Sunday, 8 January 2012

BEGAL - (Perampok) - VERSI -2


Ini VERSI-2 yang BEDA dari cerita “BEGAL – Versi 1"

SEBELUM meneruskan, sebaiknya LEBIH DULU baca “BEGAL - Versi-1 (cari dibawah)

INI LINK-NYA: 
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/2011/12/begal-perampok.html


---------------------------------------------


REHAN ADITAMA umurnya 21 tahun, dan setelah lulus SMA, dia sekarang bekerja di counter pakaian sebuah Mall besar di Bekasi.


Rehan beruntung, Dia ganteng, kulitnya putih bersih dan wajahnya tampan, bahkan bisa dibilang imut-imut. Siapa yang tidak ngiler melihat Rehan?. Bayangin aja gimana gantengnya tuh anak.

Kekurangan Rehan, mungkin karena sosoknya agak pendek, badannya langsing dan ”ramping”, tapi posturnya proporsional, lagipula sikapnya jantan dan maskulin, sehingga tetap saja Rehan terlihat sexy, atletis dan sangat menggairahkan bagi cewek-cewek di Mall yang suka menikmati keindahan fisik Rehan.

Karena banyak cewek yang menginginkannya, tentu saja Rehan pun selalu meladeni mereka. Didalam hatinya, Rehan memang mengakui sering bernafsu kalo melihat cewek-cewek cakep di Mall dan tubuh-tubuh mulus mereka.

Kehidupan Rehan memang cenderung tak terkontrol, sehingga dia terseret dalam PERGAULAN BEBAS, untung saja dia tidak sampai menggunakan narkoba. Makanya walau setiap hari tenaganya sering terkuras dalam pekerjaannya, tapi Rehan juga rajin MENIDURI cewek2 yang gampang dibawa ke atas ranjang untuk ngeseks dan meraih kenikmatan sesaat.
Maklum cowok berdarah muda.


---------------------------------------------

“BRONDONG” Peliharaan TG (Tante Girang)

Tidak banyak kawan2nya yang tahu, saat itu Rehan sebetulnya tinggal serumah dan kumpul-kebo dengan TANTE FRIEDA, seorang wanita STW yang pertama dikenalkan oleh YUDIS, temannya di Mall

Waktu pertama dikenalkan pada Tante Frieda oleh YUDIS, temannya di Mall, Rehan tidak menolak. Ngeseks gratisan kenapa tidak?, begitu pikirnya.

*******

Tante Frieda adalah seorang janda tajir berumur 36 TAHUN yang 15 tahun lebih tua Rehan. Tapi setelah beberapa kali merasakan keperkasaan Rehan yang masih berdarah muda, dia menjadi terobsesi oleh Rehan dan membujuk Rehan untuk KUMPUL-KEBO karena ingin menguasai Rehan untuk dirinya sendiri.

Walau sadar dirinya hanya dijadikan semacam ‘boy-toy’ atau ‘brondong-peliharaan’, tapi Rehan setuju untuk kumpul-kebo dengan Tante Frieda karena dia memberi DUKUNGAN KEUANGAN pada keluarga Rehan.


Sejak Rehan TINGGAL-SERUMAH dengan Tante Frieda, mereka berdua akhirnya menjalin hubungan asmara dan setiap malam melakukan hubungan seksual bagaikan pasangan SUAMI-ISTRI.

Para tetangga tidak curiga melihat Rehan tinggal di rumah itu. Melihat Tante Frieda yang lebih tua dari Rehan, para tetangga mengira mereka ada hubungan sanak-saudara atau seperti keponakan dan bibinya. (Padahal mana ada sih keponakan cowok yang suka mengentoti tantenya?. Hehehe..).

Orang tua Rehan juga tentu tidak tahu kalau di Jakarta Rehan hidup macam “Gigolo” dan KUMPUL-KEBO dengan seorang wanita SETENGAH BAYA..

Nah, jadi, jangan salah mengerti!.
Rehan adalah seorang laki laki tulen yang STRAIGHT, 100% normal dan tak diragukan lagi kelelakiannya.


---------------------------------------------

SOPIR DAN PEMBANTU DI RUMAH

Di rumah Tante Frieda, selain ada sopir pribadi yang bernama ADAM, disitu ada juga seorang pembantu wanita yang sudah agak tua bernama MBOK MARNI.

Mbok Marni yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah, sudah cukup lama bekerja di rumah Tante Frieda, sedangkan ADAM baru 1 tahun bekerja sebagai SOPIR.

Adam berasal dari daerah ULU di Palembang dan baru pertama kali merantau ke Jakarta sehingga sikapnya sepintas terkesan masih LUGU, polos dan malu2.

Walau umurnya baru sekitar 27-28 tahun, tapi Adam sudah menikah dan punya 3 orang anak (artinya dia married waktu umur 23-24 tahun), Tapi keluarga Adam ditinggal di Palembang, dan dia pulang kampung setiap 6 bulan sekali.

Sejak tinggal di rumah itu, Mbok Marni pembantu, dan Adam Sopir, memanggil REHAN dengan sebutan “TUAN”. Sedangkan pada Tante Frieda, disebut “NYONYA” – dan mereka menghormati “Tuan Rehan” seperti menghormati seorang majikan.

Entah apa juga dugaan Mbok Marni dan Adam setiap kali mendengar lenguhan-lenguhan Rehan, serta rintihan dan isak tangis Tante Frieda saat menerima sejuta kenikmatan dari gempuran kontol gede Rehan.


---------------------------------------------

TENTANG ADAM – SOPIR

Bahkan karena beda umurnya hanya terpaut 5-6 tahun, hubungan Adam dan Rehan akhirnya jadi akrab dan mereka jadinya seperti teman, atau Abang-dan-Adik. Dan obrolan mereka rupanya nyambung. Tentang apa saja. Mobil, motor, olah raga, musik, cewek, dan pasti ngesex. Hehe.

Bahkan pada saat nonton TV bareng atau ngobrol, Rehan dan Adam suka membahas tentang cewek-cewek cakep dan saling menceritakan pengalaman menggauli para cewek2 tersebut.

Namun Adam tetap bersikap sopan terhadap Rehan dan dengan tulus memperlakukan “Tuan Rehan” sebagai majikan yang dia hormati seperti pada Tante Frieda.

*******

PERTANYAAN DI HATI REHAN

Karena sudah akrab, akhirnya Rehan tahu, bahwa Adam BUKAN seorang suami yang setia, karena di Jakarta Adam terbiasa MENGGAULI dan berhubungan seks dengan cewek-cewek, bahkan juga dengan para PELACUR.


Pernah Rehan bertanya kenapa Adam masih suka main dengan PEREK, padahal dia sudah punya istri.

“Aku Gede nafsu Tuan. Aku butuh pelampiasan syahwat secara rutin. Tuan juga sama kan?”. jawab Adam tanpa melecehkan.

“Tapi kenapa harus dengan perek?” tanya Rehan lagi


“Jangankan pelacur. Monyet-pun mungkin aku entot kalau lagi nafsu” katanya sambik bercanda.

Tapi ada satu hal yang jadi pertanyaan Rehan.

Karena Mbok Marni hanya bekerja setengah hari, datang pagi dan pulang sore, Rehan merasa heran karena sebelum itu, berarti setiap malam Tante Frieda tinggal berdua dengan ADAM, sopir pribadinya.

Sempat juga Rehan curiga, jangan jangan Adam juga pernah meniduri Tante Frieda?. Bukankah Tante Frieda doyan pejantan, sedangkan Adam adalah lelaki yang tampangnya lumayan ganteng, badannya bagus dan gede nafsu juga.

Tapi Rehan tidak mau bertanya pada Adam dan akhirnya Rehan menepis dugaan itu dan melupakannya.
Rehan tidak mau berpikiran negatif terhadap Adam.


---------------------------------------------

PERJALANAN KE PALEMBANG - SUMATERA

Pada suatu hari, Rehan diajak untuk mengantarkan Tante Frieda ke PALEMBANG karena dia mau menemani saudara perempuannya yang akan melahirkan disana.

Pada hari keberangkatan ke Palembang, Tante Frieda memang menyuruh ADAM, sopir pribadinya untuk ikut serta, selain untuk mengemudikan mobil, juga sebagai PEMANDU pada saat mereka tiba di Palembang nanti, karena Adam memang berasal dari kota Palembang.

Perjalanan berangkat berjalan lancar2 saja sampai Rehan dan Adam bisa mengantarkan Tante Frieda ke rumah saudaranya di Palembang.

Setelah satu hari beristirahat di Palembang, Rehan segera kembali PULANG ke Jakarta berdua dengan ditemani oleh ADAM, sopir. Sementara Tante Frieda tetap tingggal di Palembang.

*******

Di jalan lintas SUMATERA sering terjadi PERAMPOKAN terhadap mobil angkutan barang atau penumpang yang melintasinya. Untuk menghindari peristiwa itu, para sopir, baik truk, bus umum, dan mobil pribadi jika melewati daerah itu selalu BERIRINGAN secara KONVOI.

Daerah itu amat angker dan ganas. Belum lagi ditambah dengan kondisi jalan yang rusak parah dan banyak lobang-lobang besar di badan jalan. Kesempatan itulah yang kadang digunakan oleh para perampok untuk MENJARAH mobil yang lewat saat berjalan perlahan.

Sore hari itu, sebelum mereka memasuki wilayah yang terkenal ANGKER tersebut. Rehan berusaha mencari penginapan dan Losmen di sepanjang jalan yang penuh dengan HUTAN LEBAT.

Beberapa kilometer kemudian mereka menemukan sebuah LOSMEN kecil. Mereka memang tidak ingin melanjutkan perjalanan malam. Tubuh Rehan dan Adam sudah capai dan penuh keringat. Yang mereka inginkan adalah segera istirahat malam itu.

