Saturday, 16 June 2012

True Story - Budi & Elang


“GARA-GARA SERING PAMER SAAT MANDI” - (#1)
(Cerita sumbangan: Budi/Triyanto)

Ini benar-benar kisah yang aku alami. Saat itu umurku baru 13 tahun dan belum mengenal soal seks sama sekali.

Aku hidup di desa. Aku dan teman-teman sebaya sering bermain bersama, mandi bersama, bahkan tidur pun bersama di rumah salah satu teman secara bergantian.

Pada awalnya, semua berjalan biasa-biasa saja. Seperti lazimnya anak-anak remaja pada umumnya. Tapi, salah satu temanku, sebut saja ELANG, telah merubah kehidupanku.
Elang rumahnya persis di depan rumahku. Dia berumur 14 tahun atau lebih tua setahun dariku. Badannya sedang dan mukanya pun biasa-biasa saja.


Ada yang aneh dari ELANG. saat mandi bersama, ia suka sekali MEMAMERKAN kemaluannya kepada kami, bahkan terkadang ketika sedang ereksi (Jawa=ngaceng).

Teman-temanku yang lain hanya tertawa melihatnya atau malah cuek saja.  Tapi entah mengapa, bagiku terasa sangat lain. Pemandangan itu membuatku terpana, bengong, bahkan kagum. Aku senang sekali melihatnya, apalagi ukuran kemaluannya yang menurutku cukup panjang saat ereksi, dengan bentuk sedikit melengkung (bengkok).

Mungkin saja, ELANG seorang eksibisionis, karena selain suka pamer saat mandi, saat bangun pagi pun ia suka memamerkan penisnya yang sedang ereksi penuh dalam balutan celana dalamnya. Lalu dengan santainya ia kencing di depan kami dengan penis yang masih memerah, sembari memainkan penisnya.

Bagi teman-temanku yang lain, hal tersebut dianggap hal yang lumrah, dan mereka rata-rata cuek saja. Tapi sangat berbeda bagiku. Seringnya melihat pemandangan seperti itu, membuatku KETAGIHAN untuk sering melihatnya. Bahkan, mulai mengganggu pikiranku.
Aku jadi terbayang-bayang.
Aku merasa ada yang lain pada diriku.

Kenapa aku menjadi seperti ini ketika itu, aku sendiri tidak tahu.

  ******* 

Kebiasaan Tidur Ramai-ramai

Sudah menjadi kebiasaan di kampungku, anak remaja atau anak muda tidak tidur di rumah. Biasanya tidur ramai-ramai di salah satu rumah teman kami secara bergantian atau terkadang juga di masjid atau mushalla.


Dan yang paling sering adalah tidur di rumah ELANG. selain tempatnya lega dan enak, ia adalah anak tunggal. Aku sendiri sudah biasa tidur di rumah Elang, bahkan tidur di sebelah Elang persis. Tapi selama ini berlangsung biasa-biasa saja, tidak terpikir apapun dalam benakku.

Tapi, entah mengapa, dapat ide dari mana atau dapat bisikan dari mana; tiba-tiba muncul keinginan untuk meraba-raba (menggerayangi) kemaluan Elang.
Sudah menjadi kebiasaan Elang kalau tidur hanya memakai celana dalam longgar dan kain sarung saja. Tentu aku tak kesulitan untuk merabanya, pikirku.

Malam itu aku benar-benar tak bisa tidur. Aku gelisah.
Pemandangan Elang saat mandi atau bangun tidur terus membayangi pikiranku. Aku mencoba untuk membuang pikiranku itu, dan mencoba tidur. Tapi semakin aku mencoba, aku semakin tidak bisa. Aku benar-benar gelisah. Mata benar-benar tak bisa dipejamkan.

Entah sudah jam berapa waktu itu, aku tak tahu. Suara jangkrik dan binatang malam sudah ramai terdengar bersahutan. Keinginan untuk meraba kemaluan Elang semakin menjadi-jadi. Tapi di sisi lain aku juga merasa TAKUT, karena sebelumnya aku belum pernah melakukannya ke siapapun.

Sekali lagi, aku mencoba membuang pikiran itu dan berusaha untuk tidur. Tapi tetap saja tidak bisa, bahkan keinginan itu kini sudah tak tertahankan lagi. Sepertinya aku telah dikuasai oleh nafsuku. Aku seperti telah kehilangan kesadaran dan pengendalian diri.

Kebetulan malam itu aku tidur persis di samping Elang. dan perlahan tapi pasti, di tengah kegelapan malam karena lampu minyak tanah dimatikan, aku gerakkan tanganku perlahan-lahan.

Pertama sekali, tanganku MENYENTUH bagian perutnya. Dengan tangan sedikit GEMETAR dan jantung BERDEGUP lebih kencang karena gejolak nafsu plus rasa takut, aku MENGGESER tanganku sedikit ke bawah.

Dan…..BUGHHH..!!
Tanganku MENYENTUH benda keras tapi kenyal.

Dan tahukah pembaca bagaimana rasanya PERTAMA KALI aku menyentuh kemaluan orang lain?.
Tanganku semakin gemetar dan jantungku berdegup semakin kencang, tapi sekaligus rasa senang dan berdesir. Aku mencoba menenangkan diriku sesaat.

Dengan masih rasa takut, aku SINGKAPKAN sedikit kain sarung itu dan mulai MERABA ke sekeliling.

Oh! Ternyata PANJANG sekali kemaluannya, hingga kepalanya NONGOL sampai keluar celana dalam. Aku mulai MENGELUS pelan-pelan, mengusap dan sesekali MEREMASNYA karena gemas.
Walau hanya memegang dari luar, tapi aku bisa merasakan “benda” itu terasa hangat dan berdenyut. Sesekali terasa bergerak seperti mau loncat.

OOOOHHH...!. Nikmat sekali rasanya, aku jadi senang sekali melakukan ini semua.
Aku lakukan semua itu dengan sangat pelan sekali. Aku takut kalau Elang terbangun dan tahu apa yang sedang aku lakukan terhadapnya.

Lama semakin lama aku semakin BERNAFSU, ingin sekali aku membuka celana itu dan berharap bisa memegang benda itu sepuasnya.
Tapi dalam waktu besamaan, aku TERSADAR. Aku tak boleh melakukannya. Aku takut Elang akan marah jika mengetahuinya.  Maka, seketika itu juga aku MENARIK kembali tanganku dan mencoba untuk tidur, walau masih dengan hasrat yang membara.

  *******

KEEKOKAN HARINYA, tatkala aku bertemu dengan Elang, aku merasa sedikit GROGI dan kikuk. Aku takut saja jika apa yang aku lakukan semalam ketahuan.

Tapi setelah aku amati dengan seksama, Elang kelihatannya biasa-biasa saja.
Malah dia bertanya padaku, “Kok kamu kelihatan lain hari ini?”.

Aku agak kaget dengan pertanyaannya itu dan spontan aku jawab, “Ah nggak, lagi nggak enak badan aja.”

  ******* 

Malam Berikutnya
Biasanya agenda tidur ramai-ramai ini bergiliran tempatnya. Eh, semalam sudah di tempatnya Elang, sekarang di tempat Elang lagi.
Duh, gimana ini? Selain merasa senang, aku juga merasa takut.

Sebelum-sebelumnya, aku tidur di sembarang tempat. Eh, kok malam ini aku sengaja memilih tidur di samping Elang. lagi-lagi aku tak bisa tidur. Kejadian kemarin malam terus terbayang-bayang dan menghantuiku hampir sepanjang malam.


Keinginan untuk menggerayangi semakin kuat dan sepertinya kali ini aku memiliki keberanian yang lebih besar.
Masih dengan tangan gemetar dan jantung yang berdegup kencang, dalam kegelapan pelan-pelan aku julurkan tanganku kira-kira ke bagian bawah perut Elang.

Dan TEENGGGG…..!
Tanganku menyentuh benda MENJULANG tanpa balutan celana dalam.
Saking kagetnya aku buru-buru menarik kembali tanganku.

Kok celananya TERBUKA?.
Apakah ia kepanasan sehingga memelorotkan celana dalamnya atau karena apa? Saya tidak tahu.
Atau jangan-jangan dia sedang tidak tidur.

Duuuh! Gimana ini?. Padahal aku sudah pingin sekali memegangnya lagi.
Cukup lama aku berpikir, antara ragu-ragu, takut dan juga keinginan yang sangat kuat.

Akhirnya, lagi-lagi nafsu mengalahkan segalanya. Segera aku kembali menjulurkan tanganku.
Dan ……tappp!.
Tombak itu kini telah dalam genggamanku.
Beberapa saat aku mendiamkan tanganku di sana, menunggu reaksi Elang kalau-kalau ia sedang tidak tidur.

Cukup lama tidak ada reaksi, aku pun mulai memberanikan diri menggerak-gerakkan tanganku. mengelus, mengusap, membelai dan sesekali meremasnya karena gemas.

Duh, gagah dan kokoh sekali.
Tombaknya terasa menempel kuat ke perutnya, bukan berdiri lurus ke atas, dan kepalanya hampir sampai ke pusarnya. Walau masih umur SMP, bulu kemaluannya sudah cukup LEBAT hingga sampai pusar.

Beberapa saat lamanya aku beraksi, sepertinya tidak ada tanda-tanda Elang bereaksi. Malah sayup kudengar, napasnya panjang-panjang seperti seorang yang lagi tertidur pulas. Entah ia benar-benar tertidur pulas atau justru malah menikmati perbuatanku?, aku tidak tahu. Tapi sekalipun demikian, aku tetap melakukannya dengan pelan dan sangat hati-hati, masih takut kalau ketahuan.

Aku melanjutkan aksiku. Di genggaman tanganku, penis Elang terasa hangat dan berdenyut-denyut, ada desiran aliran darah yang mengalir deras. Di ujung kepalanya terasa seperti ada cairan keluar yang berbau khas dan licin. Entah apa itu, aku belum tahu waktu itu. Beberapa kali ia bergerak naik-turun seperti mau meloncat. Ketika itu pula, aku meremasnya lebih kuat karena gemas.

Karena tidak ada reaksi apapun, aku pun semakin berani memainkan tombak itu dengan bebas. Semauku dan sesukaku, hingga akhirnya aku puas dan kelelahan, dan melepaskan tanganku dari benda yang masih tetap tegak menjulang itu.

  ******* 

Remaja Polos

Terus terang pembaca, waktu itu aku masih merasa sebagai anak kecil, baru 13 tahun. Aku belum tahu sama sekali apa itu Seks, Onani, Oral, Sperma, apalagi tentang Gay.
Aku hanya tahu bahwa aku senang melihat Elang MEMAMERKAN penisnya atau memegang penisnya saat tidur malam.  

Aku pun tak tahu mengapa aku suka demikian, mengapa aku mempunyai naluri seperti itu.
Tapi aku tidak sedang jatuh cinta sama Elang, apalagi mengagumi ketampanannya.  Ia layaknya remaja desa pada umumnya, dengan wajah dan bodi yang biasa-biasa saja.

Tapi karena ada kesempatan dan tidak ada penolakan, akibatnya, hari-hari berikutnya, kebiasaanku menggerayangi Elang terus BERLANJUT.    Setiap ada kesempatan tidur di dekatnya, aku pasti melakukannya.

  ******* 

Suatu malam, ketika aku sudah mulai merasa bosan dan sedang tidak ingin melakukannya, TAK DIDUGA, justru Elang malah MENARIK TANGANKU dan meletakkannya di penisnya yang sedang EREKSI.
Ia membimbingku agar melakukan gerakan naik-turun (mengocok).

Sekarang aku baru tahu bahwa Elang TIDAK MARAH atas apa yang aku lakukan selama ini, bahkan kini ia sendiri yang MEMINTAKU untuk melakukannya. (Kalau tahu begini dari kemarin-kemarin, aku tak perlu takut-takut melakukannya).
Sekarang aku merasa senang dan lega, tak perlu jantungku berdegup kencang karena takut.

Lalu, aku pun menuruti PERMINTAANNYA. Aku mengocoknya perlahan.
Kulit penisnya yang sangat lentur, terasa licin seperti memegang belut. Apalagi penisnya menempel dengan kuat ke perutnya-bukan berdiri tegak ke atas, sehingga aku agak kesusahan. Aku mulai mempercepat gerakanku.

Ahhh……ahhh…..
Kudengar Elang mendesah lirih.
Penis dalam genggamanku terasa bergerak-gerak, seakan mau meloncat atau melepaskan diri. Sesekali Elang menggeliat.

“GImana Elang rasanya?” tanyaku memberanikan diri.

“Enak banget”, jawabnya lirih sedikit malu-malu. “Agak cepat sedikit ya!” imbuhnya lagi.

Aku menurut saja. Melakukan semua ini dengan senang dan tanpa rasa takut, membuatku juga terangsang. Kemaluanku ikut tegang. Pingin rasanya punyaku dipegang atau dikocok juga. Tapi aku malu mengutarakannya pada Elang.
Tangan Elang memegang tanganku. membimbingku agar lebih cepat lagi melakukan gerakan.

“Sudah dulu ya, aku sudah capek?” pintaku padanya.

“Yah, tapi aku kan belum puas. Ayolah sebentar lagi!” pintanya sembari merengek, seperti anak kecil yang meminta mainan pada ibunya.

Aku mencoba menuruti kemauannya lagi. Aku melanjutkan aksiku, walau sebenarnya aku sudah capek. Tampaknya Elang sangat menikmati permainanku. Ia semakin sering mendesah dan menggeliat. Tombaknya semakin berdenyut dan meronta naik turun.  Aku pun dapat merasakan kepala penisnya mengeluarkan cairan berbau wangi dan terasa lengket.

“Ahhh….ughh…..” ia makin mendesis. Napasnya terdengar memburu.

“Aku sudah capek beneran nih, besok lagi ya.”
Walaupun kasihan, aku terpaksa menarik tanganku. aku benar-benar sudah capek. Mungkin sudah hampir sejam aku mengocok dan mempermainkan tombaknya.

“Yaaah, payah deh kamu”, desahnya terdengar kecewa.
Ia pun menaikkan kembali celana dalamnya dan memiringkan badannya membelakangiku.

