Wednesday, 4 December 2013

PERSIMPANGAN - Chapter 6



(kisah SETIADI dan RANDY)
Disadur dari karya besar: erixxxon


Sebelum melanjutkan, baca dahulu cerita sebelumnya di blog: dialoguecowok.
Klik LINK ini:

  ----------------------------------------------------------------------------------



Chapter 6 - VALENTINE

SETIADI hari itu sudah sangat cape di tempat kerjanya. Pikirannya hanya ingin pulang, atau makan malam di tempat yang tak jauh dan pulang sesudahnya. 

Tiba-tiba ponselnya berbunyi.., ternyata dari RANDY.
“Yadi, nanti lu temenin gua dong, ada perlu”

Seletih apapun Setiadi, ia tak mampu MENOLAK.
“Ke mana?”
“Ke KEMANG..”
“Hah?. Gak kejauhan?. Ngapain?”.

“Ada aja..., You’ll see”
“Eh... “
“Please Di..”

“Oke lah kalo begitu”
Dalam hati Setiadi MENGGERUTU, namun apa mau dikata, dia sudah terlanjur mengiyakan.

    ------------------------ 

Selesai kerja, Setiadi membereskan mejanya, mengambil tas, lalu turun ke bawah.
Sesampainya di Lobby, dia langsung melihat Randy yang sudah menunggu sambil menerawang kearah hutan malam Jakarta nan gemerlap.

“Yuk, jalan?”
“Yuk.. Kemana kita?”
“I’ve told you..., you’ll see” jawab Randy sambil tersenyum.
Mendengar itu Setiadi tak bisa berbuat apa-apa lagi, meski badan sudah sangat kelelahan.

Lalu mereka pun berangkat. Randy mengarahkan mobilnya ke daerah Kemang, membawanya melewati macet total di sekitar Blok M, dan lebih parah lagi setelahnya.

    ------------------------ 

Antrian yang berjalan lambat pun menghantar mereka  sampai di Twilite Café. Mereka pun dengan susah mendapatkan tempat PARKIR yang agak JAUH.

Setelah mengunci mobil, Randy berjalan sambil MERANGKUL bahu Setiadi.
Beberapa pasang mata memandang keakraban antara 2 pemuda ganteng yang sedang jalan berdua.
Sesaat Setiadi kikuk, dia KHAWATIR Randy RISIH dilihatin oleh mereka, tapi Randy santai saja.

Entah kenapa, sejak bicara terbuka open-openan tempo hari, dinding beton yang membatasi hubungan mereka seakan sudah RUBUH.
Malah sekarang, Randy JUSTRU lebih akrab dan semakin dekat pada Setiadi. Bukan hanya dalam sikap tapi juga secara  FISIK..!,

RANDY kini tak sungkan lagi MENYENTUH Setiadi.
Randy juga tidak pernah risih berjalan berdua dengan Setiadi sambil MERANGKUL bahunya dengan mesra. KEMESRAAN yang tidak pernah Randy lakukan seumur hidupnya terhadap lelaki lain.

Bahkan Rendy juga lebih TOLERAN saat Setiadi bermanja-manja terhadap dirinya.

    ------------------------ 

Lalu mereka masuk ke dalam Cafe. Benar saja, suasana café malam itu sangat ramai, mereka di layani pramusaji

“Kapan lu pesen tempat ini?”
“Kayaknya sih seminggu yang lalu”
“Ultah lu kan masih lama, mau rayain apa?”
Randy tersenyum kearah Setiadi. ‘Hmmm, gak tahu hari ini hari apa yah?”

Agak lama mereka menunggu, akhirnya makanan pun tersaji.
“oke. Let’s have dinner” ujar Setiadi.
“Lu seneng ama tempatnya?”
“Suka.., cuma jauh yah”

Sejenak Setiadi mengedarkan pandangan keseluruh ruangan Cafe, dia melihat hampir semua pengunjung disitu adalah pasangan muda, cowok-cewek.
Hanya di meja mereka, yang COWOK BERDUA.