LOSMEN yang mereka temui cukup sederhana, tapi tarif yang diajukan oleh si pemilik cukup MAHAL. Bagi Rehan memang tidak ada pilihan lain. Jika terus berjalan, maka hari terlalu larut malam. Maka lebih baik istirahat di Losmen itu meskipun sewanya mahal.


---------------------------------------------

Sebagaimana kebiasaan losmen-losmen di pinggiran, sebelum masuk kamar, petugas losmen dengan lancang menawarkan CEWEK PSK atau PELACUR pada mereka.

Sebetulnya Rehan ingin menolak, tapi dia lirik Adam sepertinya tertarik, sehingga akhirnya Rehan iseng memesan 2 orang perek. Satu cewek untuk dirinya sendiri, dan satu cewek lagi untuk Adam. Lalu, mereka check in dan masuk kamar sambil menunggu petugas mengirim pelacur pesanan mereka.

Rehan mengambil 1 kamar TERPISAH untuk dirinya sendiri, sedangkan Adam ditempatkan di KAMAR SOPIR yang lebih murah.

*******

Begitu masuk kamarnya sendiri, Rehan langsung mendengar suara-suara gaduh dari KAMAR KAMAR di SEBELAH kanan dan kirinya.

Samar-samar terdengar suara-suara EROTIS pria & wanita yang sedang memadu birahi di sebelah kamarnya….

Losmen itu memang lebih banyak digunakan oleh para Sopir, Preman maupun BEGAL/Perampok setempat untuk beristirahat dan melampiaskan nafsu syahwatnya bersama para PELACUR WANITA atau WARIA.

Bunyi derit dipan dan dengus nafas manusia manusia yang sedang melakukan persetubuhan itu terdengar begitu jelas di malam yang hening itu, tak pelak membuat Rehan MERASA TERANGSANG dan nafsu syahwatnya mendidih.

Ketika Perek pesanan Rehan datang, akhirnya malam itu, Rehan juga segera menyetubuhi PELACUR bayaran itu seakan tidak mau kalah oleh pasangan-pasangan yang sedang beraktifitas di kamar-kamar sebelahnya.

Setelah memasang pelindung karet kondom, Rehan dengan penuh gairah mulai mendorong kontolnya maju-mundur dan terus menggempurkan kontol gedenya ke dalam vagina pelacur itu dengan penuh gairah.



Sepanjang malam Rehan dengan gagah memacu hasratnya yang begolak,
sampai tubuh pelacur itu terkejang kejang karena tak mampu mengimbangi gerakan Rehan yang semakin liar dan semakin beringas.

Aahh!,
Dan pada puncaknya, akhirnya Rehan meledakkan klimaks yang penuh kepuasan dan pejuhnya menyembur kedalam kondom yang membungkus alat kelaminnya.

Akhirnya tubuh Rehan terkulai lemas kehabisan tenaga diatas tubuh telanjang pelacur itu.


---------------------------------------------

Tanpa sepengetahuan Rehan, melalui sebuah lobang yang ada di dinding kamarnya, ada sepasang mata yang MENGINTIP aktifitas seksual Rehan.

Mata itu milik seorang dedengkot BEGAL/Perampok di daerah itu. Begal itu baru saja melakukan hubungan seks dengan seorang WARIA.

Mulanya ia iseng saja mengintip ke kamar Rehan, saat pasangan berlainan jenis itu melakukan hubungan seks. Ternyata apa yang dilihatnya benar-benar memikatnya dan menerbitkan air liurnya….

“Kok ngintip-ngintip kamar sebelah segala, Bang?” tanya si Waria yang baru saja ditiduri Begal itu tiba-tiba.

“Aaah… jangan banyak cakap kau…” sergah Si Begal yang merasa terusik keasyikannya oleh ocehan si Waria itu.
“Ini uangmu… cepatlah kau keluar…” usir Begal itu. “Ayo… cepat..”

“Iiih… Abang, kok sewot begitu sih…?” timpal si Waria kesal sambil cepat-cepat memberesi pakaiannya dan melangkah keluar kamar.

Kemudian Si Begal kembali mengintip sepasang tubuh manusia itu mendaki puncak kenikmatan. Ia pun amat terpana dan terpikat akan daya-tarik Rehan dalam keadaan telanjang yang begitu JANTAN menyetubuhi cewek pelacur itu.

Seumur hidupnya belum pernah Begal itu melihat langsung seorang pemuda se-sexy Rehan. Ia menganggap daya-tarik Rehan seperti memiliki AURA yang amat merangsang birahinya.

Begal itu melihatnya dengan penuh kekaguman. Sesaat ia membandingkan sosok Rehan dengan para pemuda belia yang pernah ia gauli… Perbedaannya bak siang dan malam….

Sosok telanjang Rehan yang langsing amat menggodanya sehingga menimbulkan birahinya ingin menikmati tubuh pemuda tampan yang masih segar itu dan saat itu juga Si Begal menyusun sebuah RENCANA untuk dapat MENJEBAK Rehan.

Tak pernah terlintas sedikit pun di kepala Rehan kalau dalam waktu yang tak lama lagi, NASIB dia akan ditentukan oleh kejadian malam itu … dan juga oleh Si Begal yang berada di kamar sebelah itu…


---------------------------------------------

MASUK JEBAKAN BEGAL

PAGI HARI setelah mandi dan sarapan seperlunya, REHAN beserta ADAM bersiap melanjutkan perjalanan lagi. Pagi itu amat cerah. Mobil dibawa oleh Adam yang menyetir dengan tenang dan santai.

Baru berjalan beberapa kilometer, mobil yang mereka kendarai mendadak mulai tersendat-sendat dan akhirnya berhenti dan MOGOK TOTAL.

Mereka berdua mencoba memperbaiki kerusakan, tapi sampai beberapa lama ternyata mobil TIDAK bisa distarter lagi. Keringat dingin Rehan muncul karena mobil itu mogok di jalan tengah hutan yang sepi. Akan sulit mencari bengkel atau bantuan ditempat se-sepi itu

Setelah berunding dengan Adam, kemudian Rehan mencari rumah penduduk atau rumah makan di tengah perjalanan itu. Rehan PERGI menyusuri jalan, sedangkan Adam disuruhnya MENUNGGU untuk menjaga mobil.

Tidak lama kemudian dan Rehan melihat ada sebuah RUMAH GUBUK kecil yang terpencil sendiri. Rumah kecil yang terbuat dari kayu itu letaknya menjorok masuk ke dalam hutan, agak TERSEMBUNYI dan nyaris TIDAK terlihat karena jauh dari pinggir jalan.

Perasaan memang itulah satu-satunya Rumah Gubuk yang mereka temui sejak meninggalkan Losmen tadi…. Rehan segera berbelok memasuki jalan setapak dari tanah menuju rumah gubuk itu.

*******

Sesampainya di sana, Rehan pun turun dan menemui seorang lelaki yang ada di depan Rumah gubuk itu.

“Permisi, Pak… Mau tanya apakah di dekat sini ada bengkel mobil?” tanya Rehan pada sang penghuni Gubuk.


“Wah, tidak ada bengkel dekat sini. Emang ada apa?.,” kata si laki-laki itu dengan logat bahasa daerah KOMERING yang kental.

Lalu Rehan menceritakan tentang mobilnya yang mogok dan ditunggui oleh Adam di pinggir jalan.

Sambil bicara, Rehan memandang ke laki-laki itu, sosoknya memang membuat NGERI orang yang melihatnya. Tubuhnya kekar dan gempal. Kulitnya hitam legam. Brewoknya yang tak tercukur dengan rapi menutupi raut wajahnya yang keras. Dari sela-sela kaos kumal yang dikenakannya, tampak codet-codet bekas sayatan benda tajam di sekujur tubuhnya. Sekilas tampak pula tatoo yang menghiasi beberapa bagian tubuhnya.

Orang itu tampak seperti seorang PREMAN yang tak kenal belas kasihan dan sikapnya cenderung kasar serta beringas membuat Rehan ngeri menatap wajahnya. Bulu kuduknya bergidik karena seram.


“Ooh, kau tunggu disini, jaga rumah. Aku pergi ke mobil itu dan lihat teman kau disana” kata si Begal menawarkan bantuan, dalam logat bahasa Komering yang kental.

*******

Didalam hatinya Rehan berterima kasih karena laki laki itu mau membantunya.

PADAHAL, pria yang tinggal di gubuk kayu itu sebenarnya adalah ORANG SAMA yang MENGINTIP Rehan bersebadan dengan cewek pelacur di Losmen tadi malam. Rehan sama sekali tidak mengetahuinya.

Lelaki itu adalah seorang BEGAL/perampok yang sering menjarah harta para sopir yang melewati kawasan itu. Dia memang tinggal di rumah itu yang dia manfaatkan sebagai tempat untuk MENJEBAK mangsa2 yang akan dirampoknya, termasuk Rehan.

KEJADIAN SEBENARNYA
Yang sebetulnya TERJADI pada malam sebelumnya di Losmen itu, si laki-laki penghuni rumah gubuk SENGAJA membocorkan karburabor mobil itu supaya rusak.

Laki-laki itu sengaja merusakan mobil dan membuat JEBAKAN karena dia tergiur untuk MERAMPAS Rehan.

*******

Setelah pria itu pergi untuk dan membantu Adam, Rehan pun duduk di sebuah kursi kayu sederhana di teras Gubuk itu sambil meluruskan kedua kakinya dan menunggu.

Rehan mulai gelisah.
Rehan semakin kalut karena mobilnya mogok di tengah hutan. Pikirannya bertambah kacau. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukannya.