Selain merasa senang dan nikmat, aku sendiri juga tak tenang memikirkan “burung” ku sendiri. Ia juga ikut tegang dengan sangat kuat dan meronta-ronta, mungkin pingin juga diperlakukan seperti Elang. lalu aku pegang dia dan mencoba menenangkannya.

  ******* 

TRUE STORY: GARA-GARA SERING PAMER SAAT MANDI (#2)

Begitulah yang terjadi antara aku dan ELANG. semua yang terjadi aku anggap sebuah permainan atau kesenangan belaka.

Aku TIDAK menganggap kami ini GAY, karena memang waktu itu aku TIDAK TAHU gay itu apa. Toh, aku TIDAK jatuh cinta kepada laki-laki, atau senang melihat cowok tampan. Kami belum pernah ciuman atau berpelukan, apalagi berhubungan seks seperti suami-istri.

Aku masih ingat ketika telah berhasil memegang penis Elang, setelah itu aku selalu terbayang-selalu terkenang. Setiap saat teringat terus dan tak bisa dilupakan. Aku sangat mengagumi ukurannya yang besar dan panjang serta bentuknya yang sedikit bengkok. Bahkan, aku ingin milikku sama ukurannya dengan miliknya, walau sebenarnya milikku juga ukurannya lumayan, tak jauh beda dengan milik Elang.

Aku suka sekali kemaluan Elang. tapi TIDAK sebaliknya.
Walaupun aku sering memegang atau mempermainkan penis Elang, tapi dia TIDAK pernah ingin memegang burungku sama sekali. Ia hanya DIAM PASRAH saat aku kerjain.

Aku yakin DIA cowok NORMAL.
Ia hanya merasa senang karena ada yang memberinya kenikmatan, tak peduli oleh cowok atau cewek. Bahkan, aku juga tahu kalau Elang suka dengan cewek.
Sementara aku sendiri, hanya senang dengan penis Elang saja, tidak ingin berbuat yang lebih, seperti mencium atau memeluknya.

Aku pun TIDAK tertarik dengan penis SELAIN punya Elang, walaupun kami sering tidur beramai-ramai. Aku tidak ada keinginan untuk meraba-raba punya teman-teman yang lain, walau ada kesempatan untuk itu.

Walau kesempatan terbuka luas, bukan berarti aku hampir tiap malam melakukannya. Kadang aku capek dan ngantuk, sehingga tak sempat terbangun di tengah malam. Kadang memang aku sedang malas atau tak ingin. Atau Elang tidurnya tengkurap terus sehingga aku tak bisa melakukannya. atau ia tidur terlentang, tapi tangannya masuk ke celana dalamnya menggenggam si burung, sehingga aku terhalang oleh tangannya. Atau memang aku sedang ingin tidur di rumah sendiri.

  ******* 

Suatu Siang yang “Panas”

Sudah menjadi kebiasaan sepulang sekolah atau saat waktu luang, kami saling bermain di rumah salah satu teman kami.

Siang itu, aku pergi ke rumah Elang yang berada persis di depan rumahku. Rumahnya sepi, hanya Elang sendirian karena ayah-ibunya belum pulang dari sawah. Sedangkan teman-teman kami yang lain juga tidak pada nongol. Jadilah kami ngobrol berdua saja di ruang tamu.

Aku bersandar ke dinding, sedang Elang sambil tiduran telentang di depanku.
“Tolong pijit kakiku, dengkulku sakit kemarin pas main bola”, pintanya padaku.

Tanpa menjawab, aku mulai memijit dari telapak kakinya. Soal pijit-memijit sudah menjadi hal biasa bagi kami. Saat menunggu shalat Isya’ atau ketika mau tidur, kami sering pijit bergantian.

Setelah agak lama di telapak kaki, perlahan aku memijit betisnya hingga dekat dengkulnya.
“Di atas dengkul sini yang sakit”, kata Elang sembari menunjuk tempat dimaksud.

Aku menurut. Benar saja, ia mengerang kesakitan saat kupijit di tempat yang sakit.
“Aduh, pelan-pelan ya, nyeri banget”, rintihnya.
“Iya, ya tenang saja. Jadi cowok baru gitu saja sudah aduh-aduh”, jawabku mencoba bergurau.

Waktu itu Elang hanya memakai celana pendek ketat. Tampak jelas pahanya yang berbulu lebat. Aku tidak hanya memijit paha Elang yang dekat dengkul saja, tapi juga paha bagian atas.

Awalnya aku tidak kepikiran apapun.
Agak lama aku melakukannya.
Elang kini terdiam.
Dan tanpa sengaja, mataku menoleh pada celana Elang. aku sangat terkejut, celananya telah menggembung. Tombaknya telah bangun, terlihat jelas sekali tonjolan itu.


“Kamu ngaceng ya Elang, pantes saja kamu diam saja.” Tanyaku sembari tetap memandangi gundukan itu penuh hasrat.

Ia tidak menjawab, hanya meringis.

“Apa mau minta dipijit sekalian?” kataku kemudian meledeknya.

Tapi ia malah buru-buru bangun dan berdiri.

“Loh mau ke mana?” Tanyaku cemas.

Lagi-lagi ia tak menjawab. Ia berjalan ke arah pintu lalu menguncinya.

  ******* 

Lalu ia kembali berbaring di depanku dan langsung memelorotkan celananya.

“Ouwww!!!.......” aku berteriak setengah histeris.
Tombaknya mengacung seperti ular kobra yang siap menyerbu mangsanya. Gagah sekali dengan urat-uratnya berwarna biru.

Baru kali ini aku melihat benda impianku itu secara jelas di depan mata. Sebelumnya aku hanya bisa melihat sekilas saat ia memamerkannya di depan kami atau merasakannya di waktu malam hari dalam kegelapan. Kepalanya sedikit tertutupi oleh kulit penisnya dan bentuknya sedikit melengkung ke kiri (bengkok).

Melihat aku yang terbengong-bengong dan menahan air liur, Elang hanya senyum-senyum penuh arti. Mata kirinya DIKEDIPKAN seakan memberi TANDA.
Tanpa menunggu waktu lagi, tanganku langsung meraih tombak itu dan memperlakukannya seperti di waktu malam.

Cukup lama aku mengocok dan mempermainkannya. Elang mulai menggelinjang. Badannya menggeliat-geliat dan mendesah panjang-panjang.
Ahhh….ohhh….ughhh…………………. matanya terpejam.

“Ssst……jangan keras-keras, nanti ada yang mendengar!” pintaku padanya.

“Habis enaaak banget”, jawabnya dengan suara parau.
Sepertinya ia tak begitu menggubrisku. Mungkin saja ia telah melayang ke awan-awan. Karena burung dalam genggamanku ikut bergerak-gerak seperti ingin melepaskan diri dan mencari mangsa.

Aku semakin bernafsu memainkannya. Sesekali aku tarik ke atas/bawah dan kemudian aku lepaskan secara tiba-tiba, sehingga penis itu memantul/bergoyang. Atau terkadang aku lepaskan, dan aku lihat penis itu bergerak naik-turun.

Kira-kira sejam telah berlalu.
“Ayo, lebih cepat ngocoknya!” pinta Elang dengan napas yang mulai terengah-engah.

Aku menurut. Walau aku sudah sangat capek, aku mengerahkan segenap kekuatanku untuk melakukan gerakan lebih cepat lagi, semakin cepat dan lebih cepat lagi.
Elang makin mendesah dan napasnya terdengar memburu.

Dengan cepat ia memegang tanganku dan menuntunku untuk mengocok dengan sangat cepat dan cepat sekali. Aku dapat merasakan tombak Elang berdenyut-denyut keras seperti ada sesuatu yang mau keluar.

Tubuh Elang menegang hebat.

Dan …..akhirnya: crottt….crottt….crottt…..

Kulihat sesuatu muncrat berkali-kali dari ujung penisnya. Semprotan itu mengenai muka, dada dan terakhir perut Elang. banyak sekali, termasuk mengenai jari-jariku. Berupa cairan berwarna putih susu, baunya khas dan harum.
Aku pikir itu adalah air kencing, tapi kok kental sekali dan terasa lengket. Maklum, aku belum tahu kalau itu sperma.

Aku pun melepaskan genggamanku. Kulihat Elang tampak lemas dan lelah. Sekalipun begitu, wajahnya menyiratkan rona kepuasan. Sedangkan penisnya tetap tegang hingga beberapa menit kemudian.

Elang pun bangkit mengambil kain untuk mengelap sperma yang berceceran di tubuhnya dan mengambil handuk untuk mandi.
Aku sendiri bergegas pulang dengan nafsu yang masih tertahan karena selama permainan itu, penisku ikut bangun.

  ******* 

Aku Ketagihan Onani

Sejak kejadian itu, tidak selalu aku yang memulainya. Tak jarang Elang yang BERINISIATIF menarik tanganku ketika tidur bersama dan meletakkan tanganku ke penisnya yang sudah bangun. Tak jarang pula Elang memiringkan tubuhnya menghadapku, agar aku mudah memainkan burungnya.

Suatu malam menjelang pagi, ketika aku sangat capek dan tertidur pulas, aku merasakan bagian mukaku ada yang aneh.
Antara setengah sadar, aku membuka mataku. Apa yang terjadi pembaca?

Sembari memiringkan tubuhnya, Elang mendekatkan tombaknya ke dekat MULUTKU..!.
Aku diam dan pura-pura masih tertidur pulas.

Berikutnya, aku merasakan Elang MENGGOSOK-GOSOKKAN penisnya ke MULUT dan MUKAKU.
Walaupun agak risih, tapi aroma khas BAU TUBUH LELAKI membuatku mendadak bergairah.

Segera kupegang benda kesayanganku itu. Tak tahan dengan aroma khas itu, secara reflek aku mulai MENCIUMI batang penisnya. Sesekali aku USAPKAN ujung kepalanya ke hidung dan mulutku. Tombak itu terasa hangat dan desiran aliran darah pada urat-uratnya membuatku bergetar, tubuhku sampai menggigil.

Ketika aku sedang larut dalam nafsuku, tiba-tiba Elang berseru, “Emuten kontol ku gelem ora?” (hisap mau tidak).

“Emut?” aku balik bertanya karena kaget.
--Masak sih tempat buat keluar kencing begini suruh dimasukin ke mulut?, batinku.

Selanjutnya, aku masih belum mau menuruti kemauannya. Aku masih tetap melakukan gerakan mengocok dan MENCIUMI batang yang kokoh dan kekar di depan mukaku.

Tak lama kemudian, aku merasakan ujung kepalanya mengeluarkan CAIRAN. Baunya harum dan wangi sekali. Waktu itu aku belum tahu sama sekali bahwa cairan yang keluar itu adalah pertanda bahwa Elang sudah terangsang hebat.

Di sisi lain, Elang berulang kali berusaha mengarahkan tombaknya ke mulutku.
“Ayolah, aku sudah tak tahan” seru Elang dengan nada MEMELAS dan suara parau.

  ******* 

Pelan tapi pasti, entah setan mana yang membimbingku, aku mulai memasukkan batang keras tapi kenyal itu ke mulutku.
Huekkk……..
Pertama sekali terasa pahit dan getir. Lagipula mulutku terasa penuh saking besarnya. Ketika aku masih merasakan risih dan jijik, tempat kencing kok dimasukin ke mulut.

Perlahan-lahan Elang mulai mendorong tombaknya maju-mundur.
Duh, karena panjang, terasa seperti sampai tenggorokan. Karena aku mulai merasakan kenikmatan, maka rasa risih dan jijik itu terlupakan.

Aku mulai mengikuti irama gerakan itu. Bahkan, karena bernafsu, tak jarang aku menghisapnya kuat-kuat atau malah menggigitnya sehingga Elang sampai menjerit. Aku sendiri ikut bergairah.
Aku memasukkan tangan kiriku ke dalam celanaku, berusaha menenangkan penisku yang ikut LIAR.

Di luar sana, ayam jago mulai berkokok, pertanda Subuh akan segera tiba.
Entah sudah berapa lama permainan kami, tiba-tiba aku merasakan batang penisnya berdenyut-denyut keras, seperti ada sesuatu yang hendak keluar. Elang menggoyang badannya semakin kuat, napasnya terdengar memburu.

Dan crottt….crottt…..crottt……..
Spermanya muncrat di dalam mulutku.

Elang menghentikan gerakannya. Ia mendesah panjang dan terengah-tengah.
Mulutku terasa penuh sesak. Cairan itu terasa panas dan sedikit asin-manis. Bahkan, saking kuat dan banyak semprotannya, seperti ada yang tertelan.

Setelah itu Elang menarik kemaluannya. Dan aku segera memuntahkan cairan itu ke sarungku.

  ******* 

Sesaat kemudian, Elang tertidur pulas, mungkin saja kelelahan. Tapi ia lupa belum menarik kembali celananya. Kulihat tombaknya masih tetap tegak berdiri walau sudah keluar.
Aku PELUK tubuh Elang yang masih bersimbah keringat itu.

Tapi aku tak bisa tidur lagi, sebab burungku tak mau juga tidur. Nafsuku masih tertahan dan memang selama ini selalu tertahan. Sebab, Elang sepertinya TIDAK pernah ingin menyentuh burungku. Ia hanya ingin dipuaskan, tapi belum pernah mau memuaskanku.

Akhirnya, aku memelorotkan celanaku, dan mengocok (Jawa=ngloco) penisku dengan tanganku sendiri.
Cukup lama aku melakukannya hingga akhirnya spermaku muncrat ke muka, dada dan perutku. Oh, ternyata nikmat dan nikmaaat sekali…!. Sesaat aku seperti melayang dan kehilangan kesadaran.

Setelah melakukannya aku merasa plong dan lega. Pantas saja Elang ketagihan dan sering menyuruhku memuaskannya.
Inilah PENGALAMAN pertama kalinya aku melakukan onani, walau saat itu aku belum tahu kalau itu yang disebut onani.

Inilah momen yang kemudian membuatku ketagihan melakukan onani.


  ******* 

TRUE STORY: GARA-GARA SERING PAMER SAAT MANDI (#3)

Waktu terus berlalu. Waktu itu aku mau naik kelas 3 SMP.

Tak terasa, hubunganku dengan Elang sudah sekitar 2 tahun. Walaupun kami sering melakukan perbuatan yang tak lazim, aku tetap saja masih buta soal seks, bahkan soal Gay sekalipun.