    ------------------------ 

Setelah mereka selesai makan, Randy menatap tajam kearah Setiadi
“Yadi.., there’s something I want to tell you...”
“Ada apa?”

“Setiadi... HAPPY VALENTINE... I LOVE YOU..”

Setiadi saking sibuknya sampai ia lupa tanggal 14 februari,
“Randy, makasih yah, lu udah mau terima gua sebagai.....”

“Yadi.., TEACH ME TO LOVE YOU..., I will learn it”

Setiadi hampir saja menangis terharu, namun masih bisa mengendalikan diri. 
“Randy, teach me to reach to your heart”

“Then, let me guide your heart...” jawab Randy dengan halus.

Setiadi tidak menjawab apa-apa, tetap tersenyum sambil berusaha menahan haru. Dirinya seolah dipeluk mesra oleh Randy, dituntun untuk menjalani perjalanan ini.

“Gua anterin lu pulang yah..” kata Randy

Sepanjang jalan, mereka tidak saling berbicara. RANDY merasa BAHAGIA telah mampu menghangatkan Setiadi.

Sementara Setiadi masih TERBIUS dengan kata-kata Randy: ‘teach me to love you’.
Itu akan menjadi kata yang akan selalu ia ingat. Randy yang PERTAMA mengucapkan kalimat itu.

Di mobil, Setiadi meraih tangan Randy, dan Randy BALAS MENGGENGGAM erat tangan Setiadi.
Walau pandangan mata Randy tetap tertuju kearah jalan, tapi tangannya tetap tidak melepaskan tangan Setiadi.

    ------------------------ 

YANG TERINDAH

Sesampai di tempat kost,  Setiadi mengira Randy akan langsung pulang....
Tapi dia malah ikut pun masuk ke kamar.

Tak diduga, tiba tiba.... tangan Randy memegang kedua pipi Setiadi, menariknya mendekat kearah wajah Randy.
Setiadi memejamkan mata.

Randy menundukkan kepalanya mendekati wajah Setiadi , lalu perlahan dia MENEMPELKAN BIBIRNYA pada bibir Setiadi....

Darah Randy langsung berdesir saat pertama bibirnya bersentuhan. Dia merasakan nafas Setiadi saat membuka sedikit bibirnya, lalu Randy menyapukan KECUPAN lembut.

Pertama, ciuman Randy agak KAKU karena dia sama sekali tidak pernah mencium laki-laki sebelumnya.
Tapi kemudian kedua bibir itu MELEKAT jadi satu dan mereka berciuman.

Damn...!, It’s just feel right..!.

RANDY terpana..!.
Itulah HAL TERINDAH yang dia rasakan selama 1 menit dalam hidupnya.
Dadanya terasa sesak dipenuhi oleh rasa tidak menentu yang bergejolak. Suatu sensasi yang luar biasa dahsyat dan sama sekali BELUM PERNAH dia rasakan seumur hidupnya.

Buat SETIADI..., ciuman Randy otomatis membuat gairahnya terangsang, tapi moment itu BEGITU INDAH sehingga tidak terlintas pikiran tentang seks.
Setiadi hanya ingin menikmati indahnya KEMESRAAN bersama seorang lelaki Straight yang dia kasihi.



Akhirnya Randy melepaskan bibirnya dan tersenyum pada Setiadi.
“Yadi.., Gua pulang dulu yah... Happy Valentine”

Nafas SETIADI sendiri terengah-engah, sesaat dia barusan seperti berada di dunia lain. Seluruh panca indranya merinding...
Dia tak pernah terbayangkan telah merasakan SENSASI seperti begini....

Dilain pihak, saat pergi meninggalkan tempat kost, RANDY bingung... Mencium bibir Setiadi ternyata menggetarkan hasrat kelelakiannya dan dia menikmatinya.
Randy sempat ingin melakukan lebih, tapi dia masih ragu... Dia belum siap...

