Sunday, 13 May 2012

When Star Close By Dark Away


Sumbangan: ABI - meukutadewa@...... com


Nama ku JONATHAN (nama Lengkapku tidak bisa kusebutkan demi privasi) sekarang umurku 28 tahun,aku berasal dari ACEH  dan keluarga besarku tinggal disana karena mereka sebagian besar bekerja pada lembaga pemerintah.

Aku punya keluarga yang bahagia dan satu adik perempuan (ANGGI namanya beda 3 tahun umur kami). Karena kami hanya berdua jadilah aku anak laki-laki kesayangan dan adiku anak perempuan kesayangan. Setiap hari indah bagi kami karena perlakuannya orang tua kami sangat baik walaupun Aceh sedang perang tetapi keluarga kami hidup rukun dan damai

 Kisah ini adalah true story yang aku alami sendiri sengaja aku tulis supaya menjadi pengalaman bagi semua kita untuk menjadi hikmah agar tidak mengorbankan keluarga dan orang yang menyayangi kita hanya demi sex semata  dan aku pasrahkan hidupkan di jalan ini.

Kisah ini sengaja aku tulis setelah aku baca DIARY sepupuku yang telah MENINGGAL setahun yang lalu. Aku menyesal tetapi semuanya sudah jadi kenangan karena dia telah pergi selamanya.

Maka dari itu kisahku ini kuberi nama “When star close by dark away”. Judul ini juga aku temukan pada salah satu diarynya.
Butuh waktu setahun menerjemahkan diary sepupuku karena ditulis dalam bahasa Inggris, Germany, bahasa Jepang dan bahasa Arab begitu rumitnya lagi karena sebagian hanya kiasan-kiasan yang harus aku tanya sana sini dalam bahasa Indonesia apa artinya.

  ******* 

Sebagai keluarga yang mengalami percampuran keturunan (blasteran) kami diberi wajah tampan dan cantik sehingga tidak heran aku sendiri tinggi besar dan berparas ganteng (Tinggi ku 180 dan kulit kuning langsat dan hidung mancung mirip Dimas Setowardhana) begitu juga keluarga besarku jadi lah keluarga artis.  Hobbyku bermain basket dan berenang hal ini juga yang membuat para gadis sangat ngefans padaku.

Sejak duduk dibangku  kelas 1 SMP aku telah berpacaran walau orang tuaku melarang karena menurut mereka umurku belum cukup, tetapi aku tetap sembunyi-sembunyi berpacaran dan silih ganti pacarku. Cewe aku anggap bagai fans yang tergila-gila pada artis saja, jadi jika aku bosan aku mencampak mereka kapan saja.

Aku  anggap mereka pemuas nafsuku belaka hingga kelas 1 SMA sudah 7 gadis aku pacari semua aku putuskan kalau aku merasa penisku sudah tidak nyaman lagi menyetubuhi mereka. (ukuranya lumayan besar untuk orang Indonesia 20 cm dan berdiameter 4 cm)

  ******* 

Cerita ini bermula ketika aku dan keluarga memutuskan merawat sepupuku yang orang tuanya tewas tertembak oleh orang tidak kenal pada tahun 1999 (waktu itu Aceh sedang konflik) ini pula yang menjadi awal kau terjeremus di dunia Gay.

RANDY (nama lengkapnya sengaja tidak aku tulis demi privasi )
Umurnya kala itu 15 tahun sejak SD dia tinggal di Australia bersama salah satu nenek kami yang tinggal di Darwin. Pernah nonton “Twilight” pasti tau  Taylor Lautner, ini lah gambaran sosok perawakan Randy, belum lagi sikapnya yang ceria (tidak menampakan sedikit pun situasi bathinnya)

Hobby nya beda jauh dengan ku, dia hobby balap motor dan main bola kaki dan suka bergaul dengan siapa saja, jadi kalo soal pertemanan aku kalah jauh dia lebih perfect, satu lagi yang buatku kagum dia suka menolong siapa saja. Urusan  percintaan juga beda jauh walau banyak cewe datang mendekat dia tetap setia dengan pacarnya yang di Darwin.

Anaknya smart banget, bayangin anak seusia dia bisa lima bahasa dan otaknya encernya banget, semua cepat dia mengerti dan kalo butuh tempat curhat dia juga ahli karena anaknya enak diajak bicara solutif dan pendengar yang baik. Sosok  dan kepribadian dia perfect hanya kalah di badan tubuhnya tidak seatletis tubuhku dan setinggi aku maklum saja karena umur kami berpaut lima tahun.

  ******* 

Hari ini Rabu benar-benar kelabu bagi keluarga besarku, Omku -orang tua Randy- meninggal, beliau ditembak oleh orang tak dikenal ketika pulang tugas dari salah satu Puskemas (AYAH RANDY seorang DOKTER tapi dari dokter polisi biasa disebut Dok Pol) tempat dia diperbantukan karena ketika konflik tidak ada tenaga medis yang berani bertugas dipedalaman Aceh.

Jiwa serasa terhempas dan hancur mengetaui orang sebaiknya Omku dihabisi secara brutal dengan cara di tembaki dalam jarak dekat lalu jenasahnya diikat di tiang bendara salah satu sekolah bayangkan saja bagaimana perasaan anak-anaknya.

Aku dan orang tuaku menjemput jenazahnya dari tempat kejadian karena polisi dilarang ke lokasi kejadian oleh warga kampung, takut terjadi perang yang lebih dahsyat lagi. Sore itu jenazah beliau dimakamkan wangi haru biru mewarnai keluarga besarku.

Aku tak kuasa menahan air mataku ketika melihat istri Om menangisi jenazah suaminya,  dan adik-adik Randy yang masih kecil hanya diam membisu tanpa bicara, seharusnya mereka sedang bahagia-bahagianya sebagai anak-anak. Selesai pemakan sesuai adat Aceh maka diadakan proses berkabung selama tujuh hari

Hari kedelapan keluarga besar berkumpul dirumahku membahas kepulangan Randy, aku pun diwajibkan ikut, aku sendiri bingung kenapa aku harus ikut, biasanya diajak pun tidak pernah jika ada musyawarah. Musyawarah keluarga membahas kepulangan bulan depan Randy bagaimana cara menenangkan Randy karena bisa dipastikan dia akan terguncang karena dia sangat dekat dengan ayahnya. Sejauh ini dia belum tau kalo ayahnya sudah meninggal dunia.

Karuan saja keluarga besar sibuk semuanya!. Kesimpulan dari musayawarah, keluargaku akan mengurus kedatangan Randy, sedangkan aku ditugaskan menjadi abang yang baik selama dia di Indonesia mulai dari jemput dia dibandara dan selama di Indonesia dia akan jadi teman sekamarku dirumah.

  ******* 

Kedatangan Randy (Part I)

Setelah lama di tunggu pesawat Randy dari Jakarta tiba juga, aku dan ayahku terpaksa menggunakan karton bertulis nama “Randy Aceh” supaya  Randy tau kami penjemputnya. Karena ayahku gak kenal lagi dengan Randy. Parah......

Ayahku : “Nak kamu sudah belajar bahasa inggris kan, nanti supaya lancar komunikasi dengan adikmu Randy”  (kata ayahku dengan raut wajah cemas)
Aku jawab: “Iyalah lah demi tugas negara, jawabku santai... ayah tenang aja...!”.
Ayahku mengela nafas lega

“Kok lama ya??” Tanyaku!!!

Tiba-tiba sedang asyiknya kami ngobrol kami dikejutkan oleh pelukan anak remaja dari belakang kami: “,,,, Joooooo” Suara besarnya keluar
... Aku dan ayah kaget setengah mati... Rupa Randy keluar lewat gate dua, khusus untuk mengejutkan kami,,,

Aku diam tanpa bicara liat anak ini, waooo dalam benakku ganteng banget neh anak diluar prediksiku.
Randy memeluk ayahku cukup lama mungkin expresi karena lama ga jumpa.

“Hi Randy, I’m Jonathan your causin. How are u...” tanyaku

Tapi aku jadi bodoh setengah mati ketika Randy jawab : “Gue baik22 aja Bang, hahahhaha, ini paman gue, elu sepupu gue... ya kan bang??? Hahhaha. dia tertawa..
Akhir nya kami tertawa semua, dipikir ga bisa bahasa indonesia eh dia lancar banget pake ‘elu gue’...

Karena kapok aku bicara bahasa Indonesia aja dengan Randy
“Aceh jauh dari sini, jadi kita langsung pulang ya” jelasku pada Randy....
“OK bro” jawabnya sambil mengerdipkan mata kepadaku,,,
Aku hanya bisa senyum menghadpai sikap anak ini, rame....

Ketika dalam mobil keluar dari pintu gerbang Bandara,,,
“Bang where my  father n mother? Kenapa ga jemput gw???”
Jantungku berdegup kencang, nyaris aku tekan rem mobil...
Untung saja ayah dengan cepat menjawab: “Oh mereka sibuk, jadi kami yang jemput” jawab ayahku singkat dan padat...

Mendapat jawaban itu Randy Senyum saja dan berkata,,
“Really??? Oh no Problema!!!! Hahahha”

Lepas lima menit di jalan raya, dia sudah terlelap mungkin akibat kelelahan.

Kulihat ayah cemas dan sesekali melihat ke arah Randy yang sedang tidur ,,,,
“hidupkan music nak!!! Nanti sampai di SPBU bangunkan ayah sekalian kita berhenti cari makan...”.
“baik yah” jawabku...
Sejujurnya aku juga cemas bagaiman perasaan Randy setelah tau semua ini.
Ya Tuhan kuatkan dia pinta ku dalam hati.

