pernah “ jawab Saiful jujur.


Bayu lega. Dia percaya jawaban itu.
Saiful memang pemuda yang terlalu cowok, pastinya tidak akan mau diperlakukan seperti perempuan.

“Kenapa?, bapak MAU COBA …?” Saiful pura-pura menantang Bayu.

Bayu menatap sopirnya: “Abang bisa…?. Eh, mau….?” Tanyanya ragu.

“NGGAK MAU pak. Saya kan COWOK….” Saiful menolak, dia takut kalau majikannya serius.

“Nngggg… Tapi saya juga BUKAN cewek khan …?”

“Hahahaha…. Iya... Bapak COWOK, tapi sudah menikmati enaknya jadi ‘CEWEK’.  Biar saja bapak yang jadi CEWEK-nya terus.  Sekarang dan selamanya….” Bisik Saiful dengan berani di telinga Bayu.

“Tapi Abang SAYANG sama saya …?.” Tanya Bayu manja.

Pertanyaan itu sebenarnya JUJUR dan sangat objektif, walau Bayu mengharapkan Saiful akan memberikan jawaban yang menyenangkan.

Tapi, sebenarnya TIDAK AKAN ADA kekasih yang akan menjawab sejujurnya.  Apalagi bagi mereka yang matre. Hahahaha…..
Bagaimana kalau jawaban Saiful begini misalnya: “Aku menyayangimu karena kamu kaya raya….”.   Atau begini: “Karena pantat kamu enak dientot”

Walaupun itu juga jawaban yang JUJUR. Tapi demi dewa-dewi di langit, tidak akan ada petualang-cinta yang berani menjawab seperti itu.
Saiful juga demikian. Dia malah jadi serba salah.

Dia tidak mau menjawab, tapi dengan berhati hati dia berkata:
“Ah.., bapak kok jadi romantis…?.” Jawaban Saiful mengelak.

“Biarin.... Saya memang romantis….”
Bayu memang serius, karena hal yang paling menyakitkan adalah bahwa kini dia merasa MENCINTAI sopirnya. Dia mencintai, bahkan sebelum menyadarinya.

Hal itu terjadi bukan karena seks hebat yang sering dia dapatkan dari sopirnya. Namun Bayu kini TERJERAT oleh kejantanan Saiful, kekuatannya dan keberaniannya yang tak ada duanya.  Mungkin itulah yang sekarang membuat Bayu merasa jatuh cinta kepada Saiful.

Saiful kini menatap mata Bayu. “PIKIRKAN BAIK-BAIK pak…. Apakah bapak mau disayang orang seperti saya..?” jawab Saiful berdalih.

“Bang….. Saya ingin Abang ada di sisiku terus….” Bisik Bayu

“Ya pak, saya akan ada disini untuk bapak …..” bisik Saiful untuk menyenangkan Bayu.

“Saya ‘CINTA’ kamu Abang…..” kata Bayu
Didalam hatinya Bayu berharap sopirnya itu dapat menjadi kekasihnya. Namun dia tidak yakin apakah Saiful dapat mencintai seorang laki-laki seperti dirinya?.

Saiful tercekat. Tidak menjawab.
Tiba tiba saja Saiful berubah jadi sinis. Walau hanya didalam hatinya.

--‘CINTA…?.  Sejak kapan ada “cinta’ disini?’. 
Hmmm.... Rasanya aku hanya asik bermain-main dengan nafsu saja kok?. Kenapa sekarang pakai ‘cinta-cintaan’ segala?.

Ahhh...SUNGGUH IRONIS ….., pikir Saiful.
Ada orang-orang  yang tak bisa menahan nafsunya, lalu menggoda birahiku sampai aku mau memenuhi keingingan dia….. Tapi itu kan hanya nafsu..?!.
Aku hanya sekedar memuaskan hasrat terpendam dia…. BUKAN ‘cinta’.