Saat Rehan semakin cemas dan putus asa, ternyata dia melihat MOBIL itu DIDORONG oleh 3 orang yaitu si Pria Begal itu dan 2 teman lainnya, sementara Adam mengemudikan setir mobil.

Saat itu HUJAN mulai turun, tapi Rehan segera beranjak membantu mereka dan ikut mendorong mobil untuk DIPARKIR di halaman rumah itu.

Karena HUJAN semakin DERAS, Si pria itu akhirnya menyuruh Rehan dan Adam MASUK kedalam rumah itu untuk berteduh.

Karena memang hujan, dan mobil dalam keadaan mogok, dengan terpaksa Rehan dan Adam akhirnya ikut dengan si pria itu masuk ke rumah itu. Rencananya si pria begal itu dan kedua temannya itu bernajij akan membantu memperbaiki mobil setelah hujan reda.

*******

Siang itu Rehan sangat gelisah ketika si pria begal itu mendekatinya.

Lalu si pria mengenalkan diri.
“O… ya … nama kau siapa?” sambil mengulurkan tangannya yang kasar penuh bulu itu.

“Rehan, Pak…” Rehan mengulurkan tangannya juga.

“Nama yang bagus … Seganteng orangnya…” puji pria itu spontan dalam logat bahasa Komering..

Rehan menatap bingung …

Si pria lalu menyebutkan namanya.
“ROZAK. Nama aku PAK ROZAK,” terang si pria sambil menggenggam tangan Rehan. Ia merasakan jemari dan kehangatan tangan Rehan. Lalu ia lepaskan.

Lalu Rozak bertanya pada Rehan tentang tujuannya dan asalnya. Rehan pun menjawab seadanya.

”Kalau itu yang satu lagi siapa?” kata pria itu pada Adam.



”Saya ADAM pak. Saya sopirnya Tuan Rehan” jawab Adam

”Sering kesini??” tanya pria itu lagi kepada Adam

”Saya orang Palembang pak” Adam menjawab cepat.

Tiba2 wajah pria itu berubah kaget:
”Ooohh, sama2 lah WONG KITO” katanya dengan nada terkejut.

Rupanya dia SEGAN karena Adam ternyata SAMA-SAMA orang PALEMBANG.


---------------------------------------------

JADI “MANGSA” BEGAL

Karena tadi KEHUJANAN, pakaian Rehan jadi BASAH KUYUP, maka Rozak menyuruh dia ke kamar untuk melepas pakaian yang basah agar cepat kering.

Saat Rehan melepaskan jaket dan celana jeansnya, mendadak pria brewok itu memasuki kamar dan mendekati Rehan. Tubuh Rehan saat itu masih terbalut kaus T-Sihrt dan celana boxer yang pendek.

Rehan kaget!..
“Ada apa, Pak? Kok kesini …?” katanya dengan nada khawatir.

“Tenang sajalah… Aku hanya penasaran pengen melihat cowok muda secakep kau telanjang…" kata Rozak dengan berani.

“Pergi kesana, Pak… Jika tidak saya akan berteriak…” jawab Rehan sengit.
Rehan mulai merasa ada sesuatu yang janggal, ganjil dan MENAKUTKAN dengan segala sikap dan kata2 pria itu.

“Ayolah….. Jangan marah begitu… Silahkan berteriak sekerasnya… Tidak ada yang akan menolong kau di sini…” jawab Rozak sambil mendekat ke arah Rehan.

Rehan mundur dan terus berusaha memberi pengertian pada Rozak. Karena menyadari akan bahaya yang segera ia hadapi, keringat dinginnya muncul meskipun saat itu cuaca dingin dan hujan.

Namun Rozak pun terus mendesak korbannya itu ke arah ranjang kayu yang terletak di pojok kamar itu. Rehan terdesak di pinggir ranjang.

“Jangan… Pak.. Saya mohon!… Jangan Pak ….” Rehan memohon pada Begal itu.

“Aku akan bertindak sopan…. jika kau tidak macam-macam dan menyulitkan aku!” jawab Rozak.

Segala permohonan Rehan tidak digubris pria itu. Rozak terus mendesak Rehan hingga berhasil ia rangkul.

Adam berada disitu dan melihat keadaan “Tuannya”, berniat MELERAI dan memisahkan mereka. Tapi mendadak kedua Begal teman si Rozak mengeluarkan GOLOK dan MENGANCAM Adam supaya tetap duduk diam.

*******

"PAAAKK... APA-APAAN NIIHHHH..?" terdengar teriakan Rehan gugup, karena terkejut. Rehan sangat ketakutan, wajahnya pucat dan sesekali memandangi Si Begal, seolah minta dikasihani.

Lalu Si Begal itu segera mengeluarkan SEBILAH PISAU dan memperlihatkan didepan mata Rehan.
"Jangan macam-macam kau... atau kurobek wajah tampan kau pake ini ... mengerti?" ancamnya lagi.

"PAAAK.. KE.. KE... NAPAAA.. BE.. GIII.. NII? APA.. SALAHKU?" dengan ketakutan Rehan berusaha membuat hati Si Begal luluh.

Secara spontan, Rehan berusaha melepaskan dirinya, karena khawatir akan bencana yang akan ia alami. Namun apalah daya seorang pemuda yang masih muda belia?. Di samping itu ia pun sudah capai karena perjalanan jarak jauh, dan sekarang, menghadapi upaya perkosaan oleh sesama lelaki terhadap dirinya. Ya, Rehan hampir merasa yakin bahwa si pria sialan itu berniat untuk menggagahi dirinya.

Semua kejadian itu OTOMATIS terlihat jelas oleh Adam dan 2 Begal teman si Rozak karena pintu kamar dalam keadaan terbuka. Tapi ADAM tidak dapat berbuat apa2 untuk membantu Rehan karena dia sendiri ada dibawah ANCAMAN GOLOK dari 2 Begal teman si Rozak.

*******

Masih dalam pelukan erat Begal itu, akhirnya Rehan berhasil ditundukkan. PISAU itu dia gesek-gesek di sekitar dadanya.
"Jangan tingkah.. atau besok mayat kau sudah di temukan di hutan sana... paham?"

Segera, Kaus T-shirt Rehan DIROBEK-ROBEK dengan PISAU yang tajam. Mulai dari bagian atas sampai bawah. Kini Rehan bertelanjang dada di antara serpihan kaus yang sudah DISAYAT SAYAT.

Kedua puting tetek di dada bidang Rehan terlihat melenting agak besar dan keras berwarna kecoklatan.
(Tentu saja besar dan keras, karena terlampau sering dikulum dan digigiti oleh Tante Frieda dan para cewek-cewek yang suka ditinduri olah Rehan sebelumnya).

Tangan-tangan kasar Rozak yang penuh bulu itu berhasil menjamahnya. Dengan mulutnya, ia jilati dan gigiti puting tetek Rehan.

"JANGAANN PAK... KUMOHON JANGAAANN..." pinta Rehan memelas..

"Hei...... bisa diam nggak? Mau mati? Hah...?" ancam Si Begal sambil MENAMPAR pipi Rehan.

Wajah Rehan sampai terlempar karena tamparan Rozak cukup keras.

*******

Celana boxer yang dikenakan Rehan pun dengan mudah berhasil dilepaskan Rozak.…. Dan sekarang tubuh Rehan benar-benar TELANJANG total dihadapan Rozak.

Sungguh, sejak Rehan remaja, Rehan belum pernah sekalipun telanjang dihadapan lelaki lain, kecuali para cewek yang pernah digaulinya. Tetapi kini, Rozak berhasil menguasai Rehan.

Wow…!!.
Itulah yang keluar dari mulut Si Begal saat dia mengarahkan pandangan matanya pada celah LUBANG DUBUR yang tersembunyi oleh otot-otot pantat yang kokoh.

Lubang dubur Rehan tampak rapat dan sama sekali tidak ada celah yang longgar, pertanda Rehan adalah LELAKI PERAWAN yang lubang pantatnya BELUM PERNAH dijarah oleh kontol sesama lelaki. Tidak seperti liang bool para Waria yang sering ia gauli selama ini, pikir Rozak.

Si Begal itu tak tahan lagi!!!.

" Kau!.. Aku nafsu sama kau. Aaa.. aku nggak ta.. tahan.. , sayang.. , " Kata Rozak terputus-putus karena nafsu birahi yang kian memuncak.

"Pak, tolong jangan diteruskan Paaaakkk...aa..... Aku tidak mau begini..!" Pinta Rehan yang berbaring tanpa daya diatas ranjang dalam keadaan sepenuhnya telanjang bulat.

Lagi-lagi Rehan berusaha melawan, tetapi dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki Rozak, dengan mudah ia menaklukkan perlawanan Rehan.

ADAM hanya bisa melihat tanpa daya karena dia sendiri diancam oleh sebilah golok. Adam bergidik melihat kekejaman si Rozak pada ”Tuan Rehan”

*******

Saat si Begal itu membuka celananya, segera Rehan pun dapat melihat batang penis Begal itu yang ternyata sudah ngaceng. Ukurannya memang TIDAK SEBESAR kontol Rehan, sehingga Si Begal tidak berkata2, karena di dalam hatinya, dia mengakui, penis Rehan jauh lebih panjang dan lebih besar dibandingkan punyanya sendiri.

Rozak lalu menaiki ranjang kayu itu. Dengan kedua tangannya, dibukanya kedua kaki Rehan sehingga selangkangannya makin terbuka mengangkang.


---------------------------------------------

REHAN DIGAGAHI BEGAL


“Aku pengen ngentot kau, cakep “ katanya tanpa minta persetujuan.
Nyata sekali terlihat Rozak sudah terbakar oleh nafsu birahi yang berkobar kobar.