Akhirnya, CIUMAN PERTAMA mereka yang dilakukan pada malam Valentine itu, menutup hari Setiadi dan Randy yang lelah menjadi hari penuh berkah.

~Terima kasih Tuhan...  Setiadi tersenyum sendiri.


  ************** 



BERSAMBUNG KE CHAPTER - 7

Klik LINK ini untuk membaca cerita sebelumnya:

Saturday, 23 November 2013

PERSIMPANGAN - Chapter 1




(kisah SETIADI dan RANDY)
Karya besar sumbangan: erixxxon
 
Cerita lengkap ada di blog: DialogueCowok.
Klik LINK ini:
http://dialoguecowok.blogspot.com/


PERTEMUAN PERTAMA

   ---------------------------------------------- 

HARI SENIN

“Trlitt... trlitt... trlitt...”
Suara alarm jam membangunkan SETIADI yang masih lelap. Jam menunjukkan waktu 6 pagi tepat.

“HHHHH....Senin lagi”
Gumannya sambil menguap. Ia bangun kemudian duduk sebentar. Dengan mata setengah tertutup ia berdiri dan berjalan mengambil gayung yang didalamnya terdapat seperangkat alat2 kebersihan. Ia membuka pintu kamarnya dan berjalan kearah kamar mandi sambil membawa haduk yang tergantung didepan kamarnya. Dengan langkah gontai ia masuk ke kamar mandi, menutup pintu dan melepas pakaiannya. Semua ini ia lakukan tanpa sadar.

Brrrrr.....
Gayung pertama menyiram tubuhnya. Tak setiap hari air di Jakarta menjadi begini dingin. Biar bagaimanapun ia harus bertahan.

Tak banyak waktu baginya untuk menikmati dinginnya air di kota Jakarta.
Sejak kepindahannya ke daerah GROGOL..,  SETIADI harus berusaha bangun lebih pagi. Namun Setiadi tak pernah mengeluh, karena ia betah kost didaerah itu. Setiadi menyabuni badannya dan tak lama kemudian ia mengambil gayung.

“Satu... dua... tiga...” gumannya.
Terdengar suara desiran air sebanyak lima kali. Dengan tubuh menggigil kedinginan ia meraih handuk, mengeringkan tubuhnya, mengikat nya dipinggang. Ia buka pintu kamar mandi dan berjalan menuju kamarnya.
Masuk didalam kamar, ia membuka handuknya, mengamati tubuhnya, berkuning langsat, hampir tak berbulu kecuali di daerah sekitar paha, sedikit bulu kasar di daerah betis, sisa otot yang hampir terbentuk, namun mengendur kembali.

Ia mengambil setelan kerjanya. Setelah memeriksa semuanya, ia mengambil jam tangannya, melirik kearahnya, jam 6:30. Masih cukup waktu untuk  berangkat ke kantor.
Sejak kepindahannya, ia memang harus bangun lebih pagi, selain bisa bebas menggunakan internet sebelum jam kantor, juga tidak di-buru2 waktu lagi seperti waktu kost di daerah Karet, dimana ia hampir selalu bangun mepet waktu.

Ia mengambil tasnya, meraih ponselnya, keluar dari kamarnya, mengunci pintu. Ia berjalan keluar dari jalan Muwardi yang masih sepi. Di jalan raya ia menyebrang melalui jembatan penyebrangan, menunggu angkot B91.
Tak lama angkot pun datang dan menunggu sebentar, ia pun sudah dalam perjalanan.

  ************** 

BERPAPASAN

Sesampainya di daerah dekat pusat perbelanjaan di persimpangan Grogol, SETIADI menunggu bis besar 213 atau Patas AC 50 yang membawanya ke kantor.
Sambil menunggu ia memperhatikankerumunan orang-orang yang sama sepertinya, menunggu bis yang membawa mereka memulai hari-hari dan minggu-minggu penuh beban dan tekanan hidup.