Di pemberhentian kami makan dan isi minyak lalu melanjutkan perjalanan, aku dan ayah gantian menyupir sedangkan Randy tidur pulas.....

  ******* 

Jam 6 pagi akhir aku tiba di rumah....
“ayah ayah ayah”
“ ,,,hemmmm oww sudah sampe” jawab ayah....
 “iya yah...”

Terus secara reflek kami melihat ke belakang ...wah si bule masih tidur ne
“nak kamu angkat dia kekamar mu ya... capek yah!!!! Dia adikmu kan???” Tanya ayah
“Iya” jawabku pelan
“ kalo begitu angkat dia ketempat tidur jangan sampai terbangun...”
“iya iya...”
Akhirnya aku angkat Randy kekamar...  berat juga ne anak pasti banyak makan -pikir dalam benakku!!!

Saat sedang ku gendong tanpa sengaja aku liat bibirnya sexy banget merah merona...  kenapa jadi aku senang liat bibir Randy!!!

Sesampai diranjang aku buka sepatunya dan kulepas jaketnya  kaos Randy  aku lihat tubunya indah apalagi puting susunya merah merekah...
Saat akan kulepas celana jeansnya, aku terkejut dia ga pake kolor, karena sudah setengah jalan aku lepas saja wah Randy sudah gede belum dikhitan makanya keluarga besar kami ingin dia pulang.
Penisnya gede tapi jauh kalah di banding aku, bokong berisi dan mulus ..

Lalu setelah puas melihat tubuh Randy ku pakaikan boxer ku,,,,,
aku heran ni anak tidur apa mati dia egak sadar dari tadi..... lalu aku hidupkan Ac setelah kuselimuti dia aku lepas semua pakaianku kecuali boxer aku pun tidur disampinganya!!!

Karena kelelahan ... aku pun mulai layuh, sedangkan diluar ku dengar mama dan anggi sibuk angkat barang22 Randy....

Hummm bau tubuh Randy wangi membuatku nyaman sambil memperhatikan  tubuh Randy  yang cool untuk ukuran anak sebaya dia.  aku pun terlelap.......
Hmmmm tanpa aku sadari aku tidur sambil memeluk Randy tubuhnya wangi nyaman memeluk dia....

  ******* 

Sedang enak22nya tidur aku terbangun hpku bunyi ada yang telp....
huh mimy yang telp langsung aku matikan dia mantan pacarku tapi selalu cari perhatian.... aku liat jam didinding kamar menunjukan Pukul 11. 30 sudah siang,

Mataku berat ku liat Randy masi terlelap tapi kenapa dia sudah telanjang .... kusibak selimut lalu ku pakekan lagi ke Randy

Tanpa sengaja penis Randy terpegang tanpa dia sadari karena masih tidur, reflek saja karena tubuhnya ku gerakkan waktu ku pakaikan Boxer!!!.
Paha Randy mulus bersih dan bokongnya juga berisi membuat birahiku naik.

Tapi dia kan adiku, aku cowo - dia cowo, kenapa aku jadi nafsu gini ya???....
Duh penisku menegang lagi gara22 semalam banyak minum M150 biar ga ngatuk waktu nyetir....

Lalu aku bersandar, ku kocok pelan22 penis agar Randy ga terbangun............
Ah ah ah penisku mulai menegang desir nafasku mulai tidak teratur ku kocok dari pangkal ke ujung penisnya
“aah aah aah......”.  tubuh Randy membuatku birahi

“ngapain lu Bang... “
Aku terkejut .... Randy rupanya terbangun ketika aku sedang asyik ngocok penisku....
“Abang doyan ngocok hahhahaha” dia ketawa...
“syut22 jangan gede22 tar kedengaran  keluar” kataku

Dia cuma bangun sambil mengerdipkan mata kearahku.
Aku jadi kikuk terpaksa ngocoknya aku stop.....
“Bang I want go bath Room ....”
“ne handuknya Randy....”
“ok my dear” kembali dia mengerdipkan mata ke arahku kerdipan nakalnya....

Kami gantian mandi.
yang membuat ku terkejut Randy bugil keluar dari kamar mandi, tapi aku pura2 pasang tampang datar supaya dia ga tau....

“Bang koper gw mana ada...”.
“masi diluar dek....”
“Bang u good man ambilin dunkz....” pintanya sambil memeluk dengan tubuhnya masih telanjang bulat
Tapi heran apa dia gak sadar penis ku tegang terus waktu dia peluk aku....
“Iya dek” jawabku  (dalam hati --kenapa aku mau disuruh22 ya ma anak ini)

Sambil berpakaian, sesekali aku liat Randy,
ya Tuhan kenapa gini ya jantung ku dag dig dug seperti sedang sekamar dengan gadis.....

  ******* 

Pukul 1 siang keluarga besar kami sudah berkumpul kecuali Ibu Randy dan adik-adiknya.....
Dengan gaya wibawa ayahku membuka rapat akbar rakyatnya (keluarga ku)
kulihat wajah Randy masih bingung tapi dia masih sempat melirik ke arahku sambil mengerdipkan mata nakalnya....

“Randy umur anak berapa sekarang...”
“16 Year’s Uncle” jawab randy singkat,,,
“Randy anak yang pintar dan kuat”
“Yahcik (panggilan ayahku dikeluarganya) harap Randy jadi anak yang sama hebat seperti bapakmu...”

“OFC where my papi now???? Kenapa dia ga disini ??? my mamy so my bro n sista???” 
(semua hening mendegar Randy balik bertanya)
“Boleh yahcik lanjutkan nak ???” (ayahku mencoba menahan diri agar air mata nya tidak keluar)
“Ok ok Ok,,,” jawab randy
Ya tuhan bathin ku mulai bergumul membayang Expresi Randy...

Ayahku lanjut bicara
“Nak kamu harapan kami jadi kamu yang tabah yang nak!!!! Bapakmu telah tiada sebuah insiden menimpanya”.
Randy hanya diam mendengarkan ayahku bicara

“Yahcik ga bisa bicara apa22 selain meminta mu tabah... ibumu saat ini sedang di tempat nenek mu di Banda Aceh begitu juga adik2 mu”
(semua yang hadir mulai menitikan air mata, sedangkan Randy diam tanpa ekspresi, malah aku yang bingung liat gaya ni anak)

“Hari ini kita akan ke makam ayahmu setelah sholat Ashar, sedangkan untuk jumpa ibumu nanti abang mu yang akan (ayah menunjuk ke arahku) antar ke Banda Aceh karena dia akan yahcik pindah dulu sekolah kesana sampai situasi kondusif..”.
(Randy masi diam seribu bahasa tidak menangis tidak ada tanggapan)

Setelah rapat keluarga selesai kami makan bersama, semua keluarga punya kesibukan baru yakni sibuk peluk dan foto sama randy maklum si anak bule, lagian gayanya cool banget, aku yang biasa jadi artis kalah kali ini.
Randy kulihat menikmati sambil sekali mengerdipkan mata kearah aku, aku  hanya bisa senyum di goda gaya nya yang begitu nakal...

Setelah sholat Ashar kami ke makam, Randy masih biasa-biasa saja, malahan keluarga lain pada nangis dia yang berusaha menenangkan.....

  ******* 

Selesai isya kami makan aku, ayah, mama , Anggi dan Randy, kami asyik cerita-cerita baik kisah Randy yang nakal sejak kecil, maupun kisahku yang untuk tidak tiru karena suka pacaran dan di bidang akademik aku jauh di banding Randy....

Semua berlangsung ceria... hingga Randy menyudahi makan lalu beranjak ke kamar tidur...
“Temani dia...”
“baik ayah....”

Di kamar kuliat sedang melihat hpnya yang berisi foto papi ketika mengunjungi dia di Darwin...
“Kenapa papi dibunuh Bang, emank dia salah apa???,,,,”
(apa yang haru kujawab nampak Randy sedang galau dan akan nangis kupeluk dia)
“Negeri lagi kacau dek!!!” Jawabku pintas dan kikuk

Tanpa aba 123 Randy menangis sekencang-kencang bagai bayi, dia pun balik memelukku, suasana malam yang tadi gembira hening lalu di pecahnya tangisan Randy dia menangis sesegukan....
aku hanya memeluknya... mencoba memahami perasaannya .....

Dua jam randy menangis hingga tertidur... lalu aku buka semua pakaian  Randy aku selimuti dia, aku  pun tidur  disampingnya.

Randy terbangun dia memeluk lagi aku,
jelas aku kikuk karena Randy bugil, tapi mau bagimana lagi, dia lagi kacau pikirannya terpaksa aku peluk juga.
Randy tidur didadaku sensasinya nikmat juga
lagipun mulut Randy dekat puting dadaku, aku melayang  rasanya seperti sepasang kekasih......

Tengah malam aku bangun ku lepas pakaian,
hanya bermodal celana kolor aku membaringkan tubuhku disamping Randy sambil memeluknya dari belakang,,,
mataku  belum mauu terpejam karena penisku kembali tegang, tapi gimana caranya aku lagi peluk Randy mana bisa ngocok..

