Sunday, 7 November 2010

Aku dan Selingkuhan Istriku - Bag.6

BAGIAN PERTAMA - COPY PASTE LINK INI:
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/2010/11/aku-dan-selingkuhan-istriku-bag1.html

  ------------------------


Keesokan paginya aku terbangun paling pagi dengan tubuh yang masih terasa lemas dan tulang-tulangku seakan-akan lepas dari sendi-sendinya. Tapi sekarang aku sudah sepenuhnya sadar dan TERBEBAS dari pengaruh NARKOTIK.

Saat kulirik ke samping, kulihat Michael berbaring telanjang; dari caranya tidurpun terlihat dia seperti penguasa yang telah berhasil mengalahkan peperangan, dan menundukan sepasang suami istri sekaligus!.

Michael tidur telentang ditengah sambil tangannya memeluk aku yang berbaring disamping kiri  dan Mia disamping kanan; semuanya masih telanjang bulat.

Betul2 posisi yang mengukuhkan Michael sebagai “PEMILIK” kami berdua.

Semua kejadian kemarin dan tadi malam, hanyalah mimpi buruk akibat biusan NARKOTIKA Cocaine yang meracuni pikiran warasku,
Mimpi buruk itu harus kutanggung seumur hidupku sebagai pengorbananku!. Perlukah??!.

Dengan ragu aku melangkah keluar, membawa pakaianku dan kubuka pintu keluar dari kamar laknat itu.

Istriku bergumam setengah sadar: ”Kemana Mas?”

”Persetan ah!” aku berkata perlahan hampir tak terdengar.

Entah kenapa!.
Waktu kulihat Mia, saat itulah untuk pertama kalinya, aku mulai menyadari bahwa istriku, perkawinanku dan kesetiaanku TAK ADA gunanya!, TIDAK sepadan!..
Suami mana didunia ini yang mampu membiarkan semua kegilaan ini terjadi??.
Apakah semua ini masih perlu dipertahankan??!.

”Pelacur murahan” bisikan yang meluncur dari mulutku mengembalikan keberanian yang pernah hilang beberapa waktu untuk membuktikan pada Mia bahwa aku adalah suami yang bertanggung jawab dan patut dibanggakan oleh istriku.  

Tapi tadi malam aku merasa SUDAH BUKAN suaminya lagi!.
Aku hanya boneka yang dapat mereka permainkan sekehendak hati.

Saat melangkah masuk kedalam kamarku sendiri, kuacuhkan tetesan lendir sperma Michael yang terasa masih menetes keluar dari lubang anusku.
Aku langsung ke kamar mandi, dan aku membersihkan seluruh tubuhku berkali kali karena terasa kotor dan menjijikan yang berlepotan air mani Michael.


   ---------------------

PAGI  ITU aku bergegas pergi keluar rumah, dan sepanjang siang dan sore itu aku pergi berkeliling kota TANPA ARAH, sekedar untuk menghilangkan KEKALUTAN pikiranku.

SORE HARINYA aku pulang dan mendapati rumah dalam keadaan KOSONG.

Baru aku ingat, hari ini Mia, itriku pergi ke SURABAYA selama 5 hari untuk menghadiri sebuah konferensi. Mungkin Michael mengantarnya ke airport dan langsung bekerja di Gym.
Huh..., tiba tiba aku merasa rendah lagi mengingat Michael dan apa yang dia lakukan.

Aku masuk kamar dan MANDI untuk membersihkan badan, dan setelah itu hanya berbalutkan HANDUK yang membelit di pinggang, aku berbaring dan kembali tercenung.

Terus terang hatiku belum pernah merasa segundah seperti ini.

Haruskah kuceraikan istriku Mia?.
Akankah semua mimpi itu buyar sementara pengorbananku telah tumpah dan aku tidak mampu berbuat hal lain?.
Haruskah banyak hati yang terluka dan kecewa? Haruskah …

Akhirnya sore itu aku menelan 2 buah pil OBAT TIDUR sekaligus, lalu hanya berbalutkan handuk yang melilit di pinggang, aku langsung tidur pulas seperti orang pingsan.