Elang sendiri sepertinya COWOK NORMAL (atau mungkin saja seorang biseksual), karena aku tahu ia suka dengan cewek dan bahkan punya pacar.
Aku sendiri juga sempat NAKSIR dengan CEWEK teman kelasku, dan ia pun suka denganku. Tapi hubunganku dengan cewek itu tak lama dan tidak sampai berpacaran.

Semua hubunganku dengan Elang membuatku selalu terbayang dan sulit untuk dilupakan. Semua kejadian itu MENGGANGGU pikiran dan konsentrasiku. Sekolah jadi tidak fokus, membantu orang tua di sawah juga tidak fokus. Bahkan, aku sering susah tidur. Terlebih jika sudah tidur di samping Elang. selain selalu terkenang dan terbayang, aku juga sering berkhayal.

Walaupun sudah sering terpuaskan, tapi selalu ingin. Aku seperti sudah ketagihan. Apalagi setelah peristiwa oral seks dan pengalaman beronani pertama kali, rasanya seperti ingin mengulangnya terus.
Di luar hubunganku dengan Elang, aku mulai sering melakukan onani. Entah malam menjelang tidur, saat bangun tidur. Saat tidur sendiri atau tidur beramai-ramai. Saat mandi dll.

Namun, tidak setiap tidur dengan Elang aku selalu melakukan percintaan aneh itu. Kadang aku lagi capek dan ngantuk, kadang juga bosan. Atau lagi sedang pingin, tapi Elang tidurnya tengkurap terus. Atau telentang, tapi tangannya masuk ke celana dalamnya sehingga aku terhalang untuk melakukan aksiku. Walau sudah menunggu sampai lewat tengah malam, Elang belum juga telentang. Memang sudah menjadi kebiasannya setiap memulai tidur selalu dengan tengkurap.

Karena capek dan bosan menunggu, tak jarang aku onani dan kemudian tidur dengan kecewa. Karena tidur terlambat, paginya aku bangun agak kesiangan, jadi tak sempat “NGERJAI” Elang. yach, gagal lagi dech.

Untuk mengatasi seringnya gagal, aku selalu berusaha untuk bangun lebih awal dari Elang atau teman-teman lainnya. Biasanya, kalau mendengar adzan Subuh aku segera bangun.
Nah, waktu seperti inilah pasti Elang selalu telentang. Dan sudah bisa dipastikan, tombak Elang sedang ereksi penuh. Dari sini kemudian aku tahu, jika waktu pagi, penis selalu dalam kondisi bangun.

Hal ini aku buktikan dengan mencoba MENGGERAYANGI temanku yang LAIN.
Ternyata burung mereka rata-rata sedang ereksi maksimal.

Kepada temanku yang lain, aku melakukannya hanya sebentar, aku masih takut mereka akan tahu atau marah, walau aku sendiri bernafsu untuk melakukannya lebih jauh seperti yang aku lakukan terhadap Elang.

  ******* 

Dekapan Pertama

Suatu malam di musim penghujan, giliran Elang tidur di rumahku. Tapi cuma kami berdua, tidak ramai-ramai seperti biasanya. Karena waktu sudah cukup malam dan hawa cukup dingin, kami pun langsung tertidur setelah ngobrol kesana-kemari.

Entah sudah jam berapa, mendadak aku terbangun. Ada yang MENDEKAP tubuhku cukup erat. Ternyata Elang memelukku dari belakang. Baru kali ini ia melakukannya.

Awalnya aku cuek saja dan mencoba tidur kembali. Tapi sudah menjadi kebiasaanku, jika sudah terbangun di tengah malam, susah untuk tidur kembali. lama-lama aku merasakan PELUKAN Elang terasa hangat sekali, bisa menghilangkan hawa dingin yang menusuk tulang.

Selain itu, dalam DEKAPANNYA aku seperti merasa begitu damai, tenang, dan terlindungi. Hembusan NAFAS Elang terasa lembut di rambut dan dekat telingaku. Juga TOMBAKNYA yang sedang bangun terasa mengganjal di sekitar pantatku. Terkadang terasa bergerak-gerak.

Tak lama kemudian, Elang sepertinya tak tidur lagi. Ia mulai MENGUSAP rambut dan kepalaku dengan pelan dan lembut.

Aku merasa semakin damai dan larut dalam kehangatan. sesekali MENGGESEK GESEKKAN tombaknya maju-mundur perlahan-lahan. Gairahku mendadak bangkit. Burungku pun ikut bangkit.

Setelah cukup lama MEMBELAI rambutku, ia kini meraba PUTING SUSUKU dan mulai MEREMASNYA.
Tubuhku segera menggelinjang. Aku hanyut dalam nafsu.

Aku berharap sekali ia mau menyentuh batang kelelakianku, tapi sepertinya ia tak pernah ingin melakukannya. aku semakin tak tahan. Ingin rasanya aku berbalik menghadapnya agar bisa menyentuh tombaknya, tapi dekapannya terlalu kuat.
Akhirnya, aku hanya bisa pasrah total. Selanjutnya aku tidak tahu apa yang terjadi kemudian, karena aku segera tertidur pulas.

  ******* 

Malam berikutnya, kami tidur di rumah Elang. walau musim hujan dan hawanya dingin, kali ini ia tidur tanpa baju atau kaos. Cuma pakai celana dalam longgar dan kain sarung. (Memang waktu itu rata-rata orang desa kalau tidur biasanya pakai sarung yang biasa dipakai buat shalat, karena celana panjang belum populer/belum biasa dipakai sehari-hari).

Seperti biasa aku selalu susah tidur. Selain mengenang peristiwa-peristiwa indah bersama Elang, juga selalu ada keinginan untuk mengulangnya lagi. Kadang juga pikiranku mengembara kemana-mana, berkhayal. Atau aku memain-mainkan penisku sendiri.

Eh, baru beberapa jam berlalu, ia sudah telentang. Berarti aku tak perlu menunggu hingga lewat tengah malam, apalagi menunggu sampai menjelang pagi.

Karena terkenang dengan peristiwa kemarin malam saat aku didekap Elang, malam ini aku berniat ingin juga memeluknya. Aku pun melingkarkan tangan kananku di atas dadanya. Aku mulai MERABA-RABA dadanya.

Ohhh, bidang dan KOKOH sekali.
Baru sekarang aku menyadarinya. Sebab selama ini aku selalu terfokus pada kemaluannya saja, belum mencoba bagian tubuhnya yang lain.

Ahhh…ternyata nikmat juga meraba dadanya yang kekar, ditambah lagi ada sedikit bulu-bulu halus yang tumbuh di sana.

Aku menumpangkan kaki kananku ke atas paha dan kakinya, sehingga burungku yang sudah bangun dapat menempel di sekitar pinggangnya. Lalu aku menurunkan tanganku ke bawah, mengusap-usap bagian perut hingga pusarnya. Sesekali tanganku menyentuh kepala penisnya yang nongol keluar celana.


  ******* 

TRUE STORY: GARA-GARA SERING PAMER SAAT MANDI (#4)

Sebentar lagi aku akan lulus SMP.

Tak terasa hubunganku dengan Elang sudah hampir tiga tahun lamanya. Sebuah hubungan yang tak lazim, hubungan yang mungkin belum ada di kampungku ketika itu.
Mana ada lelaki yang suka dengan kemaluan lelaki lainnya?. Mana ada pula lelaki yang dipuaskan/diberi kenikmatan oleh sesama lelaki?.

Tapi perbuatan kami berdua selama ini hanya kami berdua yang tahu. Orang lain tak pernah ada yang tahu. Mereka menganggap kami berteman seperti lazimnya yang lain.

Aku sendiri kadang merasa aneh.
Dalam keseharian, antara aku dan Elang tidaklah begitu dekat. Kami jarang berkumpul atau ngobrol berdua, kecuali beramai-ramai dengan yang lainnya. Bahkan, kami banyak ketidak cocokannya, baik dalam hal topik pembicaraan, hobi, atau kebiasaan lainnya.

Ia cowok yang NAKAL dan LIAR, suka ngeluyur, susah diatur, bebas dan cowok banget.
Sedangkan aku orangnya pendiam, rapi, suka di rumah dan penurut. Sungguh, suatu sifat dan kepribadian yang bertentangan.


Tapi entah mengapa, kalau malam tiba, kami seperti merasa sangat cocok sekali. Kami sama-sama tahu keinginan dan kebutuhan masing-masing.
Dia TAHU apa yang sangat aku suka dan MEMBERINYA dengan senang hati, sementara aku tahu apa yang ia butuhkan dan memberi pelayanan yang cukup memuaskan. Bahkan, ketika memakai bahasa isyarat sekalipun.

  ******* 

Ketika Kesadaran itu Datang

Kini, aku mulai sadar bahwa Elang sepertinya cowok normal (straight).
Ia tidak suka cowok apalagi menginginkan kemaluan orang lain.
Ia hanya seorang remaja yang sedang PUBER, yang organ reproduksinya sedang sempurna, yang hasratnya mulai menggebu. Tapi ia belum punya tempat untuk menyalurkannya.

Remaja zaman aku sangat berbeda dengan zaman sekarang. Soal seks saja belum tahu sama sekali, apalagi sampai terpikir untuk melakukan seks bebas dengan pacar. Ia sering juga bercerita soal pacarnya dan aku sendiri tahu siapa pacarnya itu. Tapi namanya pacaran ketika itu, ya paling cuma sebatas naksir, kagum, suka melihat, ketemu dan ngobrol biasa; tidak lebih dari itu.

Yang dia tahu saat itu adalah ada orang yang MAU dan BISA memberinya kepuasan, tak peduli itu dari SESAMA LELAKI.  Makanya, ia tak segan untuk MEMBERIKAN SEGALANYA kepadaku dengan senang hati.

Sangat berbeda denganku; aku memang sangat menyukai “burung” orang lain. Suka yang bukan tanpa sebab, tapi suka karena terbiasa melihatnya. Suka karena bentuk dan ukurannya, merasa gemas, merasa iri, selalu teringat dan tak bisa melupakannya.

Walau sudah sering terpuaskan dengan milik Elang, tapi karena pernah merasakan nikmatnya beronani, akhirnya aku ketagihan dan kecanduan onani. Aku melakukannya cukup sering, bahkan dalam sehari bisa beberapa kali, dan tak jarang pula aku melakukannya dengan cara yang berlebihan dan tak wajar.

Tapi aku juga merasakan akibat buruknya. Aku sering tidak konsentrasi dan mengantuk saat sekolah atau sering terasa lemah dan lesu saat membantu orang tua di ladang/sawah. Tapi karena kalah oleh nafsu dan rasa nikmat yang luar biasa, aku sangat sulit, bahkan hampir tak bisa menghentikannya.

Mungkin boleh-boleh saja onani, tapi cukup seminggu sekali atau maksimal dua kali saja, syukur hanya sebulan sekali, atau lebih bagus lagi tidak onani sama sekali (kalau bisa, hehe….). sebab selain nikmat ada akibat negatifnya. aku merasa seperti membuang energi secara sia-sia. Tapi yang namanya sudah menjadi kebiasaan, ya sangat susah dihilangkan.

  ******* 

Tapi yang membuatku heran, setahuku selama ini Elang belum pernah melakukan ONANI sama sekali. Ia maunya ORANG LAIN yang melakukannya, yaitu aku.
Bahkan, ketika sudah sampai setengah permainan atau hampir puncak, dan aku menghentikannya; ia tidak memintaku untuk melakukannya sampai selesai atau ia sendiri yang melanjutkannya dengan onani. Paling-paling ia menutup kembali celana dalamnya dan kembali tidur. Atau tak jarang ia malah tertidur pulas ketika tanganku sedang beraksi di kemaluannya.

Yang membuatku lebih SALUT lagi adalah selama permainan kami  dalam tiga tahun ini ia jarang sekali sampai keluar sperma. Walau aku sudah mempermainkan senjatanya hingga lebih dari sejam dan aku sudah sangat kecapekan, ia belum juga keluar sperma.
Kuat sekali dia – TAHAN LAMA (sungguh beruntung yang jadi istrinya kelak). Padahal kalau aku onani, paling sekitar 15 menit sudah keluar.

Hubungan gelapku selama ini dengan dia lebih banyak sebatas permainan tangan.

Pernah beberapa kali ia memintaku untuk mengoralnya, tapi lebih sering aku tolak. Walaupun ada kenikmatan tersendiri, tetap saja aku masih merasa risih dan jijik. Terlebih batang kemaluannya yang berukuran tidak biasa, cukup membuat mulutku penuh sesah, serasa tersedak hingga kerongkongan dan sulit bernapas. Tidak ada istilah ciuman, pelukan apalagi sampai melakukan anal seks.

  ******* 

Dan Perpisahan itupun Terjadi

Sekarang aku telah lulus SMP. Selanjutnya, kami mulai sibuk mencari sekolah SMA.

Aku sendiri telah memutuskan untuk melanjutkan ke SMA yang ada di kecamatanku saja. Sebab jika harus sekolah ke kota, atau daerah lain yang jauh orang tuaku tak mampu. Sedangkan Elang harus sekolah di kota lain yang cukup jauh. Pamannya yang memintanya untuk sekolah di sana.

“Kenapa kamu tinggalkan aku?” tanyaku menjelang kepergiannya.

“Aku sekedar menuruti keinginan orang tua,” jawabnya sedikit rasa bersalah.

“Bagaimana nanti aku memenuhi keinginanku?” tanyaku dengan wajah memelas.

“Kamu tidak usah khawatir, pasti aku sering pulang,” jawabnya mencoba meyakinkanku.

“Benar ya, aku ingat janjimu.”

Kulihat ia hanya tersenyum dan mengangguk.
Lalu, secara reflek aku pun MEMELUKNYA. Erat sekali. Aku merasa damai sekali dalam pelukannya, seolah tak ingin melepaskannya lagi.


Aku sebenarnya merasa sedih dan kecewa atas kepergiannya itu, tapi aku berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikannya. aku tahu, nanti ia bisa pulang kalau hanya libur sekolah saja.