Tubuh Randy hangat membuatku birahi apalagi wangi  Randy jantan..
kuputuskan sama2 bugil jadi penisku menempeil di pantat Randy (oh kok jadi aku nafsu sama adiku sendiri)

“Bang i want milk juga obat tidur neh” ( Randy membaikkan badan lalu memeluk)
“Bentar ya adek abang buatin”
(setelah minum susu dan Obat tidur Randy tidur pulas, tapi dia minta peluk aku terus, hadeuh mana pingin ngocok ne)

  ******* 

Pukul 3 aku belum bisa tidur juga, Randy masih memelukku
yang parah tangannya pegang penisku,
hum apa yang harus kubuat supaya aku bisa ngocok, Randy juga tetap memeluk tubuhku...

Randy tiba2 terbangun mungkin merasakan penis ku menegang...
“Bang, Abang u want masturb???”
“Iya dek abang tegang terus ...”
“ywd abang ngocok dulu, Randy ga peluk dulu, nanti Randy peluk lagi ya Bang...”
“iya  ga apa adek peluk terus tapi bantu isap dada abang ya biar abang horny neh“ (godaku)...
“iya Bang... “

“Adek pernah isap kontol dek???,,,,”
“nope before gw straigth Bang..”.
“oh hisap punya abang sendiri kan ga apa22” (rayuku)...
“ga ah aku kocokin aja yah???”
“Hurm” (aku diam  seolah menolak ) ....
“Ywd Randy, gw bantu tapi pelan2 Bang, aku ga pernah.....
“iya abang  juga ga pernah sama cowo... “

“ergh hum kontol abang wangi ya bang” (saat mulut randi mulai menciumi kepala penisku)... “Gede amat kontol lu Bang sama kayak ukuran aktor film blue..”
“emang Randy pernah liat??” (tanyaku).

Dia tidak menjawab... dia mulai menugulum penisku dilanjutkan dengan menjilat pelirku...
(birahiku mulai menggeliat. aku mulai lupa diri ku rebahkan Randy kulumati mulutnya ku hisap,

Dadanya aku cumbui dengan penuh kegagahan
dia pun menerim pasrah tanpa perlawanan, namun karena terlanjur tegang aku mucrat

Ooohhhhh oooohhh ooooohhh
Spermaku keluar didalam mulut Randy, ternyata ne anak cukup paham pas aku mau ereksi dia sodorkan mulutnya.
Mulut Randy penuh spermaku lalu ku cumbui mulutnya agar dia menelan spermaku sebagai tanda kemenanganku, Randy menurut saja..)

Setelah itu aku peluk dia,,, dan aku goda “sayang makasi ya....”
“Crazy lu Bang gw ne sodara lu...”
“Iya abang sayang Randy....” aku peluk dia hingga semangatku pulih

Setan kembali merasuki ku untuk membuahi Randy... Posisi pantant randy pas didepan ujung Kontonlku... tapi aku takut dia ga mau .....

Malam sudah larut...
Aku berbisik di telinga Randy : tapi dia dah tidur pulas, maka niat setanpun aku laksanakan memasukan kontok ku ke pantatnya, duh sempit ne pantat....

Akhirnya Randy terbangun dia bilang “Stop brother...”
Tapi karna birahiku sedang memuncak, bukan stop, aku malah mendekapnya.
dia mencoba meronta sekuat tenaganya, tapi percuma aku sudah menindih tubuh Randy

Aku ciumi mulutnya kau isap leher,,, juga puting susunya
“Argh Bang nikmat, but u suduce me” kata Randy (tah apa artinya)
“Arg Bang gw horny,,,,,”

“iya dek, abang juga....”
“Bang abang sayang Randy kan????”
“Iya” jawabku penuh semangat birahi...
Mulai lah petualangan ini, ku jilati setiap jangkal tubuh Randy penuh nikmat bagai cewe perawan..

“Arg Bang gw isap punya gw dunkz....”
Supaya mau aku entot, kulaksanakan juga permintaan bule ini...
Hurm gila ini penis indah bersih dan wangi  “....adek rajin bersihin ya???”
“Ya Bang every day .... oh ya ya”

Setelah dia agak horny, aku mulai melepaskan isapan ku untuk melanjutkan petualanganku
aku jilati pantatnya lalu pelan aku arahkan kepala penis ke pantatnya
“Nah lu bang  jangan aneh2 ga ga doyan di sodomi sakit tu.....”
“pelan22 kok....”
“ga mau Bang!!!!”
“Ya udah abang gesek22 aja dek...”
Kuhisap dadanya, sedang dia asyik menikmati isapanku

Kontol ku segera ku tekan masuk ke pantat Randy
“Arg Bang sa,,,,”
belum habis suaranya, aku langsung emut mulut Randy supaya dia ga bersuara..

Tubuh Randy gemetaran saat penisku pelan22 memasuki lubang analnya....
“Ah ah ah ah” aku mulai memacu kuda menuju puncak sexku.
Randy hanya pasrah tanpa daya dia hanya memelukku erat-erat lubangnya sempit karena belum pernah di tembus

“Bang Randy ga sanggup Randy lemas...” suara Randy makin lemas dan hilang......
“Ah oh indah dek tahan ya...”
penisku mulai maju mundur pantat Randy dan selangkaanku mulai menciptakan irama... plak-plak

Karena buru22 mau siap, aku sudahi, apalagi ada sesuatu yang hangat keluar dari liang perawan Randy....

Aku tidur sambil menindih tubuh Randy dia sudah ga bergerak lagi ......

  ******* 

Pagi itu aku terkejut bukan main, ternyata pantat Randy berdarah karena dia belum pernah di gagahi
parahnya lagi ne anak pingsan, aku jadi takut orang tuaku tau....huh apa yang harus ku perbuat...

Aku bangun dan mandi duluan, darah juga aku lap dengan kain basah...... dan segera menuju meja makan....
Setelah semuany berkumpul di meja makan, kami makan bersama tapi Randy hanya diam dan tidak mau bicara denganku
aku jadi takut karena sikapnya berubah 180 derajat......

“Yahcik Randy mau balik Darwin ya!”
“Kenapa nak kamu ga suka disini karena rumah yahcik ga sebesar rumahmu disana?”
“Bukan yahcik”
 (tatapan Randy kearahku tapi tatapan datar aku jadi takut kalo dia cerita ke ayah tentang semua yang terjadi semalam)

“Jumpa dulu dengan ibu dan adik-adikmu nanti baru kita fikir lagi ya nak!”
Yupz seniora ...... (hatiku lega dia ga cerita)

Seharian itu Randy murung saja dia hanya asyik menulis
seisi rumah mencoba memahami bahwa dia sedang berkabung.... sedangkan denganku dia ga bicara sepatah katapun walau kami sekamar

Untuk memecah keheningan aku rangkul dia
“Sudah jangan terlalu difikirkan semua sudah takdir dek....”
“Ya Bang....”
“Yok tidur besok kita ke Banda Aceh jadi harus istirahat...”
“Ok Bang ......”.
Akhirnya kami tidur  besok adalah hari yang melelahkan karena aku jadi supir lagi dan mengakhiri kisah ini

  ******* 

Bagian pertama turut aku muat rangkuman diary Randy halaman pertama ketika dia di Aceh

Aceh 21 July 1999
Mau dikata apa, ini takdir, kata mereka
aku hanya anak adam yang tanpa daya, bapaku direnggut oleh besi panas dan dipeluk bumi
aku pasrah ya Tuhanku tapi aku tidak sanggup dia bapaku yang sangat aku sayangi
andai boleh aku tukar raga ini maka ambillah nyawaku biarkan aku yang mati dan tetapkan bapaku disini dunia yang kelam bersama adikku dan ibu supaya mereka bahagia.

Di ¼ malam aku jadi setan bagi abangku....
niat hati menggoda tetapi setan memenangiku menjadi kaum luth aku hina bagaikan debu......

Aku sayang Jo,  dia abangku bukan berarti dia boleh merebut tubuhku...
dia pria baik yang tumbuh tanduk yang hilang di pusaran...
berdosakah aku Tuhan.....
Tuhan ampuni aku ....

aku sayang Jo, tetapi aku sakit ketika dia merebut tubuhku
Aku adalah Adam yang ternoda oleh nafsu dan kelembutan kasih sayang Jo ....

Hari kelam bagiku tetapi Jo ....
akankah aku benci atau sayang padamu......
Retaklah gading...........................................................................................

(Ditulis dalam bahasa inggris aku artikan dalam bahasa indonesia yang mudah dipahami, dan sebagai kiasannya itu ungkapan di protes akan perlakuanku tetapi dia juga bingung)



TAMAT

Wednesday, 2 May 2012

Parjo - Pembantu Cowok


Gue keturunan Sunda, dan awalnya kami sekeluarga tinggal di daerah Jawa Barat, tapi kemudian Ortu pindah ke Jawa Timur dan kami tinggal di pinggiran sebuah kota yang terletak sekian kilometer antara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Karena tinggal di kota kecil, otomatis kwalitas pendidikannya tertinggal dari sekolah-sekolah terkenal di kota besar jadi tingkat pengetahuan gue juga biasa biasa saja dan tidak istimewa.

Jadi dibanding murid2 yang sekolah di perkotaan, gue mungkin bisa dibilang masih lugu, polos atau bahkan, dianggap kurang pintar!.  Dan kebegoan gue inilah yang akhirnya menjerumuskan gue ke jurang pergaulan yang tak wajar.

Sejauh ingatan gue, perasaan sih gue merasa gue normal2 saja, malahan gue udah sering baca buku buku porno Hetero yang stensilan pinjeman dari temen-temen,  pokoknya tidak ada perasaan tertarik ke sesama cowok.