Tak lama menunggu, datanglah bis regular 213. Ia  dan sekerumunan orang-orang memasuki bis itu dan langsung menduduki tempat yang masih kosong karena masih pagi. Bus yang ia naiki berjalan cepat karena berburu waktu dengan bus jurusan sama persis mengejar di belakangnya.

Tak butuh waktu lama untuknya sampai ke tempat kerjanya.
Ia turun dari bus dan berjalan kaki setelah turun dari busnya ke arah salah satu tower di jalan Thamrin.

Ia berjalan masuk pelataran parkir.
Lalu ia melihat SESEORANG turun dari mobil dan membungkukkan badannya, mengambill tasnya.

Berpas-pasan dengan ia membalikkan badannya,  Setiadi sedang berjalan persis dihadapannya.
Sekejap matanya menatapnya, dibalas oleh Setiadi sendiri yang tanpa sengaja MENATAP BALIK kearahnya. Tak berfikir banyak ia berjalan melewati sosok itu.

~“Hmmm... boleh juga orangnya” Gumamnya dalam benak sambil melewati pintu utama, menuju elevator. Pintu elevator langsung terbuka dan Setiadi masuk kedalam dan menekan tombol lantai kantornya.

Saat dia sedang melihat pintu elevator mulai tertutup, ia melihat seseorang berlari ke arahnya, mengejar elevator supaya tak tertinggal. Setiadi menekan tombol open door sambil menunggu orang itu masuk.
Setelah masuk, baru setiadi melihat ORANG ITU yang SAMA dengan yang ia lihat di pelataran parkir itu. Setiadi sendiri menekan tombol lantai 31, sementara orang itu menekan tombol lantai 24.

Lift pun segera naik membawa mereka berdua.
Sejenak mereka saling bertukar pandang. Sosok itu melempar SENYUM kearah Setiadi pun membalas senyuman itu. Dan elevator itu pun berhenti di lantai 24 dan sosok itu keluar dari elevator, meningalkan Setiadi dengan selaksa teka teki.
Lalu lift pun melanjutkan perjalanannya ke lantai kantornya. Setelah sampai disana, Setiadi keluar dari elevator, berjalan masuk sambil menyapa operator.

  ************** 

Ditempat kerjanya SETIADI sudah LUPA dengan insiden itu.

Jumat lalu jaringan computer nya kena serangan virus yang melumpuhkan network seluruh kantornya, sampai Jumat malam Setiadi berusaha menjaga server tidak kena virus, sementara computer jaringan banyak yang kena dan beberapa file sudah terhapus atau tidak bisa diakses.

Satu persatu Setiadi  harus membasmi virus, dari pagi hingga sore hari. Dan semua file terpaksa harus diakses manual dari server langsung. Bisa dibayangkan antrian dari pegawai dan staff yang harus rela menunggu untuk bisa mengambil file.

Jam 8 lewat baru 60% computer bebas virus, dan besok  seluruh jaringan harus diset ulang kembali. Karena  kelewat lelah, ia memutuskan untuk menyudahi tugasnya hari ini dan bebenah diri. Ia mengambil tasnya. Berjalan keluar dari tempat kerjanya, ia melihat keluar jendela...
“Sial... hujan ...”

Ia melihat keadaan diluar lewat jendela. Ia menyesal  tak membawa payung. Ia bingung harus bagaimana. Ia tak mungkin menunggu bis yang sudah mulai jarang dan penuh pula, belum lagi kehujanan ketika berjalan ke jalan raya dan menunggu lama.

Kerjanya memang menuntutnya banyak lembur. Namun biaya lemburnya cukup banyak membantu penghasilannya. Ia bersukur pada atasannya yang menghargai jasanya, sejak semester 4 hingga 1 tahun lulus, ia seringkali mampu mengatasi sebagian besar masalah computer dan local network, memperbaiki kinerja kantornya secara bertahap.