   ---------------------

DIPERKOSA SELINGKUHAN ISTRIKU

Menjelang tengah malam, tiba tiba aku tersentak bangun dan terkejut setengah mati karena Michael membuka pintu dan masuk ke kamar pribadiku.

Huh!, mau apa dia??, pikirku.

Gimana tadi malem?. Loe puas kan udah tahu rasanya kontol gua?”  pertanyaan Michael tidak seperti yang kuharapkan.

Aku diam saja!.

Tanpa disangka sangka terjadi peristiwa yang sama sekali tak pernah kuduga sebelumnya!.

Michael mengunci pintu kamarku, melepaskan kaos, celananya jeans, lalu... , celana dalam dan..., dan..., sekarang dia  berdiri sepenuhnya TELANJANG BULAT, mempertontonkan bentuk tubuhnya atletisnya yang sempurna,

Gue pengen ngentot lagi!” kata Michael dengan pandangan bengis..

Aduh!, seandainya ada bunyi geledek saat itu, aku mungkin tak akan seterkejut seperti saat kudengar kalimatnya!.

Apa apaan nih?.

Aku tidak sempat berpikir apa apa karena dengan kecepatan yang tak terduga, Michael merengut kain handuk yang membelit di pinggangku dengan kasar. Kini aku telah benar-benar telanjang dan tubuhku didorong kasar sampai telentang.

Michael berkata lagi, "Loe bikin gue horny.lLiat nih kontol gue, basah. Gue pengen ngentot loe lagi."

Untuk itu aku berontak habis-habisan. Aku melawan dan aku tendang sebisaku apa yang bisa kutendang. Aku cakari Michael sampai tubuhnya terbaret berdarah.

Aku maki maki dia dengan kasar,
"Anjing kamu Michael. Babi, setan!",

Perlawananku malah memancing kemarahan Michael. Aku ditamparnya hingga bibirku pecah dan berdarah.

Dia memakiku,
"Dasar pelacur. Suami murahan. Homo pemuja kontol!", katanya dengan kasar sambil sekali lagi menampar wajahku.

Aku berontak dan kembali berusaha melawan, tapi kekuatanku tak sebanding dengan tenaga seorang laki laki muda yang berbadan lebih kekar dariku. Perlawananku menyebabkan kepalaku terdorong ke sudut dinding dengan  posisi tubuh yang TERPOJOK diantara dinding kamar,  menyulitkan gerakanku!.

Seluruh anggota tubuhku sepenuhnya berada dalam cengkraman kekuasaan Michael. Dan tak ada seorang pun yang berada di rumah ini yang bisa menolongku.

Pada saat itulah Michael kembali memperlihatkan foto2 saat sedang ngisep konto dia.
”Lo mau gue bikin terkenal dengan foto2 ini?” katanya

Ya ampuuuunnnn....!!!.
Apakah sudah takdirku akan diperkosa lagi oleh cowok selingkuhan istriku??!.

Dalam keadaan terpojok, Michael leluasa menguasai aku, sepasang pahanya yang kokoh menggeser kedua kakiku sampai terbuka lebar. Kulihat dia membasahi bagian duburku dengan air liur yang dia ludahkan beberapa kali, lalu digosok-gosokkan dengan jarinya sampai kuyup dan licin

Oh..., aku keburu lemas membayangkan penderitaan yang akan terjadi kalau aku ditusuk lagi oleh kontol sebesar milik Michael.  Tiba-tiba aku merinding dingin dan gemetar seluruh tubuhku, seakan badai kutub utara menyergapku. Seluruh saraf-saraf dan ototku mengejang.

Seakan aku hanya seonggok daging, Michael menyergap aku dibawah tindihan tubuh telanjangnya, dia bersiap memperkosaku!.

Aku takut sekali, tapi tak ada yang dapat menolongku.
Benar saja yang kutakutkan!.

Setelah melicinkan bibir duburku Michael bangkit dengan tangan kanan menggengam kontolnya dan tangan kiri membuka anusku.   Dengus nafas Michael terasa panas menerpa wajahku, dengus nafsu yang tak mungkin dihentikan..