Waktu itu, gue sudah biasa melihat foto-foto porno cowo-cewe normal (Hetero) lagi begituan...  Kalo sudah liat gambar atau baca buku porno, wah kontol gue tegang keras banget dan keras sekali (--maklum mulai akil baligh).
Kalo lagi ngaceng, rasanya ada ser.. serrr.., gitu dikepala kontol gue yang kayak helm bentuknya.

Di sekolah, gue termasuk anak yang bongsor.. karena badan gue sudah lebih tinggi dari babeh gue, dan juga tulang-tulang gue termasuk besar dan kokoh....  

Yang paling ajaib, ukuran kontol gue termasuk paling besar dibanding teman-teman sebaya di sekolah. Mungkin karena sejak kecil, nyokap selalu nyekokin telor mentah dan madu.

Atau mungkin karena pengaruh keturunan?. 
--(Gue pernah gak sengaja ngeliat bokap mandi, dan ternyata kontol bokap ukurannya gede banget –kalau kakak cowok, gue gak punya).

Tapi  yang bikin malu adalah itu kalau kontol gue kalo lagi ngaceng.. Jendholannya gede banget, panjang juga, lagian susah dibikin lemes lagi, dan keras banget.....

Dan yang paling gue tidak tahan adalah kalo lagi di kelas perhatiin MAMI TUTI, guru Bahasa Inggris yang bahenol..., kadang-kadang tanpa sadar Mami Guru duduk dan pahanya yang putih terlihat agak sedikit tersingkap... , kontol gue langsung tegang mengeras... , dan menjendol ke depan...  

Kalo lagi gitu gue berdoa moga-moga jangan di suruh kedepan kelas, soalnya temen2 bakal ngeledek karena banyak yang udah pada tahu kalo gue punya alat kelamin yang gak normal ukurannya.

  ******* 

Bokap gue, kerja di luar kota dan hanya pulang ke rumah sebulan sekali, sedangkan Nyokap buka Toko kecil2an di Pasar, jadi kalau pulang sekolah kadang hanya gue SENDIRIAN yang ada di rumah, ditemani MBOK Pembantu, seorang wanita yang sudah tua..

Karena sering keadaan RUMAH SEPI, belum lama itu Ortu akhirnya mengambil tambahan seorang PEMBANTU COWOK, krn bisa sekaligus JAGA RUMAH, dan sekali2 bantu2 jadi Tukang Kebun dan Kuli Angkat Barang di Toko Nyokap di Pasar..

Pembantu cowok itu bernama PARJOKO (tapi gue biasa menyebut dia “Parjo” atau “Jok”). Umurnya jauh lebih tua dari gue yang masih ABG.

Sebelumnya Parjo pernah jadi KULI CANGKUL di SAWAH dan jadi TUKANG GALI TANAH, tapi dia juga pernah kerja jadi BURUH BANGUNAN di JAKARTA. Jadinya tidak heran, perawakan badannya besar, sosoknya gempal, otot-ototnya kekar, kulitnya coklat kehitaman.


Waktu pertama kali melihat PARJO buka kaosnya .. Gila!!, perawakan badannya besar, sosoknya gempal, otot-ototnya kekar, kulitnya coklat kehitaman  --(mungkin dia keturunan Gorila... hehehe..)

Waktu Bokap tanya kenapa dia jadi Pembantu, dan bukan kerja di pabrik; ternyata sekolahnya cuma sampe kelas 5 SD.

  ********

Hari itu, waktu gue baru pulang sekolah, gue langsung istirahat di rumah karena capek habis pelajaran olah raga..

Di kamar depan awalnya gue bengong sendiri... Tapi untungnya ada televisi yang memang sengaja di pasang di rumah baru buat hiburan.. lengkap dengan DVD player..   Akhirnya gue nonton TV tanpa mengajak Pembantu Cowok itu.. karena memang gue lihat dia masih merokok di teras.

15 menit berlalu, tiba2 pembantu cowok itu menghampiri gue dan duduk di samping gue.
Akhirnya gue coba buka pembicaraan ...
"Oh, yaa Parjo, kowe anake piro?" [–anaknya berapa-] tanya gue.
“Loro” [– dua-] katanya singkat.
--Karena gue berasal dari Jawa Barat, memang Parjo biasa menyebut gue “ADEN” atau “DEN”.

Umur Parjo sekitar 24-25an tahun, tapi seperti kebiasaan di desanya, pembantu cowok yang masih muda itu ternyata SUDAH MENIKAH tapi ISTRI dan 2 ANAKNYA ditinggal jauh di desa, jadi dia hanya ketemu keluarganya tiap 2-3 bulan sekali.

  ********

Maklum karena sodara2 gue cewek semua dan mereka sering ada ekskul,  jadi keadaan di rumah memang selalu sepi dan kosong pada siang hari, sejak ngobrol itulah gue dan Parjo jadinya rada akrab.

Kalau pulang sekolah, gue suka ngajakin Parjo nonton TV bareng di kamar, liat majalah,  maen Game atau becanda-becanda biasa. Karena untuk membantu pelajaran sekolah gue, Parjo tentu tidak bisa menandingi gue. Maklum KEKURANGAN Parjo yang cuma sekolah sampai kelas 5 SD, jadi IQ-nya lebih rendah dari gue.


Tapi, ada satu KELEBIHAN Parjo yang bisa menandingi gue bahkan melebihi, yaitu ukuran kontolnya yang jauh lebih gede dibanding punya gue, dan rasanya lebih gede juga dari punya bokap.

Pernah kita ukur berdua waktu itu mandi bareng2 telanjang di sungai..  Dan waktu kita bandingin, ternyata dia punya jauh lebih panjang dan lebih gede...  Dan pernah dia ukur waktu itu kira-kira panjangnya 12 Cm, padahal masih dalam keadaan lemes...

Nah..., karena sama sama cowok, kita punya hobi dan khayalan yang sama..., sering cerita tentang buku porno, dan kita juga sama-sama tergila-gila sama seorang janda yang jadi pembantu tetangga: MBAK INA yang berasal dari Gunung Kidul Jogja.

Kalau Mbak Ina lagi nyiram kebon di halaman depan kita berdua suka cekikikan memperhatikan pantat Mbak Ina yang bahenol, betisnya yang indah, putih, dan juga toketnya yang berisi dan besar.

“Kenapa lu gak cari pacar lagi disini Jok?” gue iseng bertanya.
"Oalah, Den, sopo sing gelem karo wong Pembantu koyo aku iki," [-wah, siapa yg mau sama Pembantu-] jawabnya.
--Karena berasal dari Jawa Barat, Parjo memang biasa menyebut gue “ADEN” atau “DEN”.

"Lha, terus yok kepengin ngono yok opo?" [–kalo lagi kepengen 'gitu' gimana?-] tanya gue lagi.
"Yoo, ditokne dewe Den, arepe mbalon yoo ora duwe duit," [-Ya, dikeluarin sendiri den, abis mau maen perek juga gak punya duit-] jelasnya lagi.

“Ditokne?. Maksudnya ngeloco?. Wah, gue sih belum pernah ngeloco  Jok. Gimana sih caranya?” tanya gue penasaran

Pembantu gue Parjo jawab:  
Eh.., kalo sampeyan mau tahu gampang Den.. Caranya di kamar mandi bayangin Mbak Ina.. terus kocok kontol sampeyan pake sabun”.

Biar umur gue sudah termasuk ABG dan sudah ngalamin mimpi basah, tapi terus terang aja, gue belum pernah tahu yg namanya ngeloco atau onani.

  ******* 

Karena penasaran, akhirnya waktu itu gue coba sendiri...
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Wah, memang mula-mula enaaaak...
Kontol gue makin lama makin gede dan keras seperti batu... tapi sudah gue kocok-kocok sampe lama, ternyata kok tidak terjadi apa-apa..
Akhirnya gue bosan sendiri dan cape sendiri....

Besoknya gue cerita ama Parjo

Dia bilang:  “Wah nggak normal Den... Coba ngocoknya pake sabun”.

Sejak itu beberapa kali gue coba pake sabun tapi tidak pernah berhasil....  
Akhirnya gue jadi males sendiri ngocok pake sabun.
--‘Aduh.. jangan2 gua gak normal beneran nih. pikir gue

  ******* 

Waktu Parjo ikut maen game di kamar, gue cerita lagi ke dia.

“Masa sih?. Coba deh aku liat cara sampeyan ngocoknya gimana?katanya.

Karena kita emang udah biasa mandi telanjang bareng  di sungai, jadi tanpa peraaan malu akhirnya gue buka celana. Sementara Parjo sendiri masih berpakaian lengkap.

Trus kita liat2 dulu gambar2 cewek sexy di majalah dan langsung deh gue mulai ngocok kontol gue sendiri.

Ternyata gue gagal lagi, gak terjadi apa-apa, padahal gue dah kecapean ngocok.
”Gua udahan ahh.., tangan gua pegel” kata gue.

Tapi Parjo bilang Wah sampeyan bener2 gak normal Den. Sini aku bantuin dah”.
Aden tiduran deh bayaning Mbak Ina sambungnya lagi.

Terus, habis gitu, gak segan2, langsung kontol gue dia pegang.. dimainin dia sebentar
--Hehehe lucu juga bayangin kontol gue digerayangin orang lain, apalagi ini pembantu cowok lagi.


Terus abis gitu, dia gak segan2 elus-elus kontol gue dan bantu ngelocin gue pake krim Nivea supaya licin ngocoknya katanya.
--Sungguh sebuah pengalaman yang tak akan pernah bisa gue lupakan .. Maklum, first time diloco.  Rasanya nikmat, enak.. geli2 gimana gitu..