Aku merasa takut, jika setelah ia pergi aku tak mendapat penggantinya.
Siapa sih yang mau aku permainkan kemaluannya?. Siapa sih yang dengan sukarela mau memberikannya untukku?.

Aku merasa pesimis. Tak ada lagi, SELAIN ELANG.

“Jangan sering-sering onani ya, nanti tunggu aku saja!” lirihnya membuyarkan lamunanku.

Aku tak menjawab, hanya mencubit lengannya gemas.




TAMAT


(Cerita sumbangan: Budi/Triyanto)
Tunggu ceritaku ketika SMA: “Antara Aku dan Pamanku”

Saturday, 2 June 2012

SEQUEL-1 - Persahabatan Dua Cowok Straight


 (Bagian 1 s/d 6 - terbit Januari 2011)
 Disadur dari karya besar: Rangga2004

==================== 


Bagian-1


Ini cerita tentang TEUKU MOHAMMAD PANJI. Lebih biasa dipanggil PANJI atau AJI. Umur 22 TAHUN, lulusan D3 Perhotelan dari sebuah Akademi Pariwisata di Bandung. Anak sulung dari tiga orang bersaudara yang semuanya cowok. Ayah turunan PORTUGIS dan ibu berdarah ACEH asli.


Panji Ganteng, sudah pasti!. Kulit putih bersih, dengan postur tubuh proporsional. Ramping namun atletis dengan dada bidang yang berbulu. Tinggi 177 cm dan berat 67 kilogram.

Sempat merasakan hidup sebagai anak orang kaya hingga duduk di bangku SMU. Namun setelah usaha selundupan tekstil sang ayah terbongkar dalam sebuah operasi pemberantasan penyelundupan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian bersama-sama dengan Bea Cukai, kehidupan keluarga cowok ganteng dan jantan ini berubah morat-marit.

Sang ayah jadi BURONAN polisi hingga kini, sehingga sang Ibu terpaksa membuka usaha kecil2an. Sebagian besar harta mereka disita untuk mengganti kerugian negara. Sisanya hanya bisa digunakan untuk MENGKONTRAK sebuah rumah kecil di kawasan Bekasi, tempat tinggal Panji , Ibunya dan 2 adiknya.

Setelah lulus kuliah, PANJI diterima jadi karyawan pada sebuah HOTEL berbintang di Jakarta, sehingga kini tanggungan hidup keluarga Panji jadi semakin ringan karena penghasilan dia dapat membantu biaya hidup keluarga mereka berempat termasuk membiayai pendidikan adik-adiknya.  

Panji punya dua orang adik laki laki, yang satu bernama DIMAS masih kuliah di Fakultas Teknik sebuah Universitas Negeri di Jakarta, yang paling bungsu DIKHA, masih sekolah di SMU.

Walau penampilan ketiga pemuda bersaudara itu tak berbeda dari para Aktor sinetron yang tampan-tampan tapi mereka bertiga cukup tabah menjalani kehidupan yang sederhana. Panji bekerja keras untuk bertahan hidup di tengah-tengah belantara metropolitan yang keras. LEMBUR adalah hal yang biasa dia lakukan dalam bekerja.


   -------------------------------------- 

PERSAHABATAN DENGAN RENO

Panji punya seorang sahabat lama yang cukup dekat: RENO (MORRENO GERUNGAN). Anak MANADO. Dia pertama kenal Reno sejak di SMU dan jadi bersahabat di kelas 2, karena mereka berdua satu kelas, ber-sama2 ikut dalam tim BASKET sekolah dan hobby Petualangan Alam, juga sama2 doyan cewek cakep.

Panji teringat kejadian lucu waktu di sekolah dulu.

Waktu naik ke kelas 3 dan pembagian bangku di kelas, ternyata mereka berdua terpisah tempat duduk. Reno kebagian sebangku dengan seorang murid bernama RACHMAN.
Panji sebangku dengan YUDI.

Karena di kelas sebelumnya Panji dan Reno duduk sebangku dan mereka merasa saling cocok. RENO langsung berdiri mendekati Yudi yang duduk di sebelah Panji..

”Hey, Yud...” Reno menepuk bahu Yudi

”Ada apa sih?” jawab Yudi

”Gini Yud... Gua perlu banget duduk sebangku ama si Panji” kata Reno

”Lho, kan udah diatur guru kelas?” Yudi berkelit.

”Si Panji itu temen deket gua, dan dia sakit TBC. Ntar elo ketularan, lho” Reno ngeles..

”Ada-ada aja elu ahh, Nggak mau!. Nggak bisa!, Ntar gua dimarahin guru lagi”. Yudi menolak

”Yud, elo tau nggak, setahun ada berapa hari?” Tanya Reno

”356 hari” jawab Yudi. ”Emang kenapa?” Dia belum mengerti arah pertanyaan Reno.

”Dikurangi hari Minggu?” tanya Reno lagi

”Gak tau ah, 260 hari kali” jawab Yudi

”Bagus!. Kalo elo nggak pindah, berarti elo bakal ketemu gua 260-HARI dalam setahun, di mana gua tiap hari bakal GEBUKIN elo, tiap pulang sekolah” Reno berkata sambil melotot kepada Yudi.

Yudi langsung mengkeret diam dan terlihat takut. Panji senyum takjub melihat kelakuan si Reno

”Ya udah deh, lagian gua juga nggak gitu bisa ngeliat papan tulis dari sini” kata Yudi sambil  mengambil tasnya dan pindah ke tempat Rachman.

Rachman yang tadi duduk di sebelah Reno langsung bergeser memberi tempat pada Yudi.  Keduanya terlihat cocok, sehingga jadinya terlihat lucu.

Reno langsung duduk dan melirik bangga ke arah Panji.  

Panji terlihat takjub dan geleng-geleng kepala.
”Gila lo Ren. Lo selalu pake cara ngancam2 gitu. Dasar elo anak kolong ”

”Ha ha ha... Emang!” Reno. Memang anak Tentara

”Kasian si Yudi tuh”

”Nggak apa-apa. Lagian tadi gua bukan ngancam kok, cuman mengegertak doank. Si Yudi aja yang takut” kata Reno sambil terkekeh..


   -------------------------------------- 

Selepas dari SMU, Panji kuliah di Akademi Pariwisata, sedangkan Reno di Akademi Akuntansi.

Tapi akhirnya, secara kebetulan, mereka berdua diterima bekerja di HOTEL yang SAMA. Reno di departemen Accounting sebagai CASHIER.  Panji sebagai petugas RESEPSIONIST.

Terkadang kalau sedang libur dan tidak sedang berkencan dengan cewek2nya, mereka suka jalan berdua bersama dan malamnya Reno numpang tidur dirumah Panji, atau sebaliknya. Keesokan harinya berangkat kerja bersama.


   -------------------------------------- 

TENTANG RENO

Dari segi kelelakian, Reno istimewa!. Tingginya 182 cm beratnya 73 Kg, wajahnya tampan, kulitnya putih terang. Badannya lebih kekar dari Panji, tubuh atletis, lengannya mulus tapi berotot.  Reno juga amat rajin menjaga stamina dan kekuatan tubuhnya. Termasuk latihan bela diri Tae Kwon do
           

Ada 1 lagi kelebihan Reno. Kabarnya sejak di SMU dulu, teman2nya tahu kalau Reno punya seperangkat alat kelamin berukuran besar raksasa..

Sebagai sahabat, Panji tentu sudah sering melihat kemaluan Reno walau tentu dalam keadaan lemas.

Sewaktu habis berenang dan mereka bilas bareng di kamar mandi, Reno melepas celana renangnya, Panji kaget melihat ukuran kemaluan Reno. Walau masih  dalam keadaan lemas, tapi kelihatan gede luar biasa besar
.
"GILE Ren, Segede apa tuh kalo lagi ngaceng?. Apa cewek gak takut melihatnya?”,...... tanya Panji.

"Enggak!, mereka doyan kok",... jawab Reno cuek.

Dengan modal wajah yang sama2 ganteng, Panji dan Reno juga terkadang ikut CASTING untuk mencoba jadi BINTANG IKLAN atau Aktor Sinetron, tapi hal itu mereka lakukan hanya sebagai pekerjaan sampingan di waktu senggang mereka.

Casting adalah semacam test atau wawancara dan TEST-CAMERA untuk memilih calon2 yang cocok untuk jadi bintang iklan atau Aktor pada suatu Syuting Iklan, Film atau Sinetron.

Reno sebetulnya sudah punya cewek bernama ANGELA sebagai pacar tetapnya. Tapi sayang bagi Reno, dengan segala kelebihan yang dimilikinya, dia masih suka berselingkuh dengan cewek-cewek lain, sehingga sering dianggap sebagai PLAYBOY yang suka mempermainkan wanita.

Bahkan di balik sikapnya yang terlihat santun, Reno juga mengaku terus terang pada Panji sahabatnya bahwa dia terkadang melayani hasrat seksual para wanita tajir dengan mendapat IMBALAN UANG, seperti seorang GIGOLO amatiran yang bersedia jadi PEJANTAN  untuk memuaskan nafsu bejat tante-tante gatel yang kelebihan duit.

"Lumayan lah buat bayar cicilan Motor. Jadi gak rugi-rugi banget badan lemes karena ngeluarin Sperma buat tante-tante," alasan Reno.

Harus diakui memang Reno adalah laki laki ganteng yang memiliki daya tarik kuat bagi kaum wanita.. Reno tampan, atletis, berotot dan gayanya maskulin..

Wanita mana yang tidak akan terpesona oleh ketampanan wajah dan kesempurnaan penampilan Reno?. Hanya itulah, sayangnya dia kadang jadi Gigolo, demi uang.

Pernah dalam sebuah pembicaraan Reno bertanya pada Panji.
”Kenapa lu gak beli Motor aja Ji?

”Buat apa?” jawab Panji

” Ya biar gampang kemana-mana”

”Gua kan bisa naek Bis atau Angkot?. Ngapain beli Motor”. Panji menjawab.

”Ya elah, supaya lebih cepat donk”

”Nah, elu sendiri? Kenapa elu gak beli Mobil Ren??” Panji balik bertanya.

”Gua kan udah punya Motor?. Ngapain beli Mobil”. Reno menjawab.

”Supaya gak kehujanan” Panji menjawab ngeyel.

”Gua GAK ADA DUIT monyet!” Reno menjawab agak kesal

”Sekarang kan bisa nyicil?”.

”Apa lo kira cicil Mobil dibayar pake daun?”  jawab Reno sengit.

”Kali aja gua bisa bantu-bantu...Hehehehe..” timpal Panji sambil bercanda.

”Bantu pake apa?. Motor aja lu kagak punya!”  jawab Reno sengit.

Dari obrolan singkat itu, Panji dan Reno ketahuan bahwa mereka BUKAN pemuda-pemuda kaya yang serba kecukupan, tapi biarpun begitu Reno TIDAK MAU mengajak Panji untuk ikut2an jadi Gigolo juga, sebab ia kuatir sahabatnya itu akan menolak.

Reno sadar, pekerjaan Gigolo tak ada bedanya dengan Perek atau PELACUR COWOK yang sering dipandang rendah oleh masyarakat!.

Kehidupan sebagai Gigolo bukan tanpa resiko, karena di lingkungan pergaulan itu adakalanya juga Reno dijumpai oleh para pria HOMOSEKS yang bersedia membayar mahal untuk mencicipi kejantanan Reno yang tampan. Tapi Reno selalu MENOLAK mentah2 ajakan kaun Gay itu, berapapun bayaran yang mereka tawarkan!..

Pada dasarnya, Reno, seperti juga Panji, mereka adalah cowok-cowok NORMAL, lelaki sejati!. Siapa juga Cowok-straight yang mau nge-seks dengan pria Gay?, apalagi kalau yang genit minta ampun. Daripada nge-seks dengan pria Gay, lebih baik mereka memberikan kontol mereka kepada tante-tante girang yang berduit.


   -------------------------------------- 

TENTANG PANJI

Semasa Ayahnya masih jaya, Panji yang sedang tumbuh dewasa memang pernah hidup terlampau bebas dan suka MENIDURI CEWEK2. Bahkan kalau sedang liburan, tidak jarang dia juga mencicipi kelezatan tubuh telanjang cewek2 di setiap kota yang dia kunjungi, atau kadang kadang mencari cewek bayaran di tempat Spa & Massage. Tapi jangan salah!, Panji ingat SAFE-SEX dan selalu menggunakan pelindung kondom.


Sekarang Panji punya seorang cewek bernama DONNA yang tinggal bertetangga dekat rumahnya sampai kemudian Panji dan Donna saling jatuh cinta dan BERPACARAN.  Donna adalah seorang gadis baik baik yang sedang KULIAH disebuah universitas swasta, sehingga kecocokan dan kedekatan yang tulus membuat hubungan Panji dan Donna terbuka dan saling curhat sampai RAHASIA yang sekecil kecilnya.



   ============================ 

Bagian-2

TAWARAN UNTUK CASTING FILM

Mungkin dari pergaulan bebasnya sebagai Playboy dan Gigolo, atau entah dapat informasi dari mana, Reno mendapat tawaran CASTING untuk jadi CALON AKTOR pada sebuah FILM yang ANEH...!!..

Reno berbicara pada Panji dan mengajak sahabatnya itu untuk sama-sama mencoba ikut CASTING sebagai calon Aktor pada FILM yang ditawarkan kepadanya, yang katanya bisa mendapatkan IMBALAN pembayaran yang sangat besar.

”Kapan Casting dan Wawancaranya?” Panji bertanya.

”Ya sekarang ini. Ayo berangkat” jawab Reno.

”Kok sekarang juga?” Panji kembali bertanya ”Emangnya Casting untuk Film apaan itu?” Panji mendesak.

”Halah, jangan banyak tanya. Ayo, ikut gue aja deh. Gimana nanti apakah elu mau ikut Casting itu atau tidak” jawab Reno berkelit

Panji akhirnya setuju untuk ikut mencoba Casting sebagai calon Aktor pada Film tersebut lalu, dan mereka berdua pergi untuk Casting yang saat itu diikuti oleh 12-15 calon Aktor yang semuanya cowok.

Casting itu ternyata BUKAN proses Test  Camera, tapi hanya sekedar wawancara singkat yang dilakukan oleh orang yang rupanya sudah dikenal sebelumnya oleh Reno. Mungkin orang itulah yang memberikan informasi mengenai tawaran pekerjaan Casting pada Reno.