  ************** 

PERKENALAN

SETIADI menggunakan elevator turun ke lantai dasar, berjalan melewati Lobi yang sudah sepi, dijaga seorang Satpam yang berjaga dimeja operator.
“Malam pak,”  sapanya kepada Satpam
“Baru selesai pak?” tanya Satpam ramah
“Biasa lah, lembur lagi” jawab Setiadi sambil tersenyum.

Ia berjalan melewati Fashion Café, terlihat ada taxi lewat. Tanpa berfikir tentang hujan dan dompetnya, ia berlari melawan gerimis memanggil taxi.
“Taxi... Taxi...” teriaknya sambil mengacungkan jarinya
Taxi itu berjalan melewati Setiadi tanpa melihatnya yang sangat butuh jasanya, menghilang ke arah jalan raya.
“Sial...” ia tak percaya dengan apa yang terjadi. Sambil berdiri terpaku ia memikirkan solusi untuk pulang, ia melihat taxi itu menghilang ditengah malam hutan kota Jakarta.

Ia segera sadar bajunya sudah mulai basah, berlari ke arah Fashion Café  untuk berteduh, menunggu huja reda dan menunggu taxi lain yang mungkin masih lewat. Ia mulai lapar karena berkat masalah tadi, ia melewati makan siangnya.

“Mau pulang kemana?” sapa suara seseorang dari  mobil yang berhenti tepat disampingnya.

“Eh..., ke GROGOL” jawab Setiadi agak bingung

“Yuk, mau barengg?, gak ada taxi sama lagi hujan pula” ajak orang itu didalam kendaraan berwarna merah hati itu.
Ragu ragu ia memandang orang itu dan berjalan kearah pintu kiri mobil itu. Ia mulai ingat, ORANG orang yang ia lihat PAGI TADI di pelataran parkir dan yang naik satu elevator dengannya.

“Grogol nya dimana?”
“Jalan Muwardi” jawab Setiadi
“Koq basah? Habis ngapain?”
“Tadi manggil taxi, cuma taxi nya lewat aja”

“Makan dulu yuk, aku belum makan”
Lalu orang itu mengarahkan mobilnya kearah JALAN SABANG.

Setelah memilih tepat parkir, mereka duduk di warung sate. Setelah memesan 2 porsi mereka menunggu sambil berbincang-bincang

“Oh ya, namaku SETIADI”

“Aku RANDY”

Wow...Setiadi terkesima seketika!.
Dia baru menyadari sosok pemuda yang duduk dihadapan matanya ternyata sungguh TAMPAN dengan penampilan yang rapih.
Dia begitu tergetar melihat Randy... Aliran darahnya berdesir hingga membawa ke alam khayalan.


Menatap Randy ternyata amat menyesakkan Setiadi karena ketampanan dan penampilan kepribadian Randy yang begitu MEMUKAU..!.
Randy mungkin setara dengan Antinous,  sosok seorang pemuda dari Bithynian, sebuah provinsi kerajaan Rowawi  kuno, yang digandrungi kaum wanita karena ketampannya.

Setiadi menghela nafas, berusaha untuk mengurangi kegelisahan hatinya.
“Tinggal didaerah mana Randy?”
“Di KELAPA GADING”

Mendengar jawaban Randy, Setiadi mengatakan maksudnya untuk pulang dengan taxi, karena tak mau merepotkan.
Namun Randy bersikukuh ingin mengantar Setiadi karena sudah berjanji sebelumnya.
Sesudah makan, Randy membayar, kembali ke mobil dan mereka pun sudah berada diperjalanan menuju ke arah Grogol.