Ternyata bener juga!.
Gak berapa lama, badan gue kejang-kejang sambil ngos2an dan tiba tiba ada sengatan yang luar biasa menjalar dari bawah selangkangan ke ujung penis gue.. terlihat ada getah bening yang muncul di ujung penis gue... dan akhirnya...

Crooooooottttt....
Buat yang pertama kalinya gue klimaks muncratin sperma karena diloco, yang artinya gue udah kehilangan keperjakaan.

"Piye, enak tho??!  [-enak ga rasanya-]  tanya parjo.

Gila man!.
Pengalaman pertama sampe muncrat malah dikocokin sama Parjo, si pembantu cowok.
--Wah,dia emang pembantu yg paling pengertian deh.

  ******* 

Beberapa hari sesudah itu, gue pulang sekolah, gue langsung ke kamar Parjo dan kayak biasa, ngomongin cewek-cewek dan Mbak Ina yang sexy itu

Parjo tanya Sampeyan udah bisa coli sendiri gak Den?”
Gue jawab ”Belom tuh, kepengen lagi sih”
Masa sih Den?. Aku sih tiap hari coli”  kata Parjo.
“Ahl, loe emang pikiran ngeres terus”. kata gue.
“Makanya sampeyan coba ngeloco lagi Den” katanya
Iya deh, nanti malem gua coba sendiri lagi jawab gue.

Mau dibantu sama Mas lagi? katanya menawarkan diri.
Ya mau deh.  Tanpa ragu aku menjawab

Terus Parjo kunci pintu kamar karena takut kalau Mbok pembantu atau orang lain yang melihat kami.

“Kita ngocok bareng aja ya? katanya.
Wah, malu donk jawab gue

”Kenapa malu?. Kalau di depan orang banyak ya harus malu, tapi ini kan cuma berdua sama Parjo. Kan kita udah biasa mandi bareng”. bujuknya

Pertama gue coli sendiri sampe tangan pegel, terus sekali lagi Parjo yang bantuin ngocokin kontol gue sampe lama banget.

Untungnya bisa juga kontol gue muntah sperma sampe banyak banget.  
Sruuuttt... Sruuuuttttt... Sruuuuttt....!!!.
-Waaah, enak banget dan rasanya bangga bisa muncrat pejuh lagi.

  ********

Setelah gue muncrat, tanpa dikomando lagi Parjo segera memerosotkan celana pendeknya. Tapi waktu giliran dia mencopot celana dalam.
Ya ampuuunnnn, ternyata dia sudah ngaceng!.

Sekonyong- konyongnya gue lihat organ tubuh lelaki dewasa yang gila!!. Bahkan menurut gue agak ‘menyeramkan’ karena kontolnya ternyata sudah ngaceng!. Ukuranya benar2 jumbo... hehehe.
Itulah pertama kalinya gue lihat langsung kontol cowok dewasa yang ngaceng!.

Wah..!,  waktu liat kontol Parjo,.. gue iri liat ukurannya yang gede banget gitu.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

"Lho, koq ngaceng penis lu Jok?" tanyaku.
"Iyoo, ndelok penis sampeyan sing dowo itu opo," [Iya, ngeliat penismu yang penjang gitu] jawabnya juga sekenanya.
"Koq iso dowo koyok ngene iki diapakno sih," [-Kok bisa panjang kayak gini ni diapain?-] tanyaku lagi.
"nDisik sering dikom karo teh anget," [dulu sering direndam pake teh anget] jawabnya lagi.

Parjo mulai ngeloco dan ngocok sendiri, tapi karena merasa berhutang budi, giliran gue segera menawarkan diri untuk membantu.
"Lha iki wis pirang dino ora ditokne?" [–udah berapa hari gak dikeluarin?-] kata gue
"Wis ono limang dina bek menowo," [–udah ada 5 hari kali-] jawabnya.
"Gelem tah tak tokne?" [–Ayo mau gak gue keluarin/kocokin?-] tanya gue lagi.
“Yo, wes” Akhirnya dia setuju.

Maka segera gue remas-remas daging dan otot yang ada diselakangannya itu dan mulai mengeras sambil dia mulai merintih-rintih menahan gejolak nafsunya.

Dan akhirnya Parjo juga klimaks dan mengeluarkan pejuh yang muncrat berhamburan keluar.

  ******* 

Sejak maen ngeloco bareng itu, timbul semacam ‘kedekatan’ yang tak wajar antara seorang Pembantu dan gue.  Apalagi kita emang udah akrab, jadi hubungan kita makin lengket aja.
Rasanya sudah tidak ada lagi rahasia2an antara gue dan Parjo.  Pokoknya kalau lagi ada dirumah, dimana ada Parjo, disitu ada gue.


Untungnya orang tua, kakak gue dan Mbok pembantu gak ada yg curiga oleh kedekatan hubungan ganjil kita.

Tapi jangan salah ngerti, kita BUKAN HOMO lho!.
Hubungan kita gak ada unsur erotismenya dan bukan nafsu..

  ******* 

Tapi kebiasaan maen coli2an berdua di dalam kamar yang tertutup antara 2 lelaki yang berbeda umur bukannya tanpa resiko!.

Apalagi Parjo adalah seorang laki laki dewasa berumur 24 tahun yang hidup berjauhan dari istrinya, sedangkan gue bocah ABG lugu yang masih dipenuhi rasa ingin tahu dan penasaran.

Lama2 Parjo mulai berani mengajak gue untuk bereksperimen yang makin menimbulkan rasa penasaran untuk men-coba2 hal yang gila lebih dari itu. 

Bahkan eksperimen Parjo makin gila dan sampe mengkhayalkan punya pacar Mbak Ina.  Karena gue lebih kecil mungil dan badan gue lebih ramping, akibatnya gue suka disuruh PURA-PURA AKTING jadi cewek kekasihnya dia.

Pada tahap awal itu sih, kita biasanya melakukan itu dengan tetap berpakaian lengkap, terus sambil berbaring dan berangkulan, dia meng-gesek2 batang kelaminnya ke arah celana gue, sambil membayangkan seolah2 dia sedang memeluk istrinya atau Mbak Ina...

  ******* 

Suatu hari, Parjo keceplosan berkata: 
“Wah, aku jadi pengen ngewek betulan sama perek nih” katanya

“Emangnya lu pernah ngewek sama perek Jok?” tanya gue

“SERING banget waktu kerja di Jakarta, disana banyak perek Den” jawabnya

“Emang gimana sih rasanya ngewek sama cewek?” tanya gue penasaran

Dan gilanya!, pembantu gue Parjo bilang akan mengajari gue pura-pura melakukan hubungan sex seperti di buku2 porno, jadi dia minta supaya kita sama sama bertelanjang.
Eh.., kalo sampeyan mau tahu rasanya ngewek, aku ajarin deh.. tapi kita harus telanjang yo”.

Setelah bertelanjang, gue disuruh berbaring telentang lalu dia menindih dari atas, terus gue disuruh ngejepit kontol Parjo yang sengaja dia selipin diantara paha gue.
--Wah kalo lagi menghayal ngeseks gitu... kontol Parjo terasa sampe keras banget..

Masalahnya halayan Parjo kadang terlalu tinggi dan liar!!.
Dia suka meremas remas dada gue bahkan ngisep puting tetek di dada gue seperti ngisep payudara cewek.
--Heraaann..!!!.Pada saat Parjo menyusu ke puting tetek,, gue merasakan geli dan enak luar biasa.

--La iya lah, walau gue masih terhitung bocah ABG, tapi rangsangan pada titik- titik sensitif itu tentunya tidak ada hubungannya dengan umur gue, dan akhirnya akan terasa geli dan enak juga. Hehehe..

Walau gue sadar semua itu hanya pura-pura, tapi herannya, gue memang merasa enak sekali disusu oleh Parjo sampai gue ngerang-ngerang saking enaknya.
--Tapi gue BERBOHONG dan bilang ke Parjo bahwa gue cuma pura pura.

Karena enak, awalnya gue diem tanpa berontak, tapi saat gue rasakan kontol Parjo terasa semakin menegang dan keras gue buru-buru bilang ke Parjo untuk menghentikan permainan dia: 
"Jok.. Gak mau tindih2an ahh. Gue capek.., berat, sakit"

Ternyata Parjo tidak menghiraukan!. Dia malah beralih menciumi leher gue dan membuat cupang-cupang merah di dada dan leher gue, lalu dengan semakin ganas dia kembali menyusu dan menjilatin puting tetek di dada gue...

“Oowwww..” Gue merintih kesakitan karena tiba2 dia gigit puting tetek gue dengan gemas..
“Aduuuhh, sakit Jok!!!

"Parjo.. Iki opo maksute kowe ngambung [-ciumi-] gue, terus nindih gue koyok ngene.... Ga wedhi [-takut-] karo [-sama-] ibu ta Jok??."  [Parjo.. ini apa maksudnya lo nyium gue, terus nindih kayak gini.. gak takut sama ibu lo jok?]
Gue meracau gak karuan dan bilang ke dia [‘Apa gak takut ketahuan nanti kalo ibu gue lihat dia nindih gue].

Gemes!. Abis badan sampeyan, mulus banget, kayak cewek, aku jadi nafsu banget...!

Untunglah, sejauh ini, orang tua gue masih selalu percaya pada Parjo dan TIDAK pernah CURIGA apa2. Mungkin karena mereka belum melihat cupang2 merah berjajar di dada dan di leher gue akibat hisapan mulut Parjo.