Yang melakukan wawancara awal bernama SISKA, alias Mariska, dia seorang WARIA (nama aslinya dulu: SISWANTO) yang katanya punya usaha Salon dan juga sebuah CAFE & BAR, juga mengelola sebuah Spa & Panti Pijat.

Panji memperhatikan sikap dan cara bicara Siska dengan gayanya yang GENIT, lebih genit dari cewek paling genit sekalipun,


   -------------------------------------- 

Setelah proses Casting dan wawancara yang singkat serta bertukar nomor HP. akhirnya ada 4 calon yang terpilih sebagai Aktor untuk produksi Film tersebut yaitu Panji dan Reno, juga 2 orang lainnya yaitu BIMO dan THOMAS.

Rencananya pada hari Sabtu jam 8 malam keempat cowok ganteng yang sudah terpilih sebagai calon Aktor itu akan DIPERKENALKAN pada Produser dan Sutradara yang akan mewawancarai mereka untuk produksi Film yang ”konon” akan membayar dengan imbalan yang sangat besar itu. Panji dan Reno janjian untuk berangkat bersama sama sepulang kerja pada hari Sabtu malam.

Besoknya, lalu Panji menelpon Donna, kekasihnya. Meminta maaf karena tak bisa "Ngapel" pada malam minggu itu.
"ADA CASTING " katanya pada Donna.

Donna yang sangat pengertian tentu saja mengijinkan kekasihnya itu. Dalam fikirannya, Panji, yang sangat bertanggung jawab itu saat ini sedang sibuk mengumpulkan uang untuk persiapan BIAYA PERNIKAHAN mereka nantinya. Dan untuk itu Panji harus banyak lembur atau ikut Casting agar dapat menambah penghasilannya.


   -------------------------------------- 

Sepulang kerja, pukul 7 malam, Panji dan Reno segera pergi meninggalkan hotel tempat mereka bekerja. Dengan mengendarai sepeda motor milik Reno, 2 cowok ganteng itu berboncengan menuju ke daerah Mega Kuningan..

Hampir jam 8 malam keduanya tiba di CAFE & BAR milik Siska yang masih sepi dan belum ada pengunjung. Reno segera mengajak Panji masuk.

Ternyata di dalam Cafe yang masih sepi itu sudah ada 2 cowok lain. Mereka adalah 2 calon Aktor yang sama2 terpilih pada waktu casting yaitu BIMO dan THOMAS.  Sama sama masih muda, ganteng, berbadan bagus, atletis dan macho seperti Reno dan Panji, tapi mereka masih berstatus MAHASISWA.

Tidak berapa lama, masuklah si SISKA bersama 2 orang cowok BULE.. Yang satu kelihatannya sudah berumur, sedangkan yang satunya lagi masih muda, ganteng dan bertubuh kekar.

"Kenalin ini FRANS," kata Siska dalam bahasa Inggris menunjuk salah seorang bule yang sudah berumur. 
"Dia adalah PRODUSER dan SUTRADARA film. Yang satu lagi ini MARTIN, Aktor dan Pemain Film"

"Mereka dari CEKO. Kedatangan mereka ke Jakarta adalah untuk melakukan SYUTING produksi FILM mereka di Indonesia," lanjut Siska.

**(CEKO atau ”Chzech Repulic” dengan ibukota Praha, adalah sebuah negara di Eropa Timur yang tadinya disebut Cekoslowakia, dan kini terpisah jadi 2 negara. Yang satunya lagi adalah negara ”Slovakia”)

Keempat cowok ganteng itu mengangguk angguk sambil berpandangan bertanya tanya . Film apa kira-kira yang mereka produksi?.

Sementara itu, Frans dan Martin tak henti MENATAP tubuh keempat cowok ganteng itu. Panji, Reno dan kedua cowok itu merasa RISIH.

"Mereka mau bikin film apaan sih Siska?" tanya Reno pada Siska.

"Begini.... Frans dan Martin mengajak kalian yang bersedia untuk ikut jadi AKTOR pada PRODUKSI FILM mereka," terang Siska.

"O ya?" tanggap Bimo.

"Film apaan?"

"FILM PORNO," sahut Siska berterus terang.

"Gila lo..." Bimo kaget. Yang lain juga.

"Bayarannya lumayan boo, buat ukuran Indonesia," kata Siska lagi.

"Tetap aja gila" sahut Reno. Sementara Panji tak berkomentar.

"Paling sedikit 1.000 DOLLAR Amerika per 1 judul film," kata Frans memotong tiba-tiba, tentu saja ia ngomongnya dalam bahas Inggris.

Kelima cowok itu terhenyak. Jumlah yang cukup besar. Fikir mereka.
"Beneran nih?" tanya Thomas. Ia mulai tertarik kelihatannya.

"Gue GAK MAU ahh !," kata Reno.

"Kalo gak mau ya terserah. Barangkali elo kan emang udah kaya dan banyak duit, buat apa juga," sindir Siska yang tahu kalau Reno suka kerja sampingan sebagai Gigolo para tante-tante.

"Bukan gitu,"

"Syutingnya dimana aja Sis?" tanya Panji, diapun mulai tertarik.

"Ya, di Café ini. Kalo elo gak ikutan, gue tetap dapat duit kok. Ini gue nawarin elo-elo semua ya itung-itung bagi bagi rejeki," kata Siska.

Kecuali Reno, 3 cowok yang lainnya mengangguk-angguk. Panji, Bimo dan Thomas kelihatannya tergiur oleh jumlah bayaran uang yang ditawarkan

"Terus cewek-ceweknya, apa pemain Indonesia semua ya??. Kok GAK ADA CEWEK yang dibawa dari Ceko?" tanya Thomas.

"Pemaennya ya hanya si Martin ini. Ditambah elo ber-empat kalau bersedia,"

”Kok pemainnya COWOK SEMUA??”

"Ya, Ini FILM GAY, boo," jawab Siska enteng.

"HAAAHHH??!, Beneran lu??!!" keempat cowok itu semakin kaget.

"Elo benar-benar gila Sis! Elo kan tau kita-kita BUKAN GAY!" sahut Reno berang.

”Kita cowok normal” timpal Thomas.

"Kalo ketahuan gimana?, kan bahaya. Entar ditangkap, malu lagi. Inget kan video clip Ariel Peter Pan? Gue kagak mau gitu ah," kata Panji kemudian.  Ia juga teringat ayahnya yang masih buron.

Siska menjelaskan
"Ketahuan gimana? Film ini TIDAK akan diedarkan di Indonesia. Elo-elo lihat si MARTIN ini, dia juga pernah main filmnya. Dia cuek saja, karena film produksi Frans juga tidak diedarkan di EROPA. Perusahaan film ini sangat menjaga kerahasiaan pemainnya,"

Frans bertanya pada Siska apa yang dikatakan Reno. Ia penasaran melihat Reno yang terlihat marah dan ketiga cowok lain yang terkaget-kaget.

Siska menerangkan dengan bahasa Inggris pada Frans. Sang Sutradara kemudian menyahut dengan bahasa Inggris setelah memahami apa yang dikatakan Siska.

"Santai aja. Memang ini Film Gay. Namun biasanya bintang-bintang yang saya pilih BUKAN GAY kok.  Semuanya adalah COWOK NORMAL seperti kalian. Malah Martin ini sudah beristri dan punya anak," sambil menunjuk ke arah cowok bule yang muda itu.

Keempat cowok itu bingung, tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar.

"Ini hanya bisnis," sambung Frans.
"Isteri Martin TAHU suaminya adalah bintang Film Porno. Namun selain untuk film porno HOMOSEKS. Martin juga bintang di film HETERO. Di EROPA adalah biasa bila beberapa bintang film porno Hetero juga bersedia bermain di film porno Homosex. Soalnya bayarannya lebih besar”.

”Dengan bermain di film porno Gay, mereka tetap tidak berkurang rasa sayangnya pada istri dan anak mereka. Sekali lagi ini hanya bisnis. Industri mencari uang," Frans menerangkan dengan panjang lebar.

"Ya betul, saya bukan Gay. Saya juga punya istri dan anak," sambung Martin sang Aktor bule. Malah kemudian dia menunjukkan foto isteri dan anaknya.

Ke-4 cowok itu makin benar-benar bingung.
Tapi akhirnya hanya 3 cowok terlihat mengangguk-angguk. Kecuali Reno.

"GUE KAGAK MAU IKUTAN AHH," kata Reno tegas dengan mata mendelik karena marah.

Ya, hanya Panji, Bimo dan Thomas kelihatannya mulai tertarik, Reno tetap tegas-tegas MENOLAK ikut dalam produksi film tersebut..


   -------------------------------------- 

KEBIMBANGAN

Percakapan malam itu di Cafe itu diakhiri dengan keputusan keempat cowok itu untuk BERFIKIR-FIKIR dulu.

Siska mengatakan bahwa mereka hanya diberi kesempatan berfikir SATU HARI. Jika tidak bersedia ia akan menawarkannya pada calon Pemain Film yang lain. Soalnya Produser film dari CEKO ini tidak mau rugi kalau Syuting tertunda. Biaya produksi akan membengkak.

Sementara itu, di rumahnya Panji BIMBANG. Hari minggu itu diisinya dengan bengong di kamar, memikirkan tawaran menggiurkan oleh Frans. Paling sedikit 1.000 US dollar per-judul film. Bukan jumlah yang sedikit. Lebih kurang sembilan juta kalo di kurskan ke mata uang Rupiah. Untuk 2 judul film TOTAL bisa sampai 18 juta. Dan itu belum termasuk royalti.

Yang paling membuat Panji bimbang adalah karena bulan depan dia harus menyiapkan uang untuk memperpanjang KONTRAK RUMAH keluarganya di Bekasi.

Panji sedang sangat BUTUH UANG tersebut, apalagi dia juga masih ada TUNGGAKAN uang kuliah dan biaya sekolah untuk adik-adiknya..

Namun membayangkan dia harus berhubungan sex di depan kamera, apalagi dengan SESAMA JENIS lagi, rasanya ia ragu. Bukan cuma ragu karena risih, tapi juga ragu: Apa dia mampu terrangsang atau dirangsang oleh sesama lelaki??.

Seumur hidupnya TIDAK pernah tahu, TIDAK pernah mencoba dan TIDAK pernah tertarik sedikitpun kepada sesama lelaki. Sedangkan nanti ia harus melakukan ADEGAN percintaan, percumbuan dan hubungan sex dengan sesama Cowok?. Sinting..!.

Emangnya seperti apa sih hubungan seks sejenis itu?.

Membayangkan hal tersebut Panji jadi mengkeret. MUAL dan JIJIK!.

Apa yang akan dilakukannya nanti akan direkam, dipublikasikan dan diedarkan secara terbuka. Bagaimana kalau saudara2 dan teman2 lainya mengetahui?.

Namun mengingat kata-kata Siska bahwa film itu TIDAK akan diedarkan di Indonesia kembali ia tergoda untuk ikut. Bila tak diedarkan di Indonesia bagaimana mungkin saudara-saudaranya atau orang lain yang mengenalnya akan mengetahui aksinya dalam film itu?.

KEBIMBANGAN rupanya juga menimpa ketiga cowok yang lain.
Sama seperti Panji, Seharian mereka sibuk menimbang-nimbang untung-rugi apabila ikut dalam produksi film cabul Gay itu. Hari minggu yang biasanya mereka isi dengan keceriaan, kali ini diisi dengan kebingungan.

Sorenya Siska menelpon Panji.
"Eh, Gue mau nanya, elo bersedia gak?"

"Kan belon abis sehari,"

"Jangan lama mikirnya. Malam ini udah final. Karena mereka cuman Syuting 1 hari di Jakarta. Rencana Rabu mereka berangkat ke Bali, ngelanjutin Syuting disana”.

"Cepat amat malam ini?. Besok dong," pinta Panji

"Gak bisa!. Elo dateng malam ini. Kalo elo mau, bisa langsung TEKEN KONTRAK dan duit elo dibayar separoh. Setengahnya setelah Syuting. Kalo elo gak mau, gue bakal ngajakin orang lain malam ini,"

"Liat entar malem deh, Oke  . Panji menutup telponnya.

Dalam kebimbangannya Panji KECEPLOSAN bercerita pada Donna, ceweknya, untuk minta pendapat dia. 

Ternyata Donna TIDAK KEBERATAN kalau Panji harus melakukan peran percumbuan dengan sesama lelaki. Kalau dengan Cewek, justru Donna akan MELARANG habis habisan.

Donna yakin  bahwa Panji adalah LAKI-LAKI SEJATI yang 100% NORMAL. Justru Donna khawatir kalau Panji akan jijik dan tidak mampu melakukan peran dalam film itu.

Akhirnya…..
Setelah berfikir panjang. Panji akhirnya memutuskan untuk MENCOBA..



   ============================

Bagian-3

TANDA TANGAN KONTRAK

Esok harinya, dengan menaiki BusWay, Panji sendirian bergerak menuju CAFE & BAR tempat pertemuan kemarin.

SAAT Panji tiba di CAFE, dilihatnya hanya ada 1 sepeda motor milik THOMAS, berarti seperti apa yang diduganya, cowok2 yang lain, Bimo dan Reno sahabatnya, TIDAK datang.

Benar saja, setelah masuk ke dalam, ia memang hanya bertemu dengan Thomas. Mereka ngobrol-ngobrol dan selanjutnya malam itu juga kedua cowok ganteng itu meneken kontrak dengan FRANS untuk 2 JUDUL FILM sekaligus.

Panji dan Thomas langsung menerima UANG MUKA untuk 2 judul Film, masing2 sebesar 2 X 500 US Dollar, total US$ 1.000. Sisanya akan mereka terima setelah Syuting selesai.

Seusai Syuting keseluruhan dua film itu nantinya, Panji dan Thomas akan memperoleh pembayaran tambahan sebesar 1.000 US dollar lagi sesuai dengan kontrak masing masing.

Usai penandatanganan kontrak Frans menerangkan KONSEP film yang akan diproduksi itu pada Panji dan Thomas. Kedua film itu bercerita tentang hal yang sangat sederhana seperti umumnya film porno.