“Abang tidak cinta sama saya ….?” Ulang Bayu mengejar.

“Cinta dan tidak-cinta hanya rasa pak…. Kita TIDAK BISA memutuskan apakah cinta sama satu orang hanya karena kita SERING NGESEKS ….” Saiful menjawab. Berdalih.

Saiful yang ndeso membuat Bayu kaget karena dalam kepolosannya justru berfilosofi. 

Bayu merenungi apa yang diucapkan Saiful.  Berat, namun sedikit sedikit bisa dicerna.  Dia FAHAM itu adalah PENOLAKAN secara halus, tapi setidaknya, dia merasa LEGA karena telah mengungkapkan perasaan hatinya pada Saiful

  *********** 

Akhinya hubungan mereka memang hanya sebatas SEKS belaka. Bayu butuh kejantanan Saiful. Dan Saiful memberikan tubuh dan kejantanannya untuk kepuasan Bayu, dengan imbalan uang tentunya.

Bayu yang tadinya hanya iseng sekarang sudah MELUPAKAN KODRATNYA.   Kegagahan tubuhnya sebagai lelaki-sejati MEMUDAR karena martabatnya direndahkan dengan semakin seringnya dia terhina sebagai pihak Bottom yang selalu ‘ditusuk’ dari belakang. 

Bagi seorang pria normal, menjadi Bottom memang MEMALUKAN, karena dianggap LEBIH RENDAH derajatnya dibanding lelaki top.

Pengorbanan Bayu harus dibayar mahal dan berakibat ekstrim, karena setahap demi setahap dia justru semakin menghayati ‘FANTASI KETIDAK-BERDAYAAN’ saat berada dibawah tindihan seorang laki-laki dominan yang begitu berkuasa. 

Seperti malam ini, Saiful melepas baju dan celananya lalu sengaja berbaring sambil mengangkat kedua pahanya, mengangkang.
“JILATIN PANTAT SAYA PAK...” suruhnya pada Bayu.

Bayu memandang dengan tatapan birahi. Dengan tangannya, membuka belahannya sedikit.   Dia tak tahan. Mulai menciumi lubang pantat Saiful….
Ya, lubang-pembuangan sopirnya yang merah cerah selalu membuat Bayu tak segan segan MENJILATI lubang beol itu dengan lidahnya.…. Sangat nikmat.

Kemudian giliran Saiful yang membuka kemeja Bayu lalu menjilati dada bidang yang berkeringat dan asin itu. 
Bayu diam menggelinjang hebat. 



Lalu celana Bayu dilepas, sampai dia telanjang, memperlihatkan bongkah pantatnya..  
Ooow... Pantat Bayu selalu membuat Saiful tak bisa melawan hasrat. 

Dia menelan ludah.  Bagaimanapun kedua bongkah daging pantat Bayu memang susah untuk dicari tandingannya.  Pantat itu tebal montok serta berbulu.  Dan sangat bersih.  Saiful sudah sering melihatnya.  Putih kenyal.  Tidak seperti pantat pantat menghitam milik para pria homo yang sering datang ke panti pijat. 

Maka Saiful memutuskan inilah saatnya RONDE KEDUA. 
Dan dia langsung mencium bibir Bayu, tangannya liar merogoh kesana kemari.

“Saya KEPENGEN lagi pak …..” bisik Saiful merayu tak sabar… Penisnya sudah berdiri tegak…. Hasratnya terangsang hebat....

Maklum, Saiful adalah laki laki BERDARAH MUDA yang kuat birahi. Walau dia sering menghamburkan air mani yang begitu banyak, tapi batang kontolnya selalu tegak berdiri dan siap untuk bertempur tanpa henti. 

“Iya Bang….” Kata Bayu sambil memejamkan mata.
Dia memejamkan mata, menanti lubang selangkangannya ditusuki batang-nikmat milik lelaki yang sangat perkasa itu.