  ******* 

Suatu hari saat gue sedang melepas lelah di rumah, Parjo masuk ke halaman namun gue lihat
baju Parjo basah kuyup oleh keringat dan kancing bajunya berputusan.

"Ehh, darimana aja elo Jok ?" tanya gue heran.

"Abis ngentotin si Ina" bisiknya,
“Masa?”
"Nggak percaya?, liat nih... " kata Parjo seraya memperlihatkan cupang cupang merah di leher dan di dadanya.
Lalu dia membuka celananya dan mempertontonkan kontolnya yang masih berlumur lendir dari memek Mbak Ina.

Esok harinya Parjo datang bersama Mbak Ina dan dia berbisik pelan.
"Aku mau ngentot sama si Ina lagi!. Sampeyan mau ngintip nggak Den?" katanya.

"Wah, mau mau..!!" kata gue

  ********

Dengan penuh rasa ingin tahu dan penasaran, gue mengendap dari belakang dan mengikuti Parjo, dan dari luar kamar gue mengintip dari jendela melihat permainan seru Parjo dengan Mbak Ina.

Mbak Ina yang janda itu ternyata seks maniak, dia menarik baju Parjo hingga robek dan dengan nafsu mencium mulut Parjo yang dibalas dengan ganas pula.
Tak lama Parjo mendorong Mbak Ina berbaring diatas kasur dan membuka ritleting celana serta mengeluarkan kontol yang telah berdiri dengan sempurna.

Kemudian Parjo menghunjamkan kontol gedenya ke dalam memek Mbak Ina yang sudah basah dan bengkak. Mbak Ina bagaikan kuda betina naik birahi yang ingin mereguk kejantanan Parjo yang tak kalah buasnya.

Mulut Parjo mengisap tetek Mbak Ina dan mengentotinya dengan liar.  Pembantu janda itu mengelinjang gelinjang keenakan dalam pelukan Parjo sambil mencakar punggung Parjo hingga berdarah membuat Parjo semakin beringas menyodok-nyodokkan kontolnya sedalam mungkin sehingga Mbak Ina melenguh kaya sapi digorok,

Gue kagum oleh kehebatan Parjo.
Entah berapa kali Mbak Ina orgasme dengan hebatnya. Memeknya menjepit memeras kontol Parjo dan tubuhnya bergetar hebat meliuk liuk menggelinjang.
“ Nggghhh...shhh...ngghhh, grrrrhhh" erangnya.

Gila.., gila.., gila...!.
Itulah pertama kalinya gue ngintip orang ngeseks betulan dihadapan mata gue.

  ******* 

Setelah kejadian mengintip persetubuhan itu, gue bertanya dengan polosnya pada Parjo:
“Siapa sih yang lebih menikmati waktu ngesex –yang cewek, atau yang cowok?” tanya gue lugu.

Dengan enteng Parjo menjawab: "Kayaknya jauh lebih nikmat yang cewek donk".
Entah apa maksudnya, Parjo langsung menawari gue: “Aden mau coba?”

Mendadak gue penasaran dan nekad ingin membuktikan perkataan Parjo.  

Gue gak nyadar bahwa NASIB dan TAKDIR gue ternyata berakhir di tangan Parjo.
Dan kemudian terbukti Parjo jadi ALGOJO yang merobah total kehidupan masa depan gue.

  ******* 

Lalu Parjo menyuruh gue pura pura akting jadi Mbak Ina lagi, lalu dengan beringas dia membaringkan tubuh gue sampai terlentang

Waktu Parjo menyusu ke puting tetek gue, gue masih pura2 gak terpengaruh, tapi rupanya Parjo tahu kalo aku suka disusu seperti itu.

Akhirnya gue pasrah.. bener2 pasrah.. dan gue pengen Parjo terus menyusu ke tetek gue.
Dia menjilat-jilat lidahnya ke puting susu gue sampai gue merem melek bener2 merasakan kenikmatan tiada tara.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Gak berapa lama, Parjo penasaran meraba lubang pantat gue.
Kali ini dia mencoba menusukkan satu jarinya ke dalam lubang pantat gue yang masih rapet.

“Wah.... Iki koyo lobangne wedhok, tapi rapet banget ya?” [–Wah ini kayak lobangnya cewek, tapi rapet banget ya?-] Parjo berkata dengan mata yang merah karena nafsu
“Apa bisa juga dicolok?” sambungnya.

Parjo jangan!. Nanti sakit.... Gue takut Jok”.

Wes, ojo wedhi. Jangan takut, aku gak mungkin buat sampeyan ngerasa sakit”. katanya.

Belum selesai bicara,  dia udah masukin satu jarinya ke lubang gue yg dibasahi pake air ludah.
“Aaahhhhhhhh....”

Sekarang sudah 2 jari tangan dia masuk di lubang gue, maju mundur dari tadi dan gue merasakan kesakitan yang makin menjadi2
Owh sakit!.  Udahan ahh!. Gua gak mau Jok!” gue langsung berniat membatalkan

Tapi Parjo pantang menyerah karena sudah nafsu birahinya sudah keburu naik ke otak.
“Ya udah, dijepit aja ya” Parjo membujuk pantang menyerah.

  ********

Saat gue mau menjepit kontol Parjo diantara kedua paha gue, ternyata Parjo malah mengangkat kedua kaki gue keatas sehingga selangkangan gue terbuka lebar.  
Parjo menaruh kedua kaki gue diatas bahunya, terus dia membalurkan krim NIVEA ke lubang pantat gue dan ke batang kontolnya supaya licin.

Saat itu Parjo menggesek2 batang kontolnya yang keras dan panjang, lalu dia mencocol-cocolkan ujung kontolnya ke bibir lubang pantat gue.

”Aduh..., awas masuk Jok.!. Jangan dicolokin yah pinta gue.

Sebenarnya gue mulai ketakutan, tapi Parjo berjanji tidak akan dicolokkin.
Saat itu gue percaya saja, lagi pula kasihan berhubung Parjo sudah sangat penasaran.

Entah karena terlampau bernafsu, atau karena udah lama gak ngewek sama perek, Parjo ternyata nekat melakukan sesuatu yang tak pernah dia lakukan sebelumnya!.

Mendadak!, ujung kepala kontolnya yang licin menyelip masuk dan sengaja agak ditekan persis ke tengah bibir lubang dubur gue dan terasa semakin didorong masuk....

Otomatis gue kesakitan "Aduh.. sakit Jok..",
Gue sengaja mengencangkan otot anus gue untuk menahan laju kontolnya supaya tidak semakin masuk.

"Santai aja Den.. cuma pura2 aja kok..", Parjo membujuk dengan suara parau, dan dia mendorong lagi...

"Sssh..", gue meringis kesakitan sambil memejamkan mata. 

Tiba tiba... SLPEEPPP.
Tak terduga ujung kepala kontol Parjo yang licin itu menyelip MASUK sedikit ke bibir lobang dubur gue

"Parjo,sakit banget, Ooooooooowhhhhhhhhhhhhhh...............

Tapi Parjo terus mendorong kepala kontolnya pelan-pelan.
Dapat gue rasakan kepala kontolnya yang besar secara perlahan bergerak masuk yang membuat gue meringis lagi sambil menegangkan otot dubur.

“Ohhhhhh… Ampunnn…jangan… Sakit…ohhhhh…” gue mengerang. Tangan gue berusaha menahan tubuhnya.

Tetapi Parjo tidak mengindahkan protes gue dan melanjutkan penetrasinya.

Akhirnya, KALI INI gue BENAR2 BERONTAK!!.
“Behenti Joookk...!”
 “Jangaaaaan Jok...!. Gua gak mau… gak mau… gak mauu….!”

Tapi tiba tiba Parjo mendekap badan gue erat-erat dan mendadak dia menghentakkan pantatnya sekuat tenaga sehingga kontolnya melesak masuk kedalam sampai amblas.

"Aaaaagggghhhhhh..", gue hampir menjerit merasakan sakit yang amat hebat.
Perut gue juga rasanya mulas melilit-lilit.

Gue meronta ronta karena kesakitan tapi tangan Parjo semakin memeluk erat sehingga gue tidak bisa meloloskan diri dari dekapannya.

"Aakhh... adduuhh... saakkiitt.. Joooookkk..!" jerit gue tertahan.

Tapi Parjo segera membekap mulut gue sehingga suara gue tidak terdengar

"Eghh.. egghh.. egghh.. aduh..!... eghh.. egghh..!" dan terdengar erangan Parjo

"Enggak Sayang.. sebentar lagi sampeyan akan merasakan nikmatnya kontolku ini..!" 
Parjo menyebut gue dengan kata ”SAYANG” dengan nafas yang memburu, lalu dengan rakus sekali diciuminya leher gue seolah2 dia sedang memperkosa seorang cewek.

Gue gak inget berapa lama Parjo menggagahi gue, yang gue dengar adalah erangan
Suara dia yang mengerang dan menggeram.
"Eeghhkk.. eghhkkk.. Oooh Den.., Aduh... seret sekali memek sampeyan Den..!" kata Parjo yang dengan rakus menggigiti punggung dan leher gue.

Gue mengigit bibir gue, sesekali mendesah-desah karena merasakan genjotan pantat dan kontol

"Oooh.., aku nggak kuat.. Aadduh.. silit sampeyan.. terasa mengempot-empot. Aadduh.. akhh..!"
Parjo semakin dahyat menggenjot pantatnya dan genjotan kontol Parjo terasa sampai di pusar.

Tubuh Parjo kejang2 "Aagkkh..!"