FILM PERTAMA berjudul "DANCING KING" (Raja Penari). Bercerita tentang seorang Atlet senam asal Ceko (diperankan oleh MARTIN). Saat cowok Ceko datang ke Indonesia, dia melihat pertunjukan tari erotis yang disuguhkan oleh penari erotis cowok Indonesia (diperankan oleh PANJI) sehingga sang cowok Ceko merasa tertarik. Kemudian dimulailah petualangan seks yang memacu birahi.

FILM KEDUA berjudul "TWO KINGS" (Dua Raja). Ini adalah cerita lanjutan dari film ”Dancing King”, dimana penari erotis cowok Indonesia itu (diperankan oleh PANJI) bercinta dengan pacarnya yang sama2 orang Indonesia (seharusnya diperankan RENO).

Film Ketiga dan Keempat, akan diperankan oleh pemain Iindonesia lainnya yaitu THOMAS beserta MARTIN dan 1 lagi aktor Indonesia (seharusnya oleh BIMO).

Mendengar keterangan Frans tentang KONSEP film yang akan mereka lakoni, Panji dan Thomas berulang kali MENARIK NAFAS dalam-dalam, membayangkan apa yang akan mereka lakukan nantinya. Satu hal yang sangat baru bagi mereka.

Usai penjelasan dari Frans, Panji dan Thomas pamit pulang dan berjanji datang jam 8 pagi esok harinya untuk mulai Syuting.

Panji menelpon ceweknya untuk menyampaikan informasi tsb. Donna bilang, dia mungkin akan datang untuk menonton pengambilan adegan syuting Panji dalam produksi film tersebut.


   -------------------------------------- 

HARI SYUTING TIBA

Keesokan harinya sekitar jam setengah 8 Panji sampai di CAFE. Ia minta ijin tidak masuk kerja hari itu dengan alasan kurang enak badan. Suasana Cafe tentu saja sepi karena tutup. Siska sudah menunggu. 5 menit kemudian THOMAS tiba. Mereka ngobrol-ngobrol tentang apa yang akan terjadi dengan mereka nantinya.

Tak lama kemudian, FRANS Sutradara Film, dan MARTIN Bintang Film dari Ceko itu datang. Mereka terlihat segar, tersenyum pada Panji dan Thomas.

"Welcome, my friends,"
Kata mereka ramah sambil menyalami Panji dan Thomas. Kedua cowok itu menyambut salam mereka dengan kikuk.

Rasanya GROGI juga bahwa tak lama lagi mereka akan bermain seks dengan Martin, cowok bule ganteng yang macho itu.

Baru saja usai bersalaman, TIBA TIBA nongol 2 wajah yang sudah mereka kenal. RENO dan BIMO.

"Sorry telat," kata Reno enteng. "Hei kalian sudah datang ya?," katanya lagi sambil mengerlingkan mata pada Thomas dan Panji.
Bimo tertawa-tawa.

"KALIAN IKUTAN JUGA JADINYA??" tanya Panji senang.

"Iyalah. Masak cuman kalian doang yang enak-enakan terima duit, kita kan juga mau," jawab Bimo tersenyum sumringah.

Ternyata duit mengalahkan segalanya!.


   -------------------------------------- 

PERSIAPAN SYUTING FILM PERTAMA.

Setelah semuanya hadir, FRANS, sang Sutradara, mengajak seluruh Pemain Film untuk berkumpul terlebih dahulu. Mengingat ke-4 pemain Indonesia semuanya adalah lelaki NORMAL yang masih BARU bergabung dalam film Gay seperti ini, menurut Frans perlu ada PERSIAPAN terlebih dahulu.

Frans kemudian MEMUTARKAN sebuah Video Film Gay Porno produksi Ceko di hadapan seluruh pemain.

Panji dan teman-temannya yang BELUM PERNAH melihat video porno yang berisi FILM GAY hanya bisa terbengong-bengong melihat tayangan yang disuguhkan di hadapan mereka.

Tak percaya mereka melihat bagaimana cowok-cowok jantan dan ganteng dalam film itu bisa melakukan hubungan sex dengan SESAMA JENIS dengan sangat bergairah.

Tanpa ragu cowok-cowok dalam film itu menyelomoti batang kontol besar milik pasangan mainnya.

"Gila,"  kata Bimo

“Geli gua...!” gumam Reno seperti jijik.

"Ck..ck..ck," decak Panji dgn perasaan tak percaya.

"Ih. Seru banget yah," kata Siska genit.

Selesai menonton film itu, seluruh pemain kemudian diminta untuk mandi yang bersih. Meskipun tadi sudah mandi, keempat cowok Indonesia itu akhirnya harus mandi kembali.

Seperti orang yang baru belajar mandi, keempat cowok Indonesia itu DIAJARIN MANDI oleh Martin, pemain Film asal Ceko.

Cowok bule itu memberitahukan mereka bagaimana caranya untuk membersihkan daerah-daerah tertentu di tubuh mereka. Khususnya daerah-daerah tubuh yang akan sering digunakan dalam Syuting Film nanti diminta untuk digosok dengan bersih. Terutama KEMALUAN dan LUBANG ANUS.

Akhirnya, usai persiapan, mereka bersiap-siap untuk melakukan Syuting.

Syuting dilakukan di DUA tempat yang BERBEDA secara sekaligus untuk menyelesaikan dua Skenario. Skenario-1 di ruang-tengah CAFE, sedangkan Skenario-2 di BAR, di bagian-belakang Cafe

PANJI dan MARTIN yang bule mendapat GILIRAN Syuting PERTAMA di Sutradarai langsung oleh Frans.Sedangkan pengambilan Syuting Skenario-2 antara Bimo dan Thomas dilakukan di ruangan yang berbeda di BAR Cafe itu.  

Panji benar-benar GROGI.



   ============================

Bagian-4

SYUTING ADEGAN PERTAMA – PANJI & MARTIN BULE

Berapa kali FRANS melakukan ”CUT” pada saat Panji berakting sebagai penari erotis cowok melakukan tarian diatas panggung. Goyangannya sangat KAKU. Meskipun ia sudah berkali-kali menari diatas panggung, namun saat itu selalu dianggap kurang oleh si Sutradara.

"Kamu harus rileks, jangan terlalu tegang," Frans mengarahkan.
Martin pun menyemangatinya.

Setelah beberapa kali ”TAKE”, akhirnya Panji bisa juga menuntaskan adegan menari itu. Dalam adegan itu, Panji melakukan tari erotis dihadapan Martin. tubuhnya meliuk-liuk liar menggoda Martin yang menontonnya dengan penuh gairah. Satu persatu pakaiannya dilepaskannya dihadapan Martin hingga telanjang bulat.

Setelah bugil dengan nakal digesek-gesekkanya tubuhnya ke tubuh Martin, termasuk kontolnya yang perlahan-lahan bergerak naik menggesek-gesek wajah Martin.

Sang Bule yang digoda seperti itu, perlahan-lahan menelanjangi tubuhnya sendiri. Kemudian sembari meremas-remas kontolnya yang besar, Martin mulai MENCIUMI tubuh atletis Panji. Mulut dan lidahnya bergerak nakal menikmati setiap jengkal tubuh atletis PANJI. Hingga akhirnya mulut itu berhenti di KONTOL besar Panji yang dipenuhi dengan semak belukar jembut hitam.

Sebenarnya Panji sama sekali TIDAK merasakan bergiarah oleh cumbuan itu, bahkan dia sebenarnya merasa GELI dan KIKUK.  Tapi dengan penuh semangat Martin mulai menyelomoti batang besar Panji,

Gaya cumbuan Martin ternyata begitu DAHSYAT PENGARUHNYA karena saat dia menjilat dan ngisep, akhirnya membuat batang kontol PANJI yang berdarah muda itu otomatis menegang NGACENG secara alamiah dan tanpa sadar dia mulai mengerang keenakan..

Kamera terus merekam adegan cabul itu dari dua sudut yang berbeda. RENO, teman Panji yang menonton Syuting hanya bisa MENARIK NAFAS melihat adegan cabul dihadapan dia.

Entah mengapa menonton kontol Panji diisep oleh Martin seperti itu, Reno merasa ikut bergairah

Panji terus MERINTIH dan mengerang-erang.
Tiba-tiba ia berteriak.
"MAU KELUAR NIH, OOOOOGGHHH," rupanya ia akan segera orgasme oleh serbuan kuluman Martin.

Frans serta merta menghentikan adegan itu.
"“CUT”," katanya.

Martin langsung melepaskan kontol Panji dari mulutnya. Ditinggalkan cowok ganteng itu yang kebingungan karena ditinggal mendadak seperti itu. Orgasmenya terasa NANGGUNG.

Kok gak dituntaskan?, katanya.

Dengan tubuh telanjang, Martin duduk di kursi. Istirahat sambil minum air mineral yang sudah tersedia.

Frans mendekati Panji.
"Kamu harus bisa MENGKONTROL orgasme sampai saya katakan kamu harus orgasme," kata Frans.

"Dalam film kita melakukan acting JANGAN dengan perasaan. Namun dengan ketentuan SKENARIO. Film ini tidak akan diminati jika hanya menyuguhkan cowok-cowok yang tidak bertahan lama dalam nge-seks. Film dibuat untuk fantasi penonton. Nah fantasi mereka adalah hubungan-seks itu harus dilakukan dalam waktu lama dan penuh kebinalan”.

”Oke deh, kamu istirahat dulu untuk menenangkan diri. Sebentar lagi kita lanjutkan," kata Frans.

Panji hanya mengangguk.

Kemudian Reno mendekati sahabatnya.
"Gimana Ji?. Kayaknya elo keenakan banget deh diisep si bule itu,"

"He eh. Gue BAYANGIN aja lagi diisep CEWEK , tapi mulutnya si Martin gila banget man. Kayak vacuum cleaner”, sahut Panji. Ia segera menenggak air minum dari botol.

Dari tempat duduknya Martin mengacungkan jempol padanya sambil tersenyum.
"Sudah bagus, tapi harus bisa lebih mengontrol orgasmemu," katanya dalam bahasa Inggris yang patah-patah.


   -------------------------------------- 

Lima menit kemudian Frans menyuruh bersiap melanjutkan Syuting.

"Eh, elu gak ngelihat si Bimo dan si Thomas Syuting di belakang?" tanya Panji kepada Reno sambil berjalan kembali menuju panggung.

"Entar deh, liat elo aja udah seru," sahut Reno.
"Lihat tuh si Siska, mondar-mandir aja dari sini ke belakang. Dasar banci genit, suka banget ngeliat kontol cowok ganteng," lanjutnya.

Panji dan Martin KEMBALI ke atas panggung. Frans sibuk mengatur posisi mereka berdua seperti pada awal Syuting tadi. Martin bersimpuh di hadapan selangkangan Panji. Frans menyuruh Panji untuk mengocok kontolnya dulu agar kembali tegak, setelah tadi sempat lemas.

Dihadapan Martin, Panji mengocok kontolnya. Dasar masih BERDARAH MUDA, tak berapa lama kontol itu mengeras kembali.

Frans melanjutkan Syuting.
"CAMERA..., ACTION"  katanya.

Martin langsung menancapkan kontol besar Panji ke dalam mulutnya lagi. Jemarinya mengacak-acak jembut lebat cowok itu. Sesekali diremas-remasnya buah peler Panji, sambil memainkan jarinya di celah lobang pantat Panji.

Cowok turunan Portugis-Aceh itu mengerang-erang buas merasakan isepan Martin, cowok yang sudah berisitri dan mempunyai anak ini. Cowok bule satu ini benar-benar dahsyat mengoral batang kontolnya.

Frans mengacung-acungkan jempolnya tanda menyukai aksi kedua cowok jantan itu.

”Ahh, ternyata gampang adegan seks sejenis ini, dan enak lagi”, pikir Panji.

Setelah hampir 15 menit dalam adegan NGISEP kontol itu, Frans menyuruh kedua cowok itu berhenti. Kemudian ia menyuruh Panji MENUNGGING dengan berpegangan pada tiang besi yang menancap di tengah-tengah panggung. Kedua paha Panji disuruh mengangkang lebar.

Dari belakangnya Martin mulai melakukan RIMMING di celah lobang pantat itu. Satu kamera menyorot secara close up wajah Martin yang bersarang di buah pantat Panji. Sementara satu kamera lagi menyorot dengan long shot aksi mereka.

”Gila!, ini pengalaman luar biasa!. Inilah PERTAMA KALINYA ada orang yang menjilati lubang pantat gue” pikir Panji.

Sesekali kamera melakukan close up pada wajah Panji yang meringis-ringis, matanya merem-melek, dan mulutnya mengerang-erang keenakan. Tubuh kedua cowok yang sedang beraksi itu mulai basah bersimbah keringat.

Panji merasa sangat keenakan dengan perlakuan Martin.

Celah pantatnya yang berbulu lebat itu disodok-sodok dengan jari atau lidah Martin. Rasanya begitu NIKMAT. Apalagi saat Martin menarik kontolnya yang sedang tegak itu ke belakang untuk kemudian mengisapnya dari belakang.

Panji menjerit keenakan.

Hidungnya mendengus-dengus.

Tubuhnya kelojotan.

Tiang besi panggung didekapnya erat-erat.

Mulut binal Martin menyedot-nyedot, mengisap-isap, menjilat-jilat, menggigit-gigit kecil dan memilin-milin batang kontol Panji. Sesekali cowok bule itu meludahi kontol besar itu untuk kemudian langsung menyelomotnya lagi dengan dahsyat. Sambil menyelomot, jemari Martin mengocok-ngocok batang Panji juga.

Lima belas menit berlalu.

Akhirnya Frans menghentikan adegan selomotan seru Martin.
”CUT” seru Frans.

Serta merta Panji menghembuskan nafasnya kuat-kuat saat sedotan Martin terhenti.
Hahhhh…," katanya, matanya terpejam menahan nikmat.
"Mulutmu benar-benar gila," komentar Panji.

Martin hanya tertawa mendengar pujian Panji.

Frans rupanya sudah cukup puas dengan adegan antara Martin dan Panji.