Bayu memang amat MEMUJA tubuh Saiful. Tubuh kekarnya yang penuh keringat itu benar-benar tubuh maskulin yang amat sempurna. Sungguh sulit dipercaya tubuh indah seperti itu adalah tubuh SEORANG SOPIR.

Sedemikian besarnya pemujaan Bayu sehingga dia mau saja disuruh menjilati kerutan di lubang pantat Saiful dan membersihkan lubang pelepasan kotoran sopirnya itu tanpa jijik.

Sementara itu, NAFSU BINATANG Saiful sudah tertancap pada Bayu.
Dia memukul mukul daging pantat Bayu yang lubangnya sekarang terkangkang lebar.  Lalu Saiful mendorong keras dan memberikan tekanan yang lebih kuat.  Lebih mantap. Menghentak-hentak kasar.

Bayu menjerit keenakan.  Mengerang liar. Tangannya menggapai gapai.

“Udah jebol gawangnya sayang……” kata Saiful Nakal saat batang kontolnya sudah tertancap sempurna kedalam liang kenikmatan Bayu.

‘Oooohhhhhhh...” Bayu meringis campur aduk, kesakitan dan keenakan saat sodokan-maut Saiful menggempur prostatnya dari dalam.
Bayu menggeliat, sekarang merangkulkan kakinya ke pinggang telanjang Saiful. 
--Ya, sebenarnya ini nikmat sekali.  DITUSUK lelaki muda yang perkasa ini amat nikmat…

Lalu dengan sangat buasnya, Saiful menyergap Bayu.

Bayu lupa akan EGO, harga diri, dan keangkuhannya. Martabat batinnya musnah. Dia makin tenggelam dalam pergumulan birahi yang liar, dipenuhi desahan dan aroma jantan dari tubuh sopirnya.

Saiful memang bagai seekor KUDA LIAR pejantan. Dia langsung menunjukkan keliarannya dengan menghujam lobang pantat Bayu sekuat tenaga.  Saiful seketika berubah menjadi BRUTAL dan LIAR. Batang tonggaknya dipakai untuk mereguk kenikmatan apa saja yang bisa direguk untuk memuaskan dirinya.
--Aahh.., ini memang menyenangkan. Pikir Saiful

Saiful tersenyum BAHAGIA melihat majikannya pasrah menggeliat dan mengerang-erang dengan mata merem melek menikmati sodokan kontolnya.

  *********** 

Pada awalnya Bayu MERAHASIAKAN hubungan-khususnya dengan sopirnya.  Tapi dia tidak dapat menyembunyikan BERCAK CUPANG MERAH sisa sisa kebengisan Saiful yang hampir setiap pagi membekas di sekujur leher dan dadanya.


Bayu juga berusaha MENJAGA-JARAK terhadap Saiful di kantor atau saat dia menyetir mobil supaya didepan orang lain perilaku Saiful tetap tampak sebagai seorang sopir muda yang lugu, sopan dan pendiam.

Tapi Saiful kadang tidak sadar, berjalan sambil MERANGKUL bahu Bayu, atau iseng MEREMAS PANTAT PEJAL majikannya dengan gemas.

Tentu saja orang orang sering memergoki itu. Sehingga timbulah gosip di kantornya bahwa Saiful “TERLALU DISAYANG” sebagai sopir pribadi Bayu.

  *********** 

Begitulah, hubungan yang tak wajar antara majikan dan sopirnya itu terus DIPUPUK bagai tanaman yang tumbuh subur di halaman rumah.

Bukan dipupuk dengan cinta, tapi DICANGKUL oleh entotan kontol dan DIPUPUK dengan lendir pejuh kenikmatan, setiap siang dan malam. Kadang bisa dua-tiga kali. Tak peduli. Tak ada letihnya. Tak bosan bosan.

Gila….




TAMAT 
(disadur dari indojingga dan berbagai sumber)