CROOOTT... CROOOTTT... CROOTTT....
Mendadak gue merasakan terasa semprotan cairan panas yang membanjiri dinding anus gue dan dengan cepat langsung mengalir ke dalam perut gue ini dan terserap kedalam tubuh gue.

Setelah selesai,
Gue bersikap apatis, diam seribu bahasa lantaran agak marah pada Parjo, tapi sekaligus juga merasa MALU dan SUNGKAN..

Gue merasa lemes banget karena kelelahan dan kerepotan meladeni nafsu Parjo yang seperti singa itu.  Lalu tanpa berkata sepatah katapun gue langsung tidur pules tanpa memperdulikan Parjo.
--Gue tak pernah membayangkan gue disodomi oleh kacung gue sendiri,

  ******* 

Ketika terbangun, terus terang saja, gue memang masih marah dan ada perasaan JENGAH telah diperlakukan seperti itu oleh Parjo... Kalo sekarang istilahnya JAIM mungkin... Atau mungkin karena gue emang belum ngerti dunia Homo dan baru pertama kali merasakan maen seks.

Yang tak gue sangka ternyata Parjo menunjukan kemesraan yang tak pernah dia lakukan sebelumnya.

"Terima kasih Den.. Sampeyan mau melayani aku..." katanya sambil membelai rambut gue bagai pada kekasihnya

Lalu dengan merangkul tubuh gue dia kembali bicara:
"Goyangan sampeyan tadi hebat Den. Aku belum pernah merasakan kenikmatan macam itu. Sama istriku saja nggak pernah sepuas gini Den.. "

"Aden sendiri suka..?" tanya Parjo sambil membelai rambut gue bagai pada kekasihnya.

Padahal boro2 suka!, yang ada gue malah kesakitan.
Tapi herannya, gue senang banget denger Parjo merasa puas, sehingga akhirnya gue pura2 mengangguk pelan.

“Kalau sama perek enakan mana?” tanya gue
"Luwih enak sama sampeyan. Duh, puas bangett.. Sseehh.," katanya.
"Enak apane?" tanya gue penasaran.
"Luwih seret, luwih keset dibandingno main karo wong perek wedok" [–lebih seret dan keset dibanding maen sama perek cewek-] katanya polos.
"Nek ngono gelem maneh yoo?" [Kalo gitu mau lagi ya?] pancing gue.

"Hmm," gumamnya.
“Tapi sampeyan sayang kan karo aku?”” [-Kamu sayang aku kan?-] -katanya merayu gue.

Gue terdiam saja, tidak menjawab.

Sekarang sampeyan udah jadi wedhoku, sampeyan mau kan??, dan mulai sekarang sampeyan harus manggil aku “MAS” yo?” [-sekarang kamu udah jadi cewekku, kamu mau kan?. Kamu juga harus sebut aku “MAS”-] katanya lagi

Mas Parjo makin romantis banget, dia peluk badan gue lalu kembali mengusap2 rambut gue.

Merasakan ungkapan penghargaan dia, gue jadinya tidak tega untuk marah.
Entah kenapa gue merasakan betapa nikmat dikasihi orang macam Parjo, dan seperti perintahnya, sejak saat itu gue memanggil dia dengan sebutan “MAS”.

Setelah itu, Mas Parjo menyuruh gue untuk memakai celana gue dan baju seragam sekolah, lalu gue cepat-cepat disuruh keluar dari kamarnya karena dia takut ketahuan kalau orang tua gue datang.

Saat mau masuk ke kamar mandi, ternyata gue papasan dengan NYOKAP yang baru datang. 

Otomatis Nyokap bisa melihat tubuh gue yang masih lengket oleh keringat Mas Parjo dan tercium oleh dia bau tubuh dan bau ketiak laki laki yang pekat menempel dibadan gue.

Nyokap gue sama sekali tidak menduga kalau Mas Parjo waktu itu terkekeh ketawa karena sudah berhasil memerawani gue dan menjadikan gue sebagai tempat pelampiasan nafsunya.

--“Sekarang anak itu udah jadi milikku” mungkin begitu pikir Mas Parjo.

  ******* 

Setelah kejadian yang pertama itu, awalnya semua berjalan wajar dan biasa biasa saja.

Tapi, setelah satu minggu mulailah ada yang BERUBAH dengan sikap Mas Parjo.  Dia mulai GELISAH dan sering termenung sendirian dengan mata sendu menerawang tak tentu arah. Orang tua gue bertanya dan khawatir dia sakit lalu menawarkan pada Mas Parjo untuk pergi ke dokter, karena mereka sama sekali tidak mengerti apa yang membuat pembantu mereka jadi pendiam.

Gue sendiri tak begitu memperdulikan perubahan sikap Mas Parjo dan sudah melupakan peristiwa tersebut.

Tapi suatu hari, gue terkejut, karena Mas Parjo MENCEGAT gue di depan rumah saat gue baru pulang sekolah.
Tanpa minta persetujuan gue, Mas Parjo menyeret gue ke halaman belakang, lalu sambil matanya celingukan, dia mengajak gue masuk kedalam kamar dia.

Gak tahu apa karena Mas Parjo kebetulan sedang horny atau karena ketagihan, dia langsung melucuti seragam sekolah gue dan dia sendiri melepas pakaiannya sampai kita berdua sama sama telanjang.

"Aku pengin main ngene maneh" [aku mau ‘maen’ gini lagi] katanya. Rupanya Mas Parjo tak kuat menahan desakan untuk maen lagi.
"Iyoo, tak enteni yoo" [–iyaa, gue tunggu ya..-] -sambungnya lagi.

--Uhh!, sungguh nista sekali omongan dia!. Nasty banget!.

Dia segera mengunci kamar dari dalam lalu dengan beringas merebahkan badan gue sampai telentang, dan mengangkat kedua kaki gue keatas sampai selangkangan gue terbuka lebar...

Mendapat serangan mendadak itu, awalnya gue berontak dan menghindar.
“Lepaskan gua, Mas!” bujuk gue.

“Kenapa Den?. Kemaren kan kowe suka?. Tak usah malu-malu” kata Mas Parjo dengan beraninya dan dengan senyuman nakal menyeringai cabul.
--Dan kali ini, Parjo juga mulai berani memanggilku “Kowe” (yang lebih kasar dari kata “sampeyan”)

“Gua gak mau. Kamu gila Mas! Gua adalah anak majikan elo Mas!”

Apa yang kemudian dikatakan Mas Parjo adalah kekurang ajaran yang amat keterlaluan. 
"Wes ga usah kakean bacot koen.. aku weruh kok.. nok koen yo seneng tak ngenek ke" [udah gak usah banyak bacot lo.. gue tau ko.. kalo lo juga suka gue giniin]
--Anjriiiitt...  Ternyata Mas Parjo mulai bicara kasar dan bilang --gue gak boleh banyak ngomong. Dan malah dia bilang juga --kalo gue sebenarnya SUKA DIGITUIN...--

Mungkin karena terbiasa menyetubuhi perek, akhirnya dengan cepat Mas Parjo mulai menancap gas menanamkan batangnya ke dalam lubang gue.

“Oowh aduuuuuuh,  Mas sakiiiiitttt....

Tapi Mas Parjo menancapkan kontolnya sampai habis batang
owh yeahhhhhhhhhhh...................

  ********

Emang sakit
Tapi heran, disodomi untuk kedua kalinya ternyata menimbulkan sensasi yang luar biasa yang tak ada bandingannya..
--Siapa sangka kontol yang biasa dientotkan ke memek bininya ternyata sekarang memberi gue kenikmatan juga!.


Rasa sakit dan mulas itu lama kelamaan gue mulai merasakan sensasi nikmat yang makin menghebat.
"Teruss.. Mas.. Enak.. Ohh.. umph.. akh..", lepas kontrol gue mulai mengeluarkan suara lenguhan dan desahan nikmat yang membuat goyangan Mas Parjo makin hebat.

Makin lama lobang pantat gue makin terasa nikmat-nikmat pedas, dan akhirnya gue meledak dalam klimaks orgasme.
CROOOOOOOOTTT.. CROOOOOOOOTTTT..... CROOOOOOOOOTTT..

Pejuh perjaka gue muncrat berhamburan membasahi perut dan dada gue.

--Ahhhhhhhhhh... Gila Mas Parjo.
Ini hal hebat yang pernah gue alami.
Makasih ya Mas Parjo.

  ******* 

Tak berapa lama, tubuh Mas Parjo juga mulai menegang dengan entotan yang makin cepat dan.. dia bergerak maju mundur secara ganasnya, semakin cepat melindas anus gue.

Oooooowhhhhhhhhhhhhhh, memek kowe mantap banget masih singset,  aku jebol memek kowe dan ambil perawan lobang kowe[Ooooowhhhhh, memek lo mantep banget masih singset, gue jebol memek lo dan ambil keperawanan lobang lo]
 Enttot, entot .... lee, kata Mas Parjo sambil semakin bergairah nyodok liang dubur gue.

  ********

Mendadk Mas Parjo mencabut batang kontolnya dari pantat gue.
"Yok, mbok emut," katanya menyuruh gue untuk ngisep kontolnya.

Awalnya gue menutup mulut rapat2 karena gue jijik kalo disuruh ngoral.  
--Disuruh ambil jemuran yang ada celana dalam orang lain saja, gue jijik, hehehe.., apalagi suruh ngisep kontol yang barusan dipake mengobok obok liang dubur gue....