“Jangan Pak... Aku belum pernah pak..", Rehan sangat ngeri membayangkan kontol Rozak menjebol lobang duburnya.

Rehan sama sekali tak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi dalam hidupnya…. Dia tidak rela diperkosa dan dicemari kesucian tubuhnya oleh laki-laki laknat itu. Ingin rasanya ia bunuh diri saat itu juga…. Tapi Rehan tak mampu menolak hasrat Rozak.

"Aduuh.. jangan paaakkk, sakit paaakk.. aww!" rintih Rehan waktu Rozak mendorong masuk penisnya.

Tentu saja Rehan kesakitan, karena dia Rehan BUKAN seorang homo dan sama sekali TIDAK pernah disodomi pada lubang pantatnya.

Kali ini Rehan BERONTAK sekuat tenaga dan berusaha melawan.
"Paaakkk... jangan... kumohon..."

"Diam!"
"Ingat... pisau ini sewaktu-waktu bisa mengeluarkan isi perutmu..." Ancam Rozak.sambil mengacungkan dan menekan PISAU itu ke dada Rehan.

"Paaakk... sakitt.. jangann..." rintih Rehan ketika PISAU Rozak MELUKAI dada putihnya.

Darah menetes perlahan dari luka yang di dada Rehan, walau tidak begitu parah.


*******

Dan Rehan lengah itulah, tiba-tiba saja Rozak menghentakkan pantatnya SEKUAT TENAGA hingga kontolnya masuk seluruhnya ke dalam.

BLESSSSS…!!!!. BLESSSSS…!!!!


“Addduuuuhhhh…!, saaakkiiiittt…!”
Rehan menjerit sejadi-jadinya merasakan sakit yang sangat hebat ketika Rozak menyodok pantatnya lagi dengan kasar,
Perutnya rasanya mulas melilit-lilit. Walau kontol Si Begal itu tidak terlalu besar, tapi bagi Rehan yang baru pertama kali disodomi, tentu saja merasakan KESAKITAN.

Ampuuuun!.
“Entah kenapa aku sampai diperlakukan begini…” keluh Rehan didalam hati

Saat penis Rozak masuk menyeruduk lagi semakin ke dalam liang anus Rehan dengan kerasnya, spontan cowok ganteng itu pun TERBELAK MATANYA dan ternganga lebar mulutnya.

Seberkas jeritan tertahan di tenggorokannya. Sebentar kemudian, ia pun meringis…. kedua matanya terpejam MENAHAN NYERI dan sakit pada rahimnya. Tak terasa air matanya pun menetes…


“Aduuuh…….. Paak…!! Ampuuun…” jeritnya mengiba belas kasihan kepada Begal itu.

Terdengar suara 2 begal kawan Si Rozak TERTAWA TAWA!, mereka menertawakan kejadian yang terjadi di hadapan mereka. Mungkin mereka SERING melihat jerit kesakitan dari SETIAP PEMUDA yang dibawa ke rumah itu oleh Rozak.

Pengalaman pertama disodomi oleh sesama lelaki ternyata bukan hanya menimbulkan PENDERITAAN rasa sakit tapi Rehan juga merasa sangat jijik dan terhina. Perasaan KOTOR yang tak terhingga melingkupi dirinya.


*******

Pada saat ngeseks dengan Tante Freida, atau cewek-ceweknya, Rehan memang seorang pejantan yang perkasa diatas ranjang, tapi kali ini Rehan memang bukan tandingan si Rozak yang kasar dan bertubuh gempal itu, sehingga Rehan tak berkutik.

Rehan yang dipaksa menerima peralakuan SODOMI pada pantatnya merasakan anusnya sangat pedih dan panas seperti kena cabe. Rehan pun terus meraung raung dan air matanya menetes membasahi pipinya saat itu karena harga dirinya direndahkan. Tubuhnya pun terguncang-guncang di bawah tubuh kekar Rozak.

********

Bagi si Begal, menggagahi Rehan benar-benar membuatnya merasa nikmat. Ia tahu Rehan adalah seorang LELAKI NORMAL … tapi menyetubuhinya sama seperti memperawani seorang GADIS yang lugu dan belum berpengalaman….

"Enak.., lobang tai kau benar-benar masih perawan, lebih enak dari bool BANCI".

Sekujur tubuh Rehan basah oleh keringat seolah menangisi keadaan dirinya saat itu. Dia terus memejamkan matanya tidak ingin melihat kelakuan pria asing yang baru dikenalnya itu di atas tubuhnya.

Sebagai lelaki normal, Adam seumur hidupnya TIDAK TAHU dan tidak pernah terbayang yang namanya seks sejenis antar lelaki, sehingga ADAM sekali lagi menghela nafas dalam karena kasihan dan tidak tega melihat penderitaan ”Tuan Rehan”.

Rehan masih tetap mengerang erang :
”Jangan Pak... jangaaaannn.....”

Sungguh!, Rehan betul betul mati kutu!.

Bahkan saat itupun, Rehan sama sekali TIDAK menemukan kenikmatan apapun dari perlakuan Si Rozak. Yang ada hanya rasa JIJIK, MUAK, TERHINA, merasa disakiti, direndahkan dan dihancurkan!.

Rasanya pegal, perih, nyeri di bagian tubuh Rehan yang kena lecut. Tubuh Rozak yang besar dan kekar itu membuat Rehan tidak berkutik dan tidak bisa berbuat apa-apa, selain dari menyerah saja dan meringis2 kesakitan!. Rehan meronta sambil berkata :
"Sudah Pak!. Sakit Pak!. Ampuuuunnn",

*******

Selang beberapa menit, tiba2 Rozak mengangkat tubuhnya dan MENCABUT KONTOLNYA.... Lalu Si Rozak MELEPASKAN Rehan, dan berlutut diatas dada Rehan.

Dengan tangannya sendiri Si Begal itu mencoli dan MENGOCOK NGOCOK kontolnya…

Sambil melenguh-lenguh dengan suara berat, TANGAN Si Rozak terus meloco keras seolah ingin menuntaskan dendam birahinya, dan

Jrooottt....!!!, Jroooottt....!!!!, Jroooottt.....!!!!

Pejuh Si Rozak muncrat keluar dan semprotan Spermanya berhamburan keatas PERUT dan DADA Rehan sampai basah belepotan…..

Rupanya Si Rozak sangat SUKA melihat tubuh telanjang dan wajah Rehan yang BERMANDIKAN lendir-lendir pejuh itu…..


---------------------------------------------

Setelah Si Begal membebaskan cengkramannya, Rehan pun segera pulih kembali pikiran dan akal sehatnya yang sebelumnya tertutup oleh hawa nafsu Si Begal.

Rehan hanya bisa MENANGIS… Dia merasa dirinya kotor… tak ada bedanya seperti Waria yang disetubuhi Rozak di Losmen pada malam sebelumnya…

Ia juga merasa bedosa atas perbuatannya pada cewek-cewek dan Tante Frieda selama ini, sehingga dia harus menerima HUKUMAN-KARMA ini…

”Entah apa dosaku sehingga harus menerima hukuman karma ini?” demikian pikir Rehan

Segera Rehan sadari bahwa perlakuan Si Begal itu bukan hanya masalah nafsu, birahi atau seks saja, tapi masalah KEKUASAN dan PENGHINAAN.

Dan Si Rozak berhasil!.
Rehan merasa harga dirinya direndahkan dan mentalnya dihancurkan sampai berkeping keping.

“Edan kamu…”,
Kata Rehan lirih pada Si Begal, sambil berusaha menarik SELIMUT untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.

Adam yang ada di dekat situ memandang Rehan dengan perasaan iba dan kasihan setelah Rehan diperkosa secara paksa oleh Si Rozak

Rehan merasa malu sekali pada Adam.
Dia memejamkan mata. Di dalam hatinya Rehan mengutuki Si Rozak yang telah menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendak dan nafsu bejatnya.


---------------------------------------------

“Gimana pendapat kamu? Majikan kamu yang cakep ini… memang menggairahkan bukan?”, tanya si Rozak pada Adam.

Adam menunduk, tapi sesekali dia mencuri pandang ke arah Rehan.

Adam BERUNTUNG tidak diperkosa juga seperti Rehan.

Satu2nya alasan Adam TIDAK diperlakukan secara kasar oleh para Begal itu adalah karena Adam adalah SAMA-SAMA orang PALEMBANG!.
Merupakan PANTANGAN bagi para Begal itu untuk berbuat jahat pada sesama orang daerahnya.

*******

“Sekarang aku berikan kesempatan pada dua kawan2ku ini”, kata Si Rozak sambil menunjuk kedua Begal temannya.

“Ayo cepat...!”, tunjuk Si Rozak pada kedua Begal itu.
“Cicipi susunya sepuas kalian, dia pasti suka kalau kalian menyusu padanya”, kata Si Rozak, dengan nada yang sangat melecehkan Rehan.

Tanpa disuruh dua kali, kedua Begal itu langsung mendekati Rehan lalu secara bersamaan mereka berdua MENCUCUP PUTING TETEK di dada bidang Rehan seolah-olah sedang menyusu pada wanita..

Adam MENELAN LUDAH melihat majikannya “Tuan Rehan” menggeliat geliat dalam keadaan telanjang bulat sedang DIKERUBUTI oleh kedua Begal teman si Rozak itu.

------------------------------------

“STOP... STOP. Hentikan”, Perintah si Rozak tiba tiba pada kedua begal itu.

Didalam hatinya, Rehan bersyukur karena TIDAK JADI diperkosa oleh kedua Begal itu. Tapi ucapan Rozak berikutnya, membuat Rehan TERKEJUT setengah mati.


“HEI SOPIR GOBLOK! Sekarang giliran kamu MENYUSU pada tetek Tuan-mu”, bentak si Rozak.