   ============================

Bagian-5

SYUTING PERTAMA ANTARA DUA SAHABAT

Tibalah pengambilan adegan yang sebentar lagi jadi giliran Panji dan Reno akan di Syuting.  Frans kemudian menyuruh Reno dan Panji untuk bersiap diambil Syuting karena mereka berdua harus melakukan ADEGAN 69.

Panji dan Reno diatur posisi mereka supaya saling menyamping berlawanan arah. Wajah mereka masing-masing saling menghadap kontol lawan mainnya. Panji kini dapat melihat dengan jelas kontol Manado milik Reno. Besar, gemuk dan panjang. Jauh..., jauh lebih gede dari kontolnya sendiri.
               
Sebagai sahabat dekat yang sudah lama kenal, Panji dan Reno tentu sudah pernah melihat alat kelamin masing2. Tapi kali ini berbeda. Karena mereka harus ber-acting pada adegan yang tak pernah mereka lakukan dalam kehidupan sehari hari

Tubuh mereka panas dingin.
Ini baru disuruh ngisep kontol, bagaimana lagi saat nanti mereka harus melakukan adegan percintaan sejenis dengan cara bersodomi?.

Akting Panji dan Reno sama-sama KAKU.

Itu karena baru PERTAMA dalam seumur hidup Panji dan Reno harus saling memasukkan kontol cowok ke dalam mulutnya.

Sebagai LELAKI yang sama2 NORMAL Panji dan Reno merasa sungguh sungguh RISIH menyelomoti batang kontol sesama lelaki, sehingga awalnya mereka berdua GAGAL terus.

Sungguh!,
Seumur hidupnya, Reno & Panji TIDAK PERNAH ngisep kontol, apalagi kontol sahabatnya, sehingga awalnya mereka hanya sekedar menyorongkan batang kontolnya TANPA PERASAAN.

Berkali kali mereka berusaha membayangkan seolah-olah cuma sedang melahap IBU JARI tangan saja, tapi tetap saja mereka merasa RISIH dan GELI.

Pada saat percobaan Syuting kontol Panji dan Reno masih tak bergeming dan tetap lemas karena tak terangsang....


   -------------------------------------- 

SUTRADARA SUDAH BIASA MENGAJARI

Frans, sang Sutradara yang sudah berpengalaman mengambil adegan untuk film Gay mengerti kesulitan para cowok Normal itu.

Frans memberikan saran-saran tambahan dan membolehkan Panji dan Reno menonton Video seks Hetero antara cowok & cewek yang hot supaya gairah mereka timbul. 

Akhirnya, dicoba sekali lagi dengan susah payah dan sambil ngelamun jorok, membayangkan persenggamaan dengan cewek ….. dan untunglah kontol mereka lama-lama bisa menegang dan ngaceng.

Baru saja satu kali Panji melakukan kuluman, langsung dia membuat Reno kesakitan. Gigi Panji yang tak sengaja menyentuh daging gemuk kemerahan milik Reno, terasa menyakitkan. Beberapa kali Reno itu meminta Frans menghentikan akting mereka.

"Maaf, maaf banget Ren," kata Panji merasa bersalah.

"Gak apa2 Ji. Tapi elu jangan gigit kontol  gue lagi ya," jawab Reno dari antara selangkangan Panji.

Relaks saja, jangan terlalu tegang," kata Frans menambahkan.
Dia mengerti itu yang pertama kalinya didalam hidup Panji lalu Frans menerangkan trik-trik supaya adegan itu dapat dilakukan dengan lebih lancar..

”Kita cuek aja deh, anggap ini cuma acting dan pura-pura, demi duit!.” kata Reno mencoba memberi semangat pada sahabatnya, padahal dia sendiri deg-degan luar biasa.

Adegan terpaksa kembali diulang.

"Nanti adegan ini akan diakhiri dengan masing-masing dari kalian menyemprotkan Sperma ke wajah lawan main kalian," terang Frans sebelum memulai Syuting kembali.


   -------------------------------------- 

SEKS-ORAL PERTAMA - PANJI & RENO

Begitu Frans menyerukan kata, "ACTION," keduanya kembali mulai saring mengoral.

Wajah Panji bergerak ke arah selangkangan Reno, lalu Reno menggenggam kontolnya dan digesek-gesekkannya kontol itu di pipi, hidung, leher dan seluruh wajah Panji

Bibir Panji membuka lalu diterimanya batang kontol Manado milik Reno, dilahap dan diselomotinya...
"Srupppppppppppp.............."

Tepat pada detik kontol Panji dan Reno sudah saling tertancap didalam kuluman mulut masing2,  Donna yang masih berada di rumahnya tiba-tiba terhenyak!.

Hatinya berdegup beras dan jantungnya berdebar2.... Perasaannya yang halus sebagai wanita, dia merasa was-was, khawatir ada sesuatu yang sedang terjadi pada Panji di tempat syuting..

Walau terasa risih, janggal dan geli!, tapi Panji dan Reno berusaha melakukan akting yang terbaik.

Mereka sama-sama berusaha cuek dan menganggap semua adegan yang mereka lakukan cuma SEKEDAR ACTING pura-pura demi peran sebuah film.   Untunglah penjelasan Sutradara Frans dan video porno yang sudah mereka tonton membantu acting mereka selanjutnya.

Akhirnya Panji dan Reno berhasil juga. Frans senang karena Syuting adegan ini lancar.

Sambil PURA PURA bernafsu Panji mengimbangi Reno dan saling menghisap. Sungguh ANEH rasanya harus melahap batang kontol sahabatnya sendiri yang sama2 lelaki ke dalam mulutnya tapi Panji terus berusaha melupakannya.

Panji berusaha tak peduli pada kontol besar Reno yang sedang dia lahap.

Sebagai sahabat lama sejak di SMU, Panji sudah biasa melihat alat kelamin Reno, tentu masih dalam keadaan lemas. Jadi Panji tidak pernah tahu, dan tidak pernah tertarik bahwa sebenarnya pada saat ngaceng kemaluan Reno berukuran besar luar biasa.

Jadi baru kali itulah Panji benar2 mengakui dengan kagum bahwa ukuran alat kelamin Reno memang dahsyat dan amat besar,   Panjangnya mungkin 21 cm. Diameter sekitar 4-5 cm dengan kepala penis yang lebih gede. Bahkan lebih panjang dari semua laki laki yang dia kenal.

Batang kontol Manado milik sahabatnya yang terperosok di dalam mulut dan tenggorokan Panji terasa begitu kokoh dan perkasa.

Sampai sekilas terfikir oleh Panji: ”Pantesan cewek dan tante-tante  begitu doyan dikentotin oleh si Reno”

Lalu paha Reno direnggangkannya lebih lebar agat mulut Panji lebih leluasa untuk terus mengulum, menjilati dan menghisapi batang keperkasaan Reno..

Akting Panji dan Reno semakin hot dan kelihatannya seolah2 mereka bernafsu dalam hisap menghisap kontol..
Padahal!, saat itu mereka bukan terangsang secara seksual oleh perbuatannya itu, melainkan bernafsu oleh fantasinya mereka sendiri yang MEMBAYANGKAN sedang diisep oleh CEWEK2NYA. 

Kini Reno berada pada posisi diatas Panji. Dengan kaki lurus di antara wajah Panji dan tangan bertumpu di lantai Reno bergoyang naik turun mengeluar masukkan kontolnya mengentoti mulut Panji. Mulutnya juga sama sama terus mengisap kontol milik Panji.

Panji kewalahan juga dengan kelakuan Reno.
Baru sekali itu Panji merasakan kenikmatan diisep seperti ini!!.   Dia pernah merasakan diisep Donna, kekasihnya, namun tidak se-nikmat yang dilakukan oleh Reno.

”Wah, gak nyangka sahabat gue jagoan juga meng-oral. Tapi kepalang tanggung ahh... Biarin aja deh.... Itu mungkin cuma acting si Reno aja...”

”Tapi kok Reno segitu lihainya ngisep kemaluan gue yang jelas-jelas sering dipake buat nyodok lubang vagina si Donna dan cewek2 gue....”
Demikian pikiran Panji melayang

Sebaliknya, tanpa memperdulikan pikiran Panji, Reno cuek aja membenamkan kontolnya dalam-dalam ke mulut Panji hingga kepala kontolnya menyentuh tenggorokan sahabatnya itu.

Cukup lama Reno melakukan aksi seperti itu hingga kemudian ia mengerang-erang. Orgasmenya hampir tiba rupanya.

"Ooooogghh mau keluar nihhh, ouhhh…," kata Reno.

Kontolnya dicabut dari mulut Panji. Lalu dengan tetap mengulum kontol Panji ia mengocok kontolnya sendiri dengan tangannya. Tangannya mengocok dengan cepat. Mulutnya mengerang-erang.

"Ohhh… ohhhh… ohhhh… ohhh…. Arghhhh…. Arghhh.. yessshhh… yesshhh…,"

Crott…!, crott….!, Crott…!, crott…..!
Spermanya yang kental menyemprot-nyemprot ke wajah Panji. Semburannya keras dan berulang kali.

Panji KAGET!.

Serta merta dipejamkannya matanya saat dirasakannya matanya terasa perih karena semburan sperma menyemprot matanya. Aroma pejuh Reno yang berbau khas lelaki terasa menyengat hidung Panji.

Usai semprotan yang kedelapan, terhentilah semburan sperma Reno. Cowok itu kemudian mengurut-urut kontolnya, sisa-sisa spermanya meleleh dari lubang kencingnya membasahi wajah Panji.

Setelah orgasmenya usai, Reno segera bangkit. Ditariknya tangan Panji mengajak cowok itu berdiri.

Masih dengan wajah berlumuran sperma, Panji berdiri mengangkang diatas panggung. Reno segera bersimpuh diantara selangkangan Panji. Tangan Reno segera mengocok batang kontol Panji dengan cepat dengan maksud supaya Panji juga segera orgasme.

Tak sampai dua menit, tubuh Panji KEJANG-KEJANG dan

Ooooogggghhhhh.....

Panjipun muncrat!.
Creett…!, creett….!, Creett…!, Creeett…..!

Wajah gantengnya yang berlumuran sperma meringis. Tubuhnya yang bersimbah keringat itu kelojotan. Semburan spermanya melumuri wajah Reno berulang kali. Ada juga yang menyemprot masuk ke dalam mulut Reno yang terbuka.

Setelah semburan spermanya terhenti, Reno segera berdiri rapat didepannya.

Sesuai petunjuk Sutradara,  Reno memeluk erat Panji sambil menggesek-gesek tubuhnya sampai Sperma mereka tercampur berlumuran membasahi badan mereka sampai lengket.

Mereka tetap saling berdekapan hingga Frans mengatakan ”CUT”

Tapi ternyata Reno yang suka ISENG benar-benar NAKAL.

Setelah Frans menghentikan adegan itu, Reno mengambil lelehan Pejuh yang berlepotan di wajah Panji dengan tangannya, kemudian secara bercanda, ujung JARINYA dipaksakan masuk kedalam MULUT Panji sehingga mau-tak-mau tercicipi juga sedikit cairan Pejuh Reno. Asin, kental, licin dan berbau khas Sperma.

Bukan hanya itu, tangan yang masih berlumuran Sperma itu diacak acaknya oleh Reno ke rambut Panji sambil tertawa-tawa geli. Dasar iseng!.

Semua orang yang menoton disitu ikut tertawa, sementara Panji misuh-misuh.

"Monyet lo Ren, elu benar-benar gila," katanya.

Reno kemudian berlari meninggalkan Panji menuruni panggung. Ia mengambil handuk yang sudah disediakan, kemudian mengelap sperma Panji yang melumuri wajahnya.

Panjipun berlari turun mengambil handuk. Dilapnya seluruh sperma yang ada di wajah dan rambutnya. Kemudian ia mengelap tubuhnya yang bersimbah keringat.

Dua teman lainnya yang sudah selesai Syuting di belakang, mendekati Panji yang duduk ngos-ngosan di kursi.
"Gimana rasanya nyicipin Sperma sobat lu sendiri Ji??," tanya Bimo nyengir-nyengir.

"Dasar gila itu si Reno," kata Panji sambil melihat ke Reno.

Sahabatnya itu hanya tertawa geli sambil mengelap tubuhnya yang juga basah bersimbah keringat.

”Seru juga ngelihat lo nyepong kontol Reno, Ji. Kayaknya lu udah pengalaman banget deh," goda si Siska dengan genit.

"Enak aja!. Namanya juga akting,"

"Akting atau Akting?'”goda Thomas.

Panji mesem. Ia juga BINGUNG karena dia ternyata BISA ngisep kontol Reno sahabatnya sendiri, padahal baru SEKALI ITU ia melakukannya. Dan yang paling MENCENGANGKAN, Panji merasa tak bersalah telah mencicipi rasa air mani dan sperma Reno.

PANJI pergi sendirian untuk MANDI dan membersihkan badan terlebih dahulu. 

Frans mengijinkan RENO yang baru saja orgasme untuk berisitirahat sebelum melanjutkan adegan berikutnya yang bakal lebih cabul, lebih hot dan lebih gila gilaan. Ya, Panji dan Reno memang memerlukan istirahat karena sangat lelah setelah orgasme tadi.

Selanjutnya Frans mempersiapkan Syuting untuk Skenario yang lain yaitu adegan SEKS ORGY bertiga, antara Martin si cowok bule dengan THOMAS dan BIMO.
.

   -------------------------------------- 

PASANG DILDO UNTUK PERSIAPAN

Sebagai persiapan untuk Syuting antara Panji dan Reno, Frans menjelaskan kepada Panji hal2 yang harus dia persiapkan.

"Untuk adegan berikutnya, Panji perlu persiapan dulu... Ini ada DILDO, kamu lumuri PELUMAS. Setelah itu kamu sisipkan di lobang pantat kamu. Dengan begitu nantinya kamu tidak terlalu kesulitan saat dianal oleh Reno," terang Frans dalam bahas Inggris sambil menyerahkan sebuah Dildo berbentuk seperti kontol padanya.

"Mengapa harus seperti ini?" tanya Panji.

"Ya. Kalau tidak nanti kamu akan sangat KESAKITAN. Teman-teman kamu yang 2 juga melakukannya kok saat Syuting tadi,"

"O, ya?"

Martin si cowok bule mendekati Panji..
"Bagaimana?, perlu dibantu?" tanyanya dalam bahasa Inggris.