Ditengah perjalanan mereka saling berbagi cerita tentang pekerjaannya dan Setiadi menceritakan tentang virus  yang menyerang kantornya yang ternyata juga menyerang kantor Randy. Setiadi menceritakan 60% computer yang sudah ia bersihkan membuat Randy kagum atas keahlian Setiadi dalam mengatasi masalah ini dibandingkan staff IT nya.

Perjalanan terasa lebih singkat berkat perbincangan mereka. Mereka pun tiba di daerah Grogol.  Berputar balik didepan terminal Grogol dan masuk ke jalan Muwardi Raya, masuk ke Muwardi 2 berhenti didepan kost Setiadi.  http://dialoguecowok.blogspot.com/

“Makasih tumpangannya, sori udah ngerepotin” Setiadi sangat bersukur atas bantuan Randy.
“Gak masalah, aku bisa minta bantu computerku gak dirumah nanti kalo ada masalah, boleh kan?”
“Boleh dong, kontak gua aja. Nih ini kartu nama gua” Setiadi merogoh tasnya dan mengeluarkan kartu namanya, memberikannya kepada Randy.
Lalu Setiadi menutup pintu mobil dan Randy menjalankan mobilnya dan menghilang kearah jalan Susilo.

  ************** 

Beberapa minggu pun berlalu.

SETIADI walau sesekali memikirkan tentang Randy, ia tak larut dalam pemikirannya. Ia tetap sibuk dalam pekerjaannya sebagai Kepala Bagian IT.
Masalah virus telah hilang, hanya beberapa perbaikan computer, network monitoring, dan beberapa reparasi kecil lainnya, selain perawatan main-server yang menjadi prioritas utamanya.  Ia termasuk orang yang mudah bergaul dengan siapa saja, pun dengan staff nya.

Satu Jumat sesudah makan siang, ia ditelepon oleh RANDY untuk makan malam ke Café tenda Semanggi, BERTIGA bersama tunangannya.
Karena tidak ada acara, Setiadi pun mengiyakan.

Sorenya, Setiadi sudah tuntas lebih dulu, menunggu SMS dari Randy sambil membuka internet berselancar ria. Setelah SMS masuk, Setiadi pun berbenah diri dan di Lobi utama mereka pun bertemu dan segera meluncur menjemput TUNANGAN RANDY.

“Halo Rin, gua lagi mau ke sana, lu standby ditempat biasa yah,” Randy sambil menyetir.

Sesampainya disana, mobil Randy pun masuk ke area lobby gedung dan ditengah kerumunan terlihat WANITA berbaju setelan jas berwarna abu-abu dengan rok sebatas lutut mendekati mobil itu memberikan senyum kepada Randy.

Setelah mobil berhenti, Setiadi keluar dari mobil dan memberikan senyum kepada tunangan Randy dan berpindah tempat duduk ke belakang. Wanita itu pun masuk ke dalam mobil itu dan mereka pun berangkat kearah Semanggi
“Rin, kenalin ini temen gua Setiadi” kata Randy

“Halo... Aku RINI”
“SETIADI”

Sesampainya disana mereka pun mencari parkir. Tak mudah baginya untuk mendapatkannya karena malam Sabtu. Dengan sabar mencari tempat parkir hingga 20 menit lamanya sampai mendapat tempat nun jauh disana.
Mereka bertiga turun dari mobil. RANDY berjalan ke sisi kiri mobil, menggandeng RINI, dengan Setiadi dibelakang mereka.

Mereka berjalan kearah gerbang utama, dan baru sadar mereka mendapatkan tempat parkir yang sangat jauh. Berjalan melalui berbagai mobil yang terparkir dan lalu lalang mobil yang masih belum beruntung.
Mereka pun sampai di halaman utama Café Semanggi dan mulai berjalan menyusuri café, mencari tempat yang masih tersedia. Ada beberapa yang kosong, namun RINI masih penasaran, ingin mencari tempat yang tepat dan makanan yang memenuhi selera mereka hari itu.