Adam menatapku dengan ragu, kemudian ia berkata pada si Rozak,
“Pak, saya TIDAK MAU Pak”.

Rehan tidak terkejut melihat sikap Adam.
Walau dia hanya seorang sopir, tapi selama ini Adam memang bersikap baik terhadap Rehan. Makanya Adam tidak akan tega ikut ambil bagian menodaiku!

“Terima kasih Adam”, kata Rehan dalam hati.

Diam diam Rehan merasa KAGUM pada Adam.
Adam dianggapnya berbeda!.
Adam sepertinya selalu MENGHORMATI Rehan dan berlaku SOPAN padanya.

Adam hanya menunduk diam dan masih BELUM MAU melakukan apa2.


“Rehan, buka selimut itu. CEPAT!”, bentak si Begal sambil menunjukan pisau belati.
”Ayo sekarang kau ladeni Sopir kau itu...!”

Rehan tersentak kaget, dan dengan ketakutan dia menurunkan selimutnya secara perlahan. Kini tubuh Rehan terpampang telanjang bulat di depan Adam yang sudah mendekati dirinya.

*******

“Tuan.....”, kata Adam pada Rehan dengan suara bergetar,

Rehan sadar dia tak bisa berbuat apa-apa, dan membiarkan sopirnya itu naik dan duduk di sebelah dirnya. Dan ketika tangan tangan Adam mulai meremasi dadanya, Rehan bergidik diam-diam .

Sesaat kemudian Adam mendekatkan mulutnya ke puting tetek di dada Rehan lalu dia menyedot puting tetek Rehan dengan jilatan lidahnya yang liar.

Rehan memejamkan mata, ketika Adam mulai MENYUSU...!.

Adam terus menyedot puting tetek Rehan dengan jilatan lidahnya, sesekali Rehan rasakan Adam meremas kuat dadanya seperti yang dilakukan oleh Si Rozak dan kedua teman Begal tadi.

Seandainya Rehan seorang wanita yang punya AIR SUSU, mungkin sudah berapa banyak yang disedot oleh Adam yang tak puas2nya menyusu pada Rehan.

“Ssssshh…”, Rehan MENDESIS.

Entah kenapa, sedotan-sedotan pada puting teteknya dan remasan-remasan pada dadanya membuat gairah Rehan mulai terangsang, dan hampir saja dia merintih.
Tubuhnya bergetar menerima cumbuan Adam itu.

Saat itulah terjadi keanehan yang Adam rasakan ketika dia mulai mencumbu dan menyusu pada puting dada Rehan.

Tanpa diketahui oleh siapapun disitu....!, jendolan di balik celana ADAM ternyata perlahan membesar dan menggunung, pertanda kontol Adam menegang saat mencumbu majikannya.

Ya, Adam sendiri heran!.
Adam bingung.


Bergumul dan mencumbu Rehan yang sepenuhnya telanjang bulat ternyata menimbulkan sensasi seksual yang amat erotis dan begitu MENGGAIRAHKAN sehingga NAFSU Birahi Adam terangsang hebat..

Adam berjuang mati-matian untuk menyembunyikan gairahnya, akan tetapi akhirnya reaksi fisik Adam mengingkari kodratnya sebagai lelaki normal dan diluar kehendaknya, nafsu Adam mulai terangsang!.
Dan kontol Adam juga mulai ngaceng!

*******

“Gimana, enak....??”, tanya si Si Rozak kepada Adam.

Adam tidak menjawab

“Rehan...,. Kau juga menikmatinya kan?”, kali ini Si Rozak bertanya pada Rehan.

Rehan juga diam tak menjawab.

“Kau ingin yang lebih enak kan Rehan?”, tanya Si Rozak lagi.

“Aku…... Aku....”, Rehan terlalu malu untuk menjawab.

“AYO JAWAB!!”, bentak Si Rozak dengan suara keras.

Rehan sampai terbelak matanya karena terkejut. Bahkan kedua begal dan Adam juga ikut terkejut mendengar teriakan keras Si Begal.

“Iya Pak. Aku… aku ingin yang lebih enak”, jawab Rehan dengan ketakutan. Rehan memaksa diri mengangguk dengan wajah yang terasa sangat panas. Lagi-lagi Rehan terpaksa harus menjawab untuk menyenangkan hati Si Rozak.

“KAMU...!!!”, tiba-tiba si Rozak menunjuk pada Adam.


“Adam.., kau yang beruntung jadi yang pertama dari kalian bertiga, yang boleh mencicipi pantat Tuan-mu”, sambung si Rozak sambil menunjuk pada Adam.

Tubuh Rehan merinding dan, tanpa sadar dia menggigil.
Selama ini tak pernah terbayangkan oleh Rehan, sekarang dia harus DISETUBUHI juga oleh Adam yang selama ini dikenalnya dengan baik sebagai sopir Tante Frieda

“ Tolong Adam… jangan lakukan itu...”, Rehan memohon.

Adam menatap Rehan dengan ragu.

Adam berkata pada si Rozak:
“Ppp…. Paaakkkk, Jjja…jangan Pak, Saya bukan homo. Saya nggak pernah begituan sama cowok…. Saya nggak bisa Paaakk.”

Walau gairah dan nafsunya terangsang, Adam tetap TIDAK TEGA kalau harus menyetubuhi Rehan. Dia menganggap itu sebagai pengkhianatan terhadap pemuda yang dia sudah anggap sebagai majikannya.

“Kamu jangan sok suci!”, bentak si Rozak pada Adam dengan gemas.

Lalu si Rozak menoleh kedua Begal temannya.
“Kalian berdua!. PAKSA sopir goblok itu untuk ngentot Tuannya!”, kata si Rozak dengan geram pada kedua teman Begalnya.

Tapi Adam mencoba BERONTAK dan MELAWAN.
DENGAN GAGAH Adam berusaha memukul dan menendang roboh kedua Begal itu.

Tapi si Rozak sialan itu, dari belakang MEMUKUL kepala Adam, hingga Adam roboh. Dan Adam yang sudah tak berdaya itu harus menerima hujan pukulan dan tendangan dari mereka bertiga. Mereka terus memukuli Adam.

Bahkan, sebilah golok lagi lagi dihunuskan ke arah tubuh Adam oleh si Begal itu sehingga tak pelak, dadanya tergores sedikit, meneteskan darah.


----------------------

Rehan tak tega melihat Adam dihajar seperti itu, terpaksa Rehan menguatkan hatinya dan berteriak : “HENTIKAN...!!”.
“Adam..., lakukanlah saja. Kamu tidak perlu berkorban untukku”, kata Rehan lirih sambil menahan tangis.

Akhirnya Rehan menyerah. Tak ada yang perlu dia ragukan ataupun disesalkan lagi.
”Tokh aku memang sudah ternoda sebelumnya. Aku bukan lagi seorang laki-laki yang suci lagi” demikian pikir Rehan.

Diluar kehendaknya Rehan telah dipaksa untuk takluk pada perintah si Begal yang sekarang sedang jadi penguasa dirinya.

“Ayo kentot tuanmu itu sekarang” perintah si Begal
“Aku ingin tahu apa kau masih bisa berlagak sok suci kalau sudah merasakan lubang pantat Tuanmu itu”, ejek si Rozak pada Adam.

Adam masih berusaha menolak:
“Tapi Pak. Saya KASIHAN kepada Tuan Rehan”.

Tapi Adam tahu, tak mungkin mengharap pertolongan pada siapapun, dan karena NYAWANYA TERANCAM oleh para Begal itu, akhirnya terpaksa Adam menuruti perintah para Begal biadab itu.

Dengan ragu2 Adam mendekati selangkangan Rehan.

Si Rozak menatap tajam, menunggu saat-saat Rehan harus menjadi BUDAK-SEKS dari Adam, sopirnya sendiri..

“Ayo mulai... Entot dia sekarang!!!” perintah si Begal lagi sambil menunjukan pisau belati.


---------------------------

Dengan perlahan Adam melucuti pakaiannya sendiri sampai telanjang bulat.

Saat celana Adam telah terlepas, mata ke 3 Begal jahanam itu langsung MELOTOT kaget melihat ke arah selangkangan Adam dan terkejut.

Rehan juga langsung kaget setengah mati!!!.


Yang membuat mata mereka melotot adalah benda kelelakian di SELANGKANGAN Adam!. Dengan mata kepala sendiri, mereka sekarang dapat melihat batang penis Adam yang menggelayut seperti belalai gajah yang hitam dan ternyata berukuran begitu besar luar biasa!.

Terlihat mengerikan dan lapar..!!.

Kontol Adam itu besarnya hampir sama dengan PERGELANGAN TANGAN. Berwarna coklat muda dan kini tegak mengacung. Panjangnya tidak kurang dari 22an cm, jauuuh lebih besar dari kemaluan punya Rehan, atau semua laki2 yang pernah Rehan kenal. Sementara besarnya sekitar 2 sampai 3 kali lipatnya.

Semua di ruangan itu tak dapat menyembunyikan keterkejutan mereka melihat alat kelamin yang ukurannya sedemikian besar, sulit dipercaya ada laki-laki yang memiliki penis sebesar dan sepanjang itu. Amat masif, fenomenal..!. Amat dahsyat..!!.

”Ayo, sekarang kamu ENTOT liang bool Tuan-mu” perintah si Begal pada Adam sambil pura-pura mengacuhkan rasa kagumnya melihat besarnya ukuran kontol Adam.

Kalau tadi, Rehan secara sukarela menyuruh Adam untuk menuruti perintah si Begal untuk bersetubuh, tapi kali ini Rehan menyesal dan mulai merinding ketakutan....