Tapi Mas Parjo malah marah...
"Ayo mangap po'o..  Enak kok.. tenan aku ga mbuju'i " [ayo buka mulut lo.. enak ko.. beneran gue gak boong]  Dia menyakinkan gue kalo ngoral itu enak...
"Moh Mas.. mambu!".. [Gak mau mas.. bau!] gue menolak karena takut.

Tanpa ba bi bu lagi di sorongkan kontol Mas Parjo yang masih basah berlepotan lendir itu ke mulut gue..

Tapi karena paksaan dia dan perasaan penasaran akhirnya pelan - pelan gue buka mulut gue

Begitu mulut gue terbuka, langsung dilesakkan penis dia ke mulut  gue...
Respon awal..  Rasa mual menyergap gue... huekkk, hampir saja gue muntah.

"Dancok..... di kek'i enak kok malah mau muntah " umpat dia dan bilang [-di kasih yang enak kok malah mau muntah-]

"Yo wes pelan2 wae.. tapi ojo muntah maneh yo" dia bilang akan masukin penis lagi tapi pelan ...

"Aaahh, hseess, sstt"
"Ooohh, ssess"
"Ssseess, sseess" Mas Parjo mendesis keenakan.

Kontol gede yang sering dientotkan ke bininya, ke para perek dan ke Mbak Ina sekarang dientotkan ke mulut gue!.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Dengan tidak sabaran, direngkuhnya kepala gue dengan kedua tangannya agar tertahan dan dia segera menggoyangkan pinggangnya maju mundur, jadi sepertinya mulut gue sedang dikentot olehnya.
"Sssesstt, sstt enake Den"
"Ayo terus Den, diluk maneh Den"
"Yoo, ayoo terus, terus, terus sing banter Den," rengeknya.

Tiba2 dorogan kontol Mas Parjo semakin lama semakin cepat..

Gue bingung kenapa tiba2 ritme gerakannya seperti itu...

Cruuoottttoorttt!!!
Tiba2 saja dinding2 mulut gue dan kerongkongan gue serasa di sembur dengan lendir yang panas.    Terasa aneh.. kental dan berasa asin gimana githu...

Aanjrit ternyata Mas Parjo muncrat pejuh di mulut gue...


"Maap.. aku ga tahan dadi ne yo tak tok ne nang jeru" dia minta maaf karena dia keluar di dalem ga bilang2 dan akhirnya ngeluarinnya di mulut  gue.

"Asu kowe Mas.. noh gua hampir muntah lagi" [Anjing lo mas.. nih gue hampir muntah lagi] sumpah serapah  gue keluar

"Halah koen iki.. enak tapi kan..?" [Halah lo ni.. enak kan tapi..?] dia malah bilang kalo sperma itu enak...

Akhirnya gue hanya tersenyum sambil bergelayut manja di dada Mas Parjo.



Gue gak pernah mengerti, gimana gue ternyata bisa dipuaskan oleh sesama cowok?.
Kenapa seorang cowok bisa begitu istimewa sehingga kontolnya dia bisa kasih kenikmatan yang segitu luar biasa?.
Menurut gue, itu adalah sebuah misteri.

Dan gue juga gak pernah bisa mengerti (bahkan setelah gue tumbuh dewasa), bagaimana Parjo, seorang cowok yang menurut gue straight, punya bini, 2 anak dan sering ngewek dengan perek2..., tapi waktu itu bisa segitu nafsunya ngeseks dengan gue?.
Gue gak pernah ngerti...!.

  ******* 

Entah karena iseng atau apa, tangan gue iseng-iseng meraba kontolnya yang panjang menggantung itu.  Mas Parjo diam saja, lalu mulai gue permainkan sambil gue kocok perlahan-lahan.

"Ah, wong podo lanange koq dulinan penis"  [-kok cowok suka maen kontol?-] katanya.
"Enggak opo-opo, gue seneng nek pegang penis sih dowo ngene," [Gak papa, gue seneng kalo pegang penis yang panjang gini] jawab gue.

"Nek gelem maen lagi opoo??" katanya menantang untuk ngeseks sekali lagi.

Ternyata kontolnya juga sudah ngaceng lagi keras bukan mainRupanya gue telah membangunkan ular tidur

Wah gila, kalau gini caranya, gue bisa diperkosa habis-habisan dan dientot sepanjang hari nih.
Akhirnya gue turuti juga keinginannya untuk ngentot gue.

Dia menidih diatas gue sambil terus menyodok-nyodokkan kontolnya yg keras itu ke pantat gue. Sementara gue hanya mampu mengangkang di lantai kasur, paha gue buka lebar-2, kedua kaki gue dipegangi keatas dengan tangannya sambil kadang meremas-remas susu gue.

Mas Parjo ternyata kuat juga mainnya, dari tadi kontolnya nggak pernah mengendur.
Edan!!!. Gue sampai kelelahan, tapi dia tetap goyang terus.

Akhirnya gue pasrah aja, seakan akan gue diperkosa olehnya.
Sampai akhirnya dia klimaks dan kontolnya memuntahkan pejuh kedalam pantatku.

Beberapa saat, kemudian dia memakai celana dalamnya dan celana panjangnya lagi.

Kemudian Mas Parjo tersenyum puas dan mencium pipi gue sambil membisikan kata.
"Suwun yoo Den" [makasih ya den]  katanya dengan sopan.

  ******* 

Sejak kejadian itu, Mas Parjo semakin sering menuntut gue untuk melayanin nafsunya.

Hubungan GANJIL antara dua manusia berbeda umur yang sama sama berjenis kelamin lelaki ini akhirnya menjadi hubungan percintaan yang makin panas dan liar.
Apalagi, bagi Mas Parjo. Dia merasa bisa NGEWEK GRATISAN, setiap saat dan kapanpun juga,  tanpa harus membayar perek!. Dan tidak ada resiko hamil.
  

Bayangin betapa buasnya Mas Parjo.
Kalau sedang bernafsu, aku sering ‘dipake; walau baru baru pulang sekolah.
'Jangan Mas...,. gua udah capek nihhh....' pinta gue.

Tapi gue tetap diperkosanya sampai teler,  sampai rasanya gue tak kuat lagi melayani nafsunya yg seperti kerbau yg sedang nafsu itu.


Walau pada saat gue sedang tidak 'mood', Mas Parjo tetap memaksa gue.
Dia bahkan pernah dan sering memperkosa gue dikamar gue sendiri, kadang di kamar dia atau di kamar mandi...  Kadang pas sebelum tidur.. kadang saat gue pulang sekolah. 
Kalau hari Sabtu Minggu, dia malah menyetubuhi gue lebih dari 3-4 kali sehari.

Tampaknya Mas Parjo sudah lupa daratan. Dia sudah lupa bahwa gue adalah anak majikan dia.

Walau dihadapan orang tua gue, Mas Parjo pura-pura bersikap seperti pembantu biasa yang menghormati anak majikan, tapi dibalik pintu kamar yang tertutup, Mas Parjo berubah bagaikan koboi yang memacu kuda liar dan menggempur naik-turun, menghunjamkan batang kontolnya ke lobang pantat gue.
--Tapi apa boleh buat, gue juga mulai menikmatinya sih.

  ******* 

Mbok pembantu yang sering ada rumah, mungkin heran sering melihat aku berdua-duaan dengan Mas Parjo di dalam kamar yang tertutup.  Mbok pembantu hanya bisa menduga2 apa yang sedang dilakukan oleh Parjo terhadap anak majikan yang dia hormati.  

Suatu hari, secara tak sengaja Mbok Pembantu mendengar suara gue yang me-rintih2.
Dari jendela kamar si Mbok bisa melihat siluet bayangan tubuh gue yang menggeliat2 dibawah tindihan Mas Parjo yang begitu jantan itu bagai tak terbendung dan tak henti hentinya menyetubuhi tubuh telanjang gue, anak majikannya.
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/

Tapi bagi Si Mbok yang tidak terpelajar, hubungan seksual antara semacam itu dianggap WAJAR; Dan perilaku sejenis antara antara lelaki dewasa dengan bocah lelaki TIDAK dianggap sebagai sesuatu hal yang salah.
Dia pikir aku hanya dijadikan semacam “Gundik” atau “Peliharaan”, sebagai tempat penyaluran kebutuhan biologis Mas Parjo.

Justru si Mbok TERPERANGAH saat melihat begitu MAHIRNYA gue melayani hasrat seksual Mas Parjo, sampai si Mbok kagum karena gue MAMPU MELAYANI seorang lelaki gagah perkasa yang begitu jantan seperti Mas Parjo.

  ******* 

Orang tua gue juga, pada awalnya TIDAK mencurigai kedekatan hubungan gue dengan Mas Parjo.

Tapi lama-lama, Nyokap mungkin curiga karena dia sering melihat leher dan dada gue yang dipenuhi CUPANG2 MERAH, bukti keganasan Mas Parjo yang memang sangat bernafsu. Nyokap juga mungkin melihat cara jalan gue yang seperti MENGANGKANG akibat terlampau sering dihajar kontol Mas Parjo setiap hari,

Tapi heran bin ajaib!!!, ternyata Nyokap tak berani bertanya tanya pada gue.

Apakah mungkin didalam pikiran Nyokap, itu tanda anaknya memang sudah dewasa?!.

Atau mungkin Nyokap justru bangga bahwa anaknya disukai oleh seorang laki laki yang begitu jantan dan diperlakukan sebagai pengganti istrinya Mas Parjo?.

GILAAAA...!!!.


TAMAT


(disadur dari berbagai sumber...)
Dibantu juga oleh co-editor : Richo docs
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...