Pilihan Randy dan Rini pun jatuh kepada satu café yang terletak ditengah alun-alun, mereka mendapat tempat dilantai atas, sehingga mendapat angin segar. Sangat beruntung bagi malam Sabtu yang selalu penuh itu.  Lalu pelayan café itu menunggu mereka memesan makanan.

Pesanan telah dibuat, mereka menunggu cukup lama sampai  dihidangkan.  Randy dan Rini asik berbincang, saling berkenalan dengan Setiadi.
Setiadi MENGAMATI mereka berdua yang berbicara dengan MESRA. Dalam hati Setiadi, ia merasa IRI, ketika berpasangan ia jarang sekali menikmati saat itu.

Sesudah selesai bersantap mereka masih jalan-jalan menikmati kebersamaan berdua sambil Setiadi berusaha untuk asik sendiri tanpa mengganggu mereka, walau Randy dan Rini cukup melibatkan Setiadi dalam bincang-bincang mereka. Setiadi dengan sadar berusaha tak terlalu mengamati mereka berdua untuk memberi sedikit privasi.

Sesudah puas, malam pun semakin larut, mereka memutuskan pulang. Mereka berjalan melewati halaman depan dan area parkir, mereka sampai dimobil mereka. Randy membuka pintu dan merekapun masuk ke dalam.
Randy menstarter mobil dan mereka berjalan keluar. Ternyata antrean mobil keluar sangat lama dan panjang, 20 menit untuk mereka bebas dari antrian, menuju arah KARET, menghantar RINI pulang ke kostnya.

Setelah beradu argument, Setiadi pun mengalah untuk diantar Randy, karena Setiadi tidak ingin Randy berputar-putar hanya mengantar dirinya pulang mumpung banyak taxi.
“Biar lah, mumpung mau dianter, besok juga Sabtu toh,” dalih Randy.

Sepanjang jalan mereka pun asik berbincang hingga perjalanan ke Grogol pun tak terasa lama, mereka pun sudah sampai ke tempat kost Setiadi.
Setiadi berpamitan pulang, menatap kearah mobil Randy yang pergi hingga hilang ditengah keheningan malam, masuk ke dalam kamar kost dan sebentar menikmati tayangan TV, berbenah mandi dan tidur.

  ************** 


Sambungan cerita ini akan dimuat di blog: DialogueCowok.
Klik LINK ini:
http://dialoguecowok.blogspot.com/

 

Friday, 16 August 2013

Kekasih Impian - (a poem of an ancient Eros)





KAMU mengingatkan saya pada para EPHEBES yang pernah saya cintai dalam kehidupanku sebelumnya.
Begitu banyak remaja laki-laki yang saya ingat tatapan dan pesonanya, suara dan keindahannya...

Kapankah waktu kita pertama bertemu?.
Mungkin di ‘Gymnasium’ di kota Athena, sebelum masa perang ‘Peloponnesia’?.
Kau adalah seorang ‘Ephebe’ yang sempurna, dengan sosok tubuh indah yang begitu memukau.
Sehingga kamu dipilih sebagai model-peraga oleh ‘Phidias’, ‘Polycletes’ dan begitu banyak pemahat patung ternama lainnya...
Saya begitu memujamu saat melihat kamu berlatih di Gymnasium.
Bertarung melawan para pemuda lain, berpacu, dan melapisi kulitmu dengan minyak zaitun...


Atau mungkin itu di kerajaan Romawi?, pada era kejayaan para Kaisar. 
Kamu adalah seorang budak muda dari negeri Persia.
Di rumah bordil kumuh itu, saya merasa jatuh hati kepadamu, dan saya ‘membeli’ kamu dari germo yang keji.
Kemudian kamu jadi sumber kesenangan sejati saya, kekasih tercinta, dan ‘Antinous’ saya...