Selama ini Rehan merasa Adam selalu baik pada dirinya. Dan kali inipun Rehan berharap Adam jangan menuruti perintah para Begal itu dan membatalkan niatnya untuk ikut-ikutan memperkosa dirinya.

” Adam.... Aku takut...” Dada Rehan berdegup kuat
Rehan ingin berusaha melarang lagi, tapi dia sadar tak mungkin Adam menolak atau melawan perintah para Begal itu.

Adam masih mematung di depan selangkangan Rehan.
“Tuan … maafkan saya”, kata Adam lirih.


----------------------

Lalu dengan menunduk Adam kembali meraih tubuh Rehan yang sedang berbaring diatas RANJANG PENGANTINNYA.
Ranjang dimana Rehan akan DIKAWINI oleh Adam, sopirnya.

Yang berbaring di kasur adalah seorang PEMUDA TAMPAN bertubuh ramping, kulit mulus dan berwajah tampan… terlentang tak berdaya setelah diculik dan diperkosa…

Sedangkan LAKI LAKI di atasnya adalah seorang Sopir bertubuh kekar dengan kontol berukuran raksasa yang siap mengawininya!.

“Sssshh…”,
Rehan mendesah dan menggigit bibir ketika ujung kepala penis Adam mulai membelah bibir liang duburnya.

“Sakit Tuan?”, tanya Adam kuatir, walau dia sendiri sebetulnya sangat bernafsu.

Tapi Rehan tak berdaya ketika penis gede Adam perlahan-lahan terus merangsek masuk ke dalam liang dubur Rehan, dan Rehan menggeliat.

Sakit?.
Tentu saja!. Sakit luar biasa!.
Alat kelamin Adam terlampau besar dibanding sempitnya bibir lubang anus Rehan.

Tapi Adam ternyata melakukan dengan lembut dan perlahan.
Dan bibir lubang dubur Rehan perlahan mulai terkuak. Rehan merasa seperti ada bola besi besar yang membongkar liang anusnya.

Rehan memandang ketakutan pada Adam.

Adam juga tidak tega pada Rehan. Tapi..., dari pandangan mata Adam, ketahuan bahwa dia sebetulnya sangat menginginkan Rehan juga.

Tanpa disuruh, Adam mendekatkan wajahnya dan sesaat kemudian, Rehan merasakan nafas Adam yang hangat berhembus menerpa wajahnya. Adam berusaha mencium Rehan untuk mengalihkan perhatian Rehan

Entah kenapa kecupan Adam pada bibir Rehan begitu lembut, dan penuh perasaan. Sepasang paha Adam yang kekar, secara perlahan menggeser kedua kaki Rehan sampai selangkangannya semakin melebar, kemudian Adam memeluk tubuh Rehan dengan kedua tangannya.

Mungkin karena tadi sudah menonton contoh saat si Begal memperkosa Rehan, akhirnya, tanpa menunggu lebih lama lagi Adam menekankan dan membenamkan seluruh batang kontolnya dengan sekuat tenaga ke dalam anus Rehan.


BLESSSSS...!!!. BLESSSSS...!!!

Rehan setengah menjerit kesakitan :
"AGHHHH… ! Sakit Adaaammm…!", Rehan tampak kesakitan karena tiba-tiba pantatnya diembat oleh batang kelamin berukuran raksasa milik Adam.


Kini Rehan dan Adam benar benar menyatu....!!.

Kini di atas ranjang, 2 tubuh telanjang laki-laki gagah telah siap untuk melakukan perkawinan …

Rehan berteriak kesakitan :
"Sakit, Adam….! Sakiiitttt….!",

Bagian bawah tubuh Rehan terasa sesak sekali karena dijejali batang penis berukuran extra larga. Tubuh Rehan basah bercucuran keringat, berkilat-kilat dan terasa licin dalam gesekan-gesekan dengan tubuh Adam yang juga telanjang-bulat.

Rehan berkeringat karena dia menahan rasa nyeri yang amat sangat di boolnya dan sekujur tubuhnya akibat DIGAGAHI Adam sopirnya

Saat Adam memandang ke bawah dan melihat Aliran DARAH SEGAR menetes dari sela lubang dubur Rehan pertanda selaput didalam anusnya telah terkoyak oleh sodokan bengis kontol Adam yang berukuran raksasa.

"Sakiiit Adaaaammm.....! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! " Erang Rehan berulang-ulang.


“Sabar Tuan...” bujuk Adam untuk menenangkan Rehan sambil mulai menjarah puting teteknya.

*******

Adam meremas begitu LEMBUT, dia memainkan dada bidang Rehan dengan KELEMBUTAN yang tak pernah Rehan bayangkan, belaian yang begitu HALUS dan MESRA.

Adam tak sedikitpun MELECEHKAN atau MERENDAHKAN Rehan.

Hanya saja Adam terpaksa harus MEMBAYANGKAN dirinya sedang mencumbui seorang WANITA, karena bagi Adam, seumur hidupnya tak pernah terlintas dipikirannya suatu keinginan untuk bersetubuh dengan sesama lelaki, apalagi dengan Rehan, seorang pemuda yang selama ini dia hormati seperti majikan dia sendiri.

Tapi persenggamaan 2 laki-laki sejenis yang sedang Adan lakukan ternyata begitu sensasional. Bahkan batang kontolnya yang sudah bersatu dan tersambung dengan tubuh telanjang Rehan terasa begitu ENAK.

Saat itulah, Adam baru tahu bahwa tubuh laki laki ternyata bisa memberi dia kenikmatan yang begitu menggairahkan dirinya sehingga Adam mulai terhanyut ke dalam gelora asmara yang memabukkan.

Lalu secara perlahan lahan Adam mulai menghujamkan batang kontolnya, dan semakin lama dia makin menggila dan mem-pompa-kan semakin keras, maju-mundur ke liang bool Rehan - bagaikan dia sedang mengentoti memek cewek!.
Agh! Nikmat!


----------------------

Walaupun ini adalah persetubuhan yang disuruh secara paksa oleh si Begal, tapi kontol lelaki yang dientotkan oleh seorang pejantan perkasa seperti Adam sungguh memiliki”DAYA MAGIS” yang luar biasa dan mampu membangkitkan SENSASI SEKSUAL dan EROTISME yang amat menggetarkan

Apalagi batang kontol Adam amat panjang berukuran begitu masif, sehingga akibatnya, terjadilah KEAJAIBAN itu.....

Timbulah hukum-alam yang secara perlahan mulai merangsang naluri syahwat di dalam sanubari Rehan..... Menerbitkan kenikmatan seksual yang mendera Rehan berkali kali...

Tanyakan saja pada GAY BOTTOM, atau bahkan pada lelaki normal yang pernah disodomi, mereka semua pasti akan merasakan sensasi kenikmatan yang tak-terhindarkan itu.

Walau amat kesakitan, herannya, Rehan ternyata MENIKMATI perasaan tak berdaya didalam dominasi Adam yang begitu menguasai dirinya

Dan ...
Rasa sakit luar biasa yang bercampur-aduk dengan kenikmatan dari dari kentotan kontol gede Adam, ternyata membangkitkan SENSASI SEKSUAL yang amat menggetarkan nafsu syahwat Rehan..

Rehan hanya bisa menggeliat penuh kenikmatan.
Sesekali Rehan mendesah, saat jari jari Adam dengan nakal memencet puting tetek Rehan, memilin dengan lembut. Sementara itu Rehan merasakan liang anusnya makin terangsang oleh pergesekkan kontol gede Adam.

*******

Bahkan, Entah bagaimana, INTENSITAS sodokan tongkat panas milik Adam yang menembusi lubang dubur Rehan, ternyata menggesek-gesek syaraf2 sensitif di dalam saluran anus dan menggaruk-garuk ”KELENJAR PROSTAT” Rehan.....,


“Aduuuuhhhh” seru Rehan, sambil BERKEJAT-KEJAT menahan perih dan nikmat dengan nafas yang memburu.


Mata Rehan merem-melek merasakan siksaaan kenikmatan itu. Sementara napasnya juga semakin terengah-engah. Campuran rasa sakit dan rangsangan gairah yang mencengkeramnya, membuat Rehan MENGGELIAT-GELIAT seperti cacing kepanasan saking nikmatnya..

Sementara Adam memandangi wajah tampan Rehan yang sedang menahan gejolak nafsu akibat GENJOTAN MAUTNYA.

“Ohh… Adaaammm.... … eengghhh…”,
Rehan mengerang menikmati kepala kontol Adam MENGOREK-NGOREK seluruh dinding liang anusnya sampai jauh kedalam.

Sakit, nyeri, nikmat, pusing bersatu pada perasaannya malam itu, rasanya dunia seakan terbalik rasa sakit menjadi kenikmatan yang luar biasa.

Rehan semakin tak mampu menyembunyikan rasa nikmatnya menerima kekejaman siksaan Adam, dia melenguh dan merintih seperti kerbau yang sedang memamah biak :
MMMMMMMPH MMMMMMPH MMMMMMPH....

Tubuh Rehan bergetar hebat dan pinggangnya sampai MELENGKUNG ke atas karena dia merasakan kenikmatan yang tak bisa digambarkan rasanya.

Rehan sampai MEMUKUL MUKUL DADA Adam dan MENGGIGITI bahu Adam karena tak kuat menahan derita yang sedang diberikan oleh siksaan dan enaknya entotan kontol Adam.

Apakah Rehan MENIKMATI disodomi dan suka DISAKITI seperti itu?.


*******

Adam mengentot seperti seekor KUDA JANTAN dengan vitalitas dan stamina yang amat luar biasa. Terdengar nafas Adam yang mengendus dengan buas menyertai nafsu birahinya yang benar-benar telah menjadi BINATANG LIAR yang tak terkendali lagi.