BLESSSS....!!!!.
Tanpa ampun, Michael menghujamkan kontol bajanya ke dalam lubang anusku yang baru tadi malam diperawani oleh.

'AAARRGGHH...!!!!!" teriakku.
Sungguh sakit sekali rasanya. Lubang anusku yang ketat seakan robek diterjang kontol sebesar terong raksasa.

Michael mengerang saat kontolnya sudah terbenam seluruhnya,
"..AARRGGHH...!!!"
Ditatapnya mataku sambil berkata, "Memek loe enak sekali. Akhirnya, loe jadi milik gue lagi."

Hancur hatiku mendengarnya berkata seperti itu.
Sungguh tak kusangka Michael sampai dua kali melakukan perbuatan amat terhina itu terhadapku.

Segera kusadari bahwa perlakuan Michael terhadapku bukan hanya masalah nafsu, birahi atau seks saja, tapi masalah KEKUASAN dan PENGHINAAN.
Michael ingin menunjukan bahwa dia lebih berkuasa dari aku; untuk menghinaku dan merendahkanku habis habisan.

Dan Michael berhasil!.
Aku merasa harga diriku direndahkan dan mentalku dihancurkan sampai berkeping keping.

Rasa panas dan pedih pada bibir dan dinding anusku tak tertahankan. Secara naluriah aku berusaha berontak menghindar, tetapi justru membuatku semakin terkunci oleh jepitan paha kokohnya yang sambil terus menggerakkan pantatnya merangsek dan mendorong serta menarik kontolnya memompa anusku.

Kini aku benar-benar diperlakukan seperti anjing betina!,

Dalam keadaan tengkurap di tepian ranjang dibawah tindihan tubuh kekar Michael. Aku digiring untuk menerima perlakuan sodomi pada duburku. Aku terguncang-guncang oleh sodokkan ritmisnya. Anusku terasa sangat panas seperti kena cabe dan pedihnya luar biasa.  

Kembali aku menangis.
Aku melolong karena rasa sakit yang amat sangat dan amat luar biasa..

Michael menikmati sekali apa yang dia reguk dari tubuhku.
Sambil terus menyodomi analku, dia memeluk aku dari belakang, menciumi kudukku habis-habisan sambil tangannya merangkul tubuhku dan meremasi dada bidangku. Kudengar nafasnya yang mengendus dengan buas menyertai nafsu birahinya yang benar-benar telah menjadi binatang liar yang tak terkendali lagi.

Michael ternyata seorang pejantan yang sangat professional...!.
Kedahsyatan ukuran kontolnya yang gede dan kelihaian permainan tusukannya merangsang PROSTAT dan seluruh syaraf2 sensitif di dalam saluran anusku.
,
Diluar kendali dan kehendakku, aku merasa kegatalan birahi yang sangat pada lubang anusku dan membuat gairahku bergolak, meledak-ledak. Tak kuduga perlakuan kasar Michael telah memancing nafsu birahiku dengan dahsyat.

Aku dipermainkan oleh gelombang sentuhan erotisnya. Aku tergiring untuk memasuki wilayah peka birahi yang demikian dahsyat dan sangat terangsang secara seksual.

Aku jadi sangat bernafsu.  Saluran duburku kurasakan menjadi sangat peka terhadap gesekan kontolnya.. Aku sudah demikian kegilaan..

Michael ternyata seorang profesional yang mampu merubahku, dari seorang suami menjadi budak nafsu!. 

Ya, aku merasakan sensasi sebagai budak-nafsu Michael.
Kini aku menjadi pihak yang mulai menuntut. Aku ingin Michael menumpahkan seluruh nafsunya ke tubuhku. Setiap tindakan kasarnya menambah nikmat birahiku.

Keinginan untuk menyerah sebagai budak taklukan Michael merupakan ungkapan yang sangat sensasional untuk memuaskan birahiku.

Aku ingin direndahkan!.
Aku ingin dihina!.
Aku ingin dijajah oleh Michael!.
Aku bahkan ingin disakiti dia!.

Terus terang, disetubuhi secara brutal oleh Michael tiba-tiba menjadi sensasi birahi yang menggelegak menghantam sanubari nafsuku. Aku merasakan birahi nikmat merasakan gempuran kontol raksasanya. Aaaghhh,,, Aku, merinding dan bergetar merasakan pergesekan daging keras didalam lubang pantatku yang teramat merangsang nafsu birahiku.

”Lo emang dasarnya Homo yg doyan kontol”
”Ayo bilang. Elo suka kontol gua!”

Aku megap-megap mengejar nafasku karena perbuatan Michael ini. Kini situasinya jadi berbalik. Kini aku yang justru menginginkan Michael dalam arti sesungguhnya. Ingin dia memperkosaku habis-habisan. Kini aku berubah seperti hewan betina yang menunggu dilahap rakus oleh pejantanku.

”Oohhh.., Mia, maafkan aku, ini bukan salahku, Mia. Kenapa kau biarkan dia memasuki kehidupan kita.” 

”Oohhhh, ampuni aku Mia..”
Demikian aku menangisi nasibku, atau mensyukuri kenikmatanku(?)

Michael tahu aku telah berada di wilayah kenikmatan birahiku dan tak akan mungkin menolak yang membuatku kehilangan kenikmatan itu. Kontolnya terus dipompakan secara teratur dan cepat menembusi lubang duburku.

Dan inilah yang diharapkan Michael, sebagai tanda telah mampu menundukkanku.

"Elo emang doyan kontol hah?. Loe enak?. Loe puas?.,Aaaggghhh..", racau Michael sambil menahan birahinya sendiri yang sudah demikian tak terkendali.

Tetapi ucapan Michael sama sekali tidak salah!.
Aku memang merasakan enak dan nikmatnya pemerkosaan ini. Bahkan kini aku benar-benar menggoyang-goyangkan pantatku karena kenikmatan yang menimpa diriku. Dan racauan mulutku mengalir menyahuti menyemangati racauan Michael,

"Ya Michael..,.., enhhaakk.., terusszzhh. Aaagghhh.".

Saat kontol raksasa itu terus mempercepat pompaannya, kurasakan panas dan pedih yang merobek-robek lubang pantatku. Aku terguncang-guncang di atas ranjang pengantinku sambil meraung kesakitan.

Aku merasakan betapa sodomi ini begitu menyiksaku dan sekaligus MEMBAHAGIAKANKU. Kepalaku langsung pening, mataku terasa gelap ber-kunang-kunang. Kuremasi pinggiran kasurku dalam upaya menahan kepedihan dan kenikmatan yang bercampur aduk.

Wajah Michael terlihat bangga karena telah berhasil menjadikan aku jadi miliknya.

Walaupun aku mencoba melawan, namun gelombang kenikmatannya semakin bertambah besar dan aku tak mampu menyembunyikan kenikmatan yang mendera tubuhku dari gempuran kontolnya.

”Ampuuuun..... Aku telah berubah jadi seorang homoseks???'  

Aku merasa sangat dipermalukan, disodomi oleh selingkuhan istriku sendiri. Tapi aku juga malah merasa bahwa hal itu justru merangsang nafsu birahiku sampai aku dibutakan oleh nafsu dan mulai berpikir dengan kontolku. Mulutku meracau dan menyemangati Michael.

Aku ingin merasakan sakit akibat disodomi, aku ingin diperkosa oleh Michael.
"Aagghh.. Entot terus Michael.. Oogghh.. Lebih keras.. Hhoohh.. Enak banget Michael.. Aagghh.."

Michael tidak terkejut mendengar omonganku. Dia tersenyum, puas sekali melihat PERUBAHAN SEKSUALITASKU.

"Hhoohh.. Loe suka kontol gua kan? hhoosshh.. Rasakan kontol gua..”
”Aahh.. gue ngentotin loe kayak bini elo..”
”Aagghh.. Gua bakal ngecrot di pantat loe.. Aahh.. Hhoosshh.."

Pejuhku memaksa naik dan akhirnya tersembur keluar lewat lubang kontolku.
Pejuh Michael menyemprot deras ke dalam perutku

Dan secara bersamaan, aku dan Michael terlontar ke puncak KLIMAKS yang maha dahsyat!..
 CCROOT!! CROOTT!! CCRROOTT!!

JROOOT...!. JROOOTT.... !. JROOOTTTT...!!..

Dan akhirnya semua berhenti.
Aku berbaring terlentang kehabisan tenaga
Michael lunglai. Tubuhnya  ambruk menindih tubuhku dengan keringatnya yang mengalir deras. http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Beberapa menit aku barbaring diam dengan batang  batang kontol Michael tertanam di dalam tubuhku.


   ---------------------

Setelah sekian lama, Michael mencabut kontolnya, lalu dia memegang mulutku dengan kedua tangannya pada rahang bawah dan rahang atas.  Kupikir dia akan melumat bibirku, tapi ternyata dipaksakannya aku membuka mulutku. 

Kemudian dia ludahi mulutku.

Ya bukan sekedar mengeluarkan air liur, tapi meludah!. Dia ludahi lagi.
Dia ludahi terus mulutku. Dia gumpalkan air liurnya ke bibirnya kemudian diludahkannya kemulutku.

Dan setiap kali dia membuang ludahnya ke mulutku, setiap kali pula aku gelagapan menelan ludahnya sampai terminum semuanya....
Semua itu dia lakukan untuk menunjukan kekuasaan dia terhadapku!.

“Hey, loe mau ini juga?”
Michael berkata sambil menunjukan lelehan sisa sperma yang bergantung dari ujung kontolnya yang masih ngaceng. 

Aku bergidik ketakutan.
Ngeri kalau aku benar benar dipaksa untuk mematuhi perintah laki laki itu..

Dan ternyata Michael tidak cuma bicara. Dia mulai bertindak!. Mendadak dia merangkaki tubuhku, berlutut diatas dadaku dan tanpa disangka sangka, kepalaku dipeluk, menahan wajahku agar tetap pada posisi itu, lalu dia menyodorkan kontolnya ke wajahku dan ingin menjejalkan ke mulutku.

Sungguh mati, kali ini aku sangat jijik menghadapi ini.
Ini lebih keterlaluan!. Aku sangat jijik!.

Kalau hanya disuruh ngisep kontol, mungkin aku tak ketakutan, karena kemarinpun Michael pernah memaksaku, tapi sekarang berbeda!, karena Michael menyuruhku melahap kontol yang  barusan dia pakai untuk mengaduk aduk lubang duburku, tempat pembuangan kotoran dari tubuhku!.

Kontol Michael terlihat masih basah kuyup oleh lendir spermanya yang tercampur dengan cairan kental dari dalam anusku!, menjijikan!.

Aku mati-matian berontak, berusaha menolak.
Hanya binatang saja yang diperlakukan semacam ini.

Tetapi Michael jadi demikian terbakar nafsunya melihat ketidak berdayaanku, Dia tidak memintaku. Dia memaksaku!.
Dia telah berhasil mensodomiku, dan kini dia akan memaksa mulutku untuk menerima penghinaan terbesar dari dirinya.

Ini tragedi manusia yang paling memilukan!.

Dan Michael memiliki banyak cara. Kedua pahanya yang kokoh memenjarakan tubuhku. Dia pencet hidungku hingga aku kesulitan mengambil nafas sampai mulutku terpaksa kubuka untuk bernafas. Pada saat itu kontolnya yang basah berlepotan langsung disodokkan dan dijejalkan ke mulutku.

Reaksi pertamaku adalah gelagapan dan rasa muak yang tak terhingga. Aku mau muntah.

Tetapi perlawanku seketika hancur ketika Michael dengan tiba-tiba dan sangat kurang ajar meraih kepalaku, menjambak rambutku dan kemudian menampar pipiku.
Kali ini aku sungguh-sunguh merasa direndahkan harga diriku. Setelah aku diperkosa, disodomi barusan, dan aduh!, sekarang harus melahap kejijikan itu?.

Tetapi Michael sudah kerasukan setan.
Dan yang hadir pada diriku kini bukan lagi gengsi tetapi ketakutan yang amat sangat pada orang yang kerasukan setan. Aku terpaksa membiarkan kontolnya disodok-sodokkan ke mulutku.

Aku pasif, tidak menggerakkan mulutku sama sekali, tetapi Michael kembali menamparku:

"Ayo, isep..isep kontol enak, kulum, ayo, enak ini..".

Aku tercenung dengan mata kosong. Antara ketakutan dan rasa jijik yang sangat, tapi akhirnya terpaksa aku mengulum kontolnya yang basah berlepotan air mani dan cairan lubang dubur.

Aku menggerakkan bibirku. Aku menjilatinya.
Rasa asin yang menyergap lidahku membuat aku terkaget.

Tetapi Michael sama sekali tak memberikanku ruang untuk berubah pikiran. Kontolnya sedikit demi sedikt dijebloskan ke mulutku hingga menyentuh tenggorokanku. Kemudian ditariknya sedikit untuk kembali dijebloskannya lagi, demikian dia ulang-ulanginya hingga aku mulai ber-adaptasi.

Kontol Michael tertanam jauh didalam tenggorokanku...
Kontol milik pujaanku, majikanku, pejantan-ku!..,

Aroma sekitar selangkangannya yang semula sangat membuatku mual kini tak terasa lagi. Rasa jijikku menyurut.
~ dan aku melupakan Mia, istriku yang saat itu tak menyadari semua kejadian ini karena sedang berada di Surabaya.

Entah berapa lama mulutku dientoti tanpa henti oleh Michael.....
Mendadak Michael tancapkan kontolnya semakin masuk kedalam tenggorokkanku; BAU KONTOL dan cairan lengket dari dalam anusku terasa pekat dilidahku, tapi Michael menghantamku semakin serampangan dan akhirnya.....

Michael memuntahkan lagi lahar panas AIR MANI kedua kalinya yang langsung membanjiri mulutku disertai dengan seruan lepas birahinya dengan sekeras-kerasnya.
“Jebrott...!, jebrott...!, jebrott...!”

Dia berteriak histeris, melolong bak ANJING JANTAN yang telah MEMUASI BETINANYA. Dia puncratkan sperma hangatnya jauh kedalam tenggorokanku.

Lendir sperma yang panas itu berhamburan membanjiri mulutku dan Michael terus menekan kepalaku semakin keras, sehingga otomatis aku harus mereguk dan menelan cairan pejuh Michael.

Ayo minum semua
Kudengar dia berkata dan terus menyemburkan benih-benih sperma ke dalam mulutku.   Berliter liter rasanya kuteguk cairan kental dari laki laki pemilik tubuhku..

Aku tak berdaya. Terpaksa melahap cairan sperma yang terasa kental, licin, hangat, berbau khas sperma dan agak asin dan lumayan enaaaaaak rasanya...., 

Inilah bukti kekalahan totalku pada Michael!.

Aku bersyukur semuanya telah selesai dan Michael melepaskanku dari cengkraman kekuasaannya.  

Tetapi caranya sungguh menunjukkan kekurang-ajarannya. Tanpa memperhatikan keadaanku, tanpa ada omongan apa apa Michael mencabut kontolnya dari mulutku dan beranjak memakai celana jeans yang tergeletak dilantai dan kemudian dengan se-enaknya dia bilang: "Thanks Arya, Gua puas banget ".

Demikian kering kata-katanya, seolah apa yang telah terjadi bukan hal yang luar biasa. Mulai sekarang, lo jadipelacurgue, dan kalo Tante Mia pergiloe yang bakal gue entotin, gantiin bini loe!. Loe jadi betina gue!” 

Ya Tuhan..., ancaman apalagi ini?.
Kemudian sama sekali tanpa menunggu reaksiku, dengan cepat dia meninggalkanku dalam kebingungan.

Kini dia merasa sepertinya pahlawan yang meninggalkan musuhnya yang sedang sekarat, dia pergi begitu saja tanpa tanda-tanda dan jejak kecuali hatiku yang terluka dan bimbang.

Dasar bajingan kamu, Michael.


   ---------------------

Pikiranku sungguh kacau dan kalut.

Haruskah kuceraikan Mia?

Terlintas wajah kedua orang tuaku yang akan kukorbankan seandainya aku menceraikan Mia. Terbayang penderitaan yang akan menghadang pada teteh-tetehku yang sangat menyayangiku, wajah adiku yang banyak mengalah, wajah ponakanku dan wajah semua saudaraku.

Mereka begitu membanggakan aku dan menganggap aku sebagai seorang anak, kakak, adik yang bertanggung jawab dan mau berkorban demi keluarga, yang selalu dijadikan contoh…

Yaa Tuhan apa yang akan terjadi kalau mereka tahu kenyataannya.

Aduh!!. Aaku muak dengan diriku sendiri yang begitu mudah ditaklukan Michael.
Dan tiba-tiba rasa gelisahku sejak tadi pagi berubah jadi DERITA dan siksa.
Rasa percaya diriku kurasakan oleng. Aku kehilangan ketegaranku!.

Aku benar-benar sudah tak kuat lagi.
Aku sudah tak tahan.
Aku sudah lelah.
Dalam keputusasaan bahkan ingin kuakhiri saja hidupku yang tidak mempunyai guna.

Tapi akankah KEMATIAN bisa mengakhiri segalanya?.
Bisakah kematian membawaku terbang kelangit biru dan melepas semua lukaku?.

Bisakah kematian memberi sebuah arti? Ataukah ia hanya akan memberiku sebuah isak tangis dan tatap sesal dari para pelayat?


   ---------------------

Tapi dari semua pikiran itu ADA SATU yang sungguh sungguh teramat sangat menggangguku!, karena aku juga ternyata MEMBAYANGKAN MICHAEL...

Michael sudah 2 kali melampiaskan nafsu hewaninya untuk menghina dan merendahkan aku dengan cara MEMPERKOSA TANPA khawatir aku akan menolak karena dia tahu aku takut kehilangan istriku. 

Tapi benarkah aku diperkosa?,

Kalau tadi aku bisa klimaks saat merasakan kedahsyatan kontol Michael, apakah itu  pemerkosaan?. 

Aku bimbang!,
Sungguh bingung dengan situasi ganjil ini...

Kekasaran cara dia memperlakukan aku justru memberiku SENSASI SEKSUAL yang tak pernah terbayangkan sebelumnya!. 

Sebelumnya aku tak pernah tahu kalau seorang lelaki ternyata bisa DIBERI KENIKMATAN SEKSUAL dan kepuasan syahwat oleh kebiadaban nafsu birahi sesama lelaki...
Dan lelaki itu adalah Michael, selingkuhan istriku!.

Aku bimbang...!.
Kenapa aku merindukan Michael dan keperkasaan dirinya?!.


   ---------------------

AKU KABUR

Akhirnya aku beranjak keluar rumah dan pergi menuju rumah sahabatku RAFLI.

Kulihat di rumahnya Rafli sedang bersama pacar barunya Rafli, seorang COWOK MUDA yang lumayan ganteng.  Rafli menyuruh pemuda itu berkenalan denganku.

”Saya Andika” kata pacar Rafli sambil mengulurkan tangannya.

”Arya” sahutku pendek dan menyalami tangannya

”Mas Arya, teman kantor Kak Rafli?” tanyanya

”Oh, bukan. Kami dulu pernah satu kampus”

 Setelah Andika pamit untuk mandi karena harus berangkat kuliah, Rafli mengajak aku ke teras depan.

Tapi saat itu, aku tidak bisa menyembunyikan tampangku yang acak-acakan dan pikiranku yang  sedang kalut sehingga Rafli langsung tahu ada sesuatu yang terjadi denganku apalagi aku langsung melemparkan tubuhku keatas kursi sambil terguguk menahan tangis.

"Arya, ada apa lagi?" Ia bergegas menghampiriku dengan wajah cemas.

Dipegangnya pundakku dengan rasa khawatir. Aku terus menunduk dan menyembunyikan wajahku di dalamnya. Kutahan dengan kuat suara tangisku namun guncangan di bahuku tak akan menipu Rafli.

"Arya, kamu kenapa?" Rafli terus bertanya, nadanya kelihatan semakin cemas.

Aku tetap diam seribu bahasa. Tak akan ada yang bisa membantuku, tak ada!.

Rafli terlihat semakin bingung.
Di raihnya aku supaya duduk lalu dia cengkramnya pundakku dengan erat.

Kulihat matanya berkaca-kaca. Aku hanya menatapnya dengan nafas tersengal-sengal menahan tangis dan rasa sesak didada. Tapi aku TIDAK MUNGKIN menceritakan kejadian sebenarnya pada siapapun, juga tidak pada sahabat terbaikku.  http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

"Arya, kenapa…" Suaranya terdengar bergetar.
Melihatku yang hanya diam dengan tubuh terguncang dan nafas yang tersengal Rafli makin memper-erat cengkramannya..

Sesaat kami hanya saling memandang. Bibir Rafli kulihat bergetar seperti hendak mengatakan sesuatu…tapi tak ada suara yang keluar, Rafli malah memeluku dengan erat. Tak ada reaksi dariku, Rafli kelihatan semakin cemas.

"Arya, jangan seperti ini!. Keluarkan saja tangismu kalau itu akan meringankanmu" Erat sekali Rafli memeluk tubuhku.Tidak apa apa lelaki menangis Arya

Wajah tampan Rafli tersenyum tulus.
Baru kusadari bahwa di umur yang ke-25 tahun, Rafli adalah lelaki yang tampan!. 

"Aryaaku tak bisa melihat orang yang kucintai menanggung beban seperti ini…” Suara lembut namun tetap terdengar jelas itu seakan membuaiku.

Ingin aku meresponnya, tapi... Mulutku seakan kering, lidahku serasa keluh, tak mampu bersuara.
Aku sadar Rafli tidak akan mampu menolong aku, maka aku tetap bertekad tidak akan menceritakan kejadian sebenarnya pada dia.

"Kamu kan  tahu aku tetap mencintai kamu...??" katanya sambil tersenyum.
Seulas senyum yang hangat dan tulus. Senyum yang apa adanya, tidak dibuat-buat. Senyum yang berasal dari hatinya.... Atau apakah lebih tepat disebut senyum yang terkembang karena dia memang menyayangi aku.

"Sudahlah Arya!" Rafli melepaskan pelukannya.
Kemudian dia memegang kepalaku. "Lepaskan semua…" 

Lalu dia berkataAku akan lakukan APA SAJA untuk membantu kamu Arya

Degh!.
Aku terkejut mendekar kalimat terakhir Rafli.
Tentu tak sengaja!
Rafli tak sengaja saat menyebut kata”APA SAJA”.

Akankah Rafli melakukan APA SAJA, bila dia tahu akibat yang terjadi saat kukatakan’APA SAJA pada Mia dan Michael?

Akankah Rafli?,

Terus kupandangi wajah tampannya dan akhirnya aku tak kuat lagi menanggung beban, lalu aku segera berpamitan dan sore itu aku bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar, mandi dan tertidur dengan pulasnya.


   ---------------------

Bersambung ke bagian-7
COPY PASTE LINK INI:
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/2010/11/aku-dan-selingkuhan-istriku-bag7-tamat.html


2 comments:

  1. yang nulis cerita mana??? Kenapa selama 1 bln ceritanya kok itu2 aja... cape tau bolak balik ngecek nie blog...usul nieh gimana kalau 1 cerita di buat bersambung ampe part 30 jd genap 1 bln (ngarep mode on)...huhuhu biar ngak sia2 buka nie blog...

    ReplyDelete
  2. agara gara ga sengaja ngintip putruku ml dg suaminya....kepergok menantuku_aku dientot habis2an saat ada kesempatan anakku pulang kampung lebih dulu.ternyata bener2 bikin nyerah dan ketagihan, skrg sy ga lengkap lg sbg laki2 tp gak apakeikmatan itu sebanding dgn pelecehan mantuku yg semakin kurang ajar kl lg mau

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...