Panji penasaran bertanya pada si Aktor bule itu.
"Martin, kamu kok bisa hot main akting Gay seperti tadi sih?.. Kamu kan sudah punya istri dan anak?"

"Saya tak perduli melakukannya dengan siapa saja. Mau Cowok atau Cewek. Yang penting enjoy dan birahi saya terlampiaskan. Apalagi ini kan dibayar" jawab Martin santai.

"Dasar horny!.” Kata Panji kepada Martin.
Eh Martin, tolongin gue dong. Gue belom pernah pake dildo," sambungnya

Dengan sigap Martin membantu Panji.
Dildo berbentuk kontol itu dilumurinya dengan CAIRAN PELICIN. Setelah itu dimintanya Panji untuk menungging mengangkang. Kemudian perlahan-lahan didorongnya dildo itu menyumbat celah sempit lobang pantat Panji.

"AAARRRGGHHH.., SAKIIIT," erang Panji.

"Ditahan dong. Masak sakit gini aja gak tahan," kata Martin sambil tangannya pelan-pelan mendorong hingga seluruh Dildo itu terbenam dalam-dalam di lobang pantat Panji.

"Gimana?" tanya Martin setelah dildo itu terbenam seluruhnya.

"Sakit. Pantat gue terasa ngembang. Rasanya aneh disumpel kayak gini,"

"Lama-lama juga biasa,"  

Saat beristirahat itulah, Donna, cewek Panji tilpon karena dia mungkin terlambat untuk menonton pengambilan shooting pacarnya, atau bahkan batal datang.

Mendadak Panji ragu2. Setelah melihat dan mengalami proses syuting adegan film tsb, Panji jadi malu kalau ceweknya melihat dia melakukan seks sejenis. Tapi terlanjur!.



   ============================

Bagian-6

MENONTON SYUTING SEKS-ANAL - BIMO & THOMAS.

Ketika giliran Reno MANDI sudah selesai, dia duduk disamping Panji.

Panji iseng ngomong:  "Gile Ren..., Gue baru nyadar, barang elo ternyata emang gede banget ya Ren..".
Lalu dia melanjutkan: ” Itu barang punya Manusia? apa Kuda sih?”,

"Punya Manusia, tapi ukuran Kuda",...
Reno menjawab cuek sambil tertawa dan setelah itu dia dia mengajak Panji ke Bar di bagian belakang Cafe.

"Bro. Daripada bengong disini, kita tonton deh Syuting si Martin dengan dua teman2 kita yuk" ajak Reno.

"Oke," jawab Panji.
Dia penasaran juga ingin melihat Syuting teman2nya.
Dengan menggenakan handuk yang dililitkan dipinggang dia kemudian menuju tempat lokasi Syuting.

Panji agak kesusahan berjalan dalam keadaan lobang pantat DISUMPEL Dildo begitu. Langkahnya sedikit mengangkang.


   -------------------------------------- 

Pintu ke belakang Cafe terbuka lebar. Suara cowok2 yang mengerang-erang keras terdengar dari luar. Panji dan Reno segera mendekati pintu itu.

Dalam Skenario tersebut, BIMO dan THOMAS bercumbu ORGY bertiga dengan MARTIN si cowok Ceko di sofa yang ada di Cafe bagian belakang.

Setelah itu THOMAS akan jadi BOTTOM yang disodomi oleh Martin dan juga oleh BIMO secara bergiliran. Jadi pada adegan itu Thomas akan dientot bergantian oleh 2 lelaki sekaligus.

Serta merta Panji TERHENYAK begitu menyaksikan adegan lain yang sedang di-Syuting di ruang tersebut dimana MARTIN si cowok Ceko itu berdiri mencengkeram paha dan meletakkan kaki BIMO ke bahu. Pantatnya bergerak keras, cepat, dan menghentak-hentak, membuat Bimo yang sedang dientot dengan liar itu mengerang-ngerang keras.

Semantara BIMO disodomi oleh Martin. Thomas begitu sibuk menyelomoti kontol Bimo.

Dari tempatnya berdiri, Panji dan Reno dapat melihat dengan jelas bagaimana kerepotannya BIMO, temannya yang macho dan jantan, sedang digempur habis-habisan oleh Martin, seorang pemain Ceko, yang tak kalah macho dan jantannya.

Benar-benar EDAN!!.
Sementara kamera terus merekam apa yang sedang dilakoni ketiga cowok itu.

Panji sebenarnya sudah KENAL Bimo cukup lama dan dia tahu persis kalau BIMO adalah cowok yang 100% NORMAL, karena itu Panji HERAN, kok mau2nya Bimo disodomi dalam syuting film ini.

Panji tak menyangka bahwa dia dan teman2nya harus melakukan pekerjaan semacam ini. Terpaksa melakukan seks sejenis karena UANG..!.

Panji tak bisa membayangkan bagaimana bila ceweknya si Bimo mengetahui kalau Bimo yang selama ini membuatnya kerepotan di ranjang karena keperkasaan dan kemachoannya, ternyata dia jusrtu DIENTOT oleh COWOK. Ceweknya Bimo pasti akan PINGSAN bila melihat lobang pantat Bimo yang sempit itu dihajar oleh kontol besar cowok bule dengan ganas.

Benar-benar ADEGAN CABUL yang sesaaat membuat Panji merasa ngeri dan jijik. Panji menelan ludahnya berulangkali menyaksikan adegan sex tiga cowok macho itu. Reno yang berdiri disampingnya juga menatap dengan mata tak berkedip melihat adegan panas diatas panggung itu.


   -------------------------------------- 

GANTI POSISI – THOMAS DISODOMI 2 LAKI-LAKI

Setelah 20 menit berperan di panggung, maka Bimo, Thomas dan Martin disuruh bertukar posisi oleh Frans.

Giliran THOMAS yang disodomi oleh MARTIN, sedangkan Bimo bertugas memerankan adegan ngisep kontol Thomas.

Bimo langsung melahap batang kontol Thomas. Bimo sepertinya sangat menghayati akting yang sedang dilakoninya saat itu.

Ketiganya masih serius berakting cabul di depan kamera.
Sementara Thomas tampak kepayahan saat tiba dia dientot terus-terusan oleh si bule Martin.  Bulu ketiak Thomas yang lebat dan basah karena keringat terpampang jelas.

10 menit berlalu.
BIMO yang sekarang gantian akan mensodomi THOMAS.

Akhirnya, di atas panggung itu, Bimo menggarap Thomas dengan buas dan garang. Kontolnya bergerak cepat berulang-ulang menembus ke dalam lobang pantat Thomas. Sementara Martin menyelomoti kontol Thomas.

Tidak disangka, BIMO ternyata begitu lihai berperan sebagai LELAKI-TOP. Kontolnya yang kokoh bagai tonggak beton tak henti2nya menjarah lubang anus THOMAS dengan gagah perkasa.

Tak heran, Thomas rupanya sangat menikmati dientot. Ia sangat menikmati gempuran bazoka Bimo di pantatnya.  

Bahkan Martin sampai terheran melihat kejantanan Bimo yang begitu perkasa mensodomi Thomas.

Heran..!.
Dalam keadaan seperti itu kontol besar THOMAS ternyata bisa NGACENG dan mengacung tegak dengan keras saat Thomas dikentoti kontol BIMO

Thomas terlihat jadi begitu keenakan merasakan tikaman kontol gede Bimo. Tubuhnya menggelinjang-gelinjang. Pantatnya bergoyang mengimbangi kentotan Bimo. Malahan sesekali Thomas memutar-mutar buah pantatnya seperti PELACUR BINAL. Gerakan instink Thomas itu untuk memberikan kenikmatan pada kontol Bimo agar terasa seperti dipilin-pilin.

Thomas yakin Bimo pasti sangat keenakan oleh gerakan goyangan pantatnya..

Bimo memang jadinya sangat keenakan. Saking keenakannya, tak tahan Bimo untuk memagut bibir Thomas. Mulutnya melumat2 mulut Thomas dengan penuh nafsu dan mereka saling bertukar air liur..

Dari tempat mereka berdiri saat ini, Panji dan Reno bisa melihat bagaimana SISKA si banci, tak berkedip matanya melihat 3 cowok Pemain Film itu saling mengentot dengan kasar.

Tak memperdulikan sekitarnya si Siska banci itu asik meremas selangkangannya sendiri.  Dasar banci. Dalam suasana Syuting sempat-sempatnya ia mengambil kesempatan.


   -------------------------------------- 

TUKAR POSISI LAGI

Setelah 15 menit, Frans Sutradara menyuruh mereka untuk berganti gaya lagi.  

THOMAS disuruh menungging di lantai dengan menumpu pada tangan dan kakinya yang menyiku. Bimo dan si bule Martin disuruh mengentotkan kontol raksasanya dengan bergiliran ke dalam lubang pantat Thomas.

Pantat Thomas dikentot secara bergantian oleh Bimo dan Martin dari belakang seperti seekor ANJING BETINA.

Akting ngentot ketiga cowok itu dilakukan secara marathon selama 20 menit. Tanpa ada jeda.

Adegan gaya anjing atau ”Doggy Style” ini rupanya adegan terakhir persetubuhan ketiga cowok itu dalam Skenario ini. Selanjutnya Skenario ini diakhiri dengan orgasme bersama.

Ketiga cowok itu duduk berhimpitan di sofa sambil mengocok kontol masing-masing. Hingga masing-masing mereka menyemburkan sperma membasahi perut, dada, dan bahkan ada yang mencapai pipi masing-masing.

Setelah itu Sperma yang tertumpah harus saling dijilati, dilumuri dan ditelan oleh ketiga Pemain Film tersebut

”Wah, bener2 edan mereka” kata Panji melihat adegan yang dilakukan oleh ketiga orang itu.

"Gile, Seru yah," bisik Reno di telinga Panji.
"Nanti elu juga akan merasakan nikmat seperti apa yang dirasakan oleh Bimo dan Thomas," katanya lagi

Secara bercanda, LIDAH RENO pura2 menggelitik nakal ke daun telinga Panji.

”Monyet lu ahh” kata Panji sambil menepis kepala Reno.

Tapi HERAN!, Panji tidak merasa jengah oleh perbuatan Reno yang sebenarnya TERLAMPAU MESRA dilakukan oleh seorang lelaki normal pada laki laki lain. Untunglah Reno adalah sahabat lamanya, dan itu dilakukan secara bercanda.

Usai Syuting, Frans sang Sutradara meng “CUT” adegan itu.
"Scene yang sangat bagus," komentar Frans.  

Seluruh kru bertepuk tangan. Sepertinya semua terlihat puas menyaksikan Skenario itu.
Dimulai dari Martin yang tertawa paling dulu, akhirnya semua pemain tertawa-tawa dengan nafas ngos-ngosan kecapekan usai orgasme setelah mensodomi Reno.


   -------------------------------------- 

"Gila man. Ternyata sakit banget. Heran, si Martin sadis maennya” komentar Bimo diantara tawanya.

"Gue bingung, apa sih enaknya para cowok gay doyan dianal?" sambung Bimo.

"Kapok..., Bool gue masih kerasa perih," kata Bimo lagi sambil mengusap lobang pantatnya yang terlihat memerah dan sedikit terkuak dengan bentuk membulat.

Panji hanya menggeleng-geleng mendengar komentar Bimo, temannya yang kesakitan itu.

Reno mengalihkan pandangan pada Thomas

"Kalo elu gimana Tom?" tanya Reno.

"Gila, dubur gue rasanya lecet deh. Cowok bule itu dan si Bimo buas banget," kata Thomas.

"Tapi gue lihat sih, elu malah kayak keenakan waktu disodok kontol BIMO?" canda Reno sambil nyengir nakal.

"Iya bener Ren..., BIMO emang HEBAT.. Ternyata ENAK lho”.  kata Thomas berterus terang mengakui kehebatan Bimo.
” Elu kok JAGOAN banget maennya Bim?. Kuat dan tahan lama. Enak gila!" sambungnya lagi sambil memuji Bimo.

”YANG PENTING ELU PUAS TOM” Bimo bercanda
”Gue kasih kalo kapan2 elu pengen lagi” sambungnya sambil mengedipkan sebelah mata kepada Thomas.

Panji keheranan mendengar THOMAS yang terang2an mengaku bahwa dia ternyata bisa menikmati disodomi oleh bintang cowok Ceko, dan terutama oleh Bimo yang gagah itu. Tapi Panji menganggap Thomas dan Bimo hanya bercanda.

"Pantat kalian benar-benar hebat. Menjepit banget," canda Martin pada Bimo dan Thomas.
"Kayaknya kalian bener2 masih perjaka dan lobang pantat kalian belum pernah dientot ya?" sambung Martin lagi.

Kemudian ketiganya mengambil handuk dan membersihkan sperma yang menempel di tubuh.

"Habis ini giliran elo ya Ji?. Siap-siap deh merasakan kontol si RENO menyodok-nyodok lubang pantat elo man” Thomas berkomentar.

”Rasain deh lo," kata Bimo secara bercanda pada PANJI.

"Emangnya sakit banget Bim??" tanya Panji pada Bimo dengan pandangan khawatir.

"Ya iya lah!, namanya disodok kontol pasti sakit, apalagi kontol bule gede banget," sambung Bimo.
"Kontol Si Reno juga gede banget. Elu bakal KETAGIHAN lho, hehehe," sambung Bimo menakut nakuti Panji

"Tapi gue gak habis pikir kenapa Siska atau cowok2 gay doyan disodomi selama ini. Apanya yang nikmat sih??," kata Panji.

"Makanya kapan-kapan elu deh yang coba meng-anal gue ya?" samber Siska kenes
.
"Ogah ahh. Meng-anal elo sih gue mikir ribuan kali deh," elak Thomas. Rupanya tetap aja tuh cowok KAGAK mau nganal banci kayak Siska.

"Dasar," cemberut Siska.
Kemudian dia ngeloyor pergi meninggalkan keempat cowok yang masih ngobrolin pengalaman sodomi itu.

 

   ==================== 

BERSAMBUNG KE SEQUEL-2
COPY PASTE LINK INI:
http://ceritapanaslelaki.blogspot.com/2012/06/sequel-2-persahabatan-dua-cowok.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...