Secara alamiah, Adam memeluk Rehan dengan ketat dengan posisi tetap di atas tubuh atletis Rehan. Bibir Adam menyambar mulut Rehan yang terbuka dan Adam langsung melumat mulut Rehan dengan pagutan bibirnya.

Disakiti oleh siksaan dan kenikmatan kontol Adam ternyata terasa oleh Rehan begitu fantastis... Nikmatnya sungguh tak tertahankan.. Rehan justru merasakan kemesraan dari tiap kebengisan tikaman yang dia terima dari Adam.

Dan tubuh Rehan tak mampu menyembunyikan reaksi dari kenikmatan yang diberikan Adam.... Rehan kini bisa menikmati kekejaman siksaan kontol Adam yang sodokannya mendera-dera demikian hebatnya hingga nikmatnya membuat Rehan lupa segala-galanya.

*******

Adam telah membuat Rehan seakan lupa daratan.

Rehan lupa pada keluarganya, lupa pada Tante Frieda, lupa pada semua cewek-ceweknya. Akhirnya, secara SUKA RELA Rehan malah MEMELUK tubuh telanjang Adam yang sedang menunjukkan dominasi dan kekuasaannya. Dan Rehan melayani Adam… dengan segenap perasaan.

Apalagi Adam terus-menerus memuji Rehan sambil membelai-belai kepalanya seperti pada kekasihnya, sehingga meningkatkan rasa percaya diri Rehan.

Rehan mencium Adam dengan sepenuh hati, dan mereka berdua berciuman dengan penuh kemesraan.
“Oooh.. Adam…”, desah Rehan di antara geliat tubuhnya yang kesakitan.

“Iya Tuan?”, Adam menanggapi, suaranya bergetar sekali, tanda bahwa dia sangat terangsang.


“Kenapa aku begini Adam?” tanya Rehan

Beberapa kali Adam menarik dan memasukkan kontolnya dengan kasar seiring dengan suara Rehan yang melenguh merasakan KENIKMATAN TAK WAJAR oleh permainan keras Adam yang luar biasa jantan ini!


“Kau suka Tuan??. Tuan suka dikentot??” tanya Adam.
“Aku akan membuat Tuan bahagia. Aku akan memberikan pengalaman yang terindah, yang tidak akan pernah Tuan lupakan seumur hidup“, bisik Adam sambil melumat daun telinga Rehan.

*******

Dalam sinar lampu yang terang si Rozak dan kedua Begal temannya terpana memperhatikan tubuh Rehan yang menggeliat geliat merasakan kenikmatan surgawi yang Adam”hadiahkan” kepada Rehan dengan siksaan kontolnya...

”Oooogghhhh Adaaam..., nikmaaaatttt.... enaaaakkkk”.

Rehan tak perduli lagi pada ketiga Begal yang menonton dengan iri, dia tak perduli lagi kalau semua ini jadi pusat perhatian mereka. Malah Rehan sengaja memamerkan sikapnya seolah-olah dia suka saja akan disetubuhi oleh Adam.

Mereka berdua sama-sama mengerang dan mendesah panjang.

Desah kenikmatan dua pejantan yang sedang bercinta!.


----------------------

Ketiga Begal itu menonton dengan pandangan melongo, seolah tersihir oleh kemesraan Adam dan Rehan.

Keduanya sudah seperti PASANGAN-HOMO yang serasi… sudah seirama dan saling beradaptasi dalam persetubuhan sejenis…


Saat itu yang terdengar hanya dengus nafas dan erangan kedua makhluk sejenis yang sedang KAWIN itu. Adam benar-benar sedang MEMBERI KENIKMATAN yang tak terhingga pada Rehan

Dan pada puncaknya, Rehan melengung panjang....
“Adaaaam… eenggghhh…”,


CREETTTT... CREEETTTT... CREEETTTTT......

Rehan mencapai klimaks orgasme… Orgasme yang luar biasa…
Semburan sperma Rehan berhamburan membahasahi perut dan dadanya.

Tubuhnya menggelepar, rasanya seluruh otot di tubuhnya mengejang. Dia sempat sampai setengah tak sadar, rasanya begitu nikmat, seakan roh dia sempat terlepas dari tubuhnya.

Didalam hatinya, Rehan sedikit terkejut dan malu…
Ia tak mengira akan sedemikian eksplisitnya klimaks orgasmenya nampak tanpa bisa disembunyikannya sama sekali…

Oooogghhhh...!,

Adam menggigiti leher Rehan, bahunya, dadanya dan meninggalkan CUPANG-CUPANG berwarna merah sepanjang leher Rehan

*******

Setelah beberapa lama PERKAWINAN itu berlangsung… akhirnya Adam juga ingin menuntaskan persenggamaannya

Tiba tiba Adam juga melolong panjang…
“Rehaaannn…., sayaaaang”,

Dalam keadaan seperti ini, Adam bahkan LUPA menyebut ”Tuan” pada Rehan…
Adam justru meneriakkan nama ”Rehan”…

Rehan suka itu…!!.


”Ooohh... Adaaammm” Rehan merintih

“Ya sayang. Aku menginginkan kamu sayang. Aku akan memberikan ’hadiah’ spermaku untuk Rehan sayang...” Adam bekata penuh nafsu.

Dan akhirnya Adam juga mencapai klimaks orgasme...

JROOTTT... JROTTTT.... JROOOOTTTT

Adam itu MENYUNTIKKAN sejumlah besar cairan Pejuh panas yang luar biasa banyaknya ke rahim Rehan, bahkan karena saking banyaknya, seluruh isi perut Rehan penuh dibanjiri oleh benih benih sperma Adam. Terasa sekali rasa panas yang membakar perut Rehan.

Tapi seketika Rehan juga merasakan sensari aneh yang timbul dalam hatinya. Rehan merasa dirinya seolah olah seperti wanita yang menerima benih-benih sperma dari suami yang sedang MEMBUAHI rahim untuk MENGHAMILI dirnya.


------------------

Maka sempurnalah persetubuhan mereka berdua.

Adam sendiri ambruk di atas tubuh Rehan dengan kontol yang masih bersarang dalam liang anus Rehan, seakan ingin memompakan tetesan sperma yang masih tersisa ke dalam rahim cowok ganteng itu…


Lalu diciuminya seluruh wajah Rehan… dikulumnya dalam-dalam mulut cowok ganteng itu… seolah ingin menghargai apa yang telah mereka lalui bersama di ranjang itu…



Dan Adam memuji Rehan:
“Kamu luar biasa sekali Rehan, nikmat sekali. Aku puas sekali sayang.”

Entah kenapa Rehan merasa terharu mendengar Adam telah begitu dipuaskan. Rehan bisa merasakan kalau semuanya Adam lakukan untuk menunjukan penghargaan dan kepuasannya.

Rehan merasakan degup jantung Adam yang amat keras, ketika dada bidangnya merapat seluruhnya pada dada Adam.

Adam menatap mata Rehan dengan sangat mesra dan kembali memeluk Rehan, mengecup bibirnya dengan mesra dan tangannya membelai belai wajah dan rambut Rehan dengan lembut. Adam benar benar memperlakukan Rehan dengan penuh perasaan.

Akhirnya gerakan kedua tubuh yang sama-sama telanjang itu pun mengendor…. Adam masih menindihi tubuh Rehan yang telanjang. Selama beberapa menit mereka terpaku dalam posisi seperti itu…


---------------------------

Setelah kesadaran mereka kembali pulih....

Adam berbisik lirih pada Rehan.
“Maafkan saya… Tuan”, kata Adam, yang menundukkan kepalanya dengan penyesalan.

Rehan ingin mengatakan pada Adam…
”.... Jangan panggil aku Tuan…”

Rehan ingin menjerit pada Adam …
””Panggil aku ’Rehan’, panggil aku ”Sayang” … Aku sudah jadi milikmu, Adam…” 
Tapi dia tahan kata2 itu didalam hatinya

Rehan juga ingin meneriakkan isi hatinya pada Adam, agar dia jangan merasa bersalah, karena Rehan sendiri ternyata amat menikmati saat-saat disetubuhi oleh Adam barusan.

Tapi Rehan hanya memejamkan mata, membentuk bibirnya untuk menyambut ciuman Adam, lalu tanpa sadar dia berkata, “Terima kasih Adam”.

Maka selesailah kenikmatan seksual hari ini


--------------------------------

Sayang kedekatan-bathin yang baru tersambung antara Rehan dan Adam sopirnya dipisahkan secara paksa!!!.

Si Rozak segera menyuruh Adam untuk menyingkir.

Dan akhirnya kedua begal teman si Rozak yang belum kebagian bersetubuh, segera menyergap tubuh telanjang Rehan dengan bernafsu sekali. Mungkin mereka terpengaruh karena melihat Rehan begitu total melayani Adam

Bahkan si Rozak-pun ikut2an mengerubuti Rehan untuk menggagahinya sekali lagi dan akhirnya terjadilah pemerkosaan yang dilakukan secara bergiliran oleh ketiga begal jahanam itu.

Rehan menangis, namun kini dia menjadi APATIS serta TAK PEDULI apapun yang sedang menimpanya. Tak ada yang perlu Rehan ragukan ataupun disesalkan lagi:
”Tokh aku memang sudah ternoda sebelumnya. Aku bukan lagi seorang lelaki yang suci lagi” demikian pikir Rehan.

Genjotan kontol ketiga begal jahanam itu Rozak juga semakin cepat dan keras, sehingga badan Rehan tersentak-sentak dengan hebat.

Rehan terus memejamkan matanya tidak ingin melihat kelakuan 3 pria kasar itu diatas tubuhnya. Sementara kedua tangannya tergeletak ke samping sambil meremas-remas seprei kumal yang sudah tak jelas warnanya itu.

“Jangan harap aku akan melayani mereka seperti aku melayani Adam tadi…” demikian pikir Rehan

Rehan melayani gairah mereka tanpa ekspresi…
Rehan tak memperdulikan mereka, Para begal itu tak memberi Rehan kenikmatan… Mereka hanya memuaskan diri mereka sendiri…

*******

Pemerkosaan berturut turut yang dilakukan secara bergiliran oleh ketiga begal dihadapan Adam merupakan keadaan yang begitu memalukan buat Rehan.

Dia merasa itu adalah awal dari jatuhnya dia ke dalam penderitaan baru yang lebih mengerikan. Kehancuran martabat dirinya di pedalaman pulau Sumatera …

Tapi apa daya?, kepada siapa ia bisa mengadu.
Semuanya telah terjadi.
Tak mungkin Rehan dapat membalik waktu…
Mimpi buruk itu harus dia tanggung seumur hidupnya

Dengan matanya Rehan mencari-cari Adam.

Akhirnya Rehan menemukan Adrian dengan pandangan matanya.

Adam tak kuasa melihat Rehan dikerubuti secara bengis oleh kedua begal itu. Dia terlihat memandang Rehan dengan pandangan yang meluluhkan hati Rehan.

Itu adalah pandangan seorang laki laki yang merasa bersalah, yang tak mampu melindungi kekasihnya.

Apakah Itu adalah pandangan seorang laki laki yang sedang jatuh cinta…?

Rehan bertanya tanya apakah Adam mencintai dirinya?,


Tapi karena tak kuasa menahan penderitaan fisik dan psikis yang mendera, akhirnya kepala Rehan mulai pening. Ruangan itu rasanya seperti berputar.

Rehan benar-benar sudah tak kuat lagi.

Lalu semuanya gelap… Rehan PINGSAN.


--------------------------------

ESOK HARINYA

Pagi, keesokan harinya, ketika Adan dan Rehan terbangun dari tidurnya, ternyata ketiga Begal itu sudah tidak ada di dalam ruangan. Mungkin mereka sedang PERGI untuk MERAMPOK atau berbuat KEJAHATAN lainnya.


Ketika Rehan berusaha keluar, ternyata rumah itu dalam keadaan TERKUNCI RAPAT dan tak ada celah untuk melarikan diri.

Karena tidak ada yang dapat mereka perbuat, maka Rehan pun mandi, dan setelah selesai mandi, Rehan keluar kamar mandi dengan berbalut selembar handuk kumal.


“Aku lapar sekali… Tuan Rehan juga lapar kan?” kata Adam.

Spontan Rehan mengangguk.

Memang pastilah perut mereka lapar, karena makanan yang terakhir masuk ke dalam perut mereka adalah makan malam pada hari kemarin. Apalagi Rehan yang energi dan tenaganya telah terkuras habis untuk melayani nafsu birahi 4 orang lelaki sekaligus, jelas Rehan pun sangat kelaparan.


“Nih, ada makanan Tuan…,” ujar Adam.

“Adam.… Jangan sebut aku ‘TUAN”… Panggil saja ‘Rehan” ya?”

Mereka pun mulai makan berdua sambil duduk di bangku kamar, dan makanan itu mereka habiskan tanpa sisa.

Setelah mereka selesai makan, karena saat itu hujan turun dengan derasnya dan cuaca terasa dingin, Rehan kembali masuk ke kamar untuk tidur. Rehan merasa badannya masih pegal dan capai. Ia ingin beristirahat dan dapat tidur dengan nyenyak.

Akhirnya Rehan masuk ke kamar tidur diikuti oleh Rehan yang berjalan disampingnya sambil MERANGKUL pundak Rehan seolah olah mereka sepasang kekasih…, dan mereka naik ke atas ranjang itu.

*******

“Tuan..., eh, Rehan, dingin-dingin begini aku tak bisa tidur,” kata Adam.

Rupanya makanan yang barusan disantapnya telah membantunya memulihkan tenaganya kembali… Adam rupanya TERANGSANG ingin untuk bersebadan lagi dan langsung Adam melepaskan baju dan celananya dihadapan Rehan.

Rehan memalingkan wajah karena dia merasa rikuh dan belum terbiasa melihat lelaki telanjang. Tapi Rehan juga mencuri-curi pandang ke arah penis Adam yang menggelantung bagai bongkah kayu bakar di selangkangannya.

Dalam hati kecil, sebenarnya Rehan kagum juga melihat belalai yang panjang itu. Masih terbayang jelas dalam ingatannya bagaimana tadi malam monster raksasa itu merojoki tubuhnya.

Setelah Adam, tanpa minta persetujuan Rehan, ditelanjanginya pula kain handuk yang mnutup tubuh Rehan sehingga mereka pun sama-sama telanjang bulat.

“Dingin…” desah Rehan sambil melipat kedua tangan menutupi dadanya…
Hujan memang masih turun dengan lebatnya di luar sana. Bahkan semakin deras diiringi guntur yang meledak-ledak.

“Jangan khawatir, sayang… Sebentar lagi juga panas…” kata Adam tersenyum sambil menatap mata Rehan dengan penuh arti.

Adam membuka lipatan tangan Rehan karena ingin menikmati dan merabai dada bidang pemuda tampan itu. Rehan membiarkan saja begal itu memulai aksinya dan menikmati rangsangan yang diberikan padanya…

Cumbuan dan rangsangan Adam dalam waktu singkat berhasil membuat Rehan tidak berdaya menolak. Rehan seperti mendapatkan sosok pejantan sejati pada figur Adam.

Dan sejujurnya, Rehan ingin mengulanginya lagi… ingin menerima kenikmatan lagi dari Adam....

Dan akhirnya Rehan akhirnya ikhlas mempersembahkan semua tubuh dan jiwanya untuk kesenangan Adam seolah-olah diantara mereka terjalin perasaan cinta diantara mereka, rasa sayang dan saling menyukai seperti kekasih, kekasih sejenis.

*******

Siang itu, akhirnya kedua tubuh makhluk yang sesama jenis itu MENYATU kembali dalam kesatuan ragawi. Bersatu padu dalam PERKAWINAN yang panas dan bergairah… Tak ada lagi batas di antara mereka.

Sepasang manusia telanjang itu bergumul liar di atas ranjang.

Keduanya berpelukan erat. Yang berbadan gempal menindih pemuda yang tampan. Kaki si pemuda itu terangkat, melingkar di sekeliling pinggul pasangannya seolah ikut membantu gerakan-gerakan Adam yang sedang menyetubuhinya.


Keduanya saling memagut dan mengulum mulut pasangannya. Menikmati setiap detik keintiman mereka.

Cuaca yang dingin dan hujan lebat seolah menjadi SAKSI saksi PERKAWINAN SEJENIS mereka yang tak wajar.

Sopir dan Majikan menyatu bugil di atas ranjang.

Keduanya berpelukan erat.

Adam diatas. Rehan dibawah.

Dua laki-laki jantan.

Satu tubuh.

Rehan berlindung di dada bidang Adam dan menyusupkan wajahnya ke dalam ketiak Adam sambil mereguk keringat yang berbau khas lelaki jantan

Mereka pun berciuman dengan syahdu.

Menikmati setiap detik keintiman mereka.

Hujan pun menjadi saksi BERJODOHNYA Adam dan Rehan dalam perkawinan mereka yang dahsyat….
Bahkan Rehan mulai berpikir bahwa kemungkinan Adam adalah takdirnya… Bahwa Adam adalah JODOH yang abadi untuk dirinya.

Sayang Rehan tidak bisa mendapatkan anak KETURUNAN dari Adam, lelaki pujaannya.


   ====================================== 

THE END



(Disadur dari cerita: ("Arman, Jarot, Lisa") - oleh Elly, Sebastian dan berbagai sumber lain.

6 comments:

  1. mas, bikin cerita incest Ayah dan Anak donk

    ReplyDelete
  2. Versi 2 jauh lebih hot! Tapi please jangan tulis istilah2 miring soal gay seks seperti "menjadi saksi perkawinan sejenis mereka yang TAK WAJAR."

    Kata2 negatif soal gay seperti tak wajar, tak normal, menyimpang, malah menurunkan nafsu pembaca. Kita seolah DIGAMPAR. Dan terkesan kita kaum gay menginjak2 diri kita sendiri. Masa gay panggil sesama gay "tidak wajar"???

    Mohon lain kali dihindari penggunaan kata demikian. Kalo mau tulis kata demikian, harus ditambahkan seperti "tidak wajar menurut kaum homofobia."

    Kalo bukan kita sesama gay yg mendukung kita sendiri, siapa lagi? Betul gak? Nanti kita bisa diketawain kaum homofobia. Mereka bisa bilang "Homo aja ngaku mereka gak normal. Berarti kita benar donk benci mereka?" Bisa parah kan?

    ReplyDelete
  3. Aku fikir rehan akan diselamatkan tapi begini sudahnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah lebih suka ending yg kayak begini.
      1. Lebih masuk akal. Kalo kamu dan temanmu ditangkap 3 perampok sadis, kemungkinan teman u bs menyelamatkan kamu sangat kecil.
      2. Plot happy-end (kebaikan pasti menang) kelewat gampang ditebak dan basi.
      3. Ini cerita gay seks. Lebih hot kalo endingnya begini. Lagipula Rehan kan belakangan dpt bf kan? Gak parah2 juga kan?

      Delete
  4. yp aku setuju ma comant tement, versi yv kedua.lebih bagus, i like it.
    d tunggu cerita selanjutx.ok

    ReplyDelete
  5. Mantap versi ke 2 ny lbih nyatu alurny dan buat aq jdi horny...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...