Kamu mengingatkan saya pada seorang pemuda yang sangat kusayangi di kota Baghdad, pada masa kekuasaan ‘khalifah Al-Mamun’.
Kau seorang penulis muda Yunani yang berbakat, dan sedang menterjemahkan buku ‘Aristoteles’ di ‘Bayt al-Hikmah’.
Saya saudagar rempah-rempah langka, parfum dan minyak harum, dan saya amat terpikat padamu...
Ketampanan dan aroma kamu melebihi wewangian rempah-rempah termahal yang pernah saya datangkan dari negeri Arab atau India.
Kau adalah cakrawala tersendiri, dan mencintaimu bagai menemukan sebuah oasis yang terasing...


Atau mungkin kamu adalah ‘Venetian Boyish Beauty’ yang membuatku kasmaran di kota Roma?.
Ketika saya bekerja bersama ‘Michelangelo’, melukiskan sedemikian banyak keindahan bentuk tubuh laki-laki di langit-langit ‘Sistina’.
Kau adalah petugas muda yang mengurus cat-warna dan kuas, serta air dan obor.
Michelangelo sedemikian terpesona oleh kamu, sehingga dia menjadikan kesempurnaan tubuhmu sebagai inspirasi lukisannya...
Dia tidak tahu kalau kita adalah sepasang KEKASIH..., bahwa kita berdua membaca buku ‘Symposium’ mahakarya ‘Plato’ pada malam-malam kebersamaan kita...


Aahh.... Kamu sungguh mengingatkan saya pada begitu banyak Ephebes’ yang teramat kukasihi dalam kehidupan saya sebelumnya...

Atau mungkin...., kamu adalah pemuda yang BARU AKAN kutemukan HARI INI atau BESOK?.

KAU adalah sosok laki-laki yang selalu KUIMPI-IMPIKAN untuk dapat kucintai.


 
   =================================  




CATATAN:
  
EphebeSebutan untuk remaja laki-laki berusia antara 18-20 tahun yang menjalani pelatihan sebagai taruna militer/calon perwira di masa Yunani kuno.

The Peloponnesian War – Pertempuran Peloponnesia (431-404 SM) antara kekaisaran Athena melawan kerajaan Sparta di jaman Yunani kuno.

The gymnasium – di masa Yunani kuno, ini adalah fasilitas berlatih, dan arena pertarungan (dimana para atlit pria harus bertarung dalam keadaan telanjang, sebagai penghargaan terhadap estetika keindahan tubuh laki-laki).

Antinous - Seorang pemuda tampan rupawan dari Bithynian (sebuah provisisi kerajaan Rowawi) yang bertugas sebagai pengawal, juga sekaligus kekasih favorit Kaisar Hardian (130 M).

Al Mamun caliph (813–833 M) - Putra dari khalifah yang mulia: Harun ar Rasyid dari pernikahannya dengan seorang selir yang berasal dari negeri Iran.

Bayt al-Hikmah – Instritusi penterjemah, pusat perpustakaan dan lembaga penelitian di Baghdad, Irak, pada era kekhalifahan Abbasiyah di abad ke 9 M.

‘Venetian Boyish Beauty’ – penyebutan terhadap seorang pemuda belia tampan mempersona yang digandrungi oleh pria-pria yang lebih tua.

Sistina – Chapel Sistina (kapel/katedral) di Venesia yang dihiasi lukisan dan patung indah buah mahakarya Michaelangelo. http://www.vatican.va/various/cappelle/sistina_vr/

Michelangelo – bernama lengkap “Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni” (1475-1564 M) adalah seorang pematung termasyur dari Itali, pelukis, arsitek, penyair dan insinyur di jaman kejayaan Renaissance.

Plato – seorang filsuf di era yunani kuno (428 - 347 SM), dia juga seorang ahli matematik, dan murid filsuf kenamaan: Socrates.

Symposium – Karya tulisan adiluhung yang dibuat oleh Plato pada 385-380 SM, mengenai cinta, percintaan dan hakikat cinta.







Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...