Tuesday, 26 July 2011

Kejadian ter-nista: ABANG dan GUE - (Bag-1 - Lihat Bag-2 diatas)

Gue berasal dari suatu keluarga yang menurut gue sih cukup lah. Malahan waktu bokap masih kerja boleh dibilang lebih dari cukup.

Kita sekeluarga tinggal di SURABAYA. Bokap dan nyokap nikah tahun 1987. Tujuh bulan kemudian nyokap ngelahirin baby pertama, cewe, kembar, tapi lahir prematur dan akhirnya meninggal waktu masih bayi.

Barulah di 1989 nyokap bisa sukses lahirin Abang sulung gue dalam keadaan sehat walafiat, namanya ”LEO” - (Leo Abiyasa)

Setahun kemudian, pada tahun 1990, barulah lahir kakak gue, cewek, namanya ”GITA” – (Sagita (sagitarius) Cahyaning)

3 tahun kemudian, atau 4 tahun setelah Abang, gue lahir pada tahun 1993 dan gue diberi nama yang keren, yaitu ”Aries Bahuraksa” – dan gue sering disebut ARIS.

Kelahiran gue emang diharapkan. Maksudnya, bonyok emang berharap punya anak cowok lagi. Makanya waktu gue lahir, sambutannya meriah (Hohoho. kayak yg tau aja).



Jadi sekarang ini, umur Bang Leo 22 tahun.
Kak Gita 21 tahun.
Dan gue sebagai anak bungsu yang cowok berumur 18 tahun.

Kakak sulung gue, Bang Leo merupakan anak pertama, cowok, dan didapat setelah kehilangan bayi kembar cewek pertama yang lahir prematur, makanya ABANG jadi anak yang PALING DISAYANG dan dimanja di keluarga gue. Waktu nenek masih hidup dulu pernah bilang kalo waktu kecil apa yang diminta Abang selalu dikasih ortu dan juga keluarga yg lain.

Mungkin karena gue adik yang satu2nya cowok, pada awalnya DULU sih Abang BAEK BANGET ke gue. Sejak gue gue masuk kelas 1 SD, gue selalu berangkat bareng ke sekolah sama Abang yang udah kelas 5, dan Abang selalu jalan sambil nuntun pegang tangan gue.

Karena gue dan Abang se-kamar, kalo pagi2 kita suka mandi bareng, dia bantuin gue keramas rambut dan Abang juga sering bantuin bikin PR.
Kalo Abang punya majalah Bobo yg baru dia sering certain ke gue. Di sekolah Abang jadi pelindung, kalo gue ribut sama temen atau anak2 yang lebih gede, Abang selalu ngebela gue.

Intinya, waktu kecil itu, hubungan Abang AKRAB BANGET sama gue, adik bungsunya..

Pernah ada kejadian, gue gak sengaja pecahin Televisi. (Ya elah,k namanya juga gue masih kecil). Tapi bokap malah marah abis!, Ya, hancurlah gue ditabok dan ditendang Bokap sampe kesakitan dan nangis.

Waktu itu Abang nekad ngebela gue dari ‘siksaan’ bokap, tapi akibatnya Abang juga ikut kena digamparin sama bokap.

Gue nangis terus di kamar, Abang. Gue inget banget abang ikutan nangis dan berusaha hibur gue. Abang pelukin badan gue sambil tiduran. Gue tau waktu itu Abang kasian banget ke gue.

Sejak kejadian itu, hubungan gue makin deket aja sama Abang. Semua kemauan gue selalu dia turutin. Gue malah jadi kebiasaan DIKELONIN Abang sambil selalu minta tidur DIPELUK sama Abang..


   -----------------------------------------------   

BAGIAN - 2
KELAKUAN ABANG MULAI NGE-BETE-IN

Yah gitu deh, pokoknya waktu dulu itu Abang dan gue DEKET BANGET. Dan gue ngerasa Abang bener2 sayang ke gue (paling enggak sampe gue naek ke kelas 3 SD).

Kenapa gue bilang gitu?. Karena waktu gue naek kelas 3 SD, Abang masuk ke kelas 1 SMP, tapi sayangnya dia diterima di SMP yang gak favorit.  Di sekolah situ banyak anak2 yang gak beres dan malah bikin Abang justru jadi males belajar. Efeknya, Abang bergaul sama mereka-mereka jadi kebawa gaya hidup BENGAL dan BEGUNDAL. Abang mulai kenal yang namanya rokok dan nge-bir .



Di SMP, prestasi sekolah Abang mulai menurun banget. Sementara anak temen2 bokap yang seumuran abang justru bersinar. Abang pun dibanding2in. Bokap juga merasa kecewa banget gak bisa banggain abang, yang adalah harapan beliau, ke temen2nya, yang mana temen2nnya (gue yakin) selalu pamerin prestasi anak2nya, entah bener atau gak.

Walaupun sejak kecil kami tumbuh dan besar secara bersamaan akan tetapi mungkin juga karena perbedaan umur 3 tahun, semua sifat dan keinginan Abang dan gue mulai ada perbedaan. Dan perbedaan-perbedaan itu semakin nampak sejak kami beranjak menjadi remaja, sehingga gue ngerasa hubungan gue dengan Abang makin jauh dan makin tidak akrab. Kita jalan masing-masing saja.

   -----------------------------------------------  


BAGIAN - 3

Abang sebenernya anak yang pinter, tapi karena malas belajar dan brengsek, otomasis waktu masuk SMU juga Abang makin BRENGSEK.


Di SMU Abang mulai kenal yang namanya MIRAS dan dia doyan MABUK-MABUKAN. Dan gue rasa juga SEX BEBAS dengan cewek2 bispak.   http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Gue dan Abang juga makin sering CEKCOK. Kami sama sama punya rasa EGO yang keras, sehingga tidak mau saling mengalah walaupun kami bersaudara sekalipun. Akibatnya, karena kekerasan hati kamilah yang membuatnya kadang kami tidak bertegur sapa.

Memang biasanya adik kakak yang bersaudara itu pasti rukun, kadang pergi bersama-sama dan sebagainya, akan tetapi sebaliknya dengan diri kami berdua ini, kadang rukun hanya sebentar kemudian bertengkar lagi, dan kalau boleh diambil persentasenya antara kami rukun atau jalan bersama dengan pertengkaran kami sebanding 20:80, jadi lebih banyak ketidak sesuaian pendapat dari pada kecocokan kami.

Abang juga makin jadi GALAK BANGET, sering ngambek dan suka JITAKIN kepala gua.

Sehingga sejak gue masuk ke SMP diputuskan oleh orang tua kami untuk memisahkan kami mulai dari kamar tidur dan lain sebagainya agar kami tidak selalu bertengkar saja.

Prestasi sekolah Abang di SMU MENURUN banget. Sementara anak temen2 bokap yang seumuran Abang justru bersinar. Abang pun dibanding2in. Bokap-Nyokap juga merasa kecewa banget gak bisa banggain Abang, yang adalah harapan beliau2, ke temen2nya, yang mana temen2nnya (gue yakin) selalu pamerin prestasi anak2nya, entah bener atau gak.

Meanwhile, prestasi gue di sekolah berbanding terbalik ma Abang. Dan Bokap Nyokap (kayaknya) mulai menaruh harapan besar sama gue.

Sejak saat itu juga gue makin jadi MUSUH buat Abang. Gue merasa Abang semakin MENJAUH dan menganggap gue SAINGAN yg harus disingkirin.
Abang keliatan banget lebih sayang ke kakak cewek gue, GITA.

Sejak di SMP, gue hidup tanpa bantuan Abang. Gue berjuang sendiri. Ada PR susah pun gue kerjain sendiri gak tanya2 lagi. Rasa IRI sangat2 ada dalam hati gue waktu liat temen2 gue seangkatan yang sering kali ceritain persahabatannya ma kakak-kakak mereka. Apalagi banyak juga temen2 gue, yang satu sekolahan sama kakak-kakak mereka.

Abang  makin TAMBAH JAUH lagi setelah dia sempat GAK NAEK KELAS di SMU. Dia makin sering mabuk2an minuman alkohol dan ketauan ngobat GANJA dll sampe HAMPIR DIKELUARIN dari sekolah.

   -----------------------------------------------  

ABANG PINDAH KE JOGJA

Untungnya sebelon telat, Bokap kirim Abang ke JOGJA, ke PAMAN gue yg adalah TNI yg hidup di kompleks ABRI. Menurut bokap waktu itu, dengan ditiitipkan ke Paman, Abang bakalan berubah. Ditempa gitu di JOGJA sono sambil menyelesaikan sekolahnya di kelas 3 SMU.

Waktu itu gue baru aja lulus dari kelas 3 SMP dan kami pun terpisah jarak. Kami hanya berhubungan melalui surat, email. Terkadang telepon kalau kangen banget (especially nyokap. Gue mah dikit2 aja ngomongnya. (Musuhan kan').

Gue juga merasa HUBUNGAN PERSAUDARAAN kami CUMA DIATAS KERTAS aja. Karena pada kenyataannya gue bahkan sama sekali gak pernah lagi dapat perhatian Abang sebagai seorang adek.


   -----------------------------------------------  

“MAEN BURUNG2AN” DENGAN TEMAN2

Gue mulai mengenal hubungan sesama jenis sebenernya dari kecil dengan STEVEN dan TOMMY, mereka adik-kakak tetangga deket rumah gue. Waktu gue baru sekolah di SMP, STEVEN nemuin permainan yg asik banget. Namanya burung2an. (Hahahaha).

Waktu itu rumah Steven kosong. Dia panggil gue maen ke sana. Siang2 pulang sekolah gitu.
Nah!. Nyampe di rumah Steven, dia ngajakin gue MAEN PERKOSAAN.

Ceritanya gue disuruh jalan di depan. Dia pura-puranya ngerampok gue dan lalu dia perkosa gue. Gue dibuka bajunya trus ditindihin. Waww!. Karena maennya pake TELANJANG, otomatis KONTOL kami bertemu.

Saling menggesek gesek kontol menimbulkan sensasi nikmat yang menggelinjang buat anak kecil yg masih remaja!. Terjadilah DRY ORGASME.  (Wakakakakak).

Enak maen gosok2an kontol, nikmat, puas dan mau lagi. Setelah ronde pertama, kami putuskan gak perlu pake acara akting perkosa, langsung aja tindih2an dan gesek2. We called it "MAEN BURUNG2AN". (Wakakakakka. Goblok ya?).

Gak puas sama Steven, besoknya gue ajarin TOMMY maen.
Tommy itu ADIKNYA STEVEN dan umurnya 1 tahun lebih muda.

Whew!. Lucu juga. Maksud gue ngajarin TOMMY itu sembunyi2 biar Steven (kakaknya) gak tau (jujur gue lebih suka Tommy daripada Steven karena mukanya lebih imut), tapi berhubung gak ada tempat laen, akhirnya gue ngajarin Tommy di rumahnya. Jadi gue ngajarin Tommy di depan Steven.    http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Lama2 kita malah maen bertiga.

Anehnya, gue selalu enjoy banget NONTON adik-kakak Steven sama Tommy MAEN BARENG. Gak tau kenapa, gue seneng aja setiap ngeliat kakak-beradik itu BERGUMUL TELANJANG.
Gue selalu ngerasa kepikiran tiap nonton 2 cowok yang BERSAUDARA KANDUNG itu sedang bercumbu. (Whew!).

Waktu itu, kita bertiga BELUM TAHU dan gak kepikiran bahwa hal itu sebenarnya permainan HOMOSEKS seperti cowok Gay.

Yang jelas, permainan ini kami lakuin beberapa kali selama sekolah di SMP. Setelah masuk SMA hal itu tidak lagi kita lakukan karena Steven, Tommy dan keluarganya pindah ke Semarang.

Itulah awalnya gue kenal hubungan sejenis.


   -----------------------------------------------  

MULAI BERANI KE COWOK

Gue yakin kalo gue KAGAK punya bakat Gay dari sononya, tapi hari berganti hari, gue ternyata lebih cenderung suka sama cowok daripada sama cewe. Gak bisa enggak!, soalnya dari masa remaja udah belajar “Maen Burung2an” dengan Steven dan adeknyaTommy, akibatnya dalam setiap sesi COLI, yang terbayang cuma kontol, kontol dan kontol. Hohoho.

Namanya juga remaja yang lagi PUBER dan dipenuhi oeh rasa PENASARAN, waktu di SMU, gue juga sering nafsu ngeliat temen2 di SMA terutama yang gayanya macho, cowok banget, straight, cakep dan gagah.

   ----------------------------------------------


GILANG – TEMAN SEKOLAH GUE

Di SMU itulah, gue mulai lagi naksir cowok2 teman sekolah gue.  Contohnya dengan GILANG,  anak tim basket temen sekolah gue..

Awalnya gue sering menyaksikan keindahan tubuh Gilang yang suka telanjang dada waktu maen basket di sekolah.

Gak tau, gue selalu pengeeeeeeeeeennnnnnn bgt pegang “barangnya” Gilang. Menurut gue si Gilang tuh gagah dan sexy banget. Pokoknya Gilang itu cowok sejati banget .(I like him).


Tiap kali ketemu tu mata gue gak lepas dari yang namanya SELANGKANGAN Gilang yg terlihat sexy menonjol. Kadang gue pura2 mengalihkan pandangan, tapi dalam hitungan detik udah ganti fokus lagi ke selangkangan Gilang.

Sekali waktu abis maen basket, kita berdua lagi ganti pakean di ruang ganti di sekolah. Gak tau kenapa, gue bener-bener lagi nafsu banget ke Gilang, dan waktu kita berdua ke Urinoir, gue ngeliatin kontol Gilang yang lagi kencing di sebelah.

Padahal gue barusan mandi. Tapi gue keringetan. (Yaeyalah, namanya keringet dingin karena nervous yang teramat sangat). Gue pengen banget megang kontol Gilang... 

Gilang heran liat gue perhatiin kontol dia terus, dan gue langsung frontal terus terang ke Gilang. Gak pake yang namanya basa-basi.

”Gue liat kontol elu donk Lang” kata gue terus terang.

Dia kaget!.
Otomatis dia NOLAK donk.
Dari situ dia kayaknya ngerti kalo gue doyan kontol cowok.

Aduh!, gue malu banget waktu itu.

   -----------------------------------------------  

Tapi tanpa disangka, waktu pulang sekolah ngedadak Gilang ngomong: .  
“Lu masih mau Ris?”

Gua Kaget banget, tapi gua pura2 gak ngerti.
“Mau apa?”.

“Ngeliat titit gue??” katanya dengan ragu dan malu2.

Gue cuma ngangguk aja.

“Ya udah, lu ikut pulang bareng ke rumah gue deh Ris” katanya.

Trus, waktu sampe di kamarnya, Gilang langsung plorotin celananya ….. Kontolnya yang masih lemes.
Tapi waktu gue berusaha merogoh dengan tangan gue, ternyata sekali lagi Gilang MENOLAK :”Tadi katanya, elu cuma mau ngeliat doang?”.

“Emang elu nafsu liat kontol gua?” Gilang tanya. (mungkin karena waktu itu dia belum ngerti yang namanya homoseks)

Gua ngangguk lagi.
Trus dia saranin gue COLI sendiri.

Gue bilang gue mau COLI asal diliatin oleh dia.
Eh, dia mau liatin.

Yaudah. Gue berbuatlah MENGOCOK KONTOL SENDIRI di depan Gilang.
Wow!, rasanya fantastis sekali gue bisa coli sambil diliatin oleh Gilang si cowok keren yg gagah itu.

Setelah puas coli sambil ditonton Gilang sampe ngecrot, gue pulang pulang. Whew….

Setelah kejadian itu gue makin pengen banget ngeliat lagi kontol Gilang...  Gue cari-cari siasat gimana biar (seenggaknya) bisa pegang kontol Gilang. Syukur-syukur kalo bisa gue oral. Hehehe. (Terus terang, gue penasaran banget pengen ngerasain yang namanya ngisep kontol cowok)


   -----------------------------------------------  

Sekali waktu Gilang nginep di rumah gue.    

Sambil ngobrol2, pelan tapi pasti, tangan gue pegang dan raba2 paha Gilang, terus ke selangkangan dia. Lama-lama nyampe juga jendolan di balik celananya dia. Hohoho….   http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Gilang diem aja. tapi gue yakin dia sebenernya nyadar dari kali pertama.

Baru pas tangan gue nyampe kontolnya, dia bilang, “ARIS MAU ITU??"
Weleh weleh!. Did he say something?
Mungkin dia udah tahu dari awal bahwa gua suka sama dia dan nafsu sama kontol dia.
Ya mau lah!, Pengennya gue jawab gitu.

Tapi gue pura-pura sopan aja... "MAU APA?"

“Halah, jangan pura-pura”

“Ini Lang?” tanya gue masih pura2 sambil meremas jendolan Gilang

."Ya itu, yang lu pegang."

"Diapain?"
"Ya terserah diapain aja. Aris nafsu sama kontol gue kan??”
Namanya cowok puber, mungkin Gilang penuh dengan rasa ingin tahu dan penasaran.

Singkat cerita, gue bilang iya, gue suka si otongnya Gilang.

Gak pake basa basi, gue plorotin celana Gilang dan tanpa diajarin siapa2 gue langsung gue isep kontol Gilang.
Ya gitu deh!.  Untuk pertama kalinya terjadilah ORAL SEX di kamar gue.

Yaoloo… kontol yang tadinya lemes, gak sampe 1 menit langsung ngaceng!!.

“Oooouuwww… uueeennnakkkk Riiiissss” Nafas Gilang ngos2an pertanda dia nafsu dan akhirnya jebol juga.

Crroottt…, croooottt, croooottt….
Pejuh Gilang muncrat keluar dan langsung masuk kedalam mulut gue.

“Idih?, kok lu telen pejuh gua?? gak jijik tuh Ris?” tanya

Gue mau jawab, tapi -tiba mobil bokapnya Gilang dateng. Kita buru2 pake baju dan pestanya bubar!.

Setelah hari itu Gilang dan Gue sering saling nginep di rumah.. Hehehe…Tapi tetep aja tiap kali nginep berdua awalnya Gilang pasti basa-basi:
“Aris, kalo lu mau tititku lagi, bilang aja, boleh kok”. 

Wheeww… alesan!, padahal dia udah doyan tuh . Dasar cowok munafik!.

Tapi tetep aja dia selalu yang ber-pura2 ogah dan gak males2an. Tapi ngaceng, nafsu dan ngecrot juga!.


   -----------------------------------------------  
 
Pengalaman pertama hari itu menjadikan kegiatan 'maen' sama Gilang sebagai kebiasaan gue karena sebagai cowok yang masih berdarah muda, dia rupanya ketagihan diisep.  Gilang doyan ngeliatin gimana gue nyedotin kontolnya dan akhirnya dia lebih suka melihat gue nelen pejuh dia. Dasar cowok NARSIS.

Bukan cuma sama Gilang tapi juga dengan CHANDRA, ROBBY, WILLY dan masih ada tons of similar activities involving temen2 cowok di sekolah gue yang rata2 masih perjaka dan BERTENAGA MUDA.

Walaupun waktu itu gue BELUM PERNAH make-love beneran (senggama) tapi segala permainan tangan, KOCOK, GESEK dan ISEP2AN, sudah biasa gue lakukan dengan beberapa teman sekolah cowok yang lain.

Gue ngerasa sebagian besar teman2 gue di sekolah dulu adalah COWOK2 yg dasarnya NORMAL, karena mereka menganggap permaenan itu hanya iseng2 dan rasa penasaran saja..

*OOT: gak tau kenapa yang namanya tenaga-muda yang penasaran maen homoseks ternyata banyak banget, terutama temen2 cowok di sekolah gue. Mungkin rasa keingin tahuan para remaja itu membuat temen2 sekolah gue gampang digoda dan diajak ngeseks

Kalo lu baca crita gue diatas, mungkin lu langsung menghakimi bahwa gue HYPERSEX atau seks maniak..

Vonis lu gak salah!.
Gue akui gue GEDE NAFSU. Gue maniak yang gampang terangsang.
Gak ngerti juga apa sebabnya. Mungkin karena faktor keturunan.

KAKAK GUE  juga, dari mata kepala gue sendiri sangat-sangat HYPER, tapi Abang gue itu COWOK NORMAL yang STRAIGHT banget jadi dia hanya doyan sama cewek doank.

Walaupun gue gak tau kehidupan sex Abang gue, tapi gue tau jelas Abang berkali-kali ganti pacar cewek. Dan gue juga pernah nemuin foto Abang sama ceweknya lagi ciuman hot bgt.


   -----------------------------------------------  


ABANG KEMBALI KE RUMAH

Waktu Abang udah lulus SMA, dia pulang dari Jogja dan nerusin kuliah di MALANG. Di kota Malang, nama buruk Abang sudah agak TER-REHABILITASI.

Kami tidak pernah lagi mendengar kenakalan Abang. Mungkin memang didikan Paman di Jogja berhasil…!.

Di Malang Abang indekost. Kebetulan SEPUPU nyokap juga kuliah di sono, namanya FERRY. Jadi Abang se-kosan ma Ferry, sepupu nyokap. Lumayan terkontrol juga. Satu2nya kekurangan Abang, dia masih doyan MINUMAN KERAS dan MABUK2AN, tapi biarpun begitu, melihat kemajuan Abang, bokap-nyokap cukup seneng.

Karena jarak Malang dan Surabaya dekat, hampir seminggu sekali Abang PULANG ke Surabaya dan beberapa kali dia datang dengan 1 atau 2 temennya se-kampus atau juga dengan Ferry, sepupu nyokap.

Abang punya PACAR di Malang, tapi dia juga punya SELINGKUHAN CEWEK di Surabaya, jadi malah kadang2 Abang libur kelamaan di Surabaya dan gak balik2 ke Malang sampe ber-hari2.   
Kalo dah gini gue yg REPOT.

Sebenernya Abang punya kamar sendiri.
Masalahnya di kamar Abang gak ada TV dan perabotan laen. Sedangkan kamar gue komplit. Ada tivi, kipas angin, tape, XBOX buat maen game juga. Makanya Abang sering GANGGU PRIVASI gue. Yang nonton bola lah, yg maen game lah. Gangguuuuuuuuuuuuuu!!!

Yang jelas2 terganggu adalah SEX LIFE gue. Jadi setiap ada Abang dateng dari Malang, gue hampir selalu puasa onani.


   -----------------------------------------------  

Biarpun Abang udah dianggap gak liar tapi sejak dia balik, hubungan dengan Abang TETAP SAJA lebih banyak GAK ENAKNYA. Abang masih males belajar.    http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Abang maunya hobby trek2an dan BALAP MOTOR sama temen2nya.  Dia juga jorok, sembarangan naro sepatu en baju kotor. Kalo abis mandi enak aja dia telanjang basah2 dikamar trus lempar handuk dimana2.


Abang emang punya kebiasaan, yaitu dia demennya tidur cuma pake KOLOR PENDEK yang LONGGAR (celana boxer), sambil telanjang dada.
Katanya sih sehat biar NGGAK MANDUL.

Penampilan Abang dengan gue berbeda banget!.
Abang  gagah banget. Tubuhnya tinggi besar, badannya berbulu, kekar dan posturnya atletis karena dia rajin olah raga dan jago beladiri. 

Sedangkan gue lebih  pendek dan  dengan badan yang lebih ramping.

Ya, secara FISIK, Abang itu emang sebenarnya COWOK yang KEREN.
Tampangnya GANTENG, lebih cakep dari gue. Badannya bagus dan tinggi ATLETIS serta banyak berbulu. Gue sebenarnya suka banget ngeliat cowok bagus model kayak dia.

SEANDAINYA dia BUKAN Abang, pasti gue bakal NAKSIR. 

Tapi enggak lah!. NAJIIIZZZZ banget!.
GAK MUNGKIN gue naksir sama Abang sendiri!.  

Lagian biar gantengnya segimana juga, tapi dia kakak gue.
Saudara kandung gue.
Darah daging gue!.


   -----------------------------------------------  

Oh ya, kesehatan gue juga hampir selalu terganggu kalo Abang numpang di kamar. Gue punya ASMA. Sedangkan Abang gue doyan ROKOK. Setiap dia liat tivi ato maen game ato apalah pasti dia ngerokok.

Belum lagi kalo dia habis minum2 sama temennya, dan pulang kerumah dalam keadaan MABOK. Kalo udah mabok, Abang bisa TIDUR KAYAK ORANG PINGSAN, gak ada yang bisa bangunin dia!.

Yang jelas, semua kelakuan Abang lama2 bikin gue makin bĂȘte!!!.
Akhirnya gue putusin untuk MENYERAHKAN kamar gue ke ke Abang. Dan gue PINDAH ke kamar Abang.

Berhasil, berhasil, berhasil…. Hore! (Dora Emon mode-ON). Gue terbebas dari rokok Abang dan bisa tidur dengan tenang.

Tapi... Bebas kah gue coli??. Tidak selalu.

Emang dasarnya Abang itu BIG JERK, LOOSER (dan makian bahasa inggris laen), tetep aja kadang2 dia slonong-boy masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu buat ngambil baju atau apalah yang dia butuhin.
Abang tuh selalu dan senantiasa masuk secara dadakan.

Dan herannya, kan itu kamar udah jadi kamar gue, tapi gue gak boleh kunci. Alasannya banyak.
Antara lain: “Ntar kalo ada apa2 (kebakaran, rampok dll) gue gak bisa keluar”.
Weleh!. Alasan ‘made by looser’ emang kayak gitu kali ya. Gak make sense!.

Gue paling benci kalo Abang masuk gak pake ketok pintu.


   -----------------------------------------------  

Pernah kejadian waktu malem2 gue pikir aman.

Tanpa mengunci pintu, lampu gue matiin, gue pun coli dan ngocok kontol sendiri.
Baruuuuu aja NGECRET, eh! Abang masuk!. Rupanya dia baru pulang MABUK2AN sama temen2nya

ANJRIIIT…, gue kaget banget banget banget!.
Abang nyalain lampu. Buka lemari terus ambil baju, terus dipake. Lalu dia matiin lagi lampunya.

"Heh, bangun Ris!. Lagi ngapain lu?" tanya Abang sambil duduk di ranjang

(Goblok kan tu orang..??. Gue harus jawab apa coba??)
"Tidur. Emang ngapain lagi Bang?" (Tentu aja dengan akting gue yg sok ngantuk)

Hati sama otak gue kacau. Bener2 gak tau harus gimana. Gue teteeeep aja pegang selimut buat nutupin selangkangan. (Yaeyalah…, celana gue basah banget dan gue yakin sperma gue netes sampe ke kasur. I could feel that).

"Mo apa ni orang?????" pikir gue.

Then...
"Geser dong," kata Abang

(Hah??????????)
"Mo apa sih?"

"Mo tidur. Ngapain lagi. Dah buruan geser!"
Abang ngomong sambil melepas baju dan celananya. Bau ALKOHOL yang habis dia minum tercium dari mulutnya.

"Napa gak di kamar loe aja sih…?. Ini kan kamar gue." Gue protes

"Udah deh, buruan geser. Gue ngantuk!" (Abang geser gue dengan paksa)


   -----------------------------------------------  

Dengan berat hati gue pun geser ke arah tembok, sehingga dengan demikian membuat noda-sperma yang tadi susah payah gue tutupin terlihat juga.

“Mudah2an udah kering”, pikir gue
(pengharapan yang bodoh. Mana bisa kering orang ngacritnya baru aja 5 menitan yg lalu).

Dan...

"Eh kok basah sih???" Abang setengah ngejerit. "Lu ngompol ya?"
Tentu aja Abang tahu basah karena dia berbaring telanjang dada, cuma pake celana kolor boxer yang tipis.

"Enak aja! Gue gak ngompol."

"Trus ni napa basah gini?" kata Abang sambil nepuk2 noda-sperma gue itu.

(Kalo sekarang gue ceritainnya jadi pengen ketawa, padahal jaman kejadian dulu boro2 bisa ketawa. Napas aja nyicil)

"Ya gak tau. Keringet kali apa kek gue gak ngerti! Orang tidur mana tau abis ngapain!"
(Nada gue sok ketus dan akting 'ngantuk banget' teteeep berlanjut)

Untungnya Abang kayaknya emang ngantuk berat jadi dia gak ambil pusing. Abang cuma lepasin sarung bantal trus dipake buat nutupin noda-sperma gue. Abis itu dia baring langsung tidur.

Gue yakin kalo udah MABOK gitu, dia bakal TIDUR KAYAK ORANG MATI dan bakal GAK BISA BANGUN sampe siang!

Gak lama gue buru-buru ngacir pindah kamar.
Wheewww!!.


   -----------------------------------------------  


HAMPIR KEPERGOK ABANG

Sejak kejadian itu, berbelas belas episode hidup gue selanjutnya diisi dengan adegan sex life dan coli gue yg NYARIS KEPERGOK sama Abang.   

Contohnya nih, gue juga pernah lagi coli (maklum gue kan anak  SMU yang lagi nafsu2nya doyan coli).

Dan karena gue kepengen coli sampil ngeliatin wujud kontol gue. So lampunya gue nyalain. Gue pikir jam 2 pagi gitu gue sendirian di dunia ini jadi pintunya gak gue kunci. Si jenius ini waktu itu berpikir: ‘Halah palingan gak lama juga ngecrit’.

Baru aja gue lepas celana trus duduk di kasur.
E ehh…, Abang (sekali lagi) masuk ke kamar tanpa ngetok pintu, mau ambil rokok katanya..

Gue, adeknya, secara sangat kasat mata nampak di indera penglihatannya sedang berbugil ria mempertontonkan kemaluannya yang sedang ngaceng tegak bak jamur di musim hujan...

"Ngapain lu?????"
(Pertanyaan Abang standar banget ya?)

"Lu kok masuk gak ketok2 dulu! Gue lagi mau garuk ni gatel bgt! Keluar Bang!!!"

Ending dari tu cerita malem ini gue akhirnya berhasil juga mengusir Abang dari kamar. Tapinya gue keburu hilang selera dan gak jadi coli malem itu.

Abang ngebeteiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!.
Selalu aja hampir menangkap basah gue.


   -----------------------------------------------  

Gak cuma waktu coli doank, tapi waktu gue menjalin HUBUNGAN SAMA COWOK pun juga gitu.

Contohnya, kejadian sama RANGGA, temen cowok gue di SMA yang waktu itu suka gue ajak maen HOMO-2AN. 

Emang Abang TIDAK NANGKEP BASAH pas gue lagi ngeseks sama Rangga, tapi kebetulan, waktu itu kita abis maen 'KARAOKEAN’. (Gue emang doyan banget minum protein SPERMA Rangga).

Gue sih ngerasa Rangga itu dasarnya COWOK STRAGHT (Tapi mungkin karena lagi puber dia gak pernah nolak gue dan akhirnya kayak Gilang dulu, Rangga juga jadi doyan diisep).


Nah pas gue udah puas nyedot sperma Rangga dan kita udah sempet pake celana kolor pendek (tapi belum pake kaos), mendadak Abang datang dengan FERRY, temennya, mereka masuk kamar (tanpa ngetok!).

Nah masalahnya, disitu Abang dan Ferry lihat gue lagi ber-dua2an sama Rangga lagi sama2 telanjang dada cuma pake celana kolor, dan kasur dalam keadaan berantakan. (bekas perang gue dengan Rangga)

Ferry sih kayaknya gak perhatiin.
Karena untungnya Rangga emang gayanya macho yang cowok banget, jadi Ferry mungkin belum curiga, bahkan sesudah kejadian itu Ferry sepertinya cuek aja.

Tapi Abang rupanya kepikiran terus…,  waktu Rangga udah pulang Abang pun tanya2 dengan nada curiga ke gue

‘Siapa itu Rangga’, ‘kenal dari mana’, ‘Lu ngapain aja tadi’, ‘Lu berdua homo?’ dan  dan pertanyaan2 identifikasi lainnya.

Gue sampe malu ditanya2 gitu didepan temen Abang.

Apakah Abang mulai menaruh CURIGA pada gue?.

Gue takutnya demikian.
Karena sejak saat itu Abang mulai agak MENGAWASI pergaulan gue. Abang juga rasanya suka tanya mancing-mancing gue untuk omongin sesuatu tentang HOMO atau tanya2 lagi soal hubungan gue sama Rangga.


   -----------------------------------------------  

Sebenarnya gue naksir sama Ferry!, temen si Abang.
Biarpun dia sepupu nyokap yang artinya masih bersaudara dengan gue, tapi gue suka aja sama Ferry.

Setiap memandang Ferry berlama-lama membuat rasa suka gue semakin bertambah saja. Tapi segera gue alihkan pandangan mata darinya.

Mata gue bertubrukan dengan tatapan mata Rangga. Rupanya Rangga memperhatikan gue sejak tadi saat memandang Ferry. Gue tersenyum pada Rangga, menetralisir perasaan malu gue karena tertangkap basah oleh Rangga. Gue yakin senyum gue sangat aneh saat itu.

“Elu suka pada Ferry ya Ris?” bisikan Rangga membuyarkan lamunan gue.

“Ada-ada saja,” jawab gue mengkonter pertanyaannya.

“Jangan bohongi gue Ris. Dari pandangan elu yang gak lepas darinya, gue tahu elu punya rasa suka pada Ferry,” jawab Rangga dengan senyum menggoda.
Waduh, gue tertangkap basah. Segera gue alihkan pembicaraan pada pembahasan soal Film.

“Jangan mengalihkan pembicaraan,” kata Rangga seperti cemburu.
“Elu horny sama Ferry kan?. Ngaku aja deh,” kata Rangga lagi

“Iya sih Ga. Naksir sedikit” Akhirnya gue ngaku terus terang.

Tapi untunglah siang itu Rangga tidak berpanjang lebar membahas masalah Ferry lagi!.
Lagian gue gak mau berpikir yang aneh-aneh tentang Ferry, dia itu sepupu nyokap, masih terhitung keluarga jauh gue.

“Gue lagi horny nih” kata Rangga berbisik. Janggutnya terasa menggesek rahang gue.. Selanjutnya lidah Rangga menjilati daun telinga gue. Gue terangsang.

Muka Rangga terus didekatkannya ke muka gue. Melihat gelagatnya seperti ini gue segera menyambutnya. Gue kejar bibir Rangga dengan bibir gue. Gue lumat bibir merah tipis miliknya yang selalu gue suka itu.

Kami saling melumat hingga kehabisan nafas. Diselingi dengan saling menatap dengan nafas menderu. Sambil melumat, tangan gue meremas rambut belakang kepala Rangga dan siang itu, kita ngeseks berdua!.


   -----------------------------------------------  


PERTAMA KALI “MELIRIK” ABANG GUE

Karena dasarnya Abang itu COWOK CABUL yg gede nafsu, koleksi video bokep Abang komplit. Segala jenis ada. Termasuk yang korea, jepang, negro, bule, dll.

Tentu aja semua VIDEO seks HETERO karena Abang gue itu COWOK NORMAL. Sama sekali KAGAK ADA video yang GAY.

Nah, suatu hari Abang beli video bokep.
Dia pikir itu bokep HETERO antara 1 cewek bule dan 2 cowok negro.

(Kalo ada yg tanya inikah kejadian incestnya? Jawabannya: bukan!).

Kebetulan gue pulang sekolah agak pagi. Rumah kosong cuma ada Abang lagi nonton vcd porno, makanya Abang bolehin gue ikut nonton VCD porno punya dia.

Ternyata Abang SALAH BELI VCD karena di film itu ada adegan dua cowok negro itu maen isep2an kontol dan saling SODOMI sambil diliat oleh si cewek bule, hehehehe.

Abang heran liat gue semangat ngeliat adegan cowok-cowok itu.

Emang, gue sangat-sangat-sangat tertarik tapi sebaliknya Abang JIJIK banget liat itu bokep.

“Jijik gua ngeliatnya!” Abang ngomel-ngomel.

Buntutnya dia bakar video itu. (Hohoho. Sadis...)


   -----------------------------------------------  

Abis itu, sambil minum bir, Abang GANTI nonton film SEKS HETERO antara cowok dengan cewek.

Gak berapa lama, Abang berdiri di depan gue (gue posisi duduk di lantai), maksudnya sih dia mau ambil gelas minum di atas TV.

"Ni orang..." pikir gue yg sebel karena dia nutupin layar TV.
 Gue angkat kepala dan...

Wow!,
Keliatan jendolan di celana dia nonjol banget!!!.
Artinya Abang lagi horny banget karena ternyata kontol dia ngaceng berat!!.     http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Gila… gak nyangka jendolannya ternyata  GEDE banget!!!..


Kebetulan waktu itu Abang udah sekitaran 2 bulan gak punya pacar dan ngejomblo. Yang artinya dia udah agak lama gak nyentuh cewe, sehingga ngeliat video seks itu Abang jadinya SANGE!. 

Gak tau kenapa gue liatin terus itu tonjolan yg menggelembung!,

"NAPA LU LIATIN?. tanya abang gue

Gue kaget!.
“Liat apa??” gue belagak bodoh dan coba berkilah.

“Ngeliat kontol gue” jawabnya

“Ngomong apaan sih elu?” gue terus ngelak

“MAU KONTOL GUE..??. Kalo lu doyan, ntar gue kasih” kata Abang asal ngejeblak dengan bau minuman ALKOHOL yang tercium dari mulutnya.

Ihh…. Naajjiiiiizzzzzzzzzzzzzzzz….
Pertanyaan goblok!!!.

Dan gobloknya, gue malah gelagapan.

Beneran sumpah, gue emang jadi nafsu banget liat tonjolan kontol di celana Abang gue.
Tapi gue takut!.

Sumpah gue takut!.
Takut katauan Abang gue.

Gue acting, pura2 marah, trus gue keluar, tinggalin dia.


   -----------------------------------------------  

Gue masuk kamar.
Dalam kamar gue deg-degan banget banget banget.

Apa reaksi omongan Abang mungkin SPONTAN doank?, atau dia cuma ISENG?.

Tapi kalimat sederhana Abang dan cara dia bertanya ‘Mau kontol gue??’, ternyata membuat gue berpikir:
‘Gimana ya kalo Abang gue bener2 ngasih kontolnya buat gue??’

Serius!.
Setelah ditanya begitu, di dalam hati gue jadi sangat sangat sangat PENASARAN sama tonjolan kontol Abang.

Tapi takutnya, dia cuma ngejebak gue!.

Akhirnya gue pun Coli sambil bayangin seandainya….  (Ooh…, seandainya, Abang gue serius nawarin kontolnya buat gue).

Dan fakta bahwa kontol yang tadi itu ada di depan gue tadi adalah punya Abang gue sendiri, darah daging gue, membuat gue semakin napsu.

Gue sampe ngecret dua kali dalam 5 menit.

Abang... Apa sih maksud kata-kata lu tadi?


   -----------------------------------------------  

FANTASI TENTANG ABANG

Beberapa hari setelah kejadian gue merasa ”ditawarin' kontol sama Abang, hampir tiap saat pikiran gue "What if..." Mode ON.

Semua pengandaian-pengandaian muncul di benak gue.

Selalu aja yang gue bayangin adalah seandainya-seandainya hari itu gue bener-bener dikasih pegang tonjolan Abang dan bisa ngemutin batang kontol saudara kandung gue!.

Seandainya bisa kejadian beneran, pasti sejak saat itu gue dan Abang bakalan terlibat hubungan intim kapanpun gue mau.
(Yup, kapanpun gue mau dan gak perlu susah-susah cari kontol. Kan ada kontol Abang.)

Harus gue akuin, Kakak gue itu manusia yang punya penampilan sempurna!.

Bahkan si RANGGA aja, cowok gua, naksir setiap ngeliat Abang gue.


Emang sih, siapa yang gak kenal Abang?. Si cowok populer. Tinggi, ganteng, atletis. Abang jago segala jenis olah raga. Basket dia bisa, Voli juga, sepak bola apalagi, Renang top, dan belum pernah ada yang sanggup mengalahkan dia.

Sejak jaman di sekolah Abang suka gonta-ganti cewek. Hampir semua cewek cakep udah pernah dipacari Abang. Menjadi pacar Abang, meski hanya dalam waktu 2 minggu saja sudah sangat membahagiakan cewek-cewek itu.

Pernah dulu gue maen ke tempat indekost Abang waktu dia masih di Malang.
Rupanya kamar kost Abang udah kayak tempat mesum. Beberapa kali gue lihat Abang lagi duduk nonton TV berpelukan sama cewek yang bukan pacarnya. Dan gue juga pernah pergokin Abang dengan selingkuhan cewek lain sedang berciuman penuh nafsu dengan pakaian setengah telanjang. 

Dasar Abang, cowok Hyperseks!.

Jadi, jangan heran kalau ada beberapa cowok yang keki sama Abang. Gimana gak keki, cowok2 itu tahu kalo cewek2 yang dulunya “bekas dipake” Abang itu adalah pacar dari cowok2 itu.

Pokoknya Abang GANTENG, wajahnya CAKEP, badannya BAGUS, dan dia COWOK BANGET.  Macho!.
Jadi wajar donk kalo gue nafsu liat dia.

BIARPUN DIA KAKAK GUE SENDIRI, TETEP AJA DIA COWOK YG SEXY

Apalagi muka abang itu benar-benar jantan. Dagu Abang penuh bulu kasar karena belum cukur. Kalo lagi ngeliat Abang, gue makin nggak bisa ngomong, diam seribu bahasa, dada gue makin deg-degan nggak karuan.

Imajinasi itu selalu membayang.

Fantasi akan 'mudahnya' mendapatkan kenikmatan ragawi jika gue kejadian sama Abang membuat ‘dede’ di selangkangan gue ngaceng terus.
Berhari-hari gue coli dengan pikiran-pikiran kotor itu.


   -----------------------------------------------   


Pernah sekali waktu Abang gue lagi telpon2an. Someone di ujung sono sepertinya cewek atau seenggaknya gebetan barunya.
Abang kedengeran romantis banget.  Rayuan gombal yang sepertinya gue apal banget meluncur dari mulutnya bagaikan roller coaster... (Halah.., secara dari dulu yang dipake itu2 mulu).

Tapi kayaknya dia juga ngobrol porno sama ceweknya, soalnya sambil ngomong di telpon, Abang terus ngusap2 celana kolornya yg keliatan NGACENG.

Selesai telpon, Abang keliatan gelisah. Mungkin dia horny abis telpon2an sama ceweknya.     http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Gue sempetin ngelirik ke selangkangannya, keliatan ngejendol lagi, NGACENG!.



At first, gue ati-ati banget ngliriknya. Takut Abang tau.

Tapi...
Lama-lama lirikan gue makin mengandung umpan.
Gue semakin terang-terangan liatin SELANGKANGANNYA yg menonjol dari balik celana boxernya yang tipis.


   -----------------------------------------------  



Biarin gue inget jendolan celana Abang, apalagi kalo pake celana Jeans, menonjolnya gede banget, beda sama cowok2 lain tapi sebenarnya sejak dulu gue kagak pernah perhatiin selangkangan Abang.

Tapi itu dulu!.
Dulu emang gue gak peduli jendolan Abang yang gede, tapi sekarang, mata gue LIAR ngeliat terus ke arah bawah celananya yang ngejendol gede.

Tapi aduh!!,
Ternyata pandangan mata gue KEPERGOK lagi oleh Abang!.

Kayaknya dia sadar jendolan celananya gue perhatiin, Abang berbalik menghadap gue dan menatap gue dengan pandangan menyelidik..

“Tuh!, ngapain mata lu ngeliatin lagi????” tanyanya tiba2 dengan nada kasar.

Jantung gue serasa mau lepas. Gue takut sekali. Gue hanya terdiam saja dan menunduk.
"Gawat, Abang pasti tahu.. Aduh, bagaimana ini?", pikir gue.

“Apaan sih lu, Bang?” jawab gue, padahal Abang tahu bahwa gue perhatiin selangkangan celananya.

Abang mendekati. Entah kenapa, gue hanya berdiri terpaku di situ. Gue mulai gemetar ketakutan,

"Lu suka liat kontol gue, yah??. Lu doyan??" tanyanya.
Tangan kanannya bergerak meremas-remas jendolan di selangkangan celananya.

"Pengen gue perkosa lu?" tanyanya lagi, kali ini agak terdengar menantang.

Bagai ditabok, gue langsung sadar!.
Logika gue came back.

Abis ngomong gitu, Abang mencopot celana pendeknya, lalu dia mengambil celana Jeans yg langsung dia pake, abis itu abang langsung pergi.
Rupanya dia ada JANJIAN KETEMU sama cewek yang barusan di telpon sama Abang.

Gue (sekali lagi) memilih untuk menghindar dan pindah ke kamar gue sendiri trus tidur (niat semula gue kayak gitu...).

Nyampe di kamar gue justru gak bisa tidur. Kontol gue kembali ngaceng.

Gue pun lagi-lagi coli dengan bayangan Abang dan kontolnya sebagai objek


   -----------------------------------------------  


(LEO BERCERITA)
 Waktu itu  gua lagi asik telpon2an sama cewek kenalan baru. Di kamar ada si Aris (adik bungsu gua), tapi pas angkat kepala, gua nyadar bahwa si Aris terus2an ngeliatin jendolan kontol di celana gua yg emang lagi ngaceng gara2 horny ngerayu2 cewek gua.\

Gua jadi inget waktu nonton video porno, adik gue itu juga suka ngeliatin selangkangan gua, otomatis gua ngomong donk: "NAPA LU LIATIN?. tanya gua

Si Aris kaget: “Liat apa??”

“Ngeliat kontol gue” jawab gua
“MAU KONTOL GUE..??. Kalo lu doyan, ntar gue kasih”. Kata gua.

“Ngomong apaan sih elu?” kata Adik gue sambil ngeloyor pergi.

Sekarang juga, mata si Aris sampe melotot gitu ngeliatin celana boxer gue yang ngejendol ngaceng.

“Tuh!, ngapain mata lu ngeliatin lagi????” Tanya gue.

Gua langsung mendekat. Gak tau kenapa adik gua keliatan gemetar ketakutan,

"Lu suka liat kontol gue, yah??. Lu doyan??" Tanya gua lagi sambil tangan kanan gue secara demonstrative meremas-remas jendolan di selangkangan celana.

"Pengen gue perkosa lu?" Tanya gua lagi dengan menantang.

Tentu aja, gue kagak serius dan gua cuma asal ngomong aja, tapi adik gue keliatan jadi salah tingkah gitu.

Heran gua!, ngapain juga adik gua doyan ngeliatin selangkangan kakaknya sendiri?.



   ====================================================


Back to the topic.

Rupanya sore itu Abang emang janjian ketemu sama CEWEKNYA yang BARU.

Karena Abang lagi pergi, makanya gue numpang maen Game di kamar Abang.
Setelah bosan maen game sendirian, gue ambil DVD yang gue comot sembarangan dari koleksi Abang dan langsung gue tonton.

Mungkin karena ngantuk, gue KETIDURAN di kamar Abang.

Tengah malem gue kebangun!, eh, gak sadar ternyata Abang udah balik!.
Gue gak denger waktu Abang pulang
(Tumben banget, dia gak rese ngebangunin gue atau ngusir gue dari kamarnya)

Gue lihat Abang sudah tidur pules di sebelah gue karena mabok

Halo?

Abang mabok?!,

Abang tidur pules?!.

Inikah kesempatan itu?
Kesempatan untuk NGISEP KONTOL ABANG??

GAK MUNGKIN!!!.

 DIA ABANG LU SENDIRI!


   -----------------------------------------------  

Gue pun BALIK masuk ke kamar gue lagi.

Langsung ke kasur.

Sekali lagi berusaha tidur.

Tapi gak bisa!
Gue pengen ‘Fresh Flesh’! Daging keras yang nyata milik Abang gue!.
Yang tersedia di kamar sebelah!.

Yang (sepertinya) memang disiapkan untuk gue...

Benarkah?

Gue mulai berasa dingin. Gue pun pasang selimut. Mata gue mulai pedes. Gue pun meluk guling kesayangan gue. Pelan-pelan pejamin mata gue. Berusaha hilangkan bayangan tentang kontol Abang.

Kontol Abang yang indah itu.

Kontol yang gagah itu.

Gue semakin ngebayangin detil demi detil gimana kalau gue bisa menjamah kontol Abang. Kakak gue sendiri.
Abang kandung gue.
Darah daging gue!


   -----------------------------------------------  

Gue pun semakin gak bisa tidur. Penis gue berdiri tegak dari tadi semakin keras. Berdenyut-denyut pengen ditaklukin...

KENAPA SIH SETIAP KALI GUE TERSADARA KALO ABANG ADALAH SAUDARA KANDUNG, GUA, GUE JUSTRU SEMAKING TERANGSANG???

KENAPA???

Nafsu, nafsu, nafsu, nafsu, Nafsu, NAfsu, NAFsu, NAFSu, NAFSU!!!!!!!!!

Gue gak mikir lagi. Sabodo ahh!.

Gue nekad, dan langsung masuk ke kamar Abang lagi.
 

Jantung gue berdebar kencang. Pintu kamar terkuak lebar. Gue terpaku, matanya menatap lurus tak berkedip ke dalam kamar. 

Didalam sana Abang lagi tidur pules dengan bertelanjang dada.

Awalnya posisi tidur Abang terlentang, tapi kemudian dia berubah jadi tidur tengkurep, sehingga kali ini pantatnya yang kokoh terlihat dibalik celana boxer dia. Gak penting!. Gue cuma pengen banget pegang kontol Abang.

Kontol Abang...

Kontol Abang...

KONTOL ABANG!!!


   -----------------------------------------------   

Akhirnya gue masuk kamar Abang. Pintu gue tutup.

Karena itu pelan2 gue duduk di samping kiri Abang.  
Keringat dingin mengucur.
Tapi hati gue udah teguh milih NAFSU.

Abang tidur tengkurep.
(Sebenernya gue pengen sabar nunggu dia telentang. Tapi berhubung sedetik rasanya setaon, akirnya gue nekat nyicil ngelus pantat dan paha Abang).

Ah... Dah lama banget gue penasaran pengen pegang daerah ini...

Pelaaaaaaaaaaaannnn bgt gue pegangnya. Hampir-hampir gak bergerak.

Tapi biarpun cuma kayak gitu, telapak tangan gue dah puas banget bisa mengindera kelembutan paha seorang Abang, seorang lelaki. Skin to skin...

Gue dah gak mikir lagi apa yang bakal gue lakuin seandainya Abang bangun.
Gue dah masa bodo!.

Ketauhan yaudah. Apa boleh buat. Nafsu gue mengalahkan segalanya.


   -----------------------------------------------  

Abang berubah posisi!. Dia balikin badan. TERLENTANG!

Bangun?

Gosh... Ternyata enggak...

Ini yg gue tunggu.
Please God. Let me do this. Walaupun ini Abang gue sendiri. Tapi pliss...

Dan... *TEPP...* Tangan kanan gue langsung gue sentuhkan tepat di atas jendolan kontol Abang.

Kok gak keras?.
Berarti elusan gue di paha tadi gak berasa. Gak ngaruh.
Berarti Abang tidur.

Gue lanjutin kenistaan gue.     
 
Dengan posisi gue yang tetep duduk, tangan kanan gue pelan-pelan elusin ke tonjolan celana Abang. Karena hanya sedikit terhalang secarik kain celana boxer maka dengan mudahnya menghantarkan kelembutan telapak tangan gue ke batang kontol Abang.

Dibalik celananya, kontol Abang tumbuh. Sedikit Keras. Semakin KEras. Tambah KERas.
KERAs. KERAS BANGETTTTT!!!.

Gue pun semakin menggila!.

Abang berkali-kali gue lirik, gak keliatan seperti orang yang bangun.
Gue melanjutkan aksi.


   -----------------------------------------------  

MUMPUNG ABANG LAGI MABOK

Tapi sifat dasarnya manusia tu ‘scrooge’, tamak!. Gue pengen lebih.
Gue pengen rasakan kulit kontol Abang di tangan gue.
Gue pengen rasakan kontol Abang berdenyut di mulut gue.

Gue pun menyesuaikan posisi.

Sambil tangan kanan tetep elusin kontol Abang, gue mulai berbaring. Kepala gue gue deketin ke perut Abang.  Gue cium perut Abang.. Tapi lumayan.
Gue gak mau cium lagsung ke kulit perutnya takut dia bangun...

Kepala gue semakin turun ke selangkangan Abang.

Gue bisa cium bau agak-agak pesing dari celananya. Khas bau cowok. Ditambah keringet sekitar selangkangan. Gue semakin terangsang.  
Rasanya seumur hidup, baru pertama kali itu gue sampe bisa sedekat ini sama selangkangan Abang...!

Pelan-pelan gue tarik celana Abang.

Gue turunin dikit.

Dikit.

Dikit lagi. Sampe ter-ekspose lah yang gue cari.
Pertahanan ring pertama jebol juga. Tapi masih ada celana dalam di ring kedua.

Ow, apaan tu??
PRE-CUM…!

Gak sabaran, gue pun langsung jilat pre-cum Abang yang tembus di underwear-nya. Mhhhh...
I need more!.
I want more!.


   -----------------------------------------------   


NEKAT!.

Celama dalam Abang gue tarik juga pelan-pelan.

Keluarlah KONTOL Abang dari persembunyiannya. Mengacung dengan tegak dan berdenyut-denyut.  

Abang sudah telanjang bulat!.
Kontol yang indah. Berbatang coklat tua dengan kepala dan leher berwarna pink keunguan. Batang yang kokoh yang disekitarnya ditumbuhi tanaman bakau yang cukup lebat.  Jembutnya merata hampir di semua bagian.

Gosh! It was so sexy!. Mirip sama kontol gue sendiri. Tapi yang ini terlihat lebih dewasa dan jauh lebih gede...

Gede banget!!.

Gue emang udah menduga kontol Abang berukuran gede.
Tapi melihatnya sudah full ereksi didepan mata, gue bener2 takjut karena pada saat ngaceng kontol Abang emang sangat gedeeee dan panjaaaang, jauh lebih besar dari ukuran alat kelamin semua cowok yang pernah gue kenal. (Kayaknya hampir segede terong ungu yang sering dimasak si Mbok).

Panjangnya mungkin sekitar 18 cm, diameternya segede pipa Paralon 5 cm dan yang paling istimewa adalah kepala konto1nya yang mirip jamur raksasa, gedeee banget. 

Oooogghhh..
Guesampai nggak percaya dengan mata gue sendiri lihat kontol Abang sendiri.

Mata gue langsung berkunang2. Oh my God..


   -----------------------------------------------  

Gue pun sentuh lembut batang kemaluan Abang. It felt so nice.

Kalo tangan gue bisa ngomong, pasti dia bilang:
"AKHIRNYA BISA GUA PEGANG JUGA INI KONTOL. Lu sih kemarin nantangin. Mampus lu gue pegang".

Mulut gue rasanya gak tahan pengen cicipin kekarnya tongkat sakti Abang.
Gue pun julurin lidah gue ke kepala kontol Abang. Gue icipin precum Abang.
So sweet... Begitu manis...

Rahang gue pun membuka, bersiap-siap menampung alat kejantanan Abang. Mhhhh...

Dan... *Happ..*

Mhhhh... Gue kelomotin kontol Abang.

Akhirnya gue bisa oral kontol Abang. Kakak gue sendiri. Darah daging gue.
Kontol Abang ada di mulut gue!

Mhhh...
Gue masukin kontol Abang pelan-pelan ke dalem mulut gue. Pelan... pelan... pelan... pelaaaaan...

Oh GOD...
Akhirnya bisa masuk semua. I could smell bau khas area itu... Ya pesingnya, maskulinnya, bau jembutnya, the taste of precum...

Gue bener-bener sedang ngemut peralatan kelamin Abang.
Ok, saatnya praktekin yang udah gue pelajarin,


   -----------------------------------------------  

Sekarang gue YAKIN banget Abang emang TIDUR PULES karena mabok, makanya gue makin berani, gue makin nafsu.

Anjriiiiiittttt, gue horny lagi!.
Gila, gila, gila...!, namanya lagi nafsu, gue deketin lagi Abang .

Mulut gue mendekati batang cowok yang masih keras itu. Lidah gue gue julurkan, menempelkannya pada kepala kontol. Kemudian ujung lidah gue mulai menjelajahi kepala kontol Abang lagi.

Abang mengerang tidak sadar.     http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Gila..!.
Seumur2 gue bersaudara sama Abang, gak pernah terbayang gue berhasil bisa menikmati batang cowok milik Abang, darah daging gue sendiri…!,

Setelah beberapa kali sapuan disekitar bulatan kepala kontol, dan lubang kencing, batang kontol Abang terasa membesar makin keras dan makin gede!..

Batang kontol besar dan panjang milik Abang, keluar masuk mulut gue. Pipi gue mengempot menyedot-nyedot batang itu.

Batangnya tidak bisa gue masukkan kedalam mulut gue seluruhnya. Meski sudah gue paksakan, hanya sekitar ¾ nya saja yang bisa masuk, itupun gue hampir muntah karena kepala kontolnya menyentuh tenggerokan gue.

Bener-bener deh batang Abang gue ini. Mulut gue kewalahan dibuatnya.
Pantesan aja cewek2 pada doyan banget diewek oleh Abang. Emang kontol Abang ini dahsyat banget.

Wuiiihhh, jadi kebayang gimana kalo kontol Abang dimasukin ke pantat gue??
Pasti asik banget kalo gue dikentot oleh Abang kandung sendiri dan ngerasin selonjoran daging jantan Abang di saluran anal gue.

Mata Abang terus terpejam dan tidurnya masih pulas, tapi dari mulutnya keluar suara seperti erangan.
“Ssshhhh.....ssshhh.......,”


   -----------------------------------------------  

Gue sangat menikmati oral yang gue lakukan pada Abang yang sedang pingsan .  

Gue benar-benar merindukan hal ini.
Malah mungkin, di alam bawah sadar, gue merindukan kontol Abang sejak kecil.
Dan sekarang gue ngisep dengan segala pemujaan terhadap alat kelelakian Abang, kontol Abangku

Iiihhh.., kontol Abang yang setiap saat bikin cewek2 pada teriak keenakan sekarang tertantap di mulut gue!.
Gue tak menduga akan dapat menikmati batang Abang seperti ini.

Rasanya pengen BERSYUKUR, tapi apa mungkin?
Masak gue melakukan apa yang dilarang agama tapi malah mengucap syukur? Gak mungkin kan?.

Ah, gak peduli!!, yang pasti gue bersyukur dengan apa yang gue alami saat ini.

"...hhhoohh... hhhh.... aaahhh...... aargrghh..." terdengar suara Abang kembali mengerang, suaranya terdengar seperti dengusan Iguana lagi kawin (hehehehe…., padahal gue belum pernah liat Iguana kawin kok).

Karena sensasi yang dialaminya, membuat Abang mendesah dengan panjang dan badannya menggeliat liar.
"Uhh..., aahh..., ugghh..., ooohh…Hmm..., aumm..., aah..., uhh..., ooohh..., ehh..Oooom..., uuhh..."

Saat itu juga gue tahu, Abang sudah mendekati puncak klimaks.
"...AAARRGGHHH!!!!..." dia berteriak, menyuarakan orgasme yang mendekat.
 “oohhh sungguh kasihan Abangkuuuuu... engkau kini tengah diserang badai birahi... engkau kini sedang dilanda kenikmatan.....”.


   -----------------------------------------------  

Dengus nafas Abang makin keras dan memburu, terengah-engah.
Mampus gue!. Abang kayaknya bentar lagi mau klimaks nih. Bagaimana yah kalau air maninya keluar di mulut gue?

Pantatnya keangkat tinggi banget dari kasur.
Batang kontol Abang makin kejang dan bengkak

Akhirnya pejuh Abang menyembur keluar dengan penuh tenaga. Sperma seorang cowok pejantan!.

CRROOTT!!.. CCRROOTT!!... CRROOTT!!.. CCRREETT!!...

"...AAARRGGHH!!!... OOOHH!!!... UUUGGHH!!!!..."
Hormon-hormon protein pejantan dari Abang muncrat di dalam mulut gue, menyembur masuk hingga ke saluran hidung gue.

“Aaaaggh.. aaaaaaggh..”, terdengar Abang mengaduh setengah teriak keenakan.

Tubuh Abang mengejang tak karuan seperti orang yang kesurupan. Sekujur badannya seperti kena setrum dan kedua kakinya terasa bergetar hebat. Walau dalam keadaan tidak sadar, tapi setiap kali muncrat, Abang secara alamiah menggenjot pantatnya sehingga kontolnya makin masuk kedalam tenggorokan gue.

Uuuhhh... Gue menikmati banget nihhh.... ada asin, manis dan ada pahitnya. Tetapi wwuu.. kental banget. Sperma Abang itu gurih banget. 

Pejuh Abang yang kental terasa panas, berkali kali muncrat memenuhi mulut sampe gue gak bisa menampung aliran maninya yang gak kunjung habis.

Dampaknya sangat luar biasa...!,  kepusan bathin berlipat ganda karena gue bisa minum kelezatan air mani Abang kandung sendiri.

Kontol Abang masih nancep didalam mulut gue, bengkak dan keras, berdenyut2.  Sisa lendir pejuh Abang meleleh di pinggir bibir gue. Gue kembali menikmati kentalnya sperma Abang. Lendir-lendir itu uuuuhhh... Nikmatnya bukan alang kepalang. Aroma sperma yang berbau khas cowok tercium kuat menyengat, bau laki laki yang jantan,bau Abang gue!.

Dengan sepenuh perasaan gue mereguk dan MENELAN seluruh semburan sperma yang memancar dari kontol Abang gue.

Oooh, sperma yang biasa Abang muncratkan ke rahim cewek2 sekarang bisa gue minum!.
Dengan penuh KEBANGGAAN gue MINUM benih benih kelelakian dari saudara kandung gue, darah daging gue sendiri!.

Selesai MEMUASKAN HASRAT dan dahaga, gue segera MENUTUPKAN kain SELIMUT ke tubuh Abang.


   -----------------------------------------------  

Sambil menenangkan emosi dan pikiran yang masih “tinggi” gue istirahat dulu dan BERBARING disamping Abang, dada gue masih berdebar. Keringet dingin ngucur. Tapi udah lumayan tenang. Gue pun berusaha relaks.

Ambil nafas pelan... Buang pelan juga...
Tarik nafas pelan... Buang pelan pelan juga...

Wow...
Beruntung banget gue bisa ngisep kontol Abang dan minum lendir sperma dari cowok straight yang masih sedarah daging dengan gue

TERIMA KASIH TUHANNNNNNNN...
(KOK TERIMA KASIH SAMA TUHAN???: GILA AJA KALI…)

Gue liat jam... Jam 2 pagi...
Whew... Lama juga ya petualangan sesat gue. Hampir satu jam loh.
Ya mau gimana lagi?.

Uhmmm... Tubuh Abang bagus. Kontol Abang... Indah...

Kontol terindah yang pernah gue isep.
Kontol tergagah yang pernah gue emut.

Bau khas selangkangan paling harum yang pernah gue hirup.
Semburan pejuh terlezat yang pernah gue minum...


   -----------------------------------------------  

Tapi gue TELEDOR…!!!.

ADUH… ADUHHH… ADUUHHH…

Mungkin karena gue kecapean dan ngantuk. Atau mungkin saking gue nafsu dan excited udah berhasil NGISEP KONTOL dan NYEDOT SPERMA Abang, gue bukannya pindah ke kamar, tapi gue malah KETIDURAN di sebelah Abang!!!!!.

Dan satu lagi KETOLOLAN gue.

Ternyata waktu gue tutup badan abang pake SELIMUT, ternyata gue LUPA bahwa Abang masih TELANJANG dan celana Boxer dia masih tercecer di lantai.

ADUH… ADUHHH…


   -----------------------------------------------  

Besok paginya, gue sebenarnya udah bangun duluan, tapi mata gue masih merem, karena ngantuk.     http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Waktu Abang bangun, dia heran karena dia tidur telanjang dan di kontolnya kayak ada sisa2 pejuh yang mengering.

Eh, ngedadak Abang bangunin gue..
Awalnya gue diem dan pura pura masih tidur pules.

Tapi Abang ngejitak kepala gue!.

“Hey, bangun lu..!" kedenger suara Abang ngebangunin gue.

"Apaan sih ganggu orang tidur" jawab gue sambil belagak ngantuk.

“RIS.... Kok gue tidur telanjang sih??” Kedenger Abang bertanya lagi

“Mana gua tau??!. Elu mabok semalam Bang”. Jawab gue ber-pura2

“Trus, ngapain lu tidur disini???”

“Tadi malem gue nompang maen Game tapi udahnya gue ketiduran kali” jawab gue berkelit.

Oooohh, untunglah abis itu Abang gak tanya2 lagi dan langsung ngeloyor masuk ke kamar mandi karena dia harus pergi pagi itu.

Aduh, mudah2an Abang gak sadar kejadian tadi malem, atau dia mengira cuma mimpi basah doank.


   -----------------------------------------------  

Terus terang gue takut, tapi sekaligus bangga!.
Ada sensasi menggetarkan bahwa gue bisa minum pejuh yang langsung gue sedot dari kontol punya Abang gue sendiri,

Kakak kandung gue.
Darah daging gue.

Tapi kenapa juga tadi malem gue gak coba ditusuk pake kontol Abang..?.
Pasti enak banget disodomi oleh Abang kandung sendiri

Kenapa tadi cuma berani ngisep kontol doank??? Dasar sok suci!!!

Mungkin laen kali deh, kalo Abang gue MABOK lagi, gua nekat deh mau coba dudukin kontol Abang dan pengen nyobain DISODOK kontol Abang gue.

Siapa tahu ntar Abang jadi doyan ngewek lobang pantat cowok?. Jadi ketagihan.  Dan kalo kecanduan, Abang kan setiap saat bisa ngewek sama gue, adeknya.

Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!

Gue nyesel!!!

F*ck!

BEGOOO...!


   ========================    


TAMAT
Disadur dari: co.inc.est ( a_r_s_a72@......com)

Bagian Pertama - SELESAI -Lihat kisah lanjutan pada Bagian Kedua (diatas)
COPY PASTE LINK INI:
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/2011/09/kejadian-ter-nista-abang-dan-gue-bag-2.html


8 comments:

  1. buat tmn2 yg pny ym add gw ya...
    yogapratamakhan@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  2. ditunggu lanjutannya lg
    keren
    ym gw: alfascorpii@ymail.com

    ReplyDelete
  3. loh kok bersambung.. ceritain donk biar tuntas.. penasaran nih... hahaha..gue mau banget klu aries ma kakaknya baikan lg trus jadi pacar hahaha

    ReplyDelete
  4. Sambungannya pendek2x amat sih! Kayaknya skrg makin lama makin sdkt aja ceritanya. Btw,ada yg tau ga link cerita2x spt ini? Thx

    ReplyDelete
  5. bagus ceritanya..sayang update nya kelamaan,,jadi males

    ReplyDelete
  6. Itu Trailer Film apa ya... keren... minta linknya dong. Atau judul filmnya.... Thx

    ReplyDelete
  7. tadi harusnya sampe selesai udah seru!!

    ReplyDelete
  8. keren.. jadi pengen punya